4 Zat Kimia Penyebab Kanker yang Tersembunyi di Dapur Anda

360 views


Tanpa disadari, ternyata di dapur kita juga bisa terdapat zat kimia sejenis karsinogen yang akan terakumulasi dan bisa memicu kanker dalam jangka panjang.

Tanpa narasi panjang lebar, di bawah ini adalah 4 jenis zat kimia berbahaya penyebab kanker yang tersembunyi di peralatan dapur Anda.

Dijelaskan pula cara penanganannya yang benar sehingga tidak sampai benar-benar menyebabkan kanker.

Talenan Kayu: Aflatoksin

Jika talenan kayu tidak dibersihkan secara teratur, residu sisa makanan akan rusak dan di lingkungan yang lembab akan mereproduksi Aspergillus flavus, menciptakan aflatoksin sangat beracun, yang dapat menyebabkan kanker.

Aflatoksin adalah zat yang sangat beracun, 68 kali lebih beracun daripada arsenik dan merupakan karsinogen biologis paling kuat yang kita tahu, dosis 1 miligram saja sudah dapat menyebabkan kanker.

Bagaimana cara mencuci talenan kayu? Ada 2 metode pembersihan yang disarankan:

  • Gunakan lemon dan garam: kita dapat membersihkan talenan kayu secara cepat dengan mencampurkan jus lemon dengan garam lalu menggunakan campuran ini untuk membasahi permukaan talenan. Kemudian, gunakan jeruk nipis peras untuk menggosok permukaan talenan secara merata. Kemudian bilas dengan air dan biarkan selama beberapa saat di tempat yang kering.
  • Gunakan baking soda: Baking soda bekerja sangat baik dalam menghilangkan jamur dan peralatan kayu yang mengkilap. Buat campuran soda kue dengan air hangat dan oleskan ke permukaan talenan, setelah terkena sinar matahari selama sekitar setengah jam, akhirnya bilas dengan air.

Bantalan Pencuci Piring Berkualitas Buruk, Peralatan Makan Plastik Palsu: Formaldehyde

Ada sejumlah peralatan makan plastik palsu dan bantalan pencuci piring di pasaran mengandung formaldehyde yang secara serius melebihi standar, menyebabkan kerusakan pada tubuh manusia, hingga akhirnya memicu kanker.

Formaldehyde telah lama diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai karsinogen dan teratogen.

Bahkan paparan jangka panjang terhadap formaldehyde dosis rendah sangat berbahaya, dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis, gangguan menstruasi, kehilangan ingatan, dll.

Selain itu, penelitian dari Universitas Nasional Yokohama di Jepang menunjukkan bahwa pelepasan formaldehida adalah proses yang lambat dan jangka panjang.

Durasinya bahkan bisa berlangsung dari 10 hingga 15 tahun, efeknya akan menyebabkan kerusakan jangka panjang dan permanen pada tubuh manusia.

Jadi bagaimana cara mengatasinya? Saat membeli produk seperti peralatan makan atau mesin pencuci piring, jangan pilih merek yang murahan atau tidak terjamin asal usulnya, serta perlu melihat dengan hati-hati bahan-bahan dalam produk tersebut.

Cooker Hood: Endapan Minyak

Fungsi paling penting dari cooker hood atau tudung dapur adalah untuk membuang asap minyak yang dihasilkan selama memasak, mengurangi efek kerusakan asap dapur yang dapat masuk ke tubuh.

Namun, jika sungkup ini tidak dibersihkan secara teratur, endapan minyak dalam jumlah besar akan menumpuk, tidak hanya mencegah gas buang tidak terkuras dengan lancar, tetapi juga residu minyak setelah dipanaskan dapat menghasilkan zat karsinogen.

Jika gas-gas ini tidak dibuang segera, lama kelamaan akan terserap oleh tubuh pada orang yang berada di sekitarnya, merusak sistem pernapasan dan menyebabkan kanker paru-paru.

Jadi apa yang musti kita lakukan? Biasanya kap mesin perlu dibersihkan setelah 6 bulan penggunaan, jika asap minyak relatif besar, siklus pembersihan harus lebih pendek atau sering.

Setelah memasak, jangan langsung mematikan tudung, biarkan tudung terus berjalan selama 3-5 menit untuk memastikan gas beracun telah benar-benar habis.

Memasak adalah kegiatan yang pasti rutin dilakukan setiap hari. Namun, setiap orang juga perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatannya masing-masing.

Foil: Aluminium Foil

Aluminium dalam aluminium foil sangat berbahaya bagi tubuh. Karena itu, ketika kita menggunakan foil untuk menyiapkan makanan, aluminium bisa meresap ke dalam makanan dan masuk ke dalam tubuh.

Aluminium adalah racun yang dapat menyebabkan penyakit seperti penyakit Parkinson, Alzheimer dan gangguan otak serius lainnya.

Lantas bagaimana cara menyiasatinya? Hindari menggunakannya untuk memanggang, karena memanggang adalah aktivitas yang berhubungan dengan suhu tinggi, sehingga menyebabkan aluminium bereaksi dan akan masuk ke makanan yang kita makan.

Jangan menggunakannya untuk menyimpan makanan asam seperti buah-buahan asam, cuka karena ketika asam dalam makanan bereaksi dengan aluminium dalam foil, efeknya dapat merusak foil.

Akibat hal itu, sejumlah kecil aluminium dapat meresap ke dalam makanan membentuk karsinogen potensial kanker.

======

5 Bagian Pada Ayam Yang Kemungkinan Ada Racunnya

Daging ayam adalah salah satu jenis daging yang paling sering kita konsumsi. Selain harganya terjangkau, daging ayam juga memiliki rasa yang lezat sehingga banyak orang yang menyukainya.

Tapi, tak banyak yang tahu jika daging ayam itu mengandung racun di bagian-bagian tertentu. Jika kamu sering mengonsumsinya, maka itu sama saja kamu mengonsumsi racun.

Nah, berikut ini ada lima bagian daging ayam yang dikatakan mengandung racun. Bagian apa saja itu ? Simak ulasannya yang berikut ini, seperti dilansir forum.suara.com.

1. Kepala Ayam

Kepala ayam adalah bagian yang paling banyak mengandung racun. Ini karena beberapa peternak ayam seringkali menambahkan zat kimia pada makanan ayam.

Sehingga saat ayam makan zat kimia itu juga ikut tertelan yang kemudian akan berkumpula di bagian otak ayam.

2. Sayap Ayam

Sayam ayam adalah bagian yang paling sering disuntikan hormon oleh peternak ayam, sejak ayam kecil hingga dewasa.

Sehingga bagian ini yang paling banyak mengandung obat-obatan yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

3. Leher Ayam

Leher ayam dipenuhi dengan pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Dalam kelenjar getah bening ini mengandung banyak bakteri dan kuman penyakit.

Jika dikonsumsi manusia, maka bisa memberikan efek buruk pada kesehatan.

4. Pantat Ayam

Pantat ayam adalah bagian yang paling banyak disukai oleh orang-orang. Tapi kamu perlu hati-hati karena bagian ini tidak baik untuk dikonsumsi.

Pantat ayam merupakan tempat berkumpulnya kelenjar getah bening yang mengandung banyak bakteri dan kuman penyakit.

5. Kulit Ayam

Kulit ayam juga tidak baik untuk dikonsumsi. Ini karena di kulit ayam terdapat banyak lemak yang mengandung banyak antibiotik, hormon, dan racun.

Di dalam kulit ayam banyak racun yang larut dalam lemak, yang kemungkinan akan memengaruhi metabolisme racun hati.

Itulah dia ke lima bagian daging ayam yang berbahaya jika dikonsumsi.

======

Mengapa Perut Selalu Lapar Saat Sedang Ingin Melangsingkan Badan? Ini Penjelasannya

Anda mungkin menyadari ketika sedang berusaha menurunkan berat badan, perut justru menjadi lebih sering keroncongan.

Hasilnya sudah bisa ditebak, upaya pelangsingan gagal total.

Kesulitan untuk mengendalikan rasa lapar itu ternyata ditemui pada banyak orang. Menurut sebuah penelitian, penurunan berat badan memang memicu nafsu makan meningkat.

Hal ini karena tubuh berusaha untuk mendapatkan kalori lebih gara-gara kita membatasi asupan makan.

Tujuannya adalah agar berat badan tetap stabil. Dengan kata lain, tubuh justru melawan kita.

Dalam penelitian tersebut terungkap, nafsu makan meningkat dan seseorang justru makan 100 kalori lebih banyak sehari untuk setiap kilogram yang diturunkan.

Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan rasa lapar sehingga usaha penurunan berat badan membuahkan hasil.

1. Lacak asupan makanan

Monitor seberapa rutin Anda ke gym atau jogging, tulis apa saja yang Anda makan. Evaluasi apakah asupan makanan Anda hari ini berlebih atau sudah sesuai.

Sesekali cek timbangan untuk memastikan upaya Anda berada di jalur yang benar.

2. Angkat beban

Saat kita berusaha menurunkan berat badan, kita juga mengalami penurunan massa otot.

Padahal, kita membutuhkan otot karena memiliki laju metabolik lebih tinggi dibanding lemak.

Karena itulah sangat penting melakukan latihan beban. Membentuk otot akan membantu mempercepat metabolisme.

Jadi, walau Anda merasa terus ingin makan, tubuh akan lebih efisien membakarnya. Tingkatkan juga asupan protein sampai 30 gram setiap makan untuk mempertahankan otot.

3. Perbanyak serat

Hindari diet yang menyarankan Anda berpantang berbagai makanan. Tetaplah makan tiga kali sehari, tetapi perhatikan isi piring Anda.

Konsumsi lebih banyak makanan mengandung serat dan air untuk membuat kita merasa lebih puas dan kenyang.

Makanan seperti buah, sayuran, atau sup sayuran, akan membantu kita lebih kenyang sehingga asupan kalori lebih sedikit.

Tags: #anak pertama dilarang menikah dengan anak ketiga #bagian pada ayam yang ada racunnya #zat kimia penyebab kanker #zat kimia penyebab kanker terdapat didapur anda