7 Tempat Terlarang Buat Meletakkan Ponsel. Jangan Sepelekan, Salah Satunya Berefek Jangka Panjang Bagi Pria


Zaman sekarang, sulit ditemui orang yang bepergian tanpa membawa ponsel. Bisa dikatakan hampir semua orang sudah akrab dengan teknologi buat berkomunikasi ini. Sayangnya, meski begitu dekat kadang bahaya radiasi ponsel yang bisa bikin celaka jarang kita sadari.

Kali ini Hipwee Tips akan mengulas gimana caranya menyimpan ponsel yang baik dan benar. Untuk itu ada beberapa pantangan dimana kamu nggak boleh sembarangan menaruhnya. Bukan hanya perkiraan aja lho, tapi ada alasannya juga kenapa ponsel nggak boleh diletakkan di tempat-tempat ini selayaknya dilansir dari Brightside. Langsung aja cus simak uraiannya!

1. Jangan letakkan di kantong belakang celanamu. Posisi ini rawan bikin kamu kecopetan dan berimbas sama perut dan kakimu lho

Setidaknya ada tiga bahaya yang akan kamu hadapi kalau meletakkan ponsel di kantong belakang celanamu. Pertama, tentu saja ini adalah sasaran empuk buat para pencopet. Bisa jadi orang yang tadinya nggak berniat mencopet malah tergiur melihat ada barang yang mudah ia curi. Nggak mau ‘kan kehilangan ponsel beserta data-data penting di dalamnya?

Kedua, ponsel yang dilengkapi touch screen akan lebih mudah rusak kaena tekanan yang dihasilkan dari tubuh bagian bawah. Nggak lucu juga kalau kedudukan dan layarnya pecah. Ketiga, radiasi elektromagnetik bahkan menimbulkan nyeri di perut dan kakimu lho. Jangan ngeluh kalau nanti tiba-tiba pegal dan nyeri perut.

2. Kantong depan celana juga bukan ide bagus. Terutama buat kalian yang cowok nih, efeknya jangka panjang

Seringnya para cowok memang malas bepergian membawa tas dan lebih memilih meletakkan ponsel di kantong depan celana. Hati-hati nih boys bisa berimbas pada masa depanmu. Banyak penelitian yang sudah membuktikan kalau radiasi elektromagnetik berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sperma. Makin sering meletakkan ponsel di kantong depan, makin tinggi risiko yang bakal di dapat.

3. Mungkin kamu yang cewek pernah kepikiran ngumpetin ponselmu di bra. Hmmm… hati-hati!

Meletakkan ponsel di bra mungkin adalah pilihan terakhir bagi cewek ketika hendak menyembunyikannya. Tapi jangan jadi keterusan dong. Meski belum ada penelitian yang menyebutkan radiasi elektromagnetik secara langsung menyebabkan kanker, tapi radiasi ini bisa meningkatkan resiko bertumbuhnya kanker payudara.

4. Jangan tempelkan layar ponsel ke kulitmu, apalagi sekitar kepala. Coba beri jarak sedikit deh

Kalau sedang asyik menelepon sahabat, waktu lama yang dihabiskan memang nggak terasa. Padahal menempelkan layar ponsel langsung ke kulit punya efek macem-macem. Selain bakteri di ponsel akan juga menempel di kulitmu, lagi-lagi radiasinya bisa berbahaya. Setidaknya beri jarak 0.5-1.5cm ketika sedang menelepon. Lebih praktis kalau kamu gunakan headset atau handsfree.

5. Area yang terlalu dingin bisa menyebabkan kerusakan memori internal ponselmu

Suhu ekstrem di bawah nol derajat ternyata berpengaruh terhadap ponsel. Ketika lama disimpan di suhu dingin dan di bawa kembali ke suhu normal, perubahan ini akan membawa kerusakan pada detail internal perangkatmu. Meski bahayanya nggak menyerangmu secara langsung, tapi siapa sih yang pengen ponselnya jadi rusak karena keteledoran? Ketika liburan ke negara yang punya cuaca super dingin, gunakan kantong ponsel biar suhunya stabil ya.

6. Apalagi di area yang terlalu panas, selain bahaya buat ponsel juga bahaya buat orang di sekitarnya

Sudah sering terjadi, kasus ponsel meledak karena overheat. Suhu yang terlalu panas bereaksi pada katoda dan anoda dalam timbal di dalam mesin ponsel. Ketika katoda dan anoda tidak seimbang, dalam jangka waktu tertentu bisa menaikkan suhu dan merubah ponsel jadi bahan ledak. Jauhkan ponselmu dari perapian, oven, dan jangan dijemur di pantai.

7. Buat para ibu, jangan letakkan di stroller si kecil ya. Meski terburu, lebih baik letakkan ponsel di tas

Nah kalau ini sih seringnya dilakukan para mama nih. Ketika terburu-buru mempersiapkan perlengkapan si kecil, ponsel pun asal di letakkan di stroller atau kereta dorong bayi. Hati-hati lho bu-ibu… dalam jangka waktu tertentu radiasi elektromagnetik bisa menyebabkan risiko bayi jadi hiperaktif dan menderita attention deficit disorder.

Lebih baik jika bepergian, gunakan tas untuk meletakkan ponselmu deh. Setidaknya ini mengurangi risiko-risiko di atas. Atau gunakan kantong ponsel jika perlu. Sedangkan buat meletakannya di rumah, biasakan untuk ditaruh di tempat dengan suhu stabil dan di media berbahan dasar kayu atau semen. Alas berbahan dasar busa dan kain justru bikin suhu ponsel meningkat.

Oh iya! Ada satu lagi tempat yang pantangan banget tapi masih sering dilakukan sama kebanyakan orang:
Meletakkannya di bawah bantal ketika tidur. Hayo siapa yang masih begini, jangan dibiasain deh

Akibatnya bisa bermacam-macam ketika meletakkan ponsel di bawah bantal atau di sekitar kepalamu ketika tidur, apalagi sambil dicharge. Pencahayaan ponsel yang menyala ketika notifikasi masuk sementara kamu memejamkan mata bisa memicu produksi melatonin. Hal ini menyebabkan kamu menderita gangguan tidur lho.

Nggak sedikit juga kasus ponsel meledak ketika disimpan di bawah bantal dan sambil dicharge. Hal ini diakibatkan karena suhu ponsel makin panas, sementara material bantal dan busa kasur justru memperparah suhunya. Selain itu, yang paling terasa, gelombang radiasi ponsel bisa menyebabkanmu pusing dan sakit kepala lho. Mending jauhkan deh dari jangkauanmu ketika tidur.

7 Tanda Psikologis Ketika Hubungan Tak Seharusnya Dipertahankan Lagi, karena Hanya Menyakiti

Menunda rasa sakit hati yang kamu tahu akan datang, bukanlah tindakan bijak. Layaknya bom waktu, kamu terus menunda untuk terluka di kemudian hari dan memilih untuk tertawa hari ini selagi bisa. Memang, rasanya sulit untuk mengurai sebuah perasaan yang sudah lama mengganjal di hati. Tapi ketahuilah, tidak semuai yang dimulai berhenti pada perhentian yang indah. Ada saatnya kamu merelakan dan menjalani proses untuk saling melepaskan.

Membangun sebuah hubungan memang nggak ada yang mudah. Percayalah, jika kamu sudah berusaha, kamu akan menemukan jalan. Meski jalan yang dimaksud adalah harus berpisah. Dalam kegalauanmu antara bertahan atau udahan, ada 7 tanda psikologis yang mengisyaratkan kalau hubungan kalian tak lagi sehat dan tak patut dipertahankan. Lebih baik menangis hari ini, daripada melarikan diri dan terluka saat semua sudah makin tak terkendali.

Kapankah kamu dan pasanganmu terakhir melakukan foto bersama? Sepele memang, tapi ini adalah tanda paling umum

Kalau memang pasanganmu bukan tipe orang yang suka mengabadikan momen dan berfoto, atau bahkan tak terlalu peduli dengan unggahan sosial media, mungkin kamu tidak perlu khawatir jika foto terakhir di galerimu diambil 2 tahun yang lalu. Tapi ketika kalian mulai saling mengunggah foto sendiri, berfoto dengan orang lain dan mengabaikan pasangan, bukankah itu hal yang aneh? Hubungan yang tak sehat terjadi ketika dua orang sama-sama canggung untuk mengatakan, “Eh, foto berdua yuk!”

Sering jalan bareng, tapi kehilangan topik menarik buat dibicarakan, membuat kalian lebih sering saling diam

Bisa jadi kalian melakukan kegiatan bersama dalam rangka ingin bertahan. Namun ketika bertemu, suasana jadi makin canggung. Justru hening yang didapat. Seketika kamu merasa kehilangan topik ubtuk dibicarakan bersama, kehilangan rasa untuk membagi cerita. Padahal kalian sedang bersama orang yang paling kalian sayang dan yang seharusnya jadi tempat kalian mencurahkan semua perasaan.

Melampiaskan kemarahan yang sebenarnya tidak perlu. Rasanya hal-hal kecil nampak begitu menjengkelkan

Kalian hanya ingin mencari alasan untuk saling menyalahkan. Padahal sebenarnya, kalian tengah lelah dengan apa yang sedang kalian jalani bersama. Mungkin kamu atau si dia menyimpan sebuah perasaan kesal yang sebenarnya tidak ingin dilampiaskan demi mempertahankan hubungan yang sudah terjalin lama. Perasaan seperti ini tidak layak untuk terlalu lama disimpan, sampaikanlah jika ada sesuatu yang salah. Makin cepat terurai, maka masalah makin cepat mendewasakan hubungan kalian.

Sudah jarang sekali bercanda, saling gombal buat lucu-lucuan, dan melakukan hal konyol layaknya pasangan kasmaran

Orang yang saling mencintai membutuhkan alasan untuk melampiaskan rasa sayangnya. Tidak selalu dengan kata-kata, melainkan bisa dengan tindakan atau hadiah. Ketika perasaan cinta antara dua orang sudah mulai luntur, bukan hal mustahil jika tidak ada lagi kata sayang yang terucap. Bahkan bisa dilihat dari hal kecil seperti sudah tidak peduli satu sama lain dan merasa tidak terikat satu sama lain.

Pencapaianmu diabaikan. Ketika kamu bahagia karena target atau prestasimu, pasanganmu justru bersikap biasa

Dalam hidup, ada saatnya apa yang kamu usahakan membuahkan hasil yang memuaskan. Ada saatnya pengorbanan dibayar dengan sebuah harga yang mahal. Namun ketika tengah berbahagia dengan pencapaianmu, si dia justru nampak biasa dan cenderung tidak peduli, lebih parah lagi jika dia justru meremehkan. Ini adalah tanda kalian sudah kehilangan rasa saling menghargai. Bahkan di saat bahagiamu pun, dia tidak ikut bahagia? Bukankah ada yang salah dari ini?

Mulai melakukan kebohongan-kebohongan kecil dan mentoleransi itu sebagai hal yang wajar

Kebohongan memang tidak seharusnya dilakukan, bagaimana pun keadaannya. Jika kebohongan kecil yang seringnya dipakai sebagai alasan, sudah sering kamu atau pasanganmu lakukan secara tidak langsung kalian sudah mulai melakukan kebiasaan tidak baik. Hingga kalian saling mentoleransi kebohongan sebagai hal biasa dan membiarkanya, sepertinya memang hubungan kalian sudah kehilangan nyawa.

Ada komentar kurang menyenangkan dari orangtua dan kawan terdekatmu soal sikap pasanganmu yang berubah

Meski yang paking tahun soal hubungan kalian berdua adalah kalian sendiri, nggak ada salahnya mendengar pendapat orang sekitar. Terutama mereka yang suah mengetahui hubungan kalian sebelumnya seperti apa. Jika orang tua dan kawanmu yang tadinya baik-baik saja dengan pasanganmu berbalik mengkritik hubungan kalian, atau hanya sekedar berkomentar tidak enak, mungkin kamu perlu introspeksi. Bicarakan baik-baik dengan pasangan apa yang sebenarnya terjadi.

Mempertahankan sebuah hubungan memang hal yang perlu dilakukan. Memperjuangkan apa yang pernah dibangun tidak ada salahnya. Namun ibarat sebuah bangunan, jika fondasi di dalamnya sudah tak ada lagi, bukankah lebih baik kamu pergi sebelum reruntuhannya melukaimu? Renungkan kembali ya. 🙂

Tags: #berefek jangka panjang bagi pria #hubungan pria wanita tak seharusnya dipertahankan lagi #kondisi psikologis hubungan pria wanita #tempat terlarang meletakkan ponsel