Awas, Jangan Gunakan Nama Suami di Belakang Nama Istri , Dosanya Besar!

575 views


Mentang-mentang sudah menikah.

Seenaknya menggunakan nama suami di belakang nama istri.

Ingat, Ayahmu lebih berhak ditaruh namanya di belakang namamu daripada suamimu.

Seperti yang kita pahami bersama, nama bukan sekedar nama, ada makna yang terkandung di dalamnya.

Misalnya Nurjanah yang artinya cahaya surga, Sifa yang artinya obat, dan lain sebagainya. Selain itu, nama juga merupakan do’a. Jadi, kita sebagai orang tua jangan sampai salah memberi nama.

Ngomong-ngomong tentang nama, banyak sekali wanita muslimah yang setelah menikah, menisbatkan namanya dengan nama suaminya.

Misalnya begini, Aminah menikah dengan Ali, kemudian ia memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Aminah Ali. Bagaimana hukum Islam terkait penamaan ini?

Dalam ajaran Islam, hukum penamaan adalah hal yang sangat penting. Setiap pria ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “nama ayahnya” di belakang nama dirinya dan diharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya sendiri.

Karena dalam ajaran Islam, nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki tersebut.

Sehingga, tempat itu hanya boleh digunakan untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak kepada orang tua kandungnya.

Lain halnya dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang mana nama aslinya Hillary Diane Rodham. Istrinya mantan Presiden Barrack Obama: Michelle Obama yang mana nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain sebagainya.

Hadits yang digunakan sebagai landasan penamaan ini sangat shahih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah,” (HR. Muslim dlm al-Hajj (3327) dan Tirmidzi).

Jadi ingat ya, Ayahmu lebih berhak ditaruh namanya di belakang namamu daripada suamimu

Inilah ajaran dalam Islam yang sempurna, yaitu menisbatkan anak kepada ayah dan kakek-kakeknya yang sah.

Selain sabda Nabi diatas, berikut beberapa fatwa ulama terkait hal ini.

1. Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah

Pertanyaan:

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ :3 ﻗﺪ ﺷﺎﻉ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺒﻠﺪﺍﻥ ﻧﺴﺒﺔ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﺳﻢ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﺃﻭ ﻟﻘﺒﻪ، ﻓﻤﺜﻼ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﺯﻳﻨﺐ ﺯﻳﺪﺍ، ﻓﻬﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﻜﺘﺐ : ‏( ﺯﻳﻨﺐ ﺯﻳﺪ ‏) ، ﺃﻡ ﻫﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻀﺎﺭﺓ ﺍﻟﻐﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﺐ ﺍﺟﺘﻨﺎﺑﻬﺎ ﻭﺍﻟﺤﺬﺭ ﻣﻨﻬﺎ؟

 

Telah menyebar di sebagian negara, seorang wanita muslimah setelah menikah menisbatkan namanya dengan nama suaminya atau laqabnya (gelar suaminya).

Misalnya: Zainab menikah dengan Zaid, Apakah boleh baginya menuliskan namanya: Zainab Zaid? Ataukah hal tersebut merupakan budaya Barat yang harus dijauhi dan berhati-hati?

Jawaban:

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ :3 ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻧﺴﺒﺔ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺃﺑﻴﻪ، ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﺍﺩْﻋُﻮﻫُﻢْ ﻟِﺂﺑَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻫُﻮَ ﺃَﻗْﺴَﻂُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ { ‏( ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ ﺍﻵﻳﺔ 5 ‏) ﻭﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﻮﻋﻴﺪ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺍﻧﺘﺴﺐ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺃﺑﻴﻪ . ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻧﺴﺒﺔ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺇﻟﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﺟﺮﺕ ﺍﻟﻌﺎﺩﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ، ﻭﻣﻦ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ، ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .‏( ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺭﻗﻢ : 20 ، ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺭﻗﻢ : 379 ‏)

 

Artinya: Tidak boleh bagi seseorang menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya. Allah Ta’ala berfirman,

ﺍﺩْﻋُﻮﻫُﻢْ ﻟِﺂﺑَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻫُﻮَ ﺃَﻗْﺴَﻂُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ

 

Artinya: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah” (QS al-Ahzab: 5).

Sungguh terdapat ancaman yang keras bagi orang yang menisbatkan kepada selain ayahnya.

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang wanita menisbatkan dirinya kepada suaminya, sebagaimana kebiasaan pada kaum kuffar dan kaum muslimin yang menyerupai mereka (Fatwa no. 18147).

2. Fatwa Syaikh Ali Firkous

Syaikh Ali Firkous menjelaskan tidak diperbolehkan memanggil wanita(namanya atau nama lengkapnya) dengan (tambahan) selain nama bapaknya, beliau berkata:

ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯُ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺍﻟﻨﺴﺐُ ﺃﻥ ﻳُﻨْﺴَﺐَ ﺍﻟﻤﺮﺀُ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﻧﺴﺒﻪ ﺍﻷﺻﻠﻲ ﺃﻭ ﻳُﺪَّﻋَﻰ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺃﺑﻴﻪ

 

Artinya: Tidak boleh dalam hal nasab, seseorang menisbatkan kepada selain nasabnya yang asli atau dipanggil dengan selain nama ayahnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa apa yang berlaku secara adat maka berlaku pula secara syariat, sebab sudah merupakan hal yang ma’ruf (diketahui secara luas). Beliau berkata:

ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻣﻌﺮﻭﻓﺔ ﻣﻌﻬﻮﺩﺓ – ‏« ﻓﺈﻥّ ﻣﺎ ﻳﺠﺮﻱ ﺑﺎﻟﻌﺮﻑ ﻳﺠﺮﻱ ﺑﺎﻟﺸﺮﻉ ‏»

 

Artinya: “(Menambahkan nama di belakang) adalah suatu hal yang telah ma’ruf dan jelas dan berlaku kaidah apa yang berlaku secara adat maka berlaku secara syariat” (Fatwa Al-Mar’ah 555).

Demikianlah penjelasan ini, semoga bermanfaat.

Jangan Pernah Lakukan 4 Hal Ini Jika Anda Benar-benar Mencintai Istri Anda

Menjadi seorang istri ternyata bukanlah hal yang mudah. Beberapa suami terkadang menganggap peran dan fungsi seorang istri dalam rumah tangga berada pada peringkat kedua setelah peran suami.

Padahal sesungguuhnya, antara suami dan istri memiliki peranan yang seimbang dan sama pentingnya dalam mensejahterakan kehidupan keluarganya.

Bahkan ada saat peran seorang istri begitu besar dan luar biasa, yang semua suami di dunia ini pun tidak bisa menandinginya atau melakukannnya yaitu saat istri Anda mengandung, melahirkan dan merawat anak-anak Anda hingga dewasa.

Suami yang hebat dan benar-benar mencintai istrinya tentu tahu cara membuat bahagia sang istri.

Dewasa ini, banyak suami yang hanya menuntut istrinya untuk selalu bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga atau menjadi apa yang diinginkan oleh suami.

Tidak jarang, banyak suami menjadi sosok yang menakutkan dan menjengkelkan bagi istrinya sendiri. Mengapa demikian? Ternyata, istri adalah sosok yang peka dan sangat membutuhkan perhatian yang khusus dari suaminya.

Banyak hal positif yang dianjurkan untuk seorang suami lakukan kepada istrinya. Demikian juga banyak hal negatif yang tidak boleh dilakukan para suami kepada istrinya. Berikut adalah 4 hal yang jangan sampai Anda lakukan pada istri Anda :

1.Membandingkan istri Anda dengan wanita lain

Mana ada istri yang suka dibandingkan dengan wanita lain, apalagi orang yang menjadi perbandingannya memiliki kelebihan dan kemampuan yang lebih darinya? Biasanya, hal ini dilakukan oleh para suami untuk menasihati istrinya yang memiliki kelemahan pada suatu hal yang tidak disukai oleh suami, dengan cara menunjukkan terhadap wanita lain yang mampu melakukan hal tersebut dengan lebih baik.

Mungkin saja maksud suami adalah baik, tetapi cara ini ternyata dapat membuat istri Anda merasa tidak bisa diterima dengan sepenuhnya oleh Anda dan membuat perasaan istri Anda menjadi sedih, kecewa bahkan marah.

2.Melakukan kekerasan fisik

Suami adalah tempat perlindungan bagi istri setelah mereka memutuskan untuk menikah. Istri memiliki hak untuk dilindungi, dijaga dan disayang oleh suaminya. Jadi, apabila dalam hubungan Anda terjadi percekcokan atau perselisihan, Anda sebagai suami jangan sekali-kali memukul, melukai dan bersikap kasar pada istri Anda apapun alasannya.

Karena seorang pria cenderung akan melakukan kontak fisik ketika ia sedang emosi dan marah yang tidak lagi terkontrol.

3.Merendahkan dan meremehkan peran istri

Istri Anda adalah manusia biasa sama seperti Anda juga, yang terkadang tidak luput dari kekurangan atau kesalahan. Jangan pernah merendahkan atau mencela istri Anda oleh karena peran dan tugasnya yang menurut Anda tidak penting.

Konsekuensinya akan Anda terima sendiri jika istri Anda merasa Anda sudah tidak menghargai perannya lagi. Jangan heran, ketika istri Anda akan bersikap cuek dan seenaknya bahkan tidak melayani Anda dengan baik lagi ketika Anda merendahkannya. Ingat tanpa peran istri Anda, kehidupan rumah tangga Anda tidak lagi utuh sebagai mana biasanya.

4.Membiarkan istri Anda menjadi “pembantu”

Walaupun fungsi dan tugas seorang istri adalah mengurus dan mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga tetap jangan biarkan istri Anda melakukannya tanpa henti. Istri Anda bukanlah pembantu. Istri hanya membantu untuk memberikan kenyamanan dalam rumah. Untuk itu, berilah waktu istirahat dan ruang pada istri untuk melakukan apa yang menjadi kesenangannya tanpa gangguan dari siapapun.

Menyisihkan sedikit waktu untuk refresing akan membuat stres menjadi berkurang. Menuntaskan sederet pekerjaan rumah yang menumpuk secara terus-terusan akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental istri. Dampaknya akan buruk juga bagi perkembangan anak-anak Anda.

Jadilah suami yang baik dan penuh kasih sayang dengan menghargai istri Anda dan bersikaplah sebagai pria sejati untuk istri Anda. Kabahagiaan istri Anda akan menciptakan kebahagiaan seiisi rumah Anda.

Tags: #bukti anda benar-benar mencintai istri anda #dilarang menggunakan nama suami #mengunakan nama suami dibelakang nama istri