Anda Punya Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1992? Beruntung, Uang Langka Jenis Ini Dijual Seharga Alphard


Uang kertas perahu layar adalah uang yang hingga kini masih menjadi misteri. Banyak yang mengatakan ada cerita dibalik uang kertas pecahan 100 rupiah ini. Uang yang diburu oleh kolektor ini hingga kini masih diburu dan dicari.

Nah dalam artikel ini, akan dibahas tentang Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1992, yang menyimpan banyak misteri. Seperti diketahui, sejak pertama kali ditemukan, uang adalah alat tukar yang masih dipertahankan fungsinya hingga saat ini.

Bahkan sejak zaman dahulu, uang menjadi alat tukar menukar yang efektif karena memiliki nilai jelas dan mudah dalam penggunaannya. Yang pasti bisa dibilang uang kuno adalah salah satu jenis peninggalan sejarah.

Jadi tak jarang uang kuno ini memiliki harga mahal dan banyak diburu orang karena unik dan langka. Salah satu isu yang sempat heboh dibahas di kalangan pengguna internet adalah pecahan uang kertas 100 rupiah yang dikeluarkan pada tahun 1992.

Uang kertas pecahan 100 rupiah ini adalah nilai nominal uang kertas yang pernah dicetak dan beredar secara resmi di Indonesia. Uang dengan nominal Rp 100 diedarkan dan dicetak dengan beberapa emisi dan seri, antara lain tahun emisi 1977, 1984, dan 1992 (uang kertas).

Hingga tahun 2011 uang kertas 100 rupiah sudah tidak beredar lagi, sementara uang koin 100 rupiah masih beredar (tahun emisi 2001 dan 2016). Kini uang kertas pecahan 100 rupiah tersebut disebut-sebut menjadi buronan oleh para kolektor.

Seperti dikutip dari uanglama.com, kalangan numismatis Indonesia, uang ini dinamai “uang perahu layar” atau “uang kapal layar”.

Uang perahu layar yang dimaksud adalah Rp 100 tahun 1992. Uang tersebut bagian depannya memang bergambar sebuah kapal, tepatnya kapal phinisi asal Sulawesi.

Dalam bahasa Indonesia sesuai EYD, nama kapal tersebut menjadi Perahu Phinisi. Pada uang Rp 100 tahun 1992, tertulis “PERAHU PINISI”, tanpa “H”.

Ternyata Langka dan Mahal

Maraknya isu yang mengatakan bila uang 100 rupiah keluaran 1992 ini langka dan sulit dicari memang telah membuat para kolektor awam berlomba-lomba untuk mendapatkan pecahan uang tersebut.

Alhasil karena mengira akan menjadi sesuatu yang langka, uang 100 rupiah yang bertuliskan ‘Perahu layar’ pun menjadi sesuatu yang bernilai fantastis. Harga yang dijual di pasaran pun bisa mencapai ratusan juta hingga Milliaran, setara dengan Mobil Toyota Alphard.

Padahal pada kenyataannya beberapa orang bahkan bisa menemukan uang tersebut dengan mudah di masyarakat. Ketidaktahuan masyarakat mengenai hal ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi pihak-pihak atas isu yang telah berkembang.

Beberapa numismatis sendiri mengatakan bahwa uang 100 rupiah tahun 1992 dipatok dengan harga yang tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar Rp 5.000 untuk setiap lembar.

Sementara untuk uang 100 rupiah tahun 1992 pada cetakan pertama dijual lebih tinggi sekitar Rp 10.000 untuk setiap lembar.

Ciri yang biasa ditemukan pada cetakan pertama ditandai dengan tulisan “Perum Percetakan Uang RI IMP. 1992” di sudut bagian bawah. Dan hampir setiap numismatis berpengalaman mengetahui tentang hal tersebut.

Tahun Edar

Uang ini mulai diedarkan sejak 28 Desember 1992. Peredarannya berbarengan dengan Rp 500 tahun 1992 bergambar orangutan. Uang ini beredar cukup lama, yakni sampai tahun 2000.

Karena itu, pada uang ini terdapat berbagai cetakan tahun (1992–1996, 1999, 2000) yang menandakan waktu cetak ulangnya. Apa dan kenapa uang kertas tersebut bisa menarik perhatian masyarakat Indonesia?

Nah, berikut ini informasi mengenai misteri uang 100 rupiah tahun 1992 yang harus diketahui oleh para calon kolektor. Jika bicara soal pecahan uang 100 rupiah pada tahun 1992.

Maka sebutan ‘uang perahu layar’ memang kerap digunakan oleh para numismatika untuk menyebut pecahan uang tersebut. Dinamai begitu karena pada bagian muka uang tersebut memang tergambar sebuah kapal legendaris dari pulau Sulawesi, yaitu kapal Phinisi.

Uang kertas yang dipakai secara resmi sebagai alat tukar pada 28 Desember 1992 tersebut tertulis sebuah kata ‘Perahu Pinisi’ tepat di bawah gambar kapal. Penggunaan uang pecahan 100 rupiah ini memang cukup lama.

Sebelum akhirnya peredarannya ditarik pada tahun 2000 silam. Keberadaan uang ini memang sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Berbagai isu tentang uang pecahan 100 rupiah pada tahun 1992 ini terus bermunculan hingga membuat rasa penasaran masyarakat akan kebenarannya.

Uang 100 rupiah tahun 1992 sendiri kemudian diklaim sebagai barang langka yang sangat susah dicari. Hal tersebut yang akhirnya membuat banyak para kolektor yang ada di berbagai daerah di Indonesia seolah berlomba-lomba untuk memiliki uang tersebut.

Akibat isu yang berkembang di masyarakat. Ketertarikan para kolektor mata uang kuno pun memang semakin melonjak. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang untuk meraup keuntungan besar.

Salah satunya adalah dengan munculnya pecahan 100 rupiah tahun 1992 dengan tulisan ‘Perahu Layar’ pada bagian bawah kapal yang berada dipermukaan dengan harga yang cukup fantastis.

Hal tersebut tentu menjadi sebuah tanda tanya besar yang membuat kehebohan di masyarakat. Bank Indonesia sendiri sebagai pihak yang mengeluarkan uang pecahan 100 rupiah pada tahun 1992 hanya mengeluarkan uang kertas bertuliskan ‘Perahu Pinisi’.

Para numismatis berpengalaman sendiri lebih mengenal uang pecahan 100 rupiah pada tahun 1992 dengan tulisan ‘Perahu Pinisi’. Hal tersebut yang kemudian menjadi sebuah titik terang tentang peredaran uang 100 rupiah tahun 1992 yang asli.

Hanya saja karena isu tersebut telah bergulir cukup lama sehingga hingga saat ini pun masyarakat masih bisa menemukan uang 100 rupiah tahun 1992 dengan tulisan ‘Perahu Layar’.

Berapa Harganya?

Melansir, Sekarang sih uang kertas pecahan Rp 100 ini udah nggak beredar di pasar alias udah punah. Dari catatan, Bank Indonesia udah keluarkan surat keputusan pencabutan uang kertas tahun emisi 1992 ini waktu 2006.

Nah, kalo udah ditarik dari pasaran, kita masih bisa tukarkan uang itu ke Bank Indonesia sampai November 2016.

Sekarang, waktu penukaran udah lewat, uang kertas Rp 100 masih ada di pasar. Tapi, kali ini, harganya berbeda. Ada banyak kolektor barang-barang antik yang udah siap melepas uang kertas Rp 100 dengan harga selangit.

Gambar kapal phinisi yang sedang berlayar itu jadi daya tarik tersendiri. Makanya, nggak heran, ada banyak kolektor yang bela-belain kasih uang jutaan rupiah buat koleksi uang kertas Rp 100.

Bahkan, ada yang berani jual sampai jutaan rupiah. Untuk harga perlembarnya uang kertas pecahan seratus rupiah bergambarkan kapal layar tersebut dibisa di hargai Rp 600 ribu.

Namun ada juga sebagian dari kolektor yang menjualnya dengan harga Rp 800 ribu loh.

Nah, jika menurut pantauan team Sripoku.com, dari aplikasi penjualan onlien, uang kertas 100 rupiah tahun 992 ini banyak dijual orang dengan harga kisaran antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta!

Nah, agar kalian tidak terjebak, diatas tadi sudah dijelaskan misteri uang 100 rupiah tahun 1992 yang harus diketahui oleh para calon kolektor.

Kamu harus memiliki ketelitian serta sikap yang bijak agar tidak terjebak ke dalam mitos-mitos sesat yang bisa merugikan.

Mitos Dibalik Uang Kertas 100 Rupiah

Selain kekeliruan masyarakat mengenai tulisan ‘Perahu Layar’. Isu lain yang juga sudah sangat merebak dan hampir dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah mengenai isu benang pengaman yang terdapat pada uang 100 rupiah pada tahun 1992.

Masyarakat sendiri menganggap bahwa benang pengaman yang terdapat pada uang pecahan 100 rupiah pada tahun 1992 itu sebagai penanda uang asli yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Padahal pada kenyataannya uang 100 rupiah tahun 1992 yang asli tidak memiliki benang pengaman di dalamnya. Salah satu ciri yang menandakan bahwa uang 100 rupiah tahun 1992 tersebut asli adalah tanda air berlambang Garuda Pancasila yang terdapat dalam uang kertas tersebut.

Hanya saja karena isu mengenai benang pengaman ini telah beredar luas dan terus bergulir dari tahun ke tahun.

Sebagian besar masyarakat pun lebih percaya bahwa uang dengan benang pengaman tersebut adalah uang kertas yang asli. Bahkan Isu yang satu ini memang bisa membuat orang geleng-geleng kepala.

Pasalnya banyak juga masyarakat yang mempercayai bahwa uang 100 rupiah pada tahun 1992 dapat diubah menjadi pecahan 100 ribu rupiah dengan bantuan dukun atau paranormal.

Meskipun hal tersebut mustahil dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang percaya.

Diantara mereka bahkan tak sungkan membeli uang 100 rupiah tersebut dengan harga yang lebih tinggi karena termakan oleh isu yang tak jelas asal usulnya.

Hal tersebut tentu sangat membahayakan. Terlebih di Indonesia sendiri praktek perdukunan memang hal yang biasa dan kerap dimanfaatkan untuk sebuah tindakan kejahatan.

======

Fakta Seputar Penyebaran Hepatitis B di Indonesia

Angka penderita penyakit hepatitis B di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 7,1% dari seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 18 juta kasus. Kurangnya informasi tentang cara mencegah penularan penyakit ini merupakan salah satu penyebab angka kasus hepatitis B terus meningkat.

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus tersebut menyerang organ hati dan dapat memicu penyakit hepatitis B akut maupun kronis.

Semua orang memiliki risiko tertular hepatitis B, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B.

Cara Penularan Hepatitis B

Ada dua cara penularan hepatitis B, yaitu penularan vertikal dan horizontal. Penularan secara vertikal terjadi dari ibu hamil yang menderita penyakit hepatitis B kepada bayinya selama persalinan.

Sedangkan, penyebaran horizontal terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti air mani, cairan v*gina, darah, urine, tinja, dan air liur dari orang yang terinfeksi virus hepatitis B ke orang lain.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya penularan virus hepatitis B secara horizontal adalah:

  • Hubungan seksual berisiko, misalnya sering berganti pasangan seksual atau berhubungan s*ks tanpa kondom
  • Pemakaian jarum suntik tidak steril dan bergantian dengan orang lain, misalnya dalam pembuatan tato atau penggunaan narkoba dalam bentuk suntik
  • S*ks sesama jenis
  • Tinggal serumah dengan orang yang menderita hepatitis B
  • Tindakan medis tertentu, seperti cuci darah atau hemodialisa dan transfusi darah

Kurangnya informasi, pemahaman, dan langkah pencegahan infeksi hepatitis B merupakan salah satu alasan masih tingginya angka kasus penyakit hepatitis B di Indonesia.

Masih kurangnya cakupan vaksinasi hepatitis B serta terlambatnya diagnosis dan penanganan penyakit ini juga turut membuat penderita dengan mudahnya menularkan virus hepatitis B.

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengurangi angka kasus hepatitis B, pemerintah menganjurkan setiap orang untuk mendapatkan vaksin hepatitis B, baik orang dewasa maupun bayi baru lahir.

Cara Mencegah Penularan Hepatitis B

Melalui Kementerian Kesehatan, pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya guna menekan penyebaran hepatitis B, di antaranya gerakan imunisasi hepatitis B pada bayi sejak tahun 1997.

Mulai tahun 2010, pemerintah pun mulai gencar melakukan sosialisasi hepatitis B secara meluas pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia tanggal 28 Juli.

Upaya pencegahan pun dilakukan dengan membuat buku pedoman pengendalian hepatitis, poster, buku saku, serta seminar mengenai hepatitis di beberapa kota di Indonesia untuk petugas kesehatan dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil dan kelompok yang berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan, sebagai langkah pemotongan rantai penularan penyakit hepatitis B.

Upaya untuk menekan angka kasus dan penularan hepatitis B dapat dilakukan seluruh anggota masyarakat dengan mengikuti berberapa langkah berikut ini:

  • Lakukan vaksinasi hepatitis B.
  • Jalani perilaku s*ks aman dan sehat, yaitu dengan memakai kondom saat berhubungan int*m dan tidak berganti pasangan s*ksual.
  • Lakukan perawatan luka dengan baik dan tidak menyentuh cairan tubuh, seperti darah dan nanah secara langsung.
  • Hindari menghaluskan makanan dengan cara mengunyah dan memberikannya kepada bayi dari mulut ibu.
  • Hindari berbagi peralatan pribadi, seperti alat cukur, sikat gigi, dan handuk, bersama orang lain.
  • Pastikan jarum dalam keadaan steril untuk pengobatan, tindik telinga, atau pembuatan tato.
  • Gunakan sarung tangan ketika menyentuh atau membersihkan cairan tubuh dan benda milik penderita hepatitis B, misalnya perban luka, pembalut, handuk, atau sprei.
  • Bersihkan area yang terkena darah dengan cairan pembersih yang dicampur air.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Vaksin hepatitis B merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Vaksin ini bisa diberikan kepada bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan jadwal pemberian sebagai berikut:

Bayi

Vaksin hepatitis B untuk bayi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu paling lambat dalam waktu 12 jam setelah bayi dilahirkan dan ketika bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan.

Anak-anak

Untuk anak-anak yang sebelumnya telah mendapatkan vaksin hepatitis B, akan dilakukan vaksinasi ulang (booster) saat mereka berusia 18 bulan.

Remaja dan orang dewasa

Bagi remaja dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B, vaksin harus diberikan sebanyak 3 kali, dengan jarak antara dosis pertama dan kedua adalah 4 minggu, sedangkan jarak antar dosis pertama dan ketiga adalah 16 minggu.

Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Anda bisa mengunjungi fasilitas kesehatan, seperti klinik vaksinasi atau rumah sakit.

Jika Anda berisiko terkena hepatitis B atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, HIV, dan penyakit ginjal, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar pemeriksaan, penanganan, dan langkah pencegahan dapat dilakukan. Dengan demikian, angka kasus hepatitis B di Indonesia pun dapat ditekan.

Tags: #fakta seputar hepatitis B #uang langka seharga alphard