5 Kewajiban Anak Perempuan Terhadap Orang Tua Setelah Menikah

1228 views


Sebagai anak perempuan yang telah menikah, kewajiban yang harus dipenuhi tentu saja bukan lagi hanya kepada orang tua melainkan kepada suaminya. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Islam sendiri memberikan perintah kepada muslimah agar selalu mentaati suaminya dan mengikuti suaminya selagi suaminya masih dalam aturan atau syariat Islam.

Akan tetapi, tentu saja bukan berarti seorang anak perempuan harus melupakan orang tuanya atau lepas dari tanggung jawabnya terhadap orang tua. Ia masih harus berbakti dan menjadi anak dari orang tuanya.

Tentu saja, orang tua telah memberikan jasanya pada kita sejak kecil dan tidak akan pernah terganti atau terhitung sebarapa banyaknya. Hal ini sebagiamana disampaikan oleh hadist nabi:

“Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua” (HR Tirmidzi)

Kewajiban Anak Perempuan Pada Orang Tua
Sebagai anak perempuan yang sudah menikah, tentu saja orang tua masih membutuhkan anaknya dan juga berstatus sebagai orang tua. Anak harus taat kepada orang tua selagi itu tidak melanggar perintah Allah.

Berikut adalah 5 kewajiban anak perempuan terhadap orang tua setelah menikah, yang harus di lakukan.

1. Tetap Berbakti Terhadap Orang Tua

Walaupun sudah menikah, seorang muslimah haruslah tetap taat dan berbakti kepada orang tuanya. Orang tua tentu saja menginginkan yang terbaik dan menasehati yang terbaik untuk anaknya. Untuk itu, terhadap orang tua anak perempuan tidaklah berubah dan tetap harus menghormati.

Sering kali ada orang-orang yang melupakan orang tuanya ketika sudah menikah. Padahal, orang tua tetaplah harus dihargai sebagaimana mereka telah memberikan kasih sayang juga perhatian yang tulus selama kita kecil.

2. Membantu Kehidupan Orang Tua

Ketika orang tua semakin menua, tentunya hal ini menjadi kewajiban bagi kita untuk membantu kehidupannya. Kehidupan orang tua tentu saja semakin tua semakin renta dan membutuhkan perawatan. Suatu saat tentunya kita akan menghadapi masa tersebut dan harus membantunya.

Salah satu yang dapat dibantu oleh kita adalah memberikan bantuan berupa finansial, mengingat mereka di usia tua pasti telah pensiun dan tidak bekerja. Bahkan, mereka jika bisa tidak dianjurkan untuk terus bekerja karena usianya yang sudah tua.

3. Bersilahturahmi dan Menjalin Komunikasi

Anak perempuan dengan orang tua, terutama ibunya harus tetap bersilahturahmi dan menjalin komunikasi yang baik. Silahutrahmi dan komunikasi yang baik tentu saja tidak hanya terjadi ketika sebelum menikah.

Ketika sesudah menikah pun bersilahturahmi adalah kewajiban bagi anak perempuan walaupun di tengah kesibukan mengurus suami dan keluarganya.

Hal ini juga disampaikan dalam Al-Quran mengenai silahturahmi, “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa : 1)

4. Tidak Menyulitkan atau Menggantungkan Diri pada Orang Tua

Tidak menyulitkan dan menggantungkan diri pada orang tua adalah hal yang harus dilakukan setelah menikah. Pada dasarnya anak perempuan tentu sebelum menikah atau bekerja, ia masih dalam tanggung jawab orang tuanya dan harus dinafkahi oleh keluarganya.

Setelah menikah, maka janganlah mempersulit orang tua dan berikan yang terbaik untuk mereka. Hal ini sebagai kewajiban kita agar tidak menyulitkan orang tua yang sudah semakin berusia, malah justru kita harus meringankan bebannya di masa tua.

5. Melayani Orang Tua di Masa Renta

Kewajiban selanjutnya adalah anak perempuan juga jangan melupakan orang tuanya di masa renta walaupun sudah menikah.

Kewajiban untuk melayani, menjaga, dan merawat orang tua tetap haruslah dijalankan walaupun tidak bisa 100% atau secara penuh waktu dilakukan. Namun setidaknya sebagaimana anak perempuan, kita telah peduli dan memberikan kasih sayang pada mereka.

Hikmah Melaksanakan Kewajiban Bagi Anak Perempuan

Melaksanakan kewajiban anak perempuan tersebut tentu saja memiliki hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Allah dalam memberikan perintah untuk segala hal pasti memiliki hikmah dan pelajaran yang bisa diambil termasuk juga ketika melaksanakan perintah berbakti kepada orang tua.

Diantara kewajiban anak perempuan setelah menikah tersebut, berikut adalah hikmah yang bisa diambil oleh kita sebagai muslim.

1. Mendapatkan pahala Sebagai Anak yang Berbakti

Dengan melaksanakan kewajiban sebagai anak perempuan terhadap orang tua walaupun sudah menikah, tentu saja kita akan mendapatkan pahala dari apa yang kita lakukan tersebut.

Apa yang kita lakukan kepada orang tua dengan kebaikan dan keikhlasan hati tentunya akan mengalirkan pula pahala dari apa yang kita lakukan. Walaupun hal ini tentunya tidak akan sebandung dengan apa yang pernah orang tua kita lakukan kepada kita.

2. Memberikan Kebahagiaan Bagi Orang Tua

Memberikan kebahagiaan pada orang tua adalah hal yang akan berdampak kepada kebahagiaan kita juga. Memberikan kebahagiaan pada orang tua tentunya membuat orang tua lebih sehat, lebih cerah dan ceria.

Hal ini karena kebahagiaan orang tua adalah kebahagiaan kita, dan kebahagiaan kita adalah kebahagiaan bagi orang tua.

3. Menjalankan Perintah Islam

Dengan memberikan kebahagiaan dan tetap berbakti kepada orang tua, tentunya kita telah menjalankan perintah islam. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dalam al-Qur’an surat Al-Isra’

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS. Al-Isra : 23-24.)

Semoga kewajiban yang kita lakukan ini dapat memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kasih sayang orang tua sepanjang massa dan kita tidak akan bisa membalasnya sebagiamana mereka mendidik kita waktu kecil.

Kisah Nyata… Rumah Tangga Tidak Akan Bahagia Jika Orang Tua Terlalu Ikut Campur

Setiap pernikahan pasti memiliki cerita tersendiri dan selalu memiliki hal yang berbeda-beda setiap orangnya. Ada yang memiliki suami kasar, ada pula yang memiliki mertua yang jahat bahkan ada juga yang memiliki mertua suka ikut campur tentang urusan rumah tangganya, sebagaimana kisah perempuan ini yang memiliki orang tua suka ikut campur masalah rumah tangganya. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Perempuan ini bernama suci yang mana ia sudah menikah selama 1 tahun 10 bulan namun belum dikarunia anak.

Menikah itu bukan hanya menyatukan dua orang saja melainkan menyatukan dua keluarga, tentu bukan hal yang mudah.

Terutama jika dia anak satu-satunya sehingga orang tuanya selalu ikut andil dalam banyak hal termasuk dalam rumah tangganya, padahal dia sudah menikah.

Padahal jika seorang perempuan sudah menikah maka pengambil keputusan adalah suaminya, sedangkan dia justru ayahnya.

Ketika anaknya memberi saran kepada orang tuanya agar tidak mengatur kehidupan ankanya karena dia sudah menikah justru orang tuanya marah dan mengatakan bahwa ia anak durhaka.

Merasa Bingung

Tentu sebagai anak juga sebagai istri merasa kebingungan, usia kehamilan sudah menginjak 1 tahun sepuluh bulan namun orang tuanya yang mengambil peran.

Tentu suaminya terlihat sedih, pernah sang anak mengabaikan keputusan orang tuanya justru malah sedih dan sakit. Maka dari itu sebagai anak dan juga istri merasa kebingungan untuk mencari solusinya.

Padahal sebagai isrti harus patuh kepada suaminya, karena setelah menikah kewajiban istri yang awalnya patuh kepada orang tua berpindah kepada sang suami, namun bukan berarti sebagai anak akan berhenti berbakti kepada orang tuanya.

Singkat cerita pada jaman Nabi Muhammad diceritakan, bahwa ada seorang istri yang dilarang oleh sang suaminya untuk keluar rumah sampai suaminya pulang.

Lalu tiba-tiba sang kakak datang menemuinya dan mengatakan bahwa orang tuanya meninggal dunia.

Sang kakak mengajak adeknya tersebut namun ia berkata bahwa ia dilarang keluar rumah oleh suaminya hingga sang suami pulang kerumah.

Sang kakak marah lalu meninggalakn sang adek tersebut. Akan tetapi karena sang anak patuh kepada suaminya, maka orang tua dari sang anak tersebut masuk surga karena telah mematuhi suaminya. Ia pun berkata bahwa ia ingin menjadi istri yang patuh kepada suaminya.

Namun ia tidak tahu harus bagaimana dengan sikap orang tua yang selalu ikut campur dalam keluarganya.

Ia hanya bisa berdoa kepada Allah semoga Allah memberi hidayah dan orang tuanya terbuka hatinya sehingga tidak ikut campur dalam rumah tangga anaknya lagi.

Tags: #kewajiban anak perempuan kepada orang tua #kewajiban anak perempuan kepada orang tua setelah menikah #kewajiban anak perempuan setelah menikah #orang tua ikut campur dalam rumah tangga #rumah tangga tidak