Allahu Akbar! Baru Umur 2 Tahun Sudah Hafal 42 Surat Alquran

398 views


Saat anak-anak seumurnya masih belum bisa membaca, Ahmad Ziyyad dikarunia Allah SWT kemampuan untuk membaca Alquran

Dream – Baru-baru ini viral di media sosial seorang anak berusia 2 tahun yang bisa menghafal Alquran.

Bocah Malaysia bernama Ahmad Ziyyad Mohd Zahir itu memperlihatkan ketertarikan untuk menghafal Alquran sejak dia berusia 11 bulan.

Saat anak-anak seumurnya masih belum bisa membaca, Ahmad Ziyyad dikarunia Allah SWT kemampuan untuk membaca Alquran meski bacaannya tidak jelas.

Ibunya, Nurul Syahidah Lukman, mengatakan bahwa ayat-ayat Alquran menjadi penghibur sekaligus teman anaknya setiap bermain.

” Kami mulai mengetahui ketertarikan Ahmad Ziyyad untuk menghafal ayat Alquran sejak usia 11 bulan. Pada saat itu, kami melihat dia komat-kamit mengikuti saya membaca Alquran meski bacaannya tidak jelas,” kata wanita 27 tahun itu.

Kebiasaan yang dilakukan suaminya, Mohd Zahir Noor Sabri, ternyata memiliki efek nyata pada kemampuan Ahmad Ziyyad untuk menghafal 42 surat Alquran.

Ketika Ahmad Ziyyad masih dalam kandungan dia selalu diperdengarkan ayat-ayat suci Alquran hingga dia lahir.

” Kami tidak pernah memasang lagu lain selain ayat Alquran. Biar di rumah, di tempat kerja atau di dalam mobil,” ujar Sabri.

Merinding Dengar

Mengenai kemampuan Ahmad Ziyyad, Sabri mengatakan dia pernah menyuruhnya membaca halaman Muqaddam. Sabri terkejut dan terharu karena Ahmad Ziyyad bisa membacanya.

” Saya pernah menyuruhnya membuka halaman Muqaddam untuk dibaca. Saya langsung terharu karena dia bisa membacanya dengan benar,” kata pria 30 tahun tersebut.

Surat Alquran yang kerap menjadi pilihan Ahmad Ziyyad untuk dihafal adalah Surat Al-Waqiah, Surat Ar-Rahman, Surat Yaasin, Surat Al-Mulk dan Surat Al-Kahfi.

Menurut Shayidah, sekarang anak tunggalnya itu bisa membaca semua surat. Tapi masih perlu dibantu pada awal ayat tersebut. Setelah itu Ahmad Ziyyad yang akan meneruskannya sampai habis.

Syahidah dan Sabri mengatakan bahwa ayat-ayat Alquran juga merupakan ‘lagu’ pengantar tidur anaknya di malam hari.

======

Sering Tidur Dengan Kipas Angin Menyala? Fakta-fakta Ini Akan Membuat Anda Berpikir Ulang, Bahkan Bisa Jadi Menyesal

Banyak rumor yang mengatakan bahwa tidur dengan kipas angin menyala semalaman itu tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Bahkan ada pula yang mengatakan kalau menggunakan kipas angin dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan gangguan paru-paru.

Tapi benarkah dampak penggunaan kipas angin bisa seburuk itu?

Dilansir dari Bustle dan Live Science, memang benar ada beberapa dampak buruk yang ditimbulkan oleh penggunaan kipas angin.

1. Gangguan Pernapasan

Menurut pakar, kipas angin bisa memberikan efek gangguan pernapasan pada sebagian orang.

Kipas angin tanpa kita sadari dapat membantu mendorong serta menyebarkan debu dan serbuk halus yang ada di sekitar kamar Anda.

Apalagi jika kamar Anda memang dalam keadaan kotor dan berdebu.

Bagi orang-orang yang memiliki alergi debu, asma, atau memang sangat sensifti terhadap serbuk halus, ini akan sangat tidak nyaman.

Bisa jadi Anda akan bersin, terbangun dalam keadaan pilek atau hidung yang tidak nyaman, sinusitis serta mengalami gatal-gatal.

Namun jika Anda tidak memiliki asma atau alergi, efeknya tidak akan separah itu.

Pastikan ruangan Anda bersih dan rutin disapu untuk menghindari debu-debu menempel dan disebarkan oleh kipas.

2. Dehidrasi

Kipas angin juga dapat mendorong udara kering menyebar ke seluruh ruangan.

Apapun yang menyebabkan pergerakan udara cepat (termasuk kipas angin), dapat membuat mulut, hidung dan mata kita kering karena cairan tubuh bisa menguap.

Sebagian orang tidur dengan mata atau mulut terbuka tanpa sadar, dan ini menyebabkan kondisi tenggorokan sangat kering dan mata gatal di pagi hari.

Untuk itu, Anda harus banyak minum air putih baik sebelum tidur dan di pagi hari setelah bangun untuk menggantikan cairan tubuh.

Penggunaan kipas angin semalam suntuk tidak dianjurkan untuk Anda yang mengalami dua kondisi di atas.

Perlu Anda ingat, bersihkan kipas angin secara rutin dan singkirkan barang-barang kotor berdebu dari kamar Anda.

Sebaiknya juga Anda tidak mengatur daya putar kipas terlalu besar untuk meminimalkan risiko ini.

======

Sering Dikonsumsi Warga Pedesaan di Indonesia, Kelor Kini Disebut Pohon Ajaib di Amerika

Sering kali kita mendengar ungkapan “dunia tidak selebar daun kelor”. Memangnya seberapa lebarnya sih daun kelor itu?

Kita juga sering mendengar bahwa daun kelor dijadikan sebagai “alat” untuk “mematikan” orang yang mempunyai “kesaktian”.

The Guardian, dalam laporannya pada Minggu (7/1) kemarin, menyebut tanaman ini sebagai “miracle tree” alias “pohon ajaib”.

“(Pohon kelor) seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya, tumbuh dengan cepat dan tahan kekeringan, dengan benih yang dapat menjernihkan air, ini adalah sumber berharga di banyak tempat, yang oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB disebut sebagai ‘hasil panen bulan ini’,” tulisnya.

Seperti apa sih tanaman kelor, mungkin di antara kita banyak yang belum mengenalnya.

Tanaman bernama latin Moringa oleifera ini tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar.

Tumbuhan ini diduga asli dari kawasan barat pegunungan Himalaya dan India, kemudian menyebar hingga ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Di Jawa, kelor biasa tumbuh sampai pada ketinggian 300 m di atas permukaan laut.

Tanaman ini sanggup tumbuh di kawasan tropik yang lembap juga di daerah panas, bahkan tanah kering, karena tidak rakus “makan” pupuk (unsur hara).

Karenanya, kelor cocok sebagai tanaman “pioner” untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang. Di lahan kebun, tanaman kelor biasa digunakan sebagai pagar hidup.

Sosok batang pokoknya tidak lurus betul, melainkan sedikit membengkok dan bercabang, dan ini bermanfaat sebagai pohon pendukung untuk tanaman merambat, seperti sirih atau lada.

Cara menanamnya sangat mudah, hanya dengan menancapkan setekan batang atau menyemai bijinya yang sudah tua, akan tumbuh tanaman baru.

Kelor tergolong cepat besar alias bongsor. Tingginya bisa mencapai 3 m. Bila dibiarkan bisa mencapai 8 – 12 m.

Tanaman Multifungsi

Hampir setiap bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan, termasuk akarnya. Bisa sebagai bahan kertas, bahan kosmetik, bahan minyak pelumas, obat tradisional, dan sebagai sumber pangan.

Bunga kelor pun dapat dimasak, selain menyediakan nektar bagi lebah madu. Di masyarakat kita, daun, bunga, dan buah kelor muda biasanya dimasak sayur bobor atau sayur bening. Rasanya? Sedap, meski ada sedikit rasa pahitnya.

Di India, buah kelor dimasak kari dan diawetkan dalam kaleng untuk dijual di supermarket.

Menurut laporan Michael D. Benge, dari Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC, tahun 1987, daun kelor memiliki kadar vitamin A dan C yang cukup tinggi.

Selain itu, daun kelor juga dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe). Juga sumber fosfor yang baik. Buah mudanya berkadar air tinggi dan kandungan proteinnya tinggi.

Meskipun daun kelor mengandung zat besi tingkat tinggi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Federation of American Societies for Experimental Biology menemukan bahwa bioavailabilitasnya (jumlah yang memasuki sirkulasi tubuh) sangat rendah.

Sebenarnya, kandungan asam phytic-nya “nampaknya sangat menghambat penyerapan zat besi yang ada pada komponen makanan lainnya”.

Dari jurnal tersebut juga dikatakan bahwa kualitas anti-inflamasi dari ekstrak daun kelor, mungkin lebih manjur daripada madu dan kunyit.

Biji buahnya yang tua dan kering menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 25 – 40%. Komposisi asam lemaknya meliputi, asam oleat, asam linoleat, asam eiokosanoat, asam palmitat, asam stearat, asam arakhidat, dan lainnya.

Kalau daun dan buah mudanya dapat langsung disayur, biji kelor tua bisa untuk bahan baku pembuatan obat dan kosmetika.

Minyak pelumas yang digunakan oleh tukang arloji pun bisa diproduksi dari biji kelor.

Bukan hal baru bila daun kelor dimanfaatkan sebagai tanaman obat, seperti berikut ini pemanfaatannya.

  1. Mempercepat penyembuhan luka. Daun kelor ditumbuk halus lalu ditorehkan pada luka. Ini karena kelor mengandung semacam zat antibiotik.
  2. Penurun panas akibat demam. Daun kelor ditumbuh lalu digunakan sebagai obat kompres.
  3. Obat beri-beri dan bengkak. Daun kelor dicampur bersama kulit akar pepaya, kemudian dihaluskan, digunakan seabgai obat luar (bobok).
  4. Obat kulit. Daun kelor ditambah kapur sirih, bisa untuk penyakit kurap dan sejenisnya.
  5. Air rebusan akarnya konon ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, hingga obat kencing nanah. Juga pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  6. Daun kelor juga bisa dipakai untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, kencing manis, dan penyakit jantung.
  7. Sakit kepala dan rematik. Akar kelor secukupnya dicampur dengan air, kemudian ditumbuk hingga berbentuk pasa. Oleskan pada pelipis dan belakang telinga. Pada penderita rematik, oleskan pasta tersebut pada bagian yang terasa nyeri. Diborehkan 3x sehari.

Malahan, kalangan masyarakat tertentu memanfaatkan daun kelor untuk mengobati mata ayam yang terluka sehabis bertarung.

Satu-dua tetes getah kelor untuk mempercepat penyembuhan lukanya.

Bahkan, mata kambing yang belekan dan rabun pun bisa normal setelah ditetesi getah kelor yang berwarna kuning itu.

Menjernihkan Air

Seperti pernah dipublikasikan New Scientist (Desember 1983), biji kelor digunakan untuk menjernihkan air sungai keruh berlumpur di Sudan dan Peru. Biji kelor juga memiliki kemampuan antibakteri.

Bahkan Jurusan Teknik Lingkungan ITB dan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Samarinda pun menggunakannya untuk menjernihkan air permukaan (sungai, danau, kolam).

Biji kelor juga dimanfaatkan sebagai bahan koagulan (bioflokulan) dalam proses pengolahan limbah cair pabrik tekstil.

Biji kelor ini mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzilisothiocyanate, yang mampu mengabsorbsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam dalam air limbah atau air keruh.

Sekalipun air keruh kecokelatan penuh partikel lumpur bisa menjadi jernih dan layak dikonsumsi berkat biji kelor.

Meski aroma khas kelor masih terasa. Namun, dengan menambahkan butiran arang (sebaiknya dibungkus kain supaya tidak bertebaran) ke dalam bak penampungan air akan menyerap aroma langu kelor.

Menangkal Black Magic

Di sebagian kalangan masyarakat di Jawa, tanaman kelor sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah.

Ini dimaksudkan untuk membuang ajimat yang masih melekat pada jasadnya.

Manfaat lain dari tanaman kelor, masih menurut kepercayaan tertentu, bisa sebagai penangkal kekuatan magis, ilmu hitam atau guna-guna, serta ajimat kesaktian.

Caranya, cukup dengan mengibas-ibaskan setangkau daun kelor ke bagian muka korban. Atau air rendaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Konon, bersama bahan-bahan lain, seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan lainnya, kelor bisa dibuat bedak pupuk untuk sarana mengobati orang kurang waras.

Termasuk orang yang kesurupan akan kembali “waras”. Tidak percaya? Boleh-boleh saja kok…

Tags: #dampak sering tidur dengan kipas angin menyala #manfaat daun kelor bagi kesehatan #umur 2 tahun sudah hafal quran