Aksi Konyol Karyawan Restoran Taruh Rambut Kemaluan di Makanan Bikin Syok

113 views


Aksi tak senonoh seorang karyawan sebuah restoran kari cepat saji di Kota Fukuoka, Jepang, menjadi viral di media sosial.

Dia tertangkap kamera mencabut rambut kemaluannya dan melemparkannya ke piring makanan. Ulahnya memicu kemarahan di kalangan netizen.

Karyawan yang tak diketahui identitasnya itu sedang makan di ruang karyawan saat insiden tersebut terjadi.

Dia tiba-tiba memasukkan tangannya ke dalam celana dan mencabut rambut dari selangkangannya sebelum melemparkannya ke dalam nasi karinya.

Setelah itu dia menari tidak jelas sambil menyanyi. Salah satu liriknya berbunyi ‘Saya menambahkan bumbu’.

Makanan yang ‘dibumbui’ itu adalah miliknya sendiri, bukan yang akan disajikan kepada pelanggan.

Video tersebut sebenarnya dibagikan untuk ‘kalangan’ sendiri. Namun keburu bocor di media sosial hingga akhirnya viral di Twitter sekitar Mei lalu.

Ulah karyawan yang membuang rambut kemaluannya sendiri itu tentu saja mengundang kemarahan netizen. Meskipun makanan yang dibumbui itu miliknya sendiri.

Namun karena dia adalah seorang karyawan sebuah tempat makan, maka aksinya sudah pasti berdampak pada restoran dan pemiliknya.

Tidak lama setelah viral, seorang karyawan dari cabang restoran lain melaporkan kejadian itu ke kantor pusat.

Atas kejadian tersebut, pengelola mengeluarkan permintaan maaf dan menutup restoran pada hari yang sama.

Pihak restoran mengatakan mereka akan meningkatkan manajemen kebersihan dan berjanji untuk mendidik staf mereka.

“ Kami meminta maaf atas perilaku karyawan kami yang tidak higienis dan tidak pantas, yang menyebabkan pelanggan merasa tidak nyaman,” kata mereka.

Restoran juga mengatakan bahwa mereka telah memecat karyawan dalam video tersebut dan tidak akan mengesampingkan tindakan hukum atas rusaknya reputasi bisnis mereka.

Tugas Istri Dirumah itu Berat Lho, Sudahkah Beri Hiburan untuk Istri?

Menjadi suami yang mencari nafkah di era saat ini memang tidak mudah. Pun demikian, jangan mengira tugas istri itu ringan.

Tugas istri di rumah itu begitu berat, apalagi menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak. Di era sekarang ini harus pandai-pandai untuk menjaga dan mendidik anak agar tak terjerumus kepada pergaulan yang melanggar syariat agama. Juga tambah lagi suami biasanya rewel. Karen itu tentu saja istri butuh akan hiburan.
Kalau mau tahu bahwa memberikan hiburan itu penting, contohlah dan ambil suri tauladan dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Coba lihat dari hadits muttafaqun ‘alaih, ‘Aisyah berkata,

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari berada di pintu kamarku. Saat itu anak-anak Habasyah (dari Ethiopia) sedang bermain (perang-perangan) di masjid dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup-nutupi dengan kain rida’nya ketika aku melihat bagaimana mereka bermain.” (HR. Bukhari, no. 454; Muslim, no. 892, 17)

Lihat saja bagaimana sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat baik pada istrinya. Itu bukan maksud melarang Aisyah untuk menonton hiburan, namun itu adalah bentuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermain dengan Aisyah, menghibur istrinya. Beliau masih memberikan kesempatan pada Aisyah untuk melihat permainan anak Habasyah yang sedang bermain perang di masjid.

Berarti terbukti kan kalau Nabi berusaha memberikan istrinya hiburan. Rasullulah SAW bersabda;

“Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan.”
(HR. Ath-Thabarani)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah berkata;

“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, manfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib).”

Bayangkan, ganjaran melebihi pahala beriktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh. Betapa mulianya kita jika ikhlas walau hanya sekedar menemani orang lain berjalan-jalan.
Maka apalagi ikhlas itu dilakukan kepada istri anda sebagai orang yang paling berhak anda bahagiakan di dunia ini.
Rasullulah SAW bersabda;

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya.” (HR At-Thirmidzi)

Maka dahulukanlah istrimu dari pada teman-temanmu. Perhatikan keinginan dan temani istri dan anak-anakmu karena sebagaimana mereka adalah paling berhak mendapatkan kebaikan dari dirimu (suami). Wallahu A’lam.