Antara “Cari Duit” Sama “Jaga Anak”, Pilih Mana? 1 Kata Pengusaha Sukses Ini Membangunkan Jutaan Orang Tua


Antara “Cari Duit” Sama “Jaga Anak”, Pilih Mana? 1 Kata Pengusaha Sukses Ini Membangunkan Jutaan Orang Tua

Pilih bawa anak atau pilih kerja? Banyak ibu, mama muda, atau calon mama pusing dengan pilihan ini.

3 tahun pertama memang sebaiknya dibawa sendiri karena masih terlalu kecil, namun dengan begitu pekerjaan pasti terkorbankan. Kalau kasih ke orang lain urus, takutnya anak jadi gak deket sama kita. Kalau dihadapkan dengan kondisi seperti ini, apa pilihanmu?

“Seberapa besar keberhasilan orang tua tidak bisa dibandingkan dengan keberhasilannya dalam mendidik anak!”

Mungkin kita merasa perlu bekerja keras demi memberi anak kita kehidupan yang lebih baik, tapi mungkin yang benar-benar dibutuhkan anak adalah ‘Anda ada untuknya’.

Apalagi mendidik anak tidak ada kata ‘nanti’, nanti sudah besar sulit untuk berubah, karena itu apa-apa harus ditanamkan sejak kecil. Semua anak terlahir sama. Namun, mengapa ada sebagian anak tumbuh besar menjadi baik, sebagian lagi menjadi rusak?

“Pendidikan orang tua” adalah kuncinya! Tidak peduli berapa banyak uang yang didapat, seberapa majunya usaha, kalau pendidikan anak tidak tepat, pasti akan datang penyesalan di masa depan.

Meski kita tidak usah menghabiskan seluruh waktu kita untuk mendidik anak, namun kita tidak boleh menelantarkan pendidikan anak hanya karena sibuk cari duit! (Disinilah mengapa orang tua yang kaya sukses, rata-rata anaknya rusak)

Pada masa anak-anak, mereka sangat mudah untuk ‘dibentuk’. Mereka seperti sumber air, aktif dan tak terkendali, namun sekali diarahkan, Anda bisa mengubah arusnya. Di luar sana, mengapa ada orang berguna, mengapa ada orang membuat perubahan, disitulah peran pendidikan.

Anak lahir ke dunia ini tidak bisa memilih orang tua mereka. Orang tualah yang melahirkan mereka ke dunia. Karena itu, selagi masih kecil, berikan pendidikan yang baik, cukup Anda sebagai orang tuanya menemani, itu adalah tanggung jawab yang paling penting. Ada orang bilang:

Anak itu seperti sebidang tanah,
Ditabur benih pemikiran akan memanen tindakan,
Ditabur benih tindakan akan memanen kebiasaan,
Ditabur benih kebiasaan akan memanen karakter,
Ditabur benih karakter akan memanen nasib!

Di Inggris ada satu keluarga yang semuanya keturunan profesor. Mulai dari kakek moyang adalah seorang filusuf terpelajar yang rajin dan tekun.

Cucunya ada 13 yang jadi kepala universitas, 100 yang jadi profesor, 80 jadi penulis, 60 lebih jadi dokter, 1 jadi duta besar, dan 20 lagi anggota parlemen.

Masih juga di Inggris, ada satu keluarga yang beda tapi sama. Mulai dari kakek moyangnya yang seorang penjudi dan pemabuk terkenal.

Akhirnya sebanyak 8 generasi keturunan keluarga tersebut, 300nya menjadi pengemis dan gelandangan, lebih dari 400 kecanduan alkohol kemudian cacat atau meninggal, 60 lebih jadi penipu dan pencuri, 7nya jadi pembunuh, satu keluarga tidak ada yang beres.

Anak kelak jadi orang seperti apa, semua tergantung pada pendidikan orang tua pada tahap awal pertumbuhan.

Anak adalah bayang-bayang orang tua, replika orang tua. Untuk membentuk karakter baik pada anak, orang tua harus menjadi contoh dan panutan yang baik. Baik buruknya perilaku anak adalah hasil ajaran orang tua.

Nasib anak berada di tangan orang tua. Kalau orang tua bisa menuntut diri sendiri untuk menjadi contoh yang baik bagi anak, berusaha membangun karakternya, secara aktif mengembangkan prospek masa depannya, itulah keberhasilan terbesar orang tua.

Keberhasilan karir tidak sepadan dengan keberhasilan dalam mendidik anak-anak menjadi orang hebat.

Selagi masih muda, jangan menganggap enteng pendidikan anak dengan alasan sibuk, karena di masa tua nanti, seberapa kaya atau berkuasa Anda, membesarkan anak yang gagal akan membuat Anda menyesal, tapi membesarkan anak yang sukses dan berbakti akan membuat Anda benar-benar bahagia!

======

Pantangan Makan Setelah Operasi

Menentukan hidangan yang akan Anda makan setelah operasi sebenarnya bukanlah sesuatu yang sulit, tapi memang harus lebih berhati-hati. Pasalnya, makanan yang Anda konsumsi dapat berdampak besar pada pemulihan dan seberapa cepat luka operasi Anda sembuh.

Setelah menjalani operasi, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan utuh atau segar, bukan makanan olahan. Hal ini karena makanan olahan cenderung memiliki kadar lemak, gula, garam, dan bahan kimia tambahan yang lebih tinggi, dengan serat dan vitamin jauh lebih sedikit daripada makanan utuh.

Memilih makanan yang tepat untuk dimakan setelah operasi tidak hanya bisa mempercepat pemulihan, tapi juga dapat mencegah munculnya komplikasi, seperti sembelit dan peningkatan gula darah.

Sebaliknya, jika Anda mengonsumsi makanan yang seharusnya dihindari setelah operasi, pemulihan pascaoperasi bisa berlangsung lebih lama dan risiko munculnya komplikasi pun akan lebih besar.

Makanan yang Dipantang Setelah Operasi

Pada hari-hari awal setelah operasi, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri khususnya jenis opioid untuk meringankan rasa nyeri di luka operasi. Namun, obat ini diketahui sering menimbulkan efek samping berupa sembelit.

Beberapa makanan memang dapat mencegah atau meredakan sembelit, tetapi ada juga yang justru membuat sembelit lebih mungkin terjadi atau bahkan memburuk. Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat menyebabkan sembelit dan perlu Anda hindari usai menjalani operasi:

  • Makanan kering dan diawetkan, seperti buah-buahan kering, dendeng, dan beberapa jenis keripik kentang
  • Makanan olahan, seperti kentang goreng
  • Susu dan produk olahan susu, seperti keju
  • Daging merah
  • Permen, kue kering, kembang gula, dan makanan manis lainnya

Pantangan Makan Setelah Operasi Pengangkatan Kantung Empedu

Setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu, misalnya karena batu empedu, Anda perlu membatasi atau menghindari makanan tinggi lemak, berminyak, dan olahan selama beberapa bulan. Hal ini karena makanan-makanan tersebut lebih sulit dicerna oleh tubuh.

Mengonsumsi makanan tinggi lemak, berminyak, dan olahan setelah kantung empedu diangkat dapat menyebabkan produksi gas berlebih. Akibatnya, Anda akan mengalami kembung, nyeri, dan diare.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang perlu Anda hindari usai menjalani operasi pengangkatan kantung empedu:

  • Daging berlemak, seperti sosis, daging babi, steak, daging domba, dan daging sapi utuh
  • Susu atau produk olahan susu, seperti yogurt, keju, mentega, dan es krim
  • Makanan olahan yang mengandung banyak lemak dan gula, seperti sereal manis, roti putih, makanan yang dimasak dengan minyak nabati, dan kue kering
  • Makanan atau minuman berkafein, seperti soda, kopi, dan teh
  • Minuman beralkohol

Pantangan Makanan Setelah Operasi Kolonoskopi

Untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi kolonoskopi, Anda perlu menghindari makanan pedas dan tinggi serat. Pasalnya, makanan-makanan ini sulit dicerna oleh tubuh dan dapat mengiritasi usus Anda.

Selain makanan pedas dan tinggi serat, Anda juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan berminyak karena dapat menyebabkan mual dan minuman berkarbonasi yang dapat membuat perut Anda terasa sakit dan kembung.

Beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari setelah menjalani prosedur kolonoskopi adalah:

  • Minuman beralkohol
  • Steak atau jenis daging yang keras
  • Roti gandum
  • Biskuit gandum utuh atau biskuit berbiji
  • Sayur mentah
  • Jagung
  • Kacang-kacangan
  • Beras merah
  • Buah dengan kulit
  • Buah kering, seperti kismis
  • Kelapa
  • Rempah-rempah, seperti bawang putih, kari, dan cabai merah
  • Makanan berbumbu kuat, seperti kari
  • Gorengan

Pantangan Makan Setelah Operasi Pemotongan Lambung

Usai menjalani operasi pemotongan lambung, Anda harus mengindari makanan dan minuman di bawah ini karena dapat menyebabkan nyeri, mual, atau muntah:

  • Roti
  • Minuman berkarbonasi
  • Sayur mentah
  • Sayuran berserat yang dimasak, seperti seledri, brokoli, jagung, atau kubis
  • Daging merah
  • Gorengan
  • Makanan yang sangat berbumbu atau pedas
  • Kacang dan biji-bijian
  • Berondong jagung (popcorn)
  • Makanan tinggi lemak dan gula, seperti jus buah kemasan dan permen

Jika Anda masih bingung untuk menentukan makanan yang akan Anda makan setelah operasi, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter. Selain menentukan makanan yang tepat, dokter juga akan menjelaskan upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi.

Tags: #cari duit atau jaga anak #pantangan makan setelah operasi