Ashanty Blak-blakan Sebut Punya 3 Lemari Berisi Kostum Untuk Puaskan Sang Suami, Rela Diajak Hubungan Tiap Hari Demi Puaskan Anang Hermansyah


Jika menilik ke belakang, rumah tangga Anang Hermansyah dan Ashanty nampaknya jauh dari gosip miring, khususnya soal hadirnya orang ketiga.

Orang tua Arsy dan Arsya Hermansyah ini bahkan selalu tampak mesra di depan umum meski usia mereka tak lagi muda.

Belum lagi dengan perbedaan usia mereka yang terpaut cukup jauh di mana sang musisi berumur 15 tahun lebih tua ketimbang istrinya.

Usut punya usut, rahasia keharmonisan pasangan ini ternyata erat kaitannya dengan urusan ranjang.

Tak hanya itu, blak-blakan ungkap rahasianya dengan Anang, ternyata Ashanty sempat kewalahan.

Hal ini diungkapkan Ashanty pada YouTube Channel Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama beberapa waktu lalu.

“Dia maunya tiap hari Andhika,” teriak Ashanty kala membahas hubungan suami istri antara dirinya dan Anang Hermansyah.

“Lho, hubungan suami istri kalau setiap hari itu sehat,” kata Anang Hermansyah.

“Enggak. Yang sehat tuh seminggu tiga kali,” jawab ibu Aurel Hermansyah, Azriel Hermansyah, Arsy, dan Arsya ini.

“Itu namanya sakit. Itu udah nggak cinta lagi, nggak sayang lagi,” balas Anang Hermansyah.

Ashanty mengaku kadang-kadang heran dan berpikir apakah Anang Hermansyah meminum ramuan khusus.

“Dia kan orang Madura. Punya ramuan apa sih? Kita perempuan kan ada masa-masanya? Nggak setiap hari juga,” tutur Ashanty.

Bukan sekali, Ashanty blak-blakan bahas urusan ranjangnya dengan Anang Hermansyah.

Seperti baru-baru ini, Anang Hermansyah secara gamblang membongkar fantasinya bersama Ashanty saat melakukan hubungan intim.

Ashanty ternyata diam-diam memiliki dua lemari yang berisi ‘kostum’ khusus untuk melayani suaminya.

Hal itu dibeberkan langsung dalam segmen Teman Tidur di channel YouTube Ussy Andhika Official.

Wajah Ashanty pun sempat memerah kala Anang membahas hal itu.

Akhirnya Ashanty mengaku memiliki banyak kostum demi Anang Hermansyah.

“Aku tuh di rumah punya dua atau tiga lemari isinya kostum-kostum,” kata Ashanty kepada Andhika Pratama.

Terkadang saking banyaknya kostum yang dimilikinya, Ashanty sampai bingung memilih.

Dia kerap meminta bantuan Anang Hermansyah untuk memilih kostum yang cocok untuk mereka pada saat melakukan hubungan intim.

“Dia tuh kadang-kadang datang untuk milihin,” tandasnya.

Istri Wajib Baca : Sekalipun Pekerjaan Rumahtangga Amat Berat, Inilah Alasan Mengapa Istri Sebaiknya Tidak Mengeluh

Ini Alasan Mengapa Istri Sebaiknya Tidak Mengeluh Sekalipun Pekerjaan Rumahtangga Amat Berat

Pekerjaan rumah tangga bisa dibilang sebagai pekerjaan yang tidak terlihat. Ia baru terlihat justru ketika tidak dikerjakan, ya kan?

Dari mulai lantai yang berdebu, rumah berantakan, cucian kotor menumpuk, baju menggunung. Akan tetapi kalau dikerjakan, malah tidak akan terlihat, seolah-olah rumah tampak rapi dan bersih itu sudah kewajaran atau keharusan. Kalau rumah kotor ada saja yang protes.

Wajar jika banyak ibu rumah tangga dilanda stres, melihat pekerjaan yang terus-menerus ada, tak kunjung usai. Baju kotor setiap hari selalu ada, piring dan gelas kotor hampir tiap jam bertambah, lantai berdebu setidaknya pagi dan sore memanggil untuk disapu dan dipel. Belum lagi urusan masak di dapur. Belum lagi urusan anak.

Sedemikian banyaknya pekerjaan rumah tangga yang perlu dilakukan, akan tetapi wahai Istri, wahai Ibu, jangan sampai mengeluh pada selain Allah, karena apa yang Engkau lakukan adalah hal yang luar biasa.

Berikut ini beberapa alasan wanita untuk tidak mengeluh sekalipun pekerjaan rumah tangga dirasa amat berat:

1. Bentuk jihad ibu rumah tangga

“Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda : “ Brangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim surat Al Ahzab 33)

Wanita yang berkarir di luar rumah bisa jadi berjihad, bisa juga sebaliknya. Tergantung dalam konteks apa ia bekerja, apakah untuk menafkahi anak-anak karena suami telah meninggal? Berkontribusi pada umat karena keahliannya dibutuhkan? Atau sekadar untuk nambah uang jajan supaya bisa belanja dan jalan-jalan ke luar negeri?

Sedangkan ibu rumah tangga jihadnya jelas, mengurus anak di rumah, menjadi manajer di rumah, oleh sebab itu sekalipun amat melelahkan dan seolah tidak berujung, bahkan juga tidak bergaji, semoga Allah mencatat setiap pekerjaan rumah tangga yang kita lakukan sebagai ibadah bahkan jihad.

2. Lebih sesuai dengan sunah Rasulullah

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297).

Artinya, ibu rumah tangga yang rela berdiam diri di rumah bisa terhitung sedang beribadah karena mengikuti sunah Rasulullah yang menyatakan masjidnya para perempuan adalah berdiam diri di rumahnya.

3. Tidak menyelisihi fitrah perempuan

Perempuan yang tinggal di rumah in syaa Allah cenderung untuk tidak menyelisihi fitrahnya, yakni mengurus anak-anaknya. Sedangkan perempuan yang berkarir di luar harus ekstra memperhatikan tanggungjawab pekerjaan/ karirnya dengan keperluan anak-anaknya.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari 893 dan Muslim 1829).

4. Ganjarannya surga

Jika dijalankan dengan ikhlas, maka ganjaran yang paling pantas untuk para ibu rumah tangga adalah surga Allah, dan ia bisa memilih masuk dari pintu yang mana.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

Semoga bermanfaat, tetap semangat!

Sering Digunakan Sebagai Pembungkus Makanan, Siapa Sangka Kertas Nasi Ternyata Bisa Picu Penyakit Mem4tikan! Bah4yanya Gak Main-main

Kertas nasi alias kertas pembungkus makanan, percaya atau tidak faktanya berbahaya bagi kesehatan.

Padahal kertas nasi selalu kita temui di banyak warung makan, bahkan rumah makan untuk membungkus makanan.

Tapi tahukah Anda jika kertas berwarna cokelat tersebut ternyata mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan manusia.

Kertas nasi mengandung bisphenol A atau BPA, yang memiliki bahaya tersendiri bagi kesehatan tubuh.

Diketahui BPA sendiri sering digunakan sebagai bahan pembuat wadah atau pembungkus makanan bukan hanya dari plastik, tetapi juga kertas.

Terkait bahaya penggunaan kertas nasi ini juga sempat dipaparkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di website resminya.

Dimana Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lisman Suryanagara mengingatkan masyarakat supaya berhati-hati dengan kertas nasi.

Sebab menurut penelitiannya kertas nasi untuk membungkus makanan seperti untuk nasi goreng, nasi bungkus itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Penjelasan Ahli

Kemasan makanan berbahan dasar kertas yang paling lazim digunakan di Indonesia, ternyata masih banyak yang belum layak.

“Masih banyak ditemukan penggunaan kertas koran, kertas bekas cetakan, atau kertas daur ulang sebagai kemasan nasi kotak, nasi bungkus, gorengan, dan kotak martabak,” ungkap Lisman.

Hasil riset yang dilakukan LIPI menunjukan jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas nasi yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram.

Sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70-100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta-150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut.

“Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang memiliki nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,” ujar Lisman lagi.

Lebih lanjut, Lisman mengatakan bahwa zat-zat kimia tersebut berdampak negatif terhadap tubuh manusia dan dapat memicu berbagai penyakit.

Seperti kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, gangguan reproduksi, meningkatkan risiko asma, dan mutasi gen.

Kertas Cokelat Pembungkus Nasi Mengandung Racun

Ternyata kertas pembungkus nasi warna cokelat mengandung racun, diungkap pakar, efek ditimbulkan.

Peringatan bagi Anda yang doyan makan nasi bungkus.

Ternyata kemasannya beracun.

Jika membeli masakan di tempat makan, pembungkus yang kerap digunakan adalah kertas berwarna cokelat serta plastik transparan.

Dua hal ini memang lumrah digunakan sebagai pembungkus makanan.

Namun, pakar toksikologi kimia mengatakan kedua pembungkus tersebut mengandung racun terutama jika kita terpapar dalam jangka waktu yang lama.

“Kertas berwarna cokelat untuk pembungkus, biasanya bungkus nasi, dilapisi oleh sebuah lapisan plastik supaya tidak mudah bocor. Lapisan itulah yang berbahaya,” tutur Dr rer nat (doktor ilmu sains), Selasa (1/9/2019).

Senyawa yang terkandung di dalam plastik pelapis kertas cokelat itu, sebut Dr Budiawan, antara lain Bisphenol A dan Petalite.

“Petalite yang membuat plastik tersebut menjadi elastis,” tambahnya.

Kedua senyawa tersebut sebetulnya umum ditemukan.

Namun, lanjut Dr Budiawan, akan menjadi bahaya apabila senyawa-senyawa tersebut terlepas dari lapisan plastik.

Hal ini dipacu oleh jenis makanan yang dibungkus.

“Senyawa-senyawa tersebut akan dilepaskan jika makanan yang dibungkus bersuhu panas, bersifat asam, atau berlemak,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, efek yang dirasakan tubuh ketika terpapar senyawa-senyawa tersebut memang tidak langsung.

Butuh waktu 5-20 tahun sampai tubuh merasakan efek dari pembungkus berwarna cokelat tersebut jika dipakai rutin.

“Efek pada kesehatan memang jangka panjang. Efek kronisnya bisa menghambat kesuburan, bersifat karsinogenik (kanker), dan mutagenik (perubahan-perubahan pada gen manusia),” tambahnya mengatakan.

Sampai saat ini, belum banyak studi yang membuktikan bahwa kertas cokelat pembungkus makanan berdampak buruk terhadap kesehatan.

International Agency Research on Cancer memasukkan senyawa-senyawa karsinogenik dalam kategori 2 atau 3.

“Ada urutannya mulai dari 1A, 1B, 2A, 2B, dan 3. Tiga masih rendah, bukti-bukti ilmiahnya masih terbatas. Tetapi harus tetap diwaspadai.”

“Ini bukan hanya berlaku pada kertas cokelat, tapi juga pembungkus plastik lainnya,” lanjut dia.