8 Penyebab Leher Anda Sering Terasa Pegal

367 views


Anda mungkin pernah merasakan pegal di leher ataupun pundak yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan tegang. Hal ini jelas sangatlah menyebalkan. Pasalnya, kekakuan yang terjadi di bagian leher membuat Anda tidak bisa leluasa menggerakan kepala, dan butuh sedikit perjuangan bagi Anda untuk sekedar menengok. Tak jarang Anda harus memalingkan seluruh badan agar bisa melihat sekeliling.

Jika pegal di leher terjadi secara terus menerus dan tidak ditangani secara serius hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius, lho!

Berbagai penyebab Anda sering merasakan pegal di leher

1. Cedera

Ketika Anda mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, kecelakaan saat olahraga, atau jatuh, hal ini memungkinkan menyebabkan cedera pada leher. Tanpa disadari, akibat cedera, otot dan ligamen di leher mengalami kerusakan sehingga Anda yang mengalami kekakuan di bagian leher.

2. Osteoarthritis

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah kondisi yang disebabkan dari nyeri sendi karena faktor usia. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan dan gerakan terbatas di berbagai sendi, termasuk leher.

3. Radang sendi

Gangguan autoimun ini mempengaruhi sendi yang dapat merusak jaringan di leher Anda. Kerusakan ini dapat mengakibatkan sakit dan kekakuan pada bagian leher, biasanya di bagian atas leher.

4. Saraf terjepit

Saraf terjepit terjadi karena arthritis, yaitu penyempitan kanal tulang belakang, atau herniated disc. Jika Anda mengalami saraf terjepit, hal ini akan menyebabkan leher menjadi kaku dan pegal bahkan kadang-kadang menjalar dari lengan sampai kaki Anda.

5. Stres

Ketika Anda sedang stres, otot-otot Anda menjadi tegang. Leher kaku sering kali merupakan sinyal awal bahwa Anda merasa stres.

6. Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah kondisi yang membuat penderitanya merasakan rasa sakit yang teramat di sekujur tubuh. Kondisi ini berlangsung lama dan sering berulang dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Gejala utama pada penyakit ini adalah merasakan rasa nyeri dan sakit seperti ditusuk-tusuk.

7. Kejang otot

Kejang otot terjadi ketika saraf Anda mengirim pesan ke otot-otot Anda yang menyebabkan mereka berkontraksi. Ketika Anda mengalami kejang di bagian otot leher, hal inilah yang menyebabkan leher menjadi kaku.

8. Meningitis

Meningitis adalah infeksi yang serius dan berpotensi mengancam nyawa, yang menyerang cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Mengalami demam, sakit kepala, dan leher kaku dan pegal adalah gejala umum dari meningitis.

Bagaimana cara mengatasi pegal di leher?

1. Olahraga peregangan

Lakukan olahraga peregangan sederhana seperti menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah ataupun dari sisi ke sisi, dan dari telinga ke telinga. Lakukanlah secara perlahan-lahan saat bangun tidur, di sela-sela Anda bekerja sebagai sarana rileksasi ataupun saat sebelum tidur.

2. Melakukan pijat

Anda bisa melakukan pijat ke tukang urut profesional ataupun dengan pasangan Anda. Lakukan pijatan dengan lembut pada bagian leher menggunakan minyak kelapa atau zaitun.

3. Memilih bantal yang tepat

Untuk mengurangi rasa nyeri dan pegal di leher, Anda harus memilih bantal yang tepat. Gunakanlah bantal yang memang didesain untuk leher Anda. Jika diperbolehkan oleh dokter, cobalah untuk tidak memakai bantal dan tidur dengan posisi berbaring.

4. Terapi es ataupun panas

Gunakan es untuk meminimalisir rasa sakit ketika Anda mengalami gejala nyeri leher dan peradangan selama dua sampai tiga hari. Setelah gejela mulai reda, beralihlah menggunakan air panas yang dibungkus dalam wadah untuk diletakkan di bagian leher ataupun digunakan ketika mandi.

5. Konsultasi ke dokter

Jika Anda mengalami nyeri leher yang semakin memburuk atau tidak mulai membaik dalam satu sampai dua minggu, segeralah konsultasi ke dokter. Pasalnya dokter akan segera memberi tahu ketika Anda mungkin membutuhkan perawatan yang lebih khusus untuk meredakan gejala yang Anda alami.

======

Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

Cacing memang bisa saja hidup pada tubuh manusia. Cacing pita, cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk merupakan deretan cacing yang paling banyak tinggal dalam sistem pencernaan manusia. Tapi tahukah Anda jika ada satu jenis cacing yang bisa bersarang di mata? Cacing tersebut diberi nama Nematoda Loa-loa, biasa disebut dengan cacing loa-loa atau cacing mata. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa penyebab cacing di mata?

Cacing loa-loa merupakan jenis cacing filaria yang menyebabkan terjadinya penyakit Loiasis atau gangguan akibat cacing. Cacing ini bisa singgah di dalam mata akibat lalat rusa, lalat berwarna kuning, dan lalat betina pemakan darah.

Lalat tersebut yang sudah terinfeksi cacing loa loa, saat mereka mengisap darah manusia maka akan mengeluarkan mikrofilaria yang beredar dalam darah. Kemudian akan berkembang menjadi larva yang nantinya akan membentuk cacing dewasa dalam waktu satu sampai empat minggu. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan adanya cacing di mata. Meskipun begitu, infeksi cacing ini tidak dapat ditularkan antar dari manusia ke manusia.

Apa saja gejala cacing di mata?

Gejala awal jika ada cacing di mata biasanya Anda akan mengalami iritasi yang disertai rasa gatal dan nyeri di bagian mata, merasakan mata seperti ada yang mengganjal, mata sembab, dan terjadi pembengkakan yang kadang bisa hilang-timbul di bagian pelupuk mata ataupun bagian tubuh lainnya yang umumnya tidak disertai rasa sakit.

Selain itu, beberapa penderita juga bisa melihat cacing loa-loa dengan kasat mata yang keluar di permukaan bawah bola matanya. Ada juga penderita yang menemukan cacing tersebut di bagian tubuh lainnya seperti keluar dari dalam kulit.

Gejala lainnya yang lebih jarang ditemukan adalah rasa gatal di seluruh tubuh, nyeri otot, nyeri sendi, dan merasa mudah lelah. Saat dilakukan pengecekan darah, umumnya akan terlihat adanya peningkatan jumlah eosinofil dalam darah yang menunjukkan respon terhadap sel-sel abnormal, parasit, atau bahan-bahan penyebab reaksi alergi,

Sebagian orang yang terinfeksi cacing loa-loa bahkan baru menyadari adanya cacing di mata ketika sudah bertahun-tahun lamanya karena tidak mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas. Ini menandakan jika ada sebagian orang yang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi cacing tersebut.

Bagaimana cara menyembuhkannya?

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit loasis, namun ketika Anda teridentifikasi mengalami penyakit ini ada baiknya Anda harus segera berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan. Pasalnya tindakan pembedahan tidak dapat menyembuhkan infeksi cacing, karena cacing mungkin juga tanpa disadari ada di bagian tubuh lainnya.

Pemberian obat anti parasit harus dipertimbangkan karena dapat menimbulkan efek samping berbahaya. Itu sebabnya Anda diharuskan segera melakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk melakukan penanganan yang terbaik.

Umumnya pasien yang memang sudah terindentifikasi dengan cacing loa-loa di matanya akan disarankan dokter untuk meminum obat antihelmintik, seperti diethylcarbamazine. Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis dan cara penggunaannya. Selain itu tidak jarang pasien juga direkomendasikan untuk melakukan operasi pengangkatan cacing di mata.

Orang yang paling berisiko terkena loiasis adalah mereka yang tinggal di hutan hujan wilayah Afrika Barat, Tengah, dan India. Para traveler umumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi jika berada di daerah yang terkena wabah tersebut selama berbulan-bulan atau bahkan kurang dari sebulan. Untuk menghindarinya, ada baiknya saat berkunjung ke negara tersebut pastikan Anda rajin mengoleskan krim anti serangga pada seluruh bagian tubuh.

Tags: #cara mengobati bila cacing dimata anda #ciri ciri cacing dimata anda #leher sering terasa pegal #penyebab leher sering terasa pegal