6 Tanda Perempuan Menggunakan Susuk

511 views


Setiap perempuan ingin tampil cantik dan ingin memikat banyak laki-laki, sehingga tidak sedikit yang melakukan beberapa hal agar terlihat cantik dan menarik salah satunya melakikan hal gaib yaitu menggunakan susuk.

Karena dengan menggunakan susuk tidak perlu menggunakan berbagai macam perawatan, ia bisa memperoleh kecantikan secara instan.

Berikut tanda-tanda perempuan menggunakan susuk.

1. Laki-laki Mudah Terpikat

Perempuan yang menggunakan susuk tentu sangat mudah memikat laki-laki karena selain terlihat cantik, ia sangat mempesona juga mudah mempengaruhi orang lain meski hanya lewat tatapan dan perkataan.

Bahkan orang lain mudah mengikuti perintahnya, ia sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk karena ada jin yang membantu menutupinya.

2. Mudah Gelisah

Walaupun dirinya terlihat sempurna secara fisik namun ia tidak bisa menghindari perasaan gelisah, hal ini disebabkan oleh jin yang berusaha semakin menjerumuskan pada dosa yang lebih besar lagi.

3. Prilakunya Aneh

Menggunakan susuk tentu ada pantangannya sehingga ia akan bersikap aneh ketika menghadapi pantangan tersebut atau ketika sedang menaklukkan seseorang. Terlihat gelisah dan selalu menunjukkan prilaku yang aneh.

4. Malas Beribadah

Susuk membuat orang yang memakai malas untuk beribadah kepada Allah. Karena susuk dipasang menggunakan jin dan kodam yang bersifat negatif. Sehingga membuatnya malas beribadah kepada Allah SWT.

5. Mudah Kerasukan

Orang yang memakai susuk mudah kerasukan, karena susuk mengakibatkan enegergi didalam tubuh berlawanan dengan energi yang berasal dari luar.

6. Susah Meninggal

Orang yang menggunakan susuk bisa mengakibatkan susah meninggal, agar segera menemuai ajal susuknya harus dikeluarkan.

======

Sebusuk-busuknya Tong Sampah, Lebih Busuk Lagi Hati Orang yang Selalu Iri dan Dengki Pada Kehidupan Orang Lain

Kenapa iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as? Sebab, iblis sangat dengki terhadapnya. Karena itu, barang siapa di antara kita memiliki sifat dengki, maka sungguh kita telah memiliki salah satu sifat iblis.

Rasulullah SAW bersabda, “Melepaskan dua ekor srigala lapar di kandang kambing tidak lebih besar bahayanya di bandingkan dengan seorang Muslim yang rakus terhadap harta dan dengki terhadap agama. Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu”. (HR. At-Tirmidzi)

Seorang pendengki hidupnya tidak akan mulia di dunia. Malaikat pun akan muak kepadanya. Jika kelak mati, ia akan mendapatkan kedudukan yang teramat hina di hadapan Allah. Demikian pula di Yaumul Hisab timbangannya akan terbalik, sehingga neraka Jahanam pun siap menerkamnya. Itulah nasib malang yang akan Allah timpakan kepada seorang pendengki.

Apakah dengki itu? Secara garis besar sifat ini terbagi ke dalam dua bagian. Pertama, dengki yang diharamkan. Seseorang merasa tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain dan merasa bahagia kalau orang lain mendapat musibah. Atau setidaknya, ia menginginkan nikmat yang ada pada orang lain tersebut hilang. Ini dengki yang diharamkan, karena sifat seperti ini termasuk ke dalam tingkatan ketiga dari penyakit hati.

Kedua, dengki yang diperbolehkan berupa rasa iri kepada kenikmatan orang lain, tapi tidak ingin menghilangkan kenikmatan tersebut darinya. Melihat orang lain memiliki rumah bagus, kita merasa iri ingin pula memiliki hal yang sama dan tidak dengan cara menjadikan orang tersebut jatuh miskin. Keinginan seperti ini wajar-wajar saja selama tidak bergeser menjadi perasaan tidak enak, yang berlanjut pada hasrat ingin melenyapkan kenikmatan orang tersebut.

Bahkan, “kebolehan” merasa dengki seperti ini insya Allah akan berpahala bila kita berbuat. Pertama, ketika melihat orang berilmu dan gemar mengamalkan ilmunya, giat berdakwah dengan penuh keikhlasan, dan kita pun menginginkan untuk berbuat seperti itu. Kedua, ketika melihat orang kaya yang gemar membelanjakan hartanya di jalan Allah, lantas kita menginginkan berbuat hal serupa.

Dengki biasanya akan berpasangan dengan keadaan yang dihadapi pemiliknya. Mahasiswa akan dengki kepada sesama mahasiswa. Orang pintar akan dengki kepada orang yang pintar lagi, demikian seterusnya. Pendek kata, akan sulit terjadi seseorang merasa dengki terhadap orang lain yang memiliki kapasitas berbeda.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

======

5 Ciri-Ciri Kalau Anda Sebenarnya Tidak Cinta Kepada Pasangan, Tapi Hanya Sebatas Suka

Cinta adalah fondasi paling kokoh dalam setiap hubungan, tetapi tidak semua orang bisa membedakan antara cinta dan suka.

Untuk membedakan antara kasih sayang dan suka, karakteristiknya.

1. Fokus Kelebihan Tidak Mau Pada Kekurangan

Seseorang yang mencintai harus siap dengan segala kekurangan yang dimiliki pasangannya. Jika Anda hanya fokus pada kekuatan, waktu akan mengaguminya, ketika Anda tahu hal-hal yang menunjukkan perasaan Anda mulai memudar.

2. Hanya Menarik Secara Fisik

Punya pasangan yang memang bahagia, tapi jika dia semakin gemuk atau kurus maka sulit untuk kamu terima.

3. Hanya Memikirkan Diri Sendiri Bukan Memikirkan Kebahagiaannya

Dalam suatu hubungan pasti ada konsep memberi dan menerima. Jika kamu hanya mengukur diri sendiri tanpa soal bersikap kasar maka kamu tidak akan mencintainya.

4. Hati Anda Gemetar dan Komparatif

Perasaan menyukai berarti Anda hanya berpartisipasi karena alasan tertentu yang ada. Ketika Anda melihatnya pada orang lain dan membandingkannya, maka tentu saja Anda tidak mencintainya.

5. Anda Tidak Pernah Takut Kehilangannya

Tidak ada rasa takut kehilangannya, padahal orang yang mencintainya memiliki perasaan takut kehilangannya.

======

Hindari 4 kebiasaan ini karena akan membuat rumah tangga berantakan

Suami dan istri harus berjuang bersama untuk menjaga rumah tangganya agar tetap utuh dan sehat. Karena membangun rumah tangga membutuhkan usaha dari kedua belah pihak.

Rumah tangga dapat hancur karena hal-hal sepele yang tidak diindahkan, salah satunya adalah kebiasaan yang terus dilakukan.

Ketahuilah bahwa pasangan Anda hanya manusia yang bisa sampai ke titik kelelahan. Jadi hindari 4 kebiasaan ini karena dapat merusak rumah tangga Anda.

1. Saling Kritik

Mengkritik pasangan Anda memang tidak apa-apa, tetapi jangan melakukannya terlalu sering seolah apa yang dia lakukan selalu salah. Karena kritik yang berkepanjangan akan membuat pasanganmu kesal, benci marah.

Jika Anda menyembunyikannya, itu akan menyebabkan bom waktu yang akan menghancurkan pernikahan Anda kapan saja.

2. Melupakan Kata-Kata Penting

Dalam suatu hubungan harus ada rasa saling menghargai, harus bersyukur, harus ada kata-kata minta tolong. Jika kata-kata tersebut tidak diterapkan, maka akan menyebabkan hubungan menjadi tidak nyaman bahkan bisa berujung pada perpisahan.

3. Selalu Libatkan Pihak Ketiga dalam Menyelesaikan Masalah

Juangan tidak pernah mengabaikan masalah yang terjadi dalam relasi. Jika ada masalah, lebih baik segera selesaikan dan duduk bersama untuk mencari solusinya.

Karena masalah apa pun yang dibiarkan akan menjadi bumerang dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

4. Terlalu Tertutup

Terlalu banyak rahasia yang disimpan untuk diri sendiri hanya akan menyebabkan rumah tangga perlahan-lahan rusak. Semakin tertutupnya pasangan maka akan menimbulkan berbagai masalah seperti kecurigaan sehingga masalah demi masalah akan muncul.

Keterbukaan sangat penting dalam suatu hubungan agar rumah tangga yang dibangun tetap utuh.

======

Istri Tak Sholat, Apakah Suami Ikut Menanggung Dosa?

Sholat adalah perkara yang sangat penting sehingga menjadi rukun Islam kedua setelah syahadat. Saking pentingnya, sholat merupakan amalan yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat.

Ada yang bertanya, jika seorang istri tidak sholat 5 waktu, apakah suami ikut menanggung dosa? Berikut jawaban Ustaz Farid Nu’man Hasan, Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Ustaz Farid Nu’man mengatakan, menjaga keimanan keluarga kita, orang tua, istri dan anak-anak adalah kewajiban seorang laki-laki sekaligus sebagai seorang suami. Dan di antara kewajibannya adalah mengingatkan keluarganya agar senantiasa menjaga shalat yang difardhukan.

Allah berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132)

Membina anggota keluarga adalah tanggung jawab seorang suami atau kepala keluarga. Di pundaknya terdapat tanggung jawab untuk memastikan seluruh anggota keluarganya beriman kepada Allah Ta’ala. Namun hidayah tetap menjadi hak-Nya.

Oleh sebab itu kita harus memaksimalkan peran kita dan menunaikan kewajiban untuk membina anak dan istri. Jika kita membiarkan anak dan istri kita tidak beriman kepada Allah Ta’ala dan melalaikan kewajibannya sebagai seorang hamba, maka kita turut berdosa.

Namun, apabila upaya dan usaha membina mereka sudah kita lakukan dengan maksimal, maka hidayah hanyalah milik Allah. Kita tidak bisa memaksakan hidayah datang kepada keluarga kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah berupaya menyadarkan mereka.

Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada ayahnya, Nabi Luth ‘alaihissalam kepada istrinya, Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada anaknya, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada pamannya.

Wallahu A’lam

Tags: #ciri tidak cinta kepada pasangan #kebiasaan buat rumah tangga berantakan #perempuan menggunakan susuk #tanda orang selalu dengki dan iri dengan kehidupan orang lain #tanda perempuan menggunakan susuk