Apa Hukumnya Memotong Kuku dan Rambut Bagi Orang yang Berkurban? Ternyata Ini Penjelasan Bukan Haram


Bagaimana hukumnya memotong kuku dan rambut sebelum berkurban? Begini penjelasan Buya Yahya.

Sudah memasukku bulan dzulhijjah, ada banyak amalan sunnah yang bisa dikerjakan termasuk puasa.

Pada bulan ini juga umat muslim yang mampu wajib untuk berkurban.

Menjelang Idul Adha, umat muslim yang hendak berkurban mempersiapkan hewan yang akan dikurbankan.

Beberapa jenis hewan kurban yang diperbolehkan yakni unta, domba, kambing dan sapi.

Syarat hewan kurban juga harus sehat dan tidak cacat.

Agar nantinya hewan yang dikurbankan menjadi berkah dan menjadi ladang pahala bagi yang mengurbankannya.

Akan tteapi, di tengah euforia mengenai Hari Raya Kurban ini, ada sebuah larangan yang berkembang di masyarakat.

Larangan tersebut selalu tersebar di media sosial mengenai hukum memotong kuku dan rambut.

Apakah memotong kuku dan rambut untuk orang yang berkurban itu haram?

Larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang berkurban disebutkan di dalam hadits hadits shahih berikut ini.

Dinarasikan Umu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang memiliki ternak yang hendak disembelih sebagai kurban, jika telah masuk hilal Dzulhijah (masuknya tanggal satu Dzul Hijah), maka sekali-kali janganlah ia mencukur rambut (bulunya) dan memotong kukunya sedikitpun, sehingga ia menyembelihnya.

Lantas, apa hukumnya memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkurban? Benarkah haram?

Berikut ini penjelasan Buya Yahya mengenai hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkurban.

Hal ini sebagaimana dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Pembahasan mengenai hukum memotong kuku dan rambut sebelum berkurban ini berangkat dari pertanyaan berikut ini.

“Saya mendapatkan kiriman gambar melalui WA, di situ diterangkan bahwa ada aturan bagi orang yang akan berkurban yaitu dia tidak boleh memotong kuku dan rambutnya sejak masuk tanggal 1 bulan dzulhijjah hingga di waktu ia berkurban, benarkah ada aturan demikian?

Katanya ada juga di dalam hadits Nabi Muhammd Sholallahu’alaihiwasallam?,” tanya seorang jemaah.

“Masalah larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban, bagi orang yang haji sudah jelas di sana, selagi dia belum tahalul maka tidak diperkenankan memotong rambut dan kuku,” terang Buya Yahya.

Akan tetapi bagi orang yang tidak lagi haji dan ia ingin berkurban, bagaimana hukumnya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Di dalam hal ini ulama berbeda pendapat, karena anda di Indonesia, kami hadirkan mazhab Imam Syafi’i dan jumhur ulama.

Mengatakan bahwasanya kalau sudah masuk 10 dzulhijjah, kemudian salah satu dari kalian ingin menyembelih kurban, hendaknya jangan potong rambutnya, jangan potong kukunya.

Maka Buya Yahya mengatakan apabila tidak boleh memakai satu hadits saja, melainkan ada hadits yang lainnnya.

“Kesimpulannya para ulama mengatakan anda mazhab Imam Syafi’i, hukumnya menahan diri agar tidak memotong kuku dan memotong rambut bagi yang inginberkurban waktu masuk hari 1 dzulhijjah, hukumnya adalah sunnah, bukan wajib, bukan haram,” terang Buya Yahya.

Oleh sebab itu, dalam hal ini jika tidak dihadirkan tanpa penjelasan akan jadi masalah.

Misalnya anda menghadirkan selain mazhab Syafi’i dan mazhab jumhur.

Anda berkata: Kalau mau kurban jangn potong rambut, jangan potong kuku.

Mendengar hal ini tanpa penjelasan maka orang awam langsung ribut.

“Kalau anda di lingkungan yang mazhabnya mengatakan haram semua masyarakat ngerti yang demikian itu,” jelasnya.

“Sudahlah, ada yang mengatakan haram memotong rambut tapi tidak kena denda, berbeda waktu orang yang motong rambut waktu umraoh atau haji,” tambahnya.

Jadi kalau anda membagi bahwa yang mengatakan memotong rambut dan kuku adalag haram, maka tidak kena denda, hanya dosa saja.

“Tapi dalam jumhur ulama khususnya mazhab Imam Syafi’i memotong tidak haram, disunnahkan kita untuk tidak memotong kuku dan rambut,” ujar Buya Yahya.

Lantas, mengapa adanya anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut sebelum berkurban?

“Karena kalaua da orang yang menyembelih kurban itu akan dimerdekakan jasadnya dari api neraka, sehingga semakin banyak yang dimerdekakan,” terangnya.

“Biar rambutnya merdeka dulu, jangan dipotong dulu, kukunya jangan dipotong dulu, biar merdeka dulu,” sambungnya.

Maka demikianlah anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku sebelum berkurban.

Akan tetapi tidak haram apabila larangan tersebut dilanggar.

“Tidak wajib, sudah kukunya item tebel begitu mempertahankan, potong saja daripada orang makan sama anda jijik,” sambungnya.

Maka untuk menyikapi hal ini, Buya Yahya pun berpesan jika anda di sebuah masyarakat yang sudah mazhab tertentu, kalau anda ingin mendatangkan mazhab yang lain harus pakai keterangan, kalau tidak akan menjadi fitnah.

Biarpun secara ilmu adalah benar, tapi anda bikin gelisah orang.

“Jumhur ulama mengatakan sunnah, sebagian mengatakan wajib, anda terangkan jadi orang punya wawasan jangan disebar ke sana-kemari sehingga sekampung berantem, tidak mustahil itu bakalribut di suatu tempat, bijak di dalam memberikan fatwa itu penting,” tukasnya.

Tags: #bagi pengkurban #bagi yang ingin berkurban #dilarang potong kuku #dilarang potong rambut #potong kuku #potong rambut