3 Ayat Al Quran yang Ampuh Menangkal Santet dan Sihir

902 views


Sihir hanyalah perbuatan sia-sia yang tak akan pernah menang

Allah SWT telah menjamin bahwa sampai kapanpun sihir tidak akan pernah menang. Oleh sebab itu, manusia tidak perlu takut dengan sihir, santet ataupun sejenisnya. Baca dan renungi 3 ayat Al Quran ini yang ampuh menangkal sihir.

Sihir adalah kejahatan yang dilakukan baik oleh manusia maupun oleh jin atau dikerjakan dengan bekerjasama di antara keduanya.

Perlindungan yang terbaik dari sihir adalah berlindung dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Salah satu cara untuk memohon perlindungan Allah SWT dari sihir adalah dengan mengamalkan 3 ayat Al Quran dan merenungi serta meyakininya.

Khalid bin bin Abdurrahman bin Ali al-Jarisy dalam kitabnya Ar-Ruqyah as-Syar’iyyah Kamilah Min Alquran wa as-Sunnah menjelaskan ayat yang bisa digunakan untuk menangkal sihir.

Di antaranya adalah terdapat dalam sejumlah surat Alquran, sebagai berikut:

Surat Al-A’raf 117-119

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ.فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia. Maka, mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.”

Di dalam ayat tersebut ditekankan bahwa segalah hal yang berkaitan dengan sihir adalah sebuah kepalsuan dan juga sia-sia.

Jadi perbuatan sihir tidak ada manfaatnya sama sekali, hanya bung-buang waktu, tenaga dan bahkan menggadaikan keimanan hanya demi kesenangan atau kepuasan duniawi.

Selain itu, ayat tersebut diturunkan untuk memberikan nasehat kepada hamba-Nya agar tidak bermain dengan sihir yang akan membuat pelakunya jadi orang-orang yang hina.

Surat Yunus 79-82

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ.فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ.فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ.وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

“Dan Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya), “Datangkanlah kepadaku semua pesihir yang ulung!”. Maka ketika para pesihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”. Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.” Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.”

Dalam ayat ini disebutkan bahwa perilaku sihir hanyalah kepalsuan belaka. Dan perbuatan sihir adalah perilaku orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jadi orang-orang yang bergantung pada sihir adalah orang-orang yang tersesat dan berbuat kerusakan. Bukankah manusia diperintahkan hidup di dunia ini untuk jadi khalifah?

Pemimpin di dunia ini yang diperintahkan untuk mengelola dan menjaga bumi dan segala isinya dengan baik agar mendapatkan rahmat.

Surat Thaha 65-69

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ.قَالَ بَلْ أَلْقُوا ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ.فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَىٰ.قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَىٰ.وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

“Mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”. Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman, “Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang). Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun dia datang.”

Dalam ayat ini tegas dikatakan bahwa kita tidak boleh takut dengan sihir, atau perbuatan jin dan setan ini, sebab mereka pasti kalah.

Allah SWT sudah jelas mengatakan hal tersebut dengan jelas, bahwa sihir tidak akan pernah meski ia berasal dari manapun.

Jadi jangan pernah takut, serahkan semuanya kepada Allah SWT. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha dan juga berdoa untuk terlepas dari segala sihir dan godaan setan yang terkutuk.

Amalan Sebesar Gunung Hancur Akibat Melakukan Hal Ini

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada sahabat tentang kaum yang tampak alim ketika berkumpul, namun dzalim pada diri sendiri tatkala sendirian dan sepi. Kaum ini muncul pada akhir zaman, menjelang hari kiamat.

Mereka melakukan maksiat yang dianggap sepele, namun faktanya justru menghancurkan pahala dari amalan yang sudah dilakukan. Bahkan, meskipun amalan yang dimiliki sudah setinggi gunung Tihamah, namun pahalanya tetap akan musnah.

Tindakan maksiat ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan dalam keadaan berani serta menganggap remeh dosa. Lalu, apakah kita termasuk dalam kaum yang dikatakan Sang Nabi? Berikut ulasannya.

Manusia kerap kali menganggap remeh dosa, sehingga mengabaikan tindakan-tindakan yang dianggap tidak merugikan orang lain. Padahal, meskipun tidak terhitung menyakiti orang lain, namun apa saja yang melanggar larangan Allah SWT tetap saja berbuah dosa.

Termasuk melakukan maksiat dikala sepi. Di era kini, saat-saat sepi justru memiliki potensi yang besar bagi diri untuk melakukan tindakan melanggar perintah Ilahi. Misalnya dengan kecanggihan teknologi, manusia bisa searching hal-hal yang yang sangat dilarang agama.

Seperti menonton film p*rn*, melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, membaca artikel yang menimbulkan syahwat dan lain sebagainya. Ini hanya beberapa contoh tindakan yang melanggar tersebut. Masih banyak tindakan lain yang juga bisa menghancurkan pahala yang sudah dikumpulkan selama ini.

Keadaan seperti ini disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah SAW lalu menjawab. “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bagaimana, apakah kita termasuk dalam kaum yang menggunakan sepi untuk bermaksiat. Tidak hanya tindakan, bermaksiat dengan pikiran-pikiran yang melanggar aturan juga mampu memusnahkan pahala. Karena faktanya, sesama manusia memang tidak mengetahuinya, namun Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Seperti dalam QS. An-Nisa’: 108 yang artinya:

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).

Semoga setiap waktu dan segala kondisi, kita tetap meneguhkan iman untuk setia hanya mengingat Allah SWT. Sehingga niat bertindak untuk bermaksiat dikala sepi dapat terhindari. Aamiin.

Tags: #ayat alquran #ayat alquran menangkal santet #ayat alquran menangkal sihir #menangkal santet #menangkal sihir