5 Sunnah Setelah Akad Nikah Bagi Pengantin Baru, No 3 Sering Kelupaan

356 views


Setelah akad nikah dilaksanakan, ada beberapa sunnah sunnah setelah akad nikah. Akad nikah merupakan penanda sahnya pasangan suami istri di mata Islam.

Prosesi atau susunan akad nikah dan resepsi pernikahan memang harus dipikirkan dengan matang. Pernikahan bukan semata untuk mendapat kata sah, namun diusahakan mendapat keberkahan di dalamnya. Termasuk di dalamnya juga memperhatikan rukun rukun nikah dalam Islam.

Sunnah Setelah Akad Nikah

Pernikahan yang berkah tentu dilaksanakan di dalam koridor Islam, disunnah oleh Rasulullah SAW atau diberikan contoh oleh-oleh ulama-ulama terduhulu. Oleh sebab itu, berikut ada 5 sunnah setelah akad nikah.

1. Mendoakan Kedua Mempelai

Setelah pengucapan ijab kabul selesai, disunnahkan setelah akad nikah untuk memberi ucapan selamat kepada kedua pengantin baru dengan ucapan dan sekaligus ini menjadi doa setelah ijab qobul akad nikah.

doa-sunnah-setelah-akad-nikah
“Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majjah).

Doa ini sangat baik karena didalamnya ada doa dan harapan agar pernikahan yang dilangsungkan mendapat keberkahan dari Allah SWT, baik dalam kondisi senang ataupun susah. Semisalnya kondisi yang tidak menyenangkan seperti ketika suatu saat mereka berada dalam keterbatasan ekonomi, mereka tetap dalam keberkahan yakni dengan tetap sabar dan menjaga iffahnya (kehormatannya). Sabar dengan terus berjuang memperbaiki kehidupannya dan menjaga kehormatannya agar jangan sampai tidak meminta-minta.

2. Shalat Sunnah Dua Rakaat Bersama Istri

Sholat sunnah setelah akad nikah merupakan hal yang dianjurkan dan pernah dilakukan oleh sahabat pada masa Rasulullah SAW masih hidup.

Tentang hal ini yakni sholat sunnah setelah akad nikah, berikut penjelasan riwayatnya.

Abu Sa’id Maula (budak yang telah dimerdekakan) beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah SAW, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah.

Abu Sa’id mengatakan mereka pun membimbingku, mengatakan, “Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepadanya dari kejeleka istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu.

Abdullah bin Mas’ud pernah mengatakan kepada seseorang yang baru menikah, “Kalau istrimu datang menghampirimu, maka perintahkanlah dia shalat dua rakaat di belakangmu” (HR. Abu Bakr bin Abi Syaibah)

3. Sunnah Meletakkan Tangan atau Memegang Ubun-Ubun Istri

Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun istri seraya mendoakannya. Tentang hal ini memegang ubun-ubun istri, berikut sabda Rasulullah SAW:

“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta doakanlah dengan doa berkah seraya mengucapkan: “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa“. (HR. Bukhari).

Doa memegang ubun-ubun istri:

ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI

4. Berinteraksi Dengan Penuh Kelembutan dan Kemesraan

Secara psikologi wanita, memang wanita perlu untuk dilembuti. Ini berbeda dengan perlakuan kepada pria.

Tentang berlemah lembut setelah akad nikah, berikut kutipan riwayat yang mengambarkan kondisi baginda Rasulullah SAW saat menampilkan kemesraan pada Ummul Mukminin Aisyah Ra.

Asma’ binti Yazid binti As-Sakan ra, ia berkata: “Saya merias Aisyah untuk Rasulullah saw. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping Aisyah. Ketika itu Rasulullah SAW disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada Aisyah. Tetapi Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.”

Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah SAW.” Akhirnya Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit. (HR. Ahmad).

5. Berdoa Sebelum Jima

Sunnah malam pertama pengantin setelah akad nikah jika ingin melakukan jima untuk berdoa memohon perlindungan Allah dari godaan syaitan baik untuk diri kedua mempelai maupun perlindungan untuk anak keturunannya kelak.

Adapun doa sebelum berjima adalah sebagai berikut:

Allahumma Jannibnasy Syaithon wa Jannibisy Syaithon Maa Rozaqtanaa

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari Syaithan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang doa ini,

“Apabila Allah menakdirkan keduanya untuk mendapatkan anak, maka anak itu tidak akan mendapatkan kemudharatan dari syaithan selamanya.” (HR. Al-Bukhari dan Ashabussunan kecuali An-Nasa’i).

Untuk bahasa ini, semoga bisa disajikan artikel lain tentang tata cara atau adab berjima secara tersendiri. Untuk menambah wawasan lebih detil mengenai sunnah setelah akad nikah anda bisa merujuk kepada kitab-kitab seputar pernikahan atau fiqhi munakahat.

Demikianlah 5 point-point sunnah setelah akad nikah. Semoga bacaan ini bisa bermanfaat bagi anda. Salam. Silahkan dibagikan

======

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Makanan Pedas?

Banyak kabar mengenai pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil. Salah satunya adalah makanan pedas. Makanan ini dianggap bisa menimbulkan keguguran bahkan dipercaya dapat menyebabkan bayi botak. Lantas, bagaimanakah kebenarannya?

Makanan pedas erat kaitannya dengan makanan yang mengandung cabai. Makanan pedas berbeda dari makanan lainnya karena dapat memberikan sensasi unik, yaitu rasa panas atau terbakar pada mulut dan lidah.

Meski terdengar tidak nyaman, banyak orang yang menyukai sensasi ini, termasuk wanita-wanita yang sekarang mungkin sedang hamil. Beberapa bahkan mengatakan bahwa rasa pedas dapat meningkatkan nafsu makan mereka.

Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Makanan Pedas

Kehamilan membuat Bumil dituntut untuk lebih selektif dalam memilih makanan atau minuman. Hal ini karena segala yang Bumil konsumsi bisa memengaruhi proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Namun, makanan pedas tidak termasuk ke dalam makanan yang perlu Bumil hindari. Jadi, bila sebelum hamil Bumil sangat gemar mengonsumsi makanan pedas dan berbumbu tajam, misalnya yang mengandung banyak cabai, lada, atau jahe, saat hamil pun Bumil tidak perlu menghindari makanan ini.

Mengonsumsi makanan pedas saat hamil sebenarnya boleh-boleh saja dan tidak akan membahayai janin, kok. Jadi, anggapan bahwa makanan pedas bisa menimbulkan keguguran dan menyebabkan kebotakan pada bayi hanyalah mitos yang tidak didukung oleh penelitian maupun bukti klinis.

Meski begitu, efek samping makanan pedas yang bisa terjadi pada kebanyakan orang berupa nyeri ulu hati, mual, kembung, diare, dan asam lambung naik tentunya juga bisa terjadi pada ibu hamil, bahkan dengan gejala yang lebih berat.

Pada trimester pertama, makanan pedas juga mungkin akan memperparah morning sickness jika Bumil mengalaminya.

Setelah mengetahui informasi di atas, kini Bumil tidak perlu ragu untuk mengonsumsi makanan pedas. Namun, alangkah baiknya bila Bumil tetap membatasi tingkat kepedasan dan porsinya. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menjaga kebersihan makanan, ya.

Bila Bumil ingin membuat makanan pedas sendiri, pastikan untuk mencuci tangan dahulu sebelum mengolahnya. Selain itu, penting pula untuk memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan bersih dan berkualitas baik.

Sedangkan dalam mengonsumsi makanan pedas dalam kemasan, seperti saus atau sambal botol, pastikan bahwa produk yang akan Bumil konsumsi tidak kedaluwarsa sehingga aman untuk dikonsumsi.

Bila Bumil mengalami keluhan yang sangat mengganggu atau membuat Bumil tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

======

7 Manfaat Sarsaparilla bagi Kesehatan yang Tidak Pernah Terduga

Meski telah lama dinikmati sebagai minuman ringan, sebagian masyarakat Indonesia mungkin belum mengetahui manfaat sarsaparilla. Tanaman yang ekstraknya juga kerap digunakan sebagai perasa pada permen ini dipercaya dapat mencegah atau bahkan mengobati berbagai masalah kesehatan.

Sarsaparilla (Smilar ornata) merupakan tanaman tropis yang berasal dari Meksiko, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia, seperti Jamaika dan Honduras.

Akar tanaman sarsaparilla telah dimanfaatkan selama berabad-abad oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari penyakit kulit hingga masalah sendi. Di Indonesia sendiri, tanaman sarsaparilla juga telah lama dibudidayakan di berbagai daerah, terutama Pulau Jawa.

Manfaat Sarsaparilla untuk Kesehatan Tubuh

Tanaman sarsaparilla mengandung berbagai zat kimia, seperti saponin dan fitosterol, yang bersifat antioksidan, antiradang, dan antinyeri. Tanaman ini juga sudah digunakan sejak dahulu sebagai obat herba tradisional untuk mengobati berbagai penyakit.

Berikut ini adalah beberapa manfaat sarsaparilla bagi kesehatan tubuh, jika digunakan sebagai obat herba:

1. Mencegah kanker

Sarsaparilla mengandung antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel dan menangkal efek radikal bebas di dalam tubuh. Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak sarsaparilla dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Meski demikian, sejauh ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan efek samping manfaat sarparilla sebagai pencegah kanker.

2. Meredakan gejala psoriasis

Salah satu manfaat sarsaparilla adalah untuk mengobati penyakit kulit, seperti psoriasis. Suatu riset menyebutkan bahwa ekstrak sarsaparilla mengandung zat astilbin dan saponin yang memiliki sifat antiradang dan memiliki efek yang hampir serupa dengan obat kortikosteroid.

Zat tersebut dapat mengurangi peradangan di kulit, sehingga dapat membantu meredakan gejala psoriasis, seperti kulit mengelupas, gatal, dan bersisik.

3. Memperlambat penuaan

Tak hanya menghilangkan psoriasis, sarsaparilla yang mengandung antioksidan juga terlihat dapat memperlambat proses penuaan kulit secara signifikan. Ekstrak akar sarsaparilla diketahui dapat merangsang produksi kolagen di kulit dan mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

4. Meringankan nyeri sendi

Sarsaparilla mengandung senyawa yang memilik efek antiradang dan antinyeri. Secara tradisional, tanaman ini telah dimanfaatkan sejak dahulu untuk mengobati peradangan dan nyeri sendi, misalnya akibat rheumatoid arthritis, asam urat, dan osteoarthritis.

5. Membasmi kuman dan jamur

Sarsaparilla mengandung zat kimia yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Beberapa riset di laboratorium menyebutkan bahwa ekstrak tanaman sarsaparilla terlihat dapat menghambat pertumbuhan dan mematikan berbagai jenis bakteri serta jamur.

Secara tradisional, sarsaparilla juga telah banyak digunakan untuk mengobati penyakit sifilis, kusta, dan cacingan.

6. Memelihara kesehatan dan fungsi hati

Riset di laboratorium juga menunjukkan bahwa ekstrak sarsaparilla terlihat dapat melindungi fungsi hati dan mencegah kerusakan pada hati. Selain itu, sarsaparilla juga terlihat bermanfaat dalam membantu proses detoksifikasi atau pembuangan zat beracun di dalam tubuh.

7. Mencegah batuk

Tanaman sarsaparilla yang diolah dalam bentuk teh telah digunakan secara tradisional sebagai obat batuk dan flu. Hal ini dikarenakan sarsaparilla mengandung senyawa untuk mengencerkan dahak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung proses pemulihan flu.

Selain beberapa khasiat di atas, masih banyak manfaat sarsaparilla lainnya, seperti mengatasi pembengkakan di tubuh dan memelihara kesehatan ginjal. Sayangnya, berbagai klaim manfaat sarsaparilla tersebut baru diketahui melalui penelitian berskala kecil.

Efektivitas dan efek samping sarsaparilla sebagai obat-obatan pun masih belum diketahui hingga saat ini, sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut.

Meski sering digunakan sebagai perasa dalam minuman ringan dan permen, tetapi jangan berharap Anda dapat memperoleh manfaat tersebut hanya dengan mengonsumsi minuman atau permen rasa sarsaparilla.

Terlebih, sekarang sudah banyak minuman atau permen sarsaparilla yang dijual bebas, tetapi ternyata tidak selalu terbuat dari tanaman sarsaparilla. Minuman tersebut terbuat dari tanaman Sassafras atau bahkan hanya mengandung perasa buatan. Oleh karena itu, Anda juga harus lebih cermat dalam mengonsumsinya.

Jika dikonsumsi sebagai teh herbal atau suplemen, sarsaparilla mungkin masih tergolong aman. Namun, jika Anda tertarik dan ingin mencoba berbagai manfaat sarsaparilla sebagai pengobatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Tags: #ibu hamil mengkonsumsi makanan pedas #manfaat sarsaparilla bagi kesehatan #sunnah setelah akad nikah bagi pengantin baru