10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Ginjal, Hindari Sebelum Terlambat

392 views


Diketahui bedasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia terkena depresi. Perawatan farmasi yang paling umum adalah dengan pemberian antidepresan seperti Prozac untuk meningkatkan kadar serotonin di otak yang mampu meningkatkan suasana hati.

Wah, Ternyata Ini Jamur Ajaib yang Disebut Bisa Atasi Depresi!

Sayangnya, jenis antidepresan ini tidak bekerja baik pada semua orang dan biasanya akan diresepkan sebagai pengobatan jangka panjang untuk mempertahankan efektivitas.

Sebaliknya, obat-obatan psikedelik dapat dengan cepat mengubah fungsi otak kita. Itulah sebabnya obat ini dapat berpotensi mengobati pasien hanya dalam beberapa dosis saat dikombinasikan dengan pelaksanaan terapi. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, perawatan semacam itu dapat menargetkan berbagai kondisi kesehatan menGinjal memiliki peran yang penting dalam tubuh. Ginjal berfungsi untuk memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah, mendetoksifikasi, menghilangkan kelebihan air, serta mengendalikan kadar mineral dalam darah.

Untuk itu penting mengurangi risiko terkena penyakit gagal ginjal dengan meninggalkan beberapa kebiasaan buruk ini.

Berikut adalah 10 kebiasaan yang dianggap sepele tapi dapat merusak ginjal.

1. Menahan Kencing

Sering menahan kencing menjadi salah satu penyebab masalah ginjal. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, bakteri akan berkembang biak lebih cepat.

Apalagi jika Anda menahann kencing dalam jangka waktu yang lama. Kebiasaan ini akan menyebabkan risiko terjadiya infeksi ginjal dan inkontinensia urin (ngompol).

2. Duduk Lama

Aktivitas fisik yang teratur sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan metabolisme glukosa normal yang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehata ginjal. Duduk dalam jangka waktu yang lama tanpa bergerak dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 30 %.

Jika Anda adalah pekerja yang menghabiskan waktu 8 jam sehari untuk duduk di kursi tempat kerja, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan kegiatan sehat lain. Seperti berolahraga setidaknya 2-3 kali seminggu. Atau sekedar jalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

3. Olahraga Berlebih

Olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan rhabdomyolysis. Rhabdomyolysis adalah kondisi otot yang mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut menyebabkan lepasnya pigmen miglobin dari otot ke dalam darah. Mioglobin ini dapat membahayakan ginjal dan bisa menyebabkan gagal ginjal. Berhati-hatilah jika Anda mengalami nyeri dan urin berwarna gelap. Segera cek ke dokter.

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Obat Nyeri

Meskipun obat anti-inflamasi seperti aspirin dan ibuprofen aman dalam jumlah sedang, namun penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bahkan gagal ginjal total.

Hal ini terjadi karena proses yang menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal dan memperburuk fungsi ginjal. Selalu kontrol penggunana obat nyeri/penghilang rasa sakit sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

5. Kurang Konsumsi Air Putih

Kurang mengkonsumsi air putih dapat menyebabkan masalah yang serius termasuk batu ginjal.

Kebutuhan normal konsumsi air putih yang diperlukan tubuh adalah 1,5-2 liter. Kebutuhan air putih tercukupi jika urin yang dihasilkan berwarna kuning muda.

Warna yang lebih gelap menjadi indikasi adanya kemungkinan kerusakan ginjal.

6. Kurang Tidur

Istirahat yang cukup sangat penting bagi kesehatan tubuh. Selain itu, cukup tidur akan membantu dalam menjaga keehatan ginjal.

Siklus tidur akan berpengaruh terhadap fungsi ginjal. Jaringan organ hanya akan diperbarui ketika Anda sedang tidur.

Tidur yang kurang akan merusak proses tersebut dan meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Posisi tidur ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan ginjal.

Posisi yang salah dapat menyebabkan asteosklerosis atau penyumbatan arteri. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal. Sehingga gijal akan rentan mengalami masalah.

7. Minum Soda

Konsumsi soda berhubungan erat dengan terjadinya masalah ginjal. Pada tahun 2009, sebuah penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 wanita yang minum dua atau lebih soda setiap hari memiliki penurunan fungsi ginjal yang signifikan.

8. Mengkonsumsi Daging

Konsumsi protein hewani yang berlebih dapat meningkatkan asam dalam darah. Peningkatan ini akan menyebabkan asidosis yaitu kondisi ginjal dimana ia tidak dapat menjada keseimbangan pH dalam tubuh.

Gangguan ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan ginjal yang kronis. Asupan protein harian yang dianjurkan adalah sekitar 1-1,6 g/kg berat badan. Kurangi konsumsi daging dan perbanyaklah konsumsi sayur juga buah.

9. Berlebihan Mengkonsumsi Garam dan Gula

Ginjal berfungsi dalam metabolisme 95 persen natrium yang dikonsumsi seseorang. Jika konsumsi garam berlebih, organ ginjal akan bekerja berlebih untuk menyingkirkan kelebihan natrium.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Konsumsi gula berlebih juga dapat memicu peningkatan tekanan darah dan menyebabkan obesitas. Kondisi ini menjadi risiko diabetes, ketiga hal tersebut merupakan penyebab utama gagal ginjal.

Asupan garam yang dianjurkan adalah sekitar 3,75 gram (3/4 sendok teh) sehari. Sementara untuk konsumsi gula dianjurkan 25-38 gram (6-9 sendok teh).

Perhatikan pula saat membeli bahan-bahan makanan di supermarket, biasanya kandungan gula dan garam dalam bahan tersebut cukup tinggi.

10. Mengabaikan Batuk, Pilek dan Flu

Sebagian orang akan mengabaikan ketika mengalami kondisi ini. Padahal saat kondisi ini, tubuh membuat antibodi untuk melawannya. Molekul-molekul tersbeut buasanya menetap pada filtrasi di ginjal dan menyebabkan peradangan.

Sehingga jika kondisi ini berlangsung lama, ginjal dapat mengalami kerusakan. Oleh karena itu segera obati jika mengalami kondisi ini. Perbanyak istirahat dan tidur.al, termasuk kecemasan, kecanduan, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).

======

7 Cara Menghilangkan Jerawat Pasir dengan Bahan Alami, Sekaligus Mencerahkan Wajah

Merawat kulit memang penting. Tapi moms harus perhatikan jenis perawatan kulit yang cocok dan tidak membuat kulit rusak. Jika moms memiliki jerawat pasir, cobalah mengatasinya dengan bahan-bahan alami. Di artikel ini moms akan mengetahui bahan-bahan alami yang tidak hanya bagus untuk membasmi jerawat pasir, tetapi juga mencerahkan dan menyehatkan kulit.

Jerawat pasir memiliki ukuran kecil seperti pasir yang biasa muncul di sebagian area wajah. Tentu jerawat pasir berbeda dari jerawat pada umumnya, jerawat pasir cenderung tidak menimbulkan sakit. Namun, jerawat pasir sangat mengganggu penampilan dan membuat kulit tampak kusam dan tidak sehat. Jerawat pasir mungkin moms jumpai di area dahi, dagu dan pipi. Terkadang menghilangkan jerawat pasir pun sulit. Jika moms sudah merasa terganggu, moms bisa simak cara alami menghilangkan jerawat pasir di bawah ini, lho.

Alpukat dan Madu

Alpukat mengandung vitamin, mineral, antibakteri, dan antioksidan alami yang bagus untuk kesehatan kulit wajah. Kandungan vitamin E pada alpukat mampu menembus pori-pori kulit sehingga bisa mengatasi masalah peradangan pada kulit. Alpukat bisa dijadikan masker wajah dan makin bekerja maksimal jika dicampur dengan madu yang juga antibakteri sekaligus mengandung hydrogen peroksida. Keduanya tidak hanya mampu menghilangkan jerawat pasir, tetapi juga membantu menyamarkan bekas-bekas jerawat.

Bawang Putih

Bawang putih digunakan untuk menghilangkan jerawat pasir karena kaya akan kandungan antioksidan dan bersifat antiradang. Selain itu, bawang putih mengandung allicin yang bermanfaat membunuh bakteri dan virus. Jika moms bingung cara penggunaan bawang putih untuk mengatasi jerawat pasir, cukup potong bawang putih menjadi dua bagian, kemudian oleskan ke seluruh wajah secara merata lalu diamkan wajah selama 15 menit, terakhir bilas.

Baking Soda

Baking soda atau soda kue membantu menghilangkan jerawat pasir maupun jerawat batu yang susah hilang. Dengan menggunakan baking soda, Ph kulit akan terjaga sehingga menghindari timbulnya jerawat pada wajah.

Teh Hijau

Tidak hanya jerawat pasir yang berhasil diatasi dengan teh hijau, tetapi berbagai jenis jerawat pun bisa teratasi. Komedo pun bisa diatasi dengan teh hijau. Hal ini dikarenakan teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Moms bisa gunakan bubuk teh hijau sebagai masker wajah.

Tea Tree Oil

Tea tree oil atau minyak pohon teh saat ini sudah dijadikan sebagai bahan pada produk kecantikan untuk mengatasi masalah kulit, termasuk jerawat pasir. Kandungan benzoil peroxide pada tea tree oil bisa mengurangi bakteri yang menyebabkan jerawat timbul.

Tomat

Sama halnya dengan alpukat, tomat juga kaya akan kandungan vitamin E, serta mengandung kalium yang berguna untuk mengatasi masalah jerawat pasir sekaligus mencerahkan kulit kusam. Moms bisa gunakan tomat sebagai masker wajah, dan rasakan perubahan wajah yang lebih cerah, lembab, dan sehat alami.

Mentimun

Perawatan dengan mentimun demi membasmi jerawat pasir merupakan perawat yang sangat mudah. Moms cukup iris mentimun menjadi beberapa bagian, kemudian tempelkan irisan tersebut keseluruh area wajah. Tidak hanya menghilangkan jerawat pasir, tetapi juga membuat kulit lembab, segar, dan kencang, karena mentimun mengandung air, mineral, vitamin E, dan antioksidan.

Tags: #hindari kebiasaan buruk merusak ginjal #kebiasaan merusak ginjal #menghilangkan jerawat pasir dengan bahan alami