Bareskrim Setop Penyidikan Terhadap Putra Siregar, Kubu Juragan 99 Bereaksi Begini


Pasangan suami istri Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari merespons penyetopan penyidikan yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap dugaan pelanggaran merek oleh Putra Siregar.

Menurut kuasa hukum Gilang dan Shandy, Arman Haris, pihaknya masih belum menerima laporan penghentian penyidikan dari Bareskrim.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi apakah perkara itu dihentikan,” ujar Arman kepada wartawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (22/3).

Menurut Arman, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dia terima, laporan dari istri Juraran 99 itu masih diusut Bareskrim Polri.

“Sampai saat ini belum ada berita bahwa kepastian hukum mengenai penghentian,” ujar Arman.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan laporan Shandy Purnamasari terhadap Putra Siregar dihentikan, 16 Maret 2022 lalu.

Pemberhentian itu dilakukan karena kurangnya alat bukti atas laporan tersebut.

Shandy sebelumnya melaporkan Putra Siregar di Bareskrim Polri terkait merek dagang PS Glow.

Laporan tersebut teregistrasi dalam nomor polisi LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri pertanggal 13 Agustus 2022.

Kronologi Shandy Purnamasari Istri Juragan 99 Laporkan Putra Siregar hingga Laporannya Dihentikan

Pasangan crazy rich Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari melaporkan pengusaha Putra Siregar sejak 13 Agustus 2021.

Shandy Purnamasari sebagai pelapor dan Gilang sebagai saksi.

Terkait kasus pelaporan itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko lantas memberikan penjelasan.

Dikatakan keduanya juga melaporkan perusahaan PT Ps Glow dan PT Eka Jaya.

Pihak kepolisian lantas melakukan penyelidikan dan naik ke penyidikan, akhir September 2021.’

“Kemudian dilakukan penyelidikan oleh Dittpideksus Bareskrim.”

“Kasus naik sidik tanggal 29 September 2021,” terang Gatot, Selasa (22/3/2022).

Gatot menerangkan, Putra Siregar sempat mengajukan penerbitan sertifikat merek PS Glow.

Hasilnya, permohonan tersebut diterima Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Penerbitan merek tersebut tertanggal 20 Desember 2021, usai Putra Siregar mengajukan banding.

“Ditemukan fakta putusan komisi banding merek Ditjen KI Kemenkumham,” kata Gatot.

“Yang memutuskan menerima permohonan banding Putra Siregar.”

“Dan memerintahkan Dirjen KI Kemenkumham menerbitkan sertifikat merek PS Glow,” tuturnya.

Pihak kepolisian mendapatkan petikan keputusan komisi banding itu, pada akhir Januari 2022.

Gatot menjelaskan, pihaknya kemudian meminta pendapat dari para ahli.

Pada pertengahan Maret 2022, dilakukan gelar perkara atas laporan Gilang dan Shandy.

Akan tetapi, kasus ini akhirnya diberhentikan, pada 16 Maret 2022 kemarin.

Menurut Gatot, penyidikan berhenti karena laporan Gilang dan Shandy dinilai tak cukup bukti.

Pun pihak kepolisian kini tengah melengkapi berkas-berkas untuk penghentian penyidikan.

“Dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti penyidikan dihentikan.”

“Saat ini sedang melengkapi administrasi penghentian penyidikan,” tambah Gatot.

Diberitakan Kompas, yang melaporkan Putra Siregar ternyata adalah istri Juragan 99, Shandy.

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Gilang berstatus sebagai saksi.

Putra Siregar dilaporkan atas dugaan pelanggaran pidana penipuan dan merek dagang.

“Saudara GP dalam laporan polisi yang dilaporkan bulan Agustus 2021 sebagai saksi,” jelas Ramadhan.

Putra Siregar diduga melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 Ayat 1, 2 dan Pasal 102.

Kemudian kejahatan terkait rahasia dagang Pasal 17 juncto Pasal 13 dan Pasal 14.

Serta penipuan/perbuatan curang UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP dan Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

Sebelumnya sempat beredar kabar Juragan 99-lah yang dilaporkan oleh pihak Putra Siregar.

Namun akhirnya pihak kepolisian meralat informasi tersebut.

Sosok Juragan 99

Dikutip dari TribunnewsWiki, Juragan 99 juga sering disebut sebagai crazy rich Malang.

Ia merupakan kelahiran Probolinggo, Jawa Timur pada 4 Mei 1989.

Perjalanan kariernya hingga kini selalu menjadi sorotan publik.

Lantaran suami Shandy itu mengawali kariernya dengan menjalankan usaha cuci motor.

Sejak saat itu, bisnisnya mulai berkembang hingga usaha cuci mobil.

Kini, Gilang dan Shandy memiliki bisnis di berbagai bidang.

Seperti Juragan 99 Trans yang bergerak di bidang transportasi darat.

Kemudian ada bidang kecantikan, yakni MS Glow yang meledak di pasaran.

Alasan Shandy Purnamasari Laporkan Putra Siregar terkait Bisnis Kosmetik yang Digelutinya

Sesama crazy rich di dunia bisnis, Shandy Purnamasari melaporkan Putra Siregar.

Shandy Purnamasari selaku pemilik bisnis kosmetik MS Glow melaporkan Putra Siregar yang juga memiliki bisnis kosmetik PS Glow.

Shandy Purnamasari mengaku melaporkan brand tersebut atas dugaan adanga penjiplakan sehingga membuatnya mengalami kerugian.

“Yang kita laporkan adalah penjiplakan dan kerugiannya imaterial dan material,” ujar Shandy Purnamasari di kawasan Pancoran, Selasa (22/3/2022).

“Jadi penjiplakan bisa dicek jugalah, pokoknya tentang penjiplakan brand,” bebernya.

Soal laporan yang dikabarkan dihentikan, Arman Hanis selaku kuasa hukum Shandy Purnamasari menuturkan pihaknya belum dapat pemberitahuan.

“Mengenai laporan mba Shandy selaku pelapor yang melaporkan PS Glow dan Putra Siregar itu sampai saat ini belum mendapatkan informasi apakah perkara itu dihentikan sesuai dengan perintah yang ada ataupun perkara itu masih berjalan,” terang Arman Hanis.

“SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) belum kami terima atau mba Shandy sebagai pelapor. Sampai saat ini belum ada soal kepastian hukum diberhentikan atau tidak,” tutur Arman.

Sekedar informasi, sempat beredar informasi dari Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko bahwa laporan Shandy dihentikan karena tak cukup bukti.

Meski begitu pihak Shandy mengklaim bahwa pemberitahuan soal penghentian penyelidikan belum diinformasikan padanya.

Bareskrim Ternyata Sudah Hentikan Pelaporan Juragan 99 Terhadap Putra Siregar: ‘Tak Cukup Bukti’

Polisi mengungkap fakta baru soal laporan Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 terhadap bos ponsel Putra Siregar.

Diberitakan sebelumnya, Juragan 99 dan sang istri, Shandy Purnamasari sempat melaporkan Putra Siregar ke Bareskrim Polri pada 13 Agustus 2021 lalu.

Kemudian dilakukan penyelidikan oleh Dittpideksus Bareskrim dan kasus naik sidik tanggal 29 September 2021.

Namun, menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko, kasus itu sudah disetop sejak 16 Maret 2022.

Sebelum dihentikan, Putra Siregar mengajukan penerbitan sertifikat merk PS Glow kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Hasilnya, permohonan itu pun diterima.

“Ditemukan fakta putusan komisi banding merk Ditjen KI Kemenkumham tanggal 20 Desember 2021 yang memutuskan menerima permohonan banding Putra Siregar dan memerintahkan Dirjen KI Kemenkumham menerbitkan sertifikat merk PS glow,” jelas Gatot.

Gatot menjelaskan petikan keputusan komisi banding tersebut disampaikan kepada penyidik pada akhir Januari 2022 lalu.

Kemudian, penyidik meminta pendapat ahli merk atas putusan dimaksud.

“Rabu tanggal 16 maret 2022 dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti penyidikan dihentikan.”

“Saat ini sedang melengkapi administrasi penghentian penyidikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polri meralat Crazy Rich Malang Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 tidak dilaporkan ke Bareskrim Polri. Akan tetapi, dia justru menjadi pihak yang melaporkan kasus tersebut.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan bahwa Juragan 99 melaporkan juragan ponsel bernama Putra Siregar.

Dia melaporkan kasus itu pada 13 Agustus 2021 lalu.

“Sesuai laporan polisi yang masuk saudara Gilang diwakili advokat atau lawyer tanggal 13 Agustus 2021 melaporkan Putra Siregar, PT Psglow dan PT Eka Jaya,” ujar Gatot saat dikonfirmasi, Selasa (22/3/2022).

Dijelaskan Gatot, laporan polisi itu daftar dengan nomor polisi LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri. Laporan itu didaftarkan oleh Istri Juragan 99 bernama Sandi Purnamasari.

“Saudara Gilang sebagai saksi atas pelapor saudari Sandi Purnamasari,” pungkas Gatot.

Dalam laporan itu, Putra Siregar diduga melanggar pasal Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 Ayat 1, 2 dan Pasal 102, kejahatan terkait rahasia dagang Pasal 17 Jo Pasal 13 dan Pasal 14, Penipuan/Perbuatan curang UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP dan Pasal 55, Pasal 56 KUHP.