5 Bahaya Minum Teh Setelah Makan. Segar Memang, tapi Bawa Kerugian

451 views


Ketika lagi makan di warung makan, kebanyakan orang terbiasa memesan teh sebagai pelengkap makanannya. Setelah makanan habis, apalagi kalau makanannya pedas, rasanya nikmat banget kalau minumnya pakai es teh atau pun teh hangat. Meski teh itu termasuk minuman sehat, tapi ternyata efeknya nggak baik kalau teh langsung diminum setelah makan lo.

Serius, ini penting banget buat kamu perhatikan. Kalau nggak, bahaya minum teh setelah makan ini yang bakal kamu dapatkan.

1. Langsung minum teh setelah makan bisa mengganggu pencernaan dan menghambat penyerapan protein dan zat besi

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutritional Biochemistry menemukan bahwa kandungan asam tanin dan polifenol dalam teh bisa mengganggu penyerapan protein dan zat besi, seperti dilansir dari Hello Sehat. Protein dan zat besi dari makanan yang harusnya bisa diserap tubuh malah terikat oleh asam tanin dan polifenol teh di dalam usus.

Padahal, kedua nutrisi ini penting banget lo buat menjalankan berbagai fungsi tubuh, seperti membentuk jaringan dan sel tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menghasilkan darah yang kaya oksigen.

2. Bukan cuma gizi pada makanannya aja yang nggak terserap dengan baik, senyawa antioksidan pada teh juga jadi berkurang

Minum teh tepat setelah makan memang menyegarkan sih. Tapi sayang, efeknya nggak cuma mengikat protein dan zat besi, kandungan antioksidan baik yang ada di dalam teh juga jadi berkurang. Padahal yang tadinya antioksidan ini bisa memelihara kesehatan jantung, memperlancar peredaran darah dan mencegah kanker, malah jadi menurun ketersediaannya ketika udah masuk ke tubuh dan bercampur dengan makanan yang belum tercerna sempurna. Kan sayang~

3. Aktivitas ini juga bisa memicu animea karena tubuh kekurangan zat besi

Kalau zat besi yang masuk ke tubuhmu terus-terusan terblokir oleh kandungan asam dalam teh, kamu bisa saja terkena anemia. Penyakit akibat kekurangan sel darah merah ini jangan dianggap sepele karena bisa merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuhmu. Anemia yang udah parah banget bahkan dapat menyebabkan kematian lo!

4. Efek bahayanya bisa lebih parah kalau diderita oleh ibu hamil. Tahu sendiri kan ibu hamil itu butuh banyak asupan zat besi?

Saat hamil, calon ibu butuh asupan zat besi yang lebih banyak untuk menunjang ketersediaan darah tambahan bagi tubuhnya dan bayinya. Nah, kalau calon ibu ini nggak bisa mencukupi asupan zat besi harian, maka dirinya akan mudah merasa lelah dan terserang infeksi. Selain itu, risiko bayi lahir prematur dan dengan berat badan di bawah normal akan meningkat. Belum lagi kalau sampai terkena kondisi yang namanya postpartum depression alias depresi setelah melahirkan.

Duh, minum teh juga harus tahu waktunya, ya!

5. Terasanya sih segar-segar aja, tapi tahu nggak sih kalau minum teh setelah makan itu malah bikin dehidrasi?

Rasa segar yang ditawarkan oleh es teh atau teh hangat yang diminum setelah makan hanyalah sementara saudara-saudaraku. Minum teh setelah makan justru hanya akan meningkatkan rasa haus dan dehidrasi setelahnya. Dehidrasi ini dipicu oleh sifat diuretik atau bikin kamu pengen pipis terus yang terdapat di dalam daun teh kering. Jadi, jangan tergoda hal-hal yang fana ya!

Sampai di sini, Hipwee Tips bukannya melarangmu untuk minum teh setelah makan lo ya. Baiknya beri jeda minimal setengah jam atau paling baik 2 jam setelah makan sambil menunggu zat-zat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh tercerna dulu dengan baik. Biar nggak seret, kamu bisa minum air putih terlebih dahulu.

Kalau bisa tertib begini, nutrisi yang masuk di tubuhmu bisa terserap dengan baik, pun kandungan teh yang bermanfaat juga bisa bekerja dengan baik pula. Nggak percuma kan jadinya~

9 Cara Mengawetkan Makanan untuk Cegah Pembusukan Sebelum Masuk Kulkas

Menyimpan makanan di kulkas nyatanya nggak cukup membantu membuatnya jadi lebih awet dan tahan lama. Meski ada beberapa makanan yang tahan busuk ketika masuk ke dalam lemari es, ya. Sebenarnya ada trik-trik tertentu untuk membuat bahan makanan tertentu memiliki usia simpan yang lebih lama. Cara-cara ini tentu disesuaikan dengan kandungan dan karakteristik makanannya.

Nah, agar makanan yang sudah kamu beli itu lebih awet dan nggak cepat busuknya, coba praktikkan cara mengawetkan makanan tersebut dengan cara-cara khusus yang sudah Hipwee Tips rangkumkan di sini. Jangan langsung masuk kulkas!

1. Sebelum memasukkan beri-berian di kulkas, terlebih dahulu bilas dengan air yang telah ditambahi cuka ke dalamnya. Lalu tiriskan ke dalam mangkuk yang dilapisi kertas

2. Bungkus ujung batang brokoli, selada, dan seledri dengan alumunium foil, maka sayuran-sayuran ini akan tahan busuk sampai 2 hingga 3 hari ke depan

3. Kejumu bakal lebih tahan lama kalau dibungkus dengan kertas roti dan diletakkan di mangkuk keramik. Atau, bisa juga dengan memarut dan membekukannya di kulkas

4. Tempat penyimpanan paling baik untuk anggur adalah di lemari es paling belakang. Atau gantung di ruangan yang kering, gelap dan berangin

5. Kamu bisa letakkan jahe di tempat terbuka yang kering atau merendamnya dalam air matang dan meletakannya di kulkas

6. Selain dibekukan dalam freezer, daging akan lebih awet jika dibungkus dulu dengan alumunium foil sebelum ditaruh di dalam kulkas

7. Daun bawang bakal awet lebih lama kalau kamu memotong-motongnya terlebih dahulu, lalu masukkan ke dalam botol dan bekukan dalam kulkas

8. Simpan tomat yang belum matang dengan tangkai yang menelungkup ke bawah, atau dibuang sekalian. Sebaliknya, simpan dengan tangkai menengadah ke atas kalau tomat sudah matang

9. Karena mudah menyerap air, bersihkan dulu jamur dan bungkus dengan kantong kertas atau mangkuk dengan serbet lalu simpan dalam lemari es

Nah, mulai sekarang, yuk simpan makanan dengan trik-trik yang lebih ampuh biar makanan lebih awet dan anti busuk!

7 Cara Ampuh Menghilangkan Kutu Beras yang Terlanjur Bersarang. Jangan Dibuang, Sayang

Karena di Indonesia menganut paham ‘belum makan namanya kalau nggak pakai nasi’, maka beras adalah benda yang harus ada di tiap rumah. Anak kos sih biasanya beli beras satu kilo untuk 2-3 hari makan. Nah cuma kalau untuk kebutuhan rumah, biasanya pada nyetok beras satu karung atau lebih untuk persediaan makan sebulan.

Selain menjamin ketersediaan pangan, menyimpan beras juga bisa menyelamatkanmu dari mager ketika diminta emak ke warung. Tapi, kalau disimpan dalam jangka waktu cukup lama, si beras ini juga bisa bikin repot lo. Butiran putih nan pulen kalau dimasak itu bisa mengundang kutu beras untuk bersarang. Kalau itu terjadi, maka kamu harus kerja ekstra dan paham cara menghilangkan kutu beras biar persedian beras bersih dan layak konsumsi lagi. Nah, biar kamu nggak repot berikut Hipwee Tips rangkum 7 tips menghilangkan kutu beras yang gampang diterapkan. Simak ya!

1. Menjemur beras yang dihinggapi kutu di bawah sinar matahari langsung

Mirip denganmu yang nggak suka panas-panasan karena bisa bikin kulit terbakar, kutu beras pun begitu. Kamu cukup sediakan nampan besar, lalu jemur beras yang dihinggapi kutu di bawah paparan sinar matahari langsung selama beberapa jam. Dengan itu koloni kutu akan pergi mencari tempat aman sehingga berasmu kembali bersih.

2. Kalau beras yang dihinggapi kutu nggak banyak, kamu bisa basmi dengan menyimpannya selama satu minggu di freezer

Masih mirip denganmu, kutu beras juga nggak suka sama suhu dingin apalagi yang ekstrem. Nah, kalau jumlah beras yang dihinggapi kutu nggak sekarung, kamu bisa menyimpannya di dalam freezer. Cukup tempatkan beras dalam wadah atau mangkuk besar, lalu diamkan sekitar satu minggu. Cara ini efektif untuk menghilangkan kutu beras sampai ke telur-telurnya lo.

3. Gunakan kain basah untuk menutup beras

Pada dasarnya kutu beras itu nggak suka segala yang mengancam hidupnya, daerah yang terlalu lembab salah satunya. Nah, kamu bisa manfaatkan kelemahan kutu beras ini dengan mengambil kain yang sudah dibasahi air, lalu gunakan untuk menutup wadah penyimpanan beras. Selanjutkan diamkan dan pantau hingga kutu-kutu menempel pada kain basah tersebut.

4. Aroma kuat dari daun salam bisa usir kutu beras

Cara sederhana lain untuk menghilangkan koloni kutu beras adalah menggunakan daun salam. Bumbu dapur khas masakan Indonesia ini memiliki aroma kuat yang nggak disukai kutu beras. Kamu cukup meletakkan beberapa lembar daun salam kering ke dalam wadah penyimpanan beras, dan biarkan aromanya bekerja mengusir kutu-kutu nakal.

5. Selain daun salam, kulit kayu manis juga efektif mengusir kutu beras

Masih kategori bumbu dapur, kamu bisa gunakan kulit kayu manis kalau nggak punya daun salam untuk usir kutu beras. Caranya masih sama yakni letakkan beberapa kulit kayu manis ke dalam wadah penyimpanan beras, dan biarkan aromanya bekerja. Oh ya, kulit kayu manis ini juga bisa usir semut lo. Jadi bisa sekalian disimpan dekat wadah gula nih.

6. Nggak punya kulit kayu manis? Kamu bisa gunakan cabai merah kering

Coba intip persediaan cabai di dapurmu deh. Ada yang sudah mulai mengering nggak? Kalau ada jangan dibuang, karena cabai merah kering itu bisa jadi senjata mengusir kutu beras. Kamu cukup menempatkan beberapa cabai merah kering tersebut ke dalam wadah penyimpanan beras, dan biarkan semalam untuk hasil yang maksimal.

7. Cabai merah kering udah keburu dibuang emak? Potek aja daun jeruk nipis di halaman!

Nggak kalah efektif dari enam cara di atas, kamu juga bisa gunakan beberapa lembar daun jeruk nipis. Selain bisa usir kutu beras, aroma daun jeruk nipis yang kuat juga bisa menambah cita rasa pada berasmu saat ditanak. Cukup masukkan beberapa lembar daun jeruk nipis ke dalam wadah penyimpanan beras, dan pantau hingga kutu menyingkir.

Itu dia 7 cara efektif untuk menghilangkan kutu beras. Nah, kalau berasmu masih aman dari serangan kutu, sebaiknya selalu perhatikan cara penyimpanan dengan meletakkannya di area sejuk bersuhu di bawah 27 derajat. Dan jangan lupa juga untuk segera memindahkan beras dari karung ke dalam wadah penyimpanan bertutup rapat biar nggak didatangi kutu. Semoga berhasil, ya!

Tags: #bahaya minum teh setelah makan #cara mengawetkan makanan #memang segar tapi banyak kerugiannya #mengawetkan makanan