Awas, 6 Makanan Ini Rentan Memicu Kanker Otak

470 views


Pada hari Sabtu (25/8) lalu, politikus asal Amerika Serikat, John McCain, meninggal dunia di kediamannya di Arizona.

Penyebab kematian pria kelahiran Panama ini adalah kanker otak jenis glioblastoma. Berkenaan dengan penyakitnya tersebut, John McCain pernah menjalani perawatan pada 2017 lalu.

Seperti pada umumnya kebanyakan kanker, penyebab kanker jenis ini juga belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab mengapa seseorang lebih rentan mengalami kanker otak jenis glioblastoma.

Faktor-faktor risiko tersebut seperti adanya mutasi genetik, adanya riwayat kanker otak dalam keluarga, usia tua dan paparan radiasi.

Sedangkan faktor makanan, biasanya merupakan pemicu terjadinya kanker otak. Meski ‘hanya’ berstatus sebagai pemicu, namun jenis-jenis makanan tertentu tidak bisa diabaikan begitu saja karena bahayanya sebagai pemicu kanker otak.

Makanan Pemicu Kanker Otak
Sebagai salah satu penyebab kematian di dunia, kanker jelas ditakuti masyarakat awam. Untuk melakukan pencegahan sejak dini, Anda perlu mengetahui apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko yang sudah dijelaskan di atas.

Selain itu Anda juga harus menjaga asupan makanan, karena beberapa jenis makanan rentan menjadi pemicu munculnya kanker otak.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang rentan memicu kanker otak:

1. Makanan yang Berjamur
Aflatoksin merupakan metabolit dari beberapa jenis jamur, salah satunya Aspergillus flavus. Jamur ini dapat menjadi parasit pada kacang, pohon kacang, dan biji-bijian.

Bahayanya, hewan yang makan biji-bijian yang mengandung jamur tersebut, dagingnya juga akan mengandung aflatoksin.

Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui yang mengonsumsi kacang yang mengandung aflatoksin, sehingga ASI yang mengandung jamur dapat masuk ke tubuh bayi.

Pada penelitian yang dilakukan oleh May Beth Terry dari Columbia University Mailman School of Public Health, konsumsi biji-bijian akan meningkatkan risiko tumor otak tipe glioma.

Penelitian yang dilakukan di laboratorium ini membuktikan aflatoksin dapat menyebabkan kanker hati pada tikus, hewan primata, dan ikan.

2. Alkohol
Konsumsi alkohol berhubungan dengan timbulnya beberapa jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker laring, kanker faring, kanker esofagus, kanker payudara, kanker hati, termasuk kanker otak.

Risiko kanker akan meningkat apabila dosis alkohol yang dikonsumsi semakin banyak, apalagi disertai konsumsi tembakau.

3. Daging dan Telur yang Terkontaminasi Limbah
Dioksin berhubungan dengan adanya kanker hati, kanker tiroid, kanker saluran cerna atas, kanker kulit, kanker paru, kanker otak dan limfoma non-Hodgkin’s.

Dioksin sebenarnya didapatkan dari sumber makanan yang terkontaminasi oleh limbah medis, limbah kota, peleburan logam, dan manufaktur kimia.

Zat ini larut dalam lemak, sehingga bisa ditemukan pada makanan yang mengandung lemak seperti daging dan produk peternakan lainnya seperti telur.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Terry, konsumsi telur akan meningkatkan risiko terkena kanker otak tipe glioma.

Sedangkan pada penelitian Saneei menyatakan konsumsi daging akan meningkatkan risiko tumor otak tipe glioma.

4. Ikan Asin dan Sayuran Terlalu Asin
Ikan asin mengandung N-nitrosodimethylamine dan komponen N-nitroso. Profesor Jiankun Hu dari University of New South Wales menyebutkan dalam studinya, konsumsi sayuran asin akan meningkatkan risiko kanker otak tipe glioma dan meningioma.

5. Makanan yang Dibakar Atau Diasap
Sebanyak 15 jenis hidrokarbon aromatik polisiklik dilapotkan memiliki efek karsinogenik, atau memicu kanker, termasuk diantaranya benz[a]anthracene dan benzo[b]fluoranthene.

Hidrokarbon aromatik polisiklik bisa didapatkan dari asap rokok, asap kebakaran, dan asap lainnya. Sumber makanan yang terkontaminasi hidrokarbon aromatik polisiklik diantaranya adalah makanan yang diasap dan dibakar.

Dalam jumlah kecil, hidrokarbon aromatik polisiklik juga ditemukan pada minyak, kopi, dan sosis. Penelitian pada hewan membuktikan, hidrokarbon aromatik polisiklik dapat memicu kanker lambung, paru, hati, rahim, kandung kemih, kulit, hingga otak.

6. Makanan yang Tercemar Udara
Biasanya makanan terkontaminasi oleh udara yang tercemar, seperti pada asap rokok, asap kebakaran, dan produksi asap pada industri akan lebih berisiko menyebabkan kanker otak.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran
Pemaparan di atas menunjukkan bahwa ada banyak makanan olahan (diasinkan atau diasap) serta makanan tercemar yang rentan memicu kanker. Oleh karena itu, sedapat mungkin perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran.

Terry menyebutkan pada penelitiannya, bahwa konsumsi sayuran berwarna kuning serta oranye, seperti pada labu dan wortel, akan menurunkan risiko terkena kanker otak tipe glioma.

Penelitian lain oleh Hu juga menyebutkan, konsumsi sayuran segar (khususnya Chinese cabbage dan bawang), ikan segar, dan buah juga menurunkan risiko Anda terkena kanker otak.

Berbagai jenis sayuran lain yang mengandung vitamin E, kalsium, dan vitamin C juga bisa Anda jadikan alternatif asupan sehat agar terhindar dari kanker otak, baik itu tipe glioma ataupun meningima.

Kanker otak yang merenggut jiwa politikus John McCain kini banyak diperbincangkan masyarakat. Untuk melakukan pencegahan sedini mungkin, Anda perlu mengenali faktor-faktor risiko penyakit ini.

Selain itu hindari sejumlah makanan yang menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Sebagai langkah antisipasi yang lebih pasti, periksakan diri ke dokter untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Inilah 10 Manfaat Bunga Pepaya yang Jarang Diketahui, Ternyata Sangat Bagus untuk Kesehatan

Manfaat pepaya cukup terkenal bagi orang Indonesia. Menariknya, manfaat tersebut tidak hanya datang dari buahnya saja tetapi juga dari akar, daun, getah, hingga bunga pepaya.

Nutrisi yang ada dalam bunga pepaya

Meskipun memiliki rasa yang cukup pahit. Namun dalam setiap 100 gram bunga ini terkandung beberapa nutrisi penting seperti:

  • Energi 45 kkal
  • Protein 2,6 gr
  • Lemak 0,3 gr
  • Karbohidrat8,1 gr
  • Kalsium 290 mg
  • Fosfor 113 mg
  • Zat besi 4,2 mg
  • Vitamin B1 0,01 mg
  • Vitamin C 23,3 mg

10 Manfaat bunga pepaya untuk tubuh

1. Melancarkan sistem pencernaan

Tanin dalam bunga pepaya dapat membantu organ pencernaan menjalankan fungsinya secara optimal. Kandungan inilah yang membuat bunga ini bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan.

2. Meningkatkan nafsu makan

Bila anak-anak kurang nafsu makan, tak ada salahnya bila Anda memanfaatkan bunga ini sebagai obat untuk mengembalikan nafsu makannya yang hilang. Cara ini telah banyak digunakan di beberapa negara di Asia termasuk Indonesia.

3. Menghilangkan radikal bebas

Bunga pepaya mengandung berbagai unsur antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh.

Seperti yang kita ketahui, radikal bebas dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis dan penyakit degeratif seperti serangan jantung, alzeimer, stroke, dan kanker.

4. Melancarkan sirkulasi darah

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka mengonsumsi bunga ini secara teratur bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan Anda. Zat di dalam bunga ini sangat berguna untuk mengatur sirkulasi darah di dalam tubuh dan membantu menormalkan kembali tekanan darah.

5. Mencegah kanker

Senyawa flavonoid dan antioksidan yang terkandung dalam bunga ini dapat berfungsi untuk menangkal dan mencegah masuknya radikal bebas dalam tubuh yang menjadi penyebab berbagai jenis kanker. Flavonoid dan antioksidan juga memiliki fungsi lain untuk menjaga stabilitas sistem kekebalan tubuh kita.

6. Mengobati diabetes

Bunga pepaya dipercaya membantu menurunkan kadar insulin dalam tubuh sebagai penyebab utama diabetes.

Meskipun belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa bunga pepaya dapat menyembuhkan diabetes. Namun zaman dahulu banyak orang yang mengonsumsi bunga ini untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh mereka.

Dilansir dari Dr Health Benefits, Dr. Shika Sharma seorang dokter di sebuah lembaga kesehatan juga menyetujui hal ini. Ia mengungkapkan bahwa memang bunga pepaya mengandung banyak vitamin dan elemen yang dapat berfungsi untuk menyembuhkan beberapa penyakit, termasuk diabetes.

Namun sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu bila Anda ingin memanfaatkan bunga ini sebagai obat diabetes.

7. Penurunan berat badan

Bunga ini mengandung serat, vitamin A, B dan C yang memadai, meski tidak sebanyak pada buahnya. Dengan berbagai kandungan ini, bunga pepaya memiliki manfaat untuk menurunkan dan mengontrol berat badan.

8. Menurunkan kolesterol

Kandungan folat dan antioksidan di dalam bunga ini yang dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kolesterol. Ketika Anda mengonsumsi bunga ini, kandungan folat dan antioksidan di dalamnya sangat bermanfaat untuk melawan kolesterol jahat.

9. Mencegah penyakit stroke

Bunga ini mengandung nutrisi yang bisa mencegahpenyumbatan pembuluh darah akibat sirkulasi darah yang buruk. Sehingga gejala stroke akibat penyumbatan pembuluh darah bisa dihindari.

10. Mencegah serangan jantung

Seperti dijelaskan sebelumnya, manfaat kesehatan bunga pepaya mengandung sejumlah zat yang dapat membantu sirkulasi darah. Secara lebih lanjut, hal ini dapat membantu jantung tetap sehat dan terjaga dari risiko serangan jantung.

Tags: #makanan memicu kanker otak #manfaat bunga pepaya bagi kesehatan #memicu kanker otak