Bagi Istri Yang ‘Minta’ Duluan Akan Diampuni Dosa Lalu dan yang akan Datang, Begini Penjelasannya


Sering sekali istri mengeluh merasa canggung saat menginginkan atau meminta terlebih dahulu kepada suaminya untuk berhubungan Intim.

sebenarnya boleh-boleh saja dan tidak ada larangan, mungkin di benak istri ada rasa malu atau gengsi yang teramat besar untuk memulai.

Padahal meminta dahulu kepada suami bisa mendapatkan pahala yang besar loh, tak percaya..?

Di balik rahasia istri meminta duluan kepada suaminya adalah Dosa yang pernah dilakukan dulu dan yang akan datang akan diampuni.

Seperti di dikutip Jurnal Garut dari Hadist Syekh M Nawawi Banten, Uqudul Lujain Fi Bayani Huquiz Zaujain Nabi Muhammad SAW, berpesan kepada putrinya Siti Fatimah RA “Wahai Fatimah, tiada seorang perempuan yang menyiapkan diri untuk suaminya dengan senang hati kecuali seorang (malaikat) menyeru dari langit: ‘mulailah beraksi’ niscaya Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang kemudian”.

Sementara itu, dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunii Salafiyah, disebutkan seorang istri yang meminta hajat atau berjima lebih dulu kepada suaminya, maka akan mendapat fadhilah atau kemuliaan sebagaimana di kitab Adabun Nisa’ karya Abdul Malik bin Habib (Abu Marwan) Al-Qurthubi:

Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka:

[1] Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka;

[2] memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh;

[3] dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan;

[4] diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di Surga.

Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka malaikat dari bawah ‘Arsy memanggilnya, “Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami)

[1] Maka Allah akan mengampuni untukmu dari dosamu yang telah lalu dan yang akan datang

[2] Dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan seratus budak

[3] Dan mencatat untuknya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan.

Dengan kutipan hadist diatas, betapa besar pahala dan ampunan Allah kepada istri yang secara suka hati minta di jimak oleh sang suami.

Maka mulai sekarang sebagai seorang istri anda tidak perlu sungkan atau canggung untuk meminta kepada suami. Apalagi itu juga merupakan kewajiban suami untuk memenuhi nafkah batin istri. ***

Doa ini Sangat Penting Agar Anak Mendapat Perlindungan Allah

Anak adalah harapan orangtua.

Buah hati bagi orangtua menjadi perhiasan hidup sekaligus harapan. Anak merupakan anugerah dari Allah untuk para orangtua.

Tentu semua orangtua ingin buah hati tumbuh menjadi pribadi baik dan membanggakan. Tidak sedikit pula berharap anak-anaknya berkembang dengan kesalehan.

Demikian pula, tentu tidak ada orangtua yang berharap hal-hal buruk terjadi pada anak-anaknya. Secara naluriah, para orangtua akan berbuat yang terbaik untuk harta mereka yang paling berharga itu.

Di sisi lain, anak juga bisa menjadi jembatan bagi orangtua mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Karena itulah, sangat disarankan para orangtua memberikan didikan terbaik kepada si kecil.

Selain itu, dianjurkan memohonkan perlindungan agar buah hati selalu dijaga Allah SWT.

Allahumma barikliy fi awladiy wa la tadlurrahum wa waffiqhum li tho’atika war zuqniy birrahum.

Artinya,

” Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau celakakan mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka.”

Barang Hilang Bikin Senewen, Baca Doa Ini

Salah satu hal yang mungkin pernah kita alami dan membuat jengkel adalah ketika barang yang dibutuhkan hilang entah kemana. Di saat keadaanmendesak, biasa kita akan dibuat senewen alias emosi.

Penyebab batang menghilang bisa dikarenakan kesalahan kita atau sebab kejahatan seperti pencurian atau perampokan. Apapun alasannya, tetap saja bisa bikin kita marah-marah. Apalagi jika barang hilang itu tergolong berharga. Bisa bikin pikiran kita kacau balau.

Setiap orang punya ekspresi berbeda saat kehilangan barang. Ada yang tenang namun tidak sedikit yang sampai mengamuk.

Nah, buat kamu yang mengalami ini, kendalikan emosi dan memohon kepada Allah agar barang tersebut kembali atau diganti dengan lebih baik.

Allahumma ya jami’an nasi liyaumin la raiba fîh, ijma’ baini wa baina dlallati fî khairin wa ‘afiyah.

Artinya,

” Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah.”

Doa Agar Si Kecil Terlindungi dari Segala Gangguan, Termasuk Setan

Sifat polos melekat pada diri setiap anak kecil. Mereka pun tak bisa melidungi diri dari berbagai macam gangguan karena sifat tersebut.

Karena itulah, bahaya sebenarnya cukup banyak mengintai buah hati. Baik itu bahaya secara fisik maupun batin. Bisa juga bahaya yang dilakukan sendiri maupun akibat insiden kecil.

Bahaya fisik seperti potensi kejahatan manusia bisa mengancam seorang anak kecil. Seperti gertakan, kekerasan, maupun penculikan.

Sedangkan bahaya batin contohnya gangguan dari makhluk halus. Seperti fenomena ‘sawanen’ yang masih diyakini sebagian masyarakat.

Untuk memberikan perlindungan kepada buah hati kita, dianjurkan membaca doa ini. Doa ini dapat menjadi benteng yang melindungi si kecil dari gangguan.

U’idzuka bikalimatillahit tammati kulli syaithonin wa hammatin wa min kulli ‘ainil lammatin.

Artinya,

” Aku lindungi kamu dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan setiap setan, setiap binatang, dan dari setiap mata jahat.”

8 Tips Menahan Emosi dan Amarah dari Rasulullah SAW

Main hakim sendiri merupakan contoh bahwa masih banyak orang yang gagal mengendalikan kemarahan.

Main hakim sendiri merupakan contoh bahwa masih banyak orang yang gagal mengendalikan kemarahan. Jika kita amati, banyak juga peristiwa yang merupakan konsekuensi sosial dan menyedihkan yang berawal dari kemarahan tidak terkendali.

Ibnul Qayyim r.a berkata, “Kemarahan itu membinasakan. Dia mampu merusak akal sebagaimana khamar mampu menghilangkan kesadaran.”

Kemampuan yang baik untuk mengendalikan emosi sangatlah penting dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Kegagalan mengendalikan emosi bisa berakibat sangat fatal dan berpotensi menimbulkan konsekuensi yang tidak ringan bahkan jangka panjang.

Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang mampu menahan emosi. Lalu bagaimana pengelolaan emosi menurut Rasulullah saw. Dilasir Islami.co, berikut tips mengatasi emosi dari Rasul SAW:

1. Memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca ta’awudz

“A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim”

Artinya: Saya berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

2. Tenang dan diam

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)

3. Merubah posisi dan mengambil wudhu

Dari Abu Dzarr RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)

4. Mengingat janji Allah

Salah satu hadis yang menggambarkan pahala besar bagi yang mampu mengendalikan amarah antara lain:

“Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya.” [HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah]

Hadis ini bisa dijadikan pengingat akan janji Allah SWT kepada orang yang berhasil menahan amarahnya.

5. Mengingat Sunnah

Anas bin Malik RA. mengisahkan sebuah peristiwa dari kehidupan Rasulullah SAW.

“Aku menyertai Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan. Beliau mengenakan jubah buatan Najran yang ujung-ujungnya tebal. Tiba-tiba, seorang badui mendekatinya seraya menarik jubbah itu keras sekali. Aku sempat melihat kulit pundak Nabi tergores oleh ujung jubah yang ditarik dengan sangat keras itu. Laki-laki pedalaman Badui ini bertutur dengan nada yang kasar, “Wahai Muhammad, perintahkanlah orang-orangmu untuk memberikan harta Allah Ta’ala yang ada di tanganmu kepadaku!” Rasulullah SAW hanya melirik kepadanya dan tersenyum. Setelah itu, beliau pun menyuruh sahabatnya memberikan harta yang diminta oleh laki-laki Badui itu.”

6. Mengingat konsekuensi dari marah yang tidak terkendali.

Kemarahan seperti racun. Dalam beberapa menit itu dapat menghancurkan segala yang dimiliki oleh seorang manusia; pernikahan, persaudaraan, dan persahabatan. Bahkan dapat menyebabkan pertumpahan darah. Begitu banyak kejadian kriminal yang disebarluaskan oleh media, yang ternyata setelah diusut oleh pihak berwajib, bersumber dari kemarahan sesaat.

7. Mengingat bahwa Allah lebih kuat dari kita.

Abu Mas’ud al-Badri RA. pernah mengisahkan:

“Aku pernah memukul budak lelakiku. Kemudian aku mendengar suara dari belakang yang berbunyi, “Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud,” aku tidak menyadari suara itu karena larut dalam emosi. Tatkala orang itu mendekat, ternyata suara itu adalah suara Rasulullah. Maka cambukku terjatuh dari tanganku karena kewibawaan beliau. Kemudian Beliau berkata:

“Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud. Sesungguhnya Allah lebih mampu menghukum-mu, daripada dirimu terhadap budak lelaki itu”. Ia kemudian berkata, “Setelah itu, aku tidak pernah memukul seorang budak pun”. (HR Muslim)

8. Berdoa.

Doa adalah senjata bagi Muslim, dan kita bisa menjumpai rangkaian doa-doa yang indah salah satunya untuk perlindungan dari kemarahan yang sia-sia

Tags: #akan diampuni dosa yang akan datang #doa agar anak mendapat perlindungan dari Allah #istri minta duluan #menahan amarah #menahan emosi #tips menahan amarah #tips menahan emosi