7 Makanan Selain B*bi yang Juga Diharamkan Dalam Islam, Salah Satunya Yang Sering Kita Makan


Bukan hanya daging b*bi, beberapa makanan juga diharamkan dalam Islam. Tujuh makanan ini patut diwaspadai karena diharamkan dalam Alquran.

Bagi penganut agama Islam atau seorang Muslim, tidak semua makanan bisa dimakan. Beberapa makanan diharamkan atau berarti dilarang untuk dikonsumsi.

Sebagian besar makanan yang diharamkan adalah makanan yang memiliki kandungan berbahaya serta efek buruk yang bisa diberikan oleh tubuh ijika dikonsumsi. Allah SWT melalui kitab suci umat Islam, Alquran telah menjelaskan ciri-ciri makanan yang diharamkan dan sama sekali tidak boleh dikonsumsi.

Makanan yang diharamkan ini bukan hanya mengandun makna dan filosofis saja tetapi juga ada unsur pengalaman yang pernah terjadi pada umat terdahulu saat mengonsumsi suatu bahan makanan. Seperti yang diingatkan pada Alquran surah Al-Baqarah ayat 168, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan lah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Berikut ini 7 makanan yang diharamkan dalam Islam selain daging b*bi dan dijelaskan dalam Al-qur’an:

1. Darah

Sangat banyak makanan yang dihalalkan atau dipersilahkan untuk dikonsumsi. Darah menjadi salah satu makanan yang tidak boleh sama sekali dikonsumsi atau diharamkan. Allah SWT berfirman “…kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir…” QS. Al An’am: 145.

Darah yang boleh dikonsumsi hanya darah yang melekat pada daging yang sudah disembelih. Tentunya tata cara penyebelihannya harus yang sesuai dengan ajaran Islam seperti menghadap kiblat, tidak menyaikit hewan dan mengucap nama Allah SWT.

2. Bangkai

Bangkai merupakan istilah yang digunakan untuk hewan-hewan yang mati secara tidak wajar. Misalnya seperti hewan yang tercekik, mati karena dipukul, mati karena terjatuh, mati karena ditanduk hewan lain atau hewan yang mati akibat diterkam atau dimangsa oleh binatang buas.

Sebagaimana diterangkan pada surah Al Maidah ayat 3:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah) adalah kefasikan.

3. Hewan yang disembelih untuk sesajen

Sesajen atau dikenal dalam istilah Islam sebagai berhala, merupakan salah satu bentuk penyekutuan atas Allah SWT. Allah SWT sangat mengutuk orang-orang yang dengan percaya diri menyembah berhala di atas tanah ciptaan Allah SWT.

Bukan hanya kegiatan penyembahannya saja, bahkan hewan-hewan yang dibunuh dengan tujuan untuk disajikan kepada berhala juga diharamkan untuk dikonsumsi. Contoh hewan yang diharamkan ini berupa ayam yang dipotong untuk dijadikan sesajen atau kepala kambing yang disiapkan untuk tumbal.

4. Binatang buas bertaring

Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan,” HR. Muslim.

Hewan buas bertaring yang dimaksud adalah hewan seperti serigala, harimau, singa dan hewan buas lainnya. Hal ini disebabkan karena hewan buas merupakan hewan yang berbahaya bagi manusia.

5. Burung berkuku tajam

Hewan yang berkuku tajam punya peraturan untuk tidak dikonsumsi layaknya hewan buas bertaring. Suatu hadist yang menjelaskan tentang hal tersebut bahkan digunakan menjadi dasar beberapa mazhab seperti mazhab Syafi’i, Abu Hunaifah, Imam Ahmad, Abu Daud dan mayoritas ulama lainnya.

“Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam”,” HR. Muslim.

6. Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh

“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus dan anjing hitam,” HR. Muslim.

Hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh ini dikatakan memiliki racun atau bakteri yang sangat berbahaya jika dikonsumsi. Bahkan efeknya bisa menimbulkan penyakit berat seperti rabies hingga kematian.

7. Hewan yang mengonsumsi kotoran

Dikenal dengan istilah Al Jalalah, artinya adalah segala jenis hewan baik yang berkaki empat maupun berkaki dua dan hidup di darat dengan makanan pokoknya berupa kotoran manusia maupun hewan. Pada suatu hadits, aturan untuk tidak memakan jalalah sangat ditekankan.

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang dari memakan jalal dan susunya,” Hr. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah.

Hewan jalalah bisa saja hewan-hewan yang dihalalkan seperti sapi, kambing, domba, unta, ayam dan hewan lainnya. Tetapi ketika hewan tersebut mengonsumsi kotoran maka diharamkan atas konsumsinya. Hewan jalalah bisa kembali halal dengan syarat telah dipuasakan selama 3 hari.

Umat Muslim Bisa Lakukan Hal Ini Saat Terlanjur Makan Daging B*bi

Daging babi tercatat jelas dalam Al-Quran sebagai makanan yang haram dan tak boleh dikonsumsi umat muslim. Tapi bagaimana kalau terlanjur atau terpaksa menyantapnya?

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 173 dijelaskan beberapa jenis makanan yang haram dikonsumsi umat muslim. Salah satunya daging b*bi.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging b*bi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” (QS. Al Baqarah: 173).

Tetapi dijelaskan juga bagaimana sikap yang harus dilakukan jika umat muslim terlanjur makanan yang sudah diharamkan, termasuk daging b*bi. Ternyata lanjutan surat Al-Baqarah ayat 173 menjadi jawabannya.

“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Baqarah: 173).

Maka dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa perbuatan yang hukumnya haram ketika dilakukan karena tidak tahu, tidak sengaja atau karena lupa tidak terhitung sebagai dosa di sisi Allah SWT. Maka untuk hal tersebut orang yang lalai ini tidak dituntut untuk bertaubat.

Hal ini sekaligus menepis anggapan banyak orang mengatakan kalau terlanjur makan daging b*bi maka harus mendirikan solat taubat.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”” (QS. Al Baqarah: 286).

Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan.

“Sesungguhnya Allah telah memaafkan umatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Hal ini juga berlaku untuk orang yang terpaksa menyantap daging babi atau makanan haram lain karena berbagai alasan, salah satunya karena tak ada makanan lain untuk bertahan hidup. Misalnya seseorang ada dalam keadaan darurat lalu tidak ada makanan lain selain daging b*bi, maka ia diperbolehkan menyantapnya asalkan tidak berlebihan.

“Tidak ada kewajiban apa-apa baginya, selama ia memakannya karena tidak tahu sedikit pun. Yang perlu ia lakukan adalah berkumur-kumur dan mencuci mulutnya dari sisa-sisa najis (daging b*bi) dan mencuci tangannya. Walhamdulillah. Namun jika memakannya pada waktu yang sudah berlalu lama sekali dan ia ketika itu tidak berkumur-kumur, apa yang perlu dilakukan? Jawabnya: tidak perlu melakukan apa-apa.”

Tags: #makanan yang diharamkan dalam islam #makanan yang diharamkan dalam islam selain babi #saat terlanjur makan daging babi