Bayi 15 Bulan Hampir Lumpuh Gara-gara Dicium Paksa

691 views


Baru-baru ini viral di media sosial, bayi 15 bulan mendadak lumpuh akibat dicium paksa.

Kejadian ini diungkap oleh sang ibunda dengan akun Apri Apri di Facebook pada Selasa (10/12/2019). Tragedi tersebut bermula ketika Fatur Robbani dicium paksa.

Wajar orang tua merasa gemas dengan anaknya dan ingin dicium. Sayangnya, malah membawa petaka bagi Fatur. Bayi lelaki itu berontak tak mau dicium.

“Yang mau nyium sambil megang kepala si anak karena si anak berontak akhirnya entah kenapa ini anak tiba-tiba kejer nangis. Saya pikir hanya keseleo biasa tapi si anak malah kesakitan dan kepala sudah miring enggak bisa ditegakin sedih bukan main saya sebagai ibu,” sesalnya.

Akhirnya tanpa pikir panjang jam 12 malam, Apri membawa Fatur ke rumah sakit. Namun, setibanya di rumah sakit, hanya ada dokter jaga dan dirujuk untuk dirontgen.

Hasil rontgen tulang semua bagus dan dokter menyarankan untuk menemui dokter saraf.

Sayangnya, dokter saraf anak di rumah sakit tersebut sedang cuti. Lalu, tanpa pikir panjang lagi, Apri membawa anaknya ke rumah sakit yang lebih besar.

“Saya pikir di sini lebih lengkap alhamdulillah saya langsung bertemu dengan dokter saraf anak dan dokter menyarankan untuk di-MRI agar hasil terlihat lebih jelas apa yang terjadi di dalam leher si anak,” sambungnya.

Jam 10 pagi, ia tiba di rumah sakit, jam 11 Fatur diminta untuk puasa.

Fatur yang masih kecil rewel karena harus menahan lapar dan haus hingga jam 3 sore untuk dilakukan pembiusan dan masuk ruang MRI dan CT Scan.

“Tiga jam saya menunggu hasil dan ternyata tulang sumsum anak saya bocor dan itu sudah mendekati kelumpuhan tangan kiri sudah tidak bisa digerakan. Ya Allah berasa kesambar petir bukan sakit rasanya hati. Ketika dokter menjelaskan itu semua saya hanya bisa pasrah minta jalan terbaik untuk anak saya,” ujar Apri.

Jalan satu-satunya untuk menyembuhkan Fatur hanya dengan operasi besar di bagian tulang leher belakang.

Syukur, operasi berjalan dengan lancar dan itu dilakukan selama 4 jam lebih.

Enam hari setelah dari rumah sakit, kondisi Fatur mulai membaik. Mulai kembali normal walau belum sepenuhnya. Lehernya masih kaku dan jalannya masih sempoyongan.

Berat badannya pun bertambah, tadinya 10kg kini 13,6kg. Lalu, tangan kiri yang tadinya tak bisa digerakkan kini bisa bergerak normal.

Apri menunjukkan pula video dan foto saat Fatur masih merasa sakit. Dia kala itu belum tahu sumsum tulang Fatur bocor.

Netizen juga diberi gambaran oleh Apri tentang sumsum tulang yang bocor lewat foto hasil MRI.

Di akhir, Apri mengucapkan banyak terima kasih atas doa yang dipanjatkan oleh netizen. Kini Fatur masih dalam pemulihan dan masih harus rajin kontrol.

“Alhamdulillah tak henti-henti kami mengucap syukur karena masih dikasih selama. Semoga kejadian ini tidak akan menimpa pada anak yang lain amin,” tutur Apri.

======

Awas! Tunda Bayar Utang saat Mampu Termasuk Perbuatan Zalim

Membicarakan perihal hutang sudah hal yang umum di lakukan manusia, kebutuhan yang semakin banyak tetapi kita tidak mampu memenuhi karena kekurangan finansial membuat kita untuk berhutang. (Gambar Cover Hanya sebagai Ilustrasi)

Di antara kita, ketika berhutang terkadang menundanunda untuk membayar nya. Atau ketika di tagih susah sekali untuk membayar. Padahal membayar hutang suatu hal yang wajib bagi kita.

Barangsiapa mampu membayar hutang maka diharamkan baginya menunda-nunda hutang yang wajib dia lunasi jika sudah jatuh tempo. Hal itu didasarkan pada apa yg diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:

“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah sesuatu kezaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan (hutangnya dipindahkan) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya”

Oleh karena itu, barangsiapa memiliki hutang, maka hendaklah dia segera membayar hak orang-orang yang wajib dia tunaikan. Dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut sebelum maut menjemputnya dengan tiba-tiba, sementara dia masih tergantung pada hutangnya.

Awas! Mati dalam Keadaan Masih Miliki Utang

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah ). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.

Dalam riwayat yang lain Dari Salamah bin Al Akwa radhiyallahu anhu, beliau berkata:

Kami duduk di sisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?”. Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah salatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau menyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Salatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Salatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, salatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)

Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya dulu jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Wallahu a’lam.

======

Bersyukurlah Kalau Kamu Diomongin Jelek Dibelakang, Karena Akan Mendapat 5 Keuntungan Ini

Jika di-ghibahi/dirasani atau diomongin jelek sama teman kita atau orang yang baru mengenal kita, harusnya kita tenang dan tak perlu marah karena: (foto cover: ilustrasi, sumber)

1. Dapat Pahala Tanpa Beramal

Kita dapat pahala di hari kiamat dari yang meng-ghibahi

2. Kekurangan Membuat Kita Dibicarakan Apalagi Kelebihan Kita

3. Mengurangi Dosa

Jika pahala peng-ghibah habis, maka dosa kita diberikan padanya

4. Ghibah Hanya Kata-kata Saja,

Takkan berpengaruh pada baik-buruk kondisi kita, jadi tetaplah beramal dan jadi diri sendiri

5. Sebenarnya Peng-ghibah Lebih Sengsara, Jadi Tenang Saja

Rasa hasad membuat peng-ghibah menghabiskan waktunya memikirkan kita. Bisa jadi tidurnya tidak nyenyak, dada semakin sesak setiap mendengar kesuksesan kita.

Itulah fungsi iman di hari kiamat

Keadilan takkan bisa didapatkan

Seadil-adilnya di dunia

Harus ada yang bersabar

Lalu menuai hasil di akhirat

Note: maksudnya “bersyukur” pada judul diatas yaitu, janganlah kita senang saudara kita masuk mendapat kejelekan karena kita, jika bisa doakan dia agar berhenti ber-ghibah

Berikut hadits mengenai orang yang muflis (bangkrut) di hari kiamat. Banyak beramal, shalat, puasa. tapi lisan dan anggota badannya sering menganggu saudaranya

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?”

Para sahabat menjawab,

”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR. Muslim)

Tags: #bayi hampir lumpuh karena dicium paksa #bersyukur jika diomongin jelek dibelakang #perbuataan zalim #tunda bayar hutang disaat mampu