Anak Pingsan di Lapangan saat Tugas, Ayah Rela Lakukan Ini Sampai Bisa Berdiri Lagi, Tanpa Alas Kaki


Kasih sayang orangtua sepanjang masa kembali terekam kamera.

Seorang ayah rela berpanas-panasan demi sang putra yang sedang bertugas.

Kejadian mengharukan terekam kamera ketika seorang ayah membantu putranya yang sedang bertugas.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Malaysia, Datuk Alexander Nanta Linggi, membagikan cerita tersebut.

Melalui laman Facebook, Alexander menceritakan kisah haru yang dilakukan seorang ayah.

Momen ini terjadi ketika seorang anak sedang bertugas dan baris di lapangan.

Melansir mStar, cuaca yang sangat panas membuat sang putra yang bernama Nik Mohamad Adhar Nik Ismadi ini tumbang.

Nik yang kala itu mendengar sambutan di Hari Penguatkuasa Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna (KPDNHEP) di Maktab Penjara Kajang, Selangor, tiba-tiba pingsan.

Pemuda yang merupakan anggota peleton Alpha ini tak kuat menopang tubuh lantaran cuaca yang sangat panas.

Tiba-tiba saja pandangannya kabur dan menghitam.

Tubuh Nik pun ambruk di tengah lapangan di antara teman-temannya yang berbaris dan berdiri tegak.

“Tiba-tiba penglihatan saya jadi kabur dan gelap. Saya mencoba untuk mempertahankan diri dengan duduk perlahan. Saat mencoba berbaring, tubuh saya lemas. Kepala sakit, pandangan menggelap dan telinga saya mendengung. Saya hanya bisa mendengar suara menteri dengan sayup-sayup,” ujar Nik, seperti TribunNewsmaker.com kutip dari mStar.

Saat hampir pingsan, pemuda yang bertugas sebagai anggota polisi di Tawau, Sabah, ini sayup-sayup mendengar suara teman-temannya memberikan semangat.

Masih dalam sikap sempurna, teman-teman menyemangati Nik agar bisa bangun lagi.

Banyak yang memberikan semangat, Nik tetap tak berdaya.

Ia bahkan tak mampu berdiri lagi setelah pingsan di tengah lapangan.

Tiba-tiba saja dari barisan tamu, tampak seorang pria paruh baya berlari ke tengah lapangan tanpa memakai alas kaki.

Laki-laki berusia senja tersebut membantu Nik untuk berdiri dari tumbangnya.

“Ketika saya jatuh untuk pertama kalinya, saya mendengar suara teman-teman memberikan semangat untuk bangun. Mengikuti aturan yang ada, anggota lain tidak boleh membantu rekan yang jatuh. Saat saya jatuh yang kedua kalinya, saya tidak sanggup untuk bangun,” beber Nik.

Ternyata sosok pria paruh baya berbaju pink tersebut merupakan orangtua Nik yang ia panggil dengan sebutan Abah.

“Setelah lama pingsan, akhirnya Abah datang menolong saya sampai saya sadarkan diri. Abah juga membantu berdiri, tapi saya tidak memiliki tenaga sehingga ambruk lagi untuk ketiga kalinya,” ujar Nik.

Tak membiarkan Nik jatuh lagi, Abah sampai ikut berdiri di tengah barisan.

Tangan Abah memeluk tubuh Nik seraya menyokongnya agar tak ambruk lagi.

“Saya sadar Abah datang membantu saya untuk berdiri seperti semula. Abah memeluk dan berbisik agar saya bangun. Terdengar tangisan saat Abah juga memberikan semangat untuk saya. Abah bantu memapah sampai saya benar-benar kuat berdiri tegak lagi,” papar Nik yang begitu terharu dengan apa yang dilakukan Abah.

Ternyata Abah yang memiliki nama asli Abdul Aziz Ya’acob tersebut bukanlah ayah kandung Nik.

Pria berusia 60 tahun ternyata paman Nik yang sudah dianggapnya seperti ayah sendiri.

Terlebih Abah lah yang sudah mengurus dan membesarkan Nik sejak berusia 3 bulan.

“Saya anak yatim piatu, Abah seseorang santai tapi ada kalanya dia serius. Saya memang sangat dekat dengannya dan juga mak, Rosmawati Ismail, meski mereka adalah paman dan bibi saya,” ujar Nik.

Pemuda berusia 22 tahun ini tak menyangka momen yang terekam kamera itu viral di media sosial.

“Saya tak menyangka momen itu jadi viral. Saya tahu setelah melihat di Facebook. Saya tahu kejadian ini viral setelah teman-teman membagikannya di WhatsApp,” lanjutnya.

Menutup ceritanya, Nik berpesan kepada semua agar menyayangi dan menghargai waktu bersama orangtua ketika mereka masih ada.

“Pesan saya, selagi masih ada ibu dan ayah, sanjunglah, sayangilah, jagalah, muliakanlah dan hargailah. Jika tak ada mereka, tiada pula kita di dunia ini. Jika kita durhaka kepada mereka, nerakalah tempat yang paling tepat untukmu,” pungkas Nik.

‘Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi Polisi’ Pesan Sopir Angkot Anaknya Dilantik Jadi Polisi, Cium Kaki Ayah

Harunya momen pemuda saat dilantik menjadi polisi dengan nilai terbaik.

Berasal dari keluarga kurang mampu, Andi Sonjaya bahagia bisa lulus polisi dengan nilai terbaik.

Andi Sonjaya diketahui merupakan anak seorang sopir angkot.

Pemuda yang baru saja dilantik menjadi Bintara Polri tahun 2022 di SPN Polda Jabar tak kuasa menahan tangis bahagianya, Kamis (7/7/2022).

Diketahui, Andi Sonjaya merupakan peserta didik yang menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi.

Pencapaian luar biasa ini tentu tak lepas dari peran orang tuanya.

Belakangan diketahui, ayah Andi Sonjaya adalah seorang sopir angkot.

Di momen pelantikan di SPN Polda Jabar, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, rasa bangga ayah Andi Sonjaya, Udin Sudrajat tampak terpancar di raut wajahnya.

Sebab tak terlintas di pikiran Udin Sudrajat sang anak nantinya akan menjadi polisi dan lulus dengan nilai terbaik.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube Polisi Jawa Barat, tampak Udin Sudrajat memeluk sang anak.

Momen semakin haru saat Andi Sonjaya bersujud dan mencium kaki sang ayah.

Dalam video tersebut Udin mengungkap rasa bangganya di hadapan Kapolda Jabar dan pejabat lainnya.

“Kami merasa bangga sekali anak sopir angkot bisa jadi polisi, pangkat brigadir. Jadi saya mohon maaf kalau campur aduk bicaranya, karena saya cuma sopir angkot jurusan Cadas-Elang,” ujar Udin dikutip dari YouTube Polisi Jawa Barat via Tribunsumsel, Jumat (8/7/2022).

“Kami merasa bangga ternyata anak sopir angkot bisa jadi polisi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Udin menceritkan jika dirinya dulu tidak lulus sekolah dasar.

Meski begitu, dirinya sangat bangga karena anaknya kini bisa menjadi polisi.

“Alhamdulillah saya nggak tamat SD, tidak mungkin jadi sopir angkot kalau saya sekolahnya tinggi. Tapi alhamdulillah anak saya sekarang jadi polisi,” ucap Udin.

Rupanya Andi Sonjaya merupakan anak sulung dari 8 bersaudara.

Menurut sang ayah, Andi Sonjaya adalah anaknya yang paling saleh.

Apalagi saat sang istri sakit, Andi Sonjaya lah yang merawat sampai akhirnya meninggal dunia.

“Selama sakit, Andi yang urus. Mungkin ini amal baik anak kami sampai akhirnya bisa jadi polisi,” bebernya.

Kemudian Udin mengungkap pesannya untuk sang anak yang kini jadi polisi.

Ia meminta agar anaknya bisa menjadi polisi yang baik dan mengabdi kepada masyarakat.

“Jangan memperkaya diri sendiri. Kalau mau kaya jangan jadi polisi, tapi jadi pengusaha saja,” pesannya.

Nasihat Udin untuk sang anak pun mendapat respons dan mendapat sorakan tepuk tangan.

Melihat momen tersebut, sejumlah tamu undangan tampak terharu.

Selain itu, video Andi Sonjaya dan sang ayah juga viral di media sosial.

Banyak yang ikut terharu dengan momen tersebut.

Tak sedikit yang teenyuh dengan pesan ayah Andi Sonjaya.