Baru Juga Nikah, Pengantin Wanita Marahi Suami di Atas Pelaminan Dilihat Orang Banyak


Video pengantin wanita memarahi suaminya di pelaminan, viral beredar di media sosial. Melansir dari unggahan di Instagram @manaberita, terlihat mempelai wanita tersebut tiba-tiba mengomel kepada sang suami saat keduanya tengah melakukan sesi foto bersama.

Lucunya, mempelai pria justru tampak enggan merespon dan hanya tersenyum sambil menunduk mendengar omelan istrinya. Beberapa keluarga dan tamu undangan yang menyaksikan momen tersebut pun langsung ikut tertawa dan ikut meledek keduanya. Simak ulasannya:

Pengantin Wanita Omeli Suami di Pelaminan

Dalam video yang beredar, terlihat pasangan pengantin tersebut tengah berada di atas pelaminan. Menggunakan pakaian serasi berwarna kuning, keduanya tampak sedang melakukan sesi foto bersama.

Awalnya, proses pemotretan tersebut berjalan baik. Hingga mempelai pria tiba-tiba melirik ke istrinya dan mengucapkan kalimat yang membuat mempelai wanita tersebut langsung mengomel.

Tak diketahui pasti permasalahan apa yang dibahas, namun mempelai wanita tersebut terlihat terus mengomel dan berbicara dengan bahasa Jawa kepada suaminya.

“Ora melu napa, aku ngomong oleh koe ngomong ra oleh napa (Engga ikut kenapa? aku bilang boleh kamu bilang enggak boleh kenapa),” kata mempelai wanita.

Suami Hanya Terdiam

Mendengar omelan istrinya, sang mempelai pria pun terlihat tetap berdiri dan hanya manggut-manggut tanpa ekspresi mencoba menenangkan istrinya yang masih terus mengomel.

Pertengkaran pengantin baru di atas pelaminan itupun lantas membuat keluarga dan tamu undangan yang ada di lokasi tak bisa menahan tawa.

“Walah pengantin anyar kok padu (Walah pengantin baru kok berantem),” kata seorang wanita.

Komentar Netizen

Setelah videonya dibagikan dan menjadi viral, banyak warganet mengaku ikut tertawa melihat tingkah kedua pengantin baru tersebut. Banyak netizen juga ikut meledek mempelai pria dan menyebutnya akan masuk dalam jajaran ISTI alias ikatan suami takut istri.

“Selamat datang mas di barisan suami suami takut istri hahaha,” komen @subedsetiyo

“Itu kalau bercandanya kaya gitu gimana aslinya kalau marah,” kata @ahmadalief26

“Masih d pelaminan sdh keliatan nasibnya masuk ini ikatan suami takut istri,” tulis @faiz_alaqieb

“Ini mah marah manja…Bukan marah2 yg emosi ribut,” kata @omaraazziz

“Kalo kata mas nya ‘Biar d marahin sing penting senyum’ haha,” tulis @otenk8

======

5 Manfaat Sawo untuk Ibu Hamil

Manfaat sawo untuk ibu hamil tidak perlu diragukan lagi. Selain sebagai salah satu sumber energi yang baik, buah sawo banyak mengandung nutrisi penting yang berguna untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan janin.

Buah sawo atau Manilkara zapota merupakan buah yang tinggi kalori. Dalam 1 buah sawo terkandung sekitar 140 kalori. Selain itu, buah sawo banyak mengandung karbohidrat, protein, serat, kalium, magnesium, kalsium, folat, antioksidan, dan beragam vitamin, termasuk vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.

Daftar Manfaat Sawo untuk Ibu Hamil

Berkat kandungan nutrisinya tersebut, mengonsumsi sawo bisa memberikan banyak manfaat untuk ibu hamil, antara lain:

1. Mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung

Dalam 1 buah sawo terdapat kalium sebanyak sekitar 330 miligram. Kalium berfungsi untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil dan memelihara kesehatan jantung.

Berkat kandungan antioksidan dan manfaatnya untuk mengontrol tekanan darah, buah sawo baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil guna mengurangi risiko terjadinya preeklamsia.

2. Meringankan kram kaki

Kram kaki merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya perubahan hormon selama kehamilan, dehidrasi, atau kekurangan mineral penting saat hamil, seperti kalsium, kalium, atau magnesium.

Tidak hanya bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung, kalium pada buah sawo berkhasiat untuk meringankan kram kaki saat hamil.

3. Mencegah dan meredakan sembelit

Sembelit merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini bisa disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron selama kehamilan atau kurangnya asupan serat dan air putih. Untuk mengatasinya, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berserat, seperti buah sawo.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Ibu hamil bisa lebih mudah jatuh sakit akibat sistem imunitas yang cenderung menurun. Untuk memperkuat saya tahan tubuh agar tidak mudah jatuh sakit, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, dan mengurangi stres.

Supaya daya tahan tubuh tetap kuat, Bumil bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan, protein, serta vitamin dan mineral, misalnya vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Kandungan nutrisi ini bisa diperoleh melalui buah-buahan, termasuk buah sawo.

5. Meningkatkan penyerapan zat besi dan mencegah anemia

Selain bermanfaat untuk daya tahan tubuh, vitamin C pada sawo memiliki peranan untuk membantu penyerapan zat besi pada tubuh ibu hamil. Kehadiran zat besi saat hamil sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.

Dengan tercukupinya kebutuhan zat besi, Bumil bisa tercegah dari anemia atau kurang darah. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan berbagai masalah pada kehamilan, seperti bayi terlahir secara prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

Selain manfaat di atas, kandungan folat pada buah sawo berguna untuk mendukung tumbuh kembang janin dan mencegahnya mengalami kecacatan.

Dengan mengetahui informasi di atas, kini Bumil tidak perlu ragu lagi untuk mulai menikmati buah sawo, ya.

Walau sawo memiliki manfaat untuk ibu hamil dan janin, Bumil tidak boleh mengonsumsi buah ini dalam jumlah berlebihan, ya. Hal ini karena kandungan gula dan kalori pada buah sawo cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan gula darah naik dan berat badan ibu hamil meningkat drastis.

Konsumsi gula berlebihan juga bisa meningkarkan risiko ibu hamil untuk terkena diabetes gestasional. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami diabetes dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula, termasuk sawo.

Selain itu, walaupun jarang, sebagian orang mungkin mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi buah sawo. Jika Bumil alergi terhadap sawo atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sebaiknya berkonsultasilah dulu dengan dokter jika ingin mengonsumsi buah ini.

======

Mengetahui Penyebab dan Cara Menangani Alergi Kulit

Alergi kulit ditandai dengan kulit kemerahan, muncul ruam, dan terasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan bisa terjadi secara bertahap atau secara tiba-tiba. Ketahui bagaimana cara menanganinya dan apa saja yang bisa menjadi pemicu alergi kulit agar dapat dihindari.

Alergi kulit disebut juga dermatitis kontak alergi. Reaksi alergi dapat terjadi ketika tubuh terpapar alergen, yaitu unsur yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang memiliki kulit sensitif umumnya sangat mudah mengalami alergi.

Terjadinya Alergi Kulit

Reaksi alergi tidak langsung muncul ketika pertama kali tubuh terpapar alergen. Pada paparan pertama, sistem kekebalan tubuh hanya akan mengingatnya sebagai sesuatu yang berbahaya, kemudian membuat antibodi sebagai reaksi.

Jika paparan alergen terjadi kembali, tubuh baru akan meresponsnya dengan berbagai gejala. Proses pembentukan reaksi kekebalan terhadap alergen memerlukan waktu paling tidak 10 hari.

Jika sudah memiliki alergi, dalam hitungan menit saja, penderita bisa langsung mengalami gejala alergi kulit tiap kali terpapar alergen. Namun, gejala bisa juga baru muncul 1–2 hari setelahnya. Pada beberapa kasus, alergi dapat menimbulkan reaksi yang fatal atau anafilaksis.

Penyebab Alergi Kulit

Jika Anda menderita alergi kulit, disarankan untuk pergi ke dokter. Dokter dapat melakukan tes alergi guna
mengidentifikasi pemicu alergi yang Anda derita.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan memicu reaksi alergi kulit, antara lain:

  • Produk kosmetik, misalnya make up, losion, deodoran, sabun, sampo, dan pewarna rambut
  • Produk pembersih, seperti pembersih lantai, sabun cuci, disinfektan, dan detergen
  • Obat-obatan yang dioleskan pada kulit, seperti krim antigatal atau antibiotik
  • Aksesoris yang terbuat dari logam, misalnya nikel
  • Tanaman, meliputi daun, batang, atau serbuk sari
  • Lateks, yaitu bahan yang digunakan untuk sarung tangan karet, kondom, dan balon
  • Semprotan serangga
  • Parfum

Risiko alergi kulit juga lebih besar dialami jika menderita eksim (eczema), gangguan sirkulasi darah, atau gatal-gatal pada area intim.

Cara Menangani Alergi Kulit

Untuk mencegah dan menangani alergi kulit yang dialami, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

1. Menghindari pemicu alergi

Ini merupakan langkah paling penting dalam mencegah reaksi alergi dan meringankan gejalanya. Cari tahu pemicu alergi kulit yang Anda alami dan sebisa mungkin hindari bersentuhan secara langsung. Dokter dapat membantu Anda mengidentifikasi pemicu alergi yang diderita.

2. Menggunakan losion kalamin atau krim hidrokortison

Kedua jenis obat ini berfungsi untuk mengurangi gatal. Namun, penggunaan losion kalamin dan krim hidrokortison sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk dan di bawah pengawasan dokter.

3. Menjalani imunoterapi

Untuk alergi yang berat atau tidak sepenuhnya hilang dengan pengobatan lain, dokter dapat merekomendasikan imunoterapi alergen. Pengobatan ini dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak alergen yang dimurnikan atau mengonsumsi tablet imunoterapi.

4. Menggunakan epinefrin darurat

Bila Anda memiliki riwayat alergi berat, dokter akan memberikan suntikan epinefrin. Jenis obat ini berfungsi untuk meredakan gejala alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga penting untuk selalu Anda bawa kapan saja dan ke mana saja.

5. Mengenakan pakaian yang longgar dan lembut

Pakaian yang ketat dapat memperburuk ruam pada kulit. Saat tubuh mengalami gatal-gatal karena alergi kulit, kenakan pakaian yang nyaman dan longgar.

6. Mandi dengan air dingin

Cara ini bertujuan untuk mengurangi ruam pada kulit. Setelah mandi, keringkan kulit dengan handuk bersih, kemudian gunakan pelembap. Hindari mandi atau berendam dengan air panas karena dapat memperparah gejala alergi kulit.

Jika alergi kulit yang Anda alami menimbulkan gejala berat, seperti mual, muntah, sesak napas, serta pembengkakan di bagian tubuh tertentu, segera periksakan diri ke dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Tags: #cara menangani alergi kulit #manfaat sawo untuk ibu hamil #pengantin wanita marahi suami diatas pelaminan #penyebab alergi kulit