Beberkan Kondisi Sang Ibu Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, Kalina Oktarani: Waktu Itu Masih Bisa…


Beberkan Kondisi Sang Ibu Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, Kalina Oktarani: Waktu Itu Masih Bisa…

Ibu Kalina Oktarani dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (27/3/2022) karena penyakit yang dideritanya. Kini, mantan istri Deddy Corbuzier itu tengah berduka.

Saat ditemui di rumah duka, Kalina terlihat lesu dan terpukul karena kehilangan Mama Een. Meski begitu, mantan istri Vicky Prasetyo itu masih menemui wartawan dan menceritakan kronologi sebelum sang ibu berpulang.

“Dua hari yang lalu Mama di ICU,” ucap Kalina dilansir dari channel YouTube Seleb Oncam.

Kalina sempat bertanya kepada dokter yang menangani sang ibu soal peluang untuk sembuh. Sayangnya dokter sudah angkat tangan.

“‘Dok, kalau Mama saya tetap di rumah sakit, apakah akan menyembuhkan penyakit Mama?’. Pihak dokter sudah angkat tangan, pihak keluarga semua kumpul, satu persatu masuk ke ICU dan bertanya ke Mama,” lanjutnya.

Saat ditanya, sang ibu masih bisa memberikan respon sebelum meninggal. Ibunya mengisyaratkan seolah bakal segera berpulang.

“Waktu itu mama masih bisa gerakin bola mata dan gerakin wajahnya, pas ditanya sama kakaknya mama, apakah mau pulang, mama mengangguk,” pungkas Kalina.

Ternyata ibu Kalina menderita kanker serviks dan juga beberapa penyakit yang semakin memperburuk kondisinya. Hal itu diungkapkan oleh salah satu kerabat.

“Pihak keluarga yang lebih tahu, tapi salah satunya kanker serviks,” kata Ricky W. Miraza, teman dekat Kalina Oktarani di rumah duka, Senin (28/3/2022).

‘Ikhlasin Mama, Ikhlasin Mama’, Tangis Kalina Diminta Ikhlaskan Kepergian Mama Een : nggak Gampang

Tangis Kalina Ocktaranny mengingat kondisi terakhir sang ibu, Erlan Wardhania atau Mama Een, sebelum meninggal dunia.

Menurut Kalina, tak mudah mengikhlaskan kepergian orang yang disayang, terutama sang ibu.

Diketahui, Mama menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (27/3/2022).

Mama Een meninggal setelah mejalani perawatan di rumah sakit.

Kalina memang sempat berseteru dengan Mama Een.

Namun, beberapa hari lalu, ia menemui sang ibu yang kondisinya kian menurun.

Ibu Kalina Oktarani diketahui meninggal setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya.

Adapun riwayat penyakit kanker Maam Een sudah diidapnya sejak Kalina masih kecil.

“Nggak gampang mengikhlaskan orang yang kita sayangi, apalagi ini ibu,” tutur Kalina, dilansir dari YouTube Intens Investigas.

“Semua sodara, ayah (bilang) ‘ikhlasin mama, ikhlasin mama’,” tambahnya.

Sebelum meninggal dunia, ibu Kalina sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Mengabarkan lewat Instagram

Kabar duka diumumkan oleh Kalina Oktarani, Minggu (27/3/2022).

Erlan Wardhania atau yang akrab disapa Mama Een menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan sakitnya.

Kondisi Mama Een terus menurun setelah perseteruannya dengan sang putri beberapa waktu belakangan.

Ibu Kalina Oktarani sempat dirawat di rumah sakit.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun..

Telah meninggal dunia ibu, nenek kami, Een Wardhania pada tanggal 27 Maret 2022 pukul 23:38 WIB.

Atas nama keluarga, saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada ucapan dan tindakan ibunda saya yang tidak berkenan,” tulis Kalina Oktarani di Instagram.

Satu hari sebelumnya, Azka Corbuzier sempat menjengkuk Een. Karina menggambarkan secuplik kejadian saat Azka bertemu dengan nenekya.

“Mama.. Semua kumpul dirumah mama..

Mama kemarin2 tanya Azka kan? Azka ada dirumah mama sekarang..

Bisikin mama.. Kata Azka

“mamane, if you see someone with white hair, that’s me”

Trus mama gerakin bola mata dan mulut mama.. Senengnya kita semua liat mama,” tulis Kalina.

Saling Minta Maaf

Kalina Oktarani diketahui sempat mengunjungi Mama Een yang kini sebelumnya terbaring lemah di rumah sakit.

Keluarga Kalina Oktarani, Wanda Hamidah dan Wahyudin mengatakan Kalina sudah berkomunikasi dan memberi semangat untuk sang mama.

Hal ini diketahui Tribunnews dari unggahan YouTube channel Cumicumi, Minggu (20/3/2022).

“Alhamdulillah, sudah mau komunikasi sama mamanya, udah nengokin, udah semangatin mamanya lagi,” kata Wahyudin.

Berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sang mama yang terbaring sakit, Wanda Hamidah akui Kalina sedih dan terharu.

“Pas dikumpulin keadaan mamanya seperti itu ya terharu, sedih.”

“Mama Een juga sedih, saling minta maaflah intinya,” terang Wanda Hamidah.

Wahyudin mengakui apabila sang adik, Mama Een, orang yang keras ketika mengambil sikap.

Namun, kini Mama Een sudah luluh dan Kalina sudah bertemu dengan keluarga besarnya.

“Antara anak dan mamanya sama-sama keras, cuma yang keras adek saya ini, Mamanya Lina ini. Kalau dibilang ada egolah.”

“Alhamdulillah, sudah luluh. Kalina sudah ketemu dengan mamanya, adik-adik saya, keluarga besar saya udah saling ketemu. Saya sangat bersyukur udah saling betemu, selagi umur kita ngga tau,” papar Wahyudin.

Wahyudin mengungkapkan Kalina dan Mama Een sama-sama saling memaafkan.

“Kalina meluk mamanya, sudah pada tergugahlah hatinya, udah saling memaafkanlah gitu,” ungkapnya.

Wanda Hamidah berpesan untuk saling menurunkan ego dan koreksi diri.

“Kalau ngikutin egois mah semua juga egois, intinya pada koreksi diri aja, untuk saling memaafkan,” bebernya.

Wanda menyebut Mama Een memiliki salah dengan Kalina.

Namun, mengingat kondisi Mama Een yang sedang terbaring sakit, jadinya Kalina yang datang untuk berkunjung.

“Biarpun Mama Kalina salah kan ngga mungkin dia yang nyamperin, karena kan kondisi dia juga udah ngga bisa kemana-mana. Intinya yang sehat yang nyamperin,” jelasnya.

Jangan Malu Memiliki Suami Yang Belum Kaya, Karna Mereka Pekerja Keras Yang Tidak Pernah Kenal Lelah

Penilaian manusia memang tidak akan pernah cukup dan puasa, kita melakukan sesuatu yang baik sekalipun, jika dalam hatinya menaruh benci kepada kita maka pasti dianggap kurang dan buruk. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Maka kamu yang selalu dinilai buruk, selalu dibicarakan kekurangannya, tidak perlu merasa sedih. Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini, semua orang memiliki kekurangan.

Setiap Diri Memiliki Kekurangan dan Kelebihannya Masing-masing, Syukuri Ketetapan Allah

Iya setiap diri itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, maka syukurilah ketetapan Allah. Syukuri apa yang telah Allah putuskan menjadi takdirmu.

Untuk apa merasa malu? manusia itu memang kadang begitu sifatnya, kalau baik ya muji, kalau buruk dan kurang di mata mereka ya mencaci dan sebagainya.

Gunjingan Manusia? Biarkan Mereka Selalu Mengulas Kekuranganmu, yang Harus Kamu Lakukan Adalah Tetap Sabar

Lagipula untuk apa memperhitungkan gunjingan manusia? biarkan mereka selalu mengulas apapun kekurangan yang ada dalam dirimu, yang harus kamu lakukan adalah tetap sabar dann sabar.

Mereka yang Selalu Menggunjing Kekuranganmu Juga Bukan Orang yang Sempurna, Tapi Mereka Terlalu Angkuh

Sunghuh mereka yang sellau menggunjing setiap kekuranganmu juga bukan orang yang sempurna, tapi karena kadang mereka terlalu angkuh dan sombong maka merasa tidak punya kekurangan.

Sekalipun memang sudah banyak kelebihannya, tapi saat mereka tidak bisa menjaga hati dan lisan, disitulah kekuarangannya mereka yang sebenarnya.

Tetap Rendah Hatilah Dengan Keikhlasan, Tapi Jangan Pernah Merasa Rendah Diri, Karena Allah Menyayangimu

Kamu harus tetap rendah hati dengan keikhlasanmu, tapi jangan pernah kamu merasa rendah diri dengan apapun yang diusapkan mereka, karena sungguh Allah menyayangimu.

Biarkan Penilaian Manusia Buruk Tentang Kekuranganmu, yang Penting Taatmu Kepada Allah Tidak Pernah Berkurang

Ingatlah sekali lagi, biarkan penilaian manusia itu buruk tentang kekuranganmu, yang penting kamu tetap jaga akhlaq dengan baik, jaga budi pekertimu dengan baik, dan yang penting kamu jaga taatmu kepada Allah agar tidak pernah berkurang. (sumber: humairoh)

Jangan Menikah Hanya Karena Cinta, Tapi Karena Akhlaq dan Agama, Sebab Rasa Itu Akan Segera Sirna

Cinta, kebanyakan orang memilih hidup bersama alasannya karena “cinta”, dan iya hidup dengan seseorang yang dicintai dalam waktu yang lama itu sangat menyenangkan.

Tetapi apakah cinta saja cukup? tidak, cinta saja tidaklah cukup sebagai bekal hidup bersama. Cinta hanya salah satu pengikat, dan ada banyak hal yang harus kamu perhitungkan agar ikatan itu semakin kuat.

Apa? akhlaq dan agama, dari kedua inilah cinta yang hadir insyaallah akan membawamu kepada kedamaian hidup yang kamu harapkan.

Jika Hanya Cinta yang Menjadi Dasarmu Berumah Tangga, Pada Akhirnya Rasa Bosan Akan Mengajakmu Pergi

Karena jika hanya cinta semata yang menjadi dasarmu berumah tangga, menikah, hidup bersama, maka pada akhirnya rasa bosan akan mengajakmu pergi.

Dan bukan hal yang mustahil untukmu atau pasanganmu berselingkuh, jika hanya cinta saja yang menjadi pondasimu membangun pernikahan.

Sebab tidak jarang rumah tangga diluar sana yang akhirnya berantakan, salah satu dari pasangan tersebut berselingkuh, karena hadirnya rasa bosan dari rasa yang sudah memudar.

Jika yang Menjadi Dasarmu Membangun Hubungan Adalah Baiknya Akhlaq dan Budi Pekerti, Insyaallah Kamu Akan Damai

Tetapi berbeda lagi jika yang menjadi dasarmu membangun gubungan adalah baiknya akhlaq, beinggnya hati, dan luwesnya budi pekerti, insyaalah kamu akan damai menjalani hari-harimu hingga akhir hayatmu nanti.

Lalu bagaimana dengan dia yang sudah baik agama dan akhlaqnya tapi pada akhirnya berkhianat? maka itu semua urusan Allah, karena Allah lebih tahu apa yang sebenarnya manusia itu harus lalui dalam hidupnya.

Dalam Pernikahan Tidak Hanya Akan Kamu Temui Kebahagian, Tapi Ada Suka Dukanya Pula, dan Agama Adalah Penengahnya

Namun kembalikan lagi pada pikiran manusia, kamu harus mampu memilih yang terbaik, melihat mana yang benar-benar bisa kamu andalkan sebagai penyempurnamu dimasa yang akan datang, jangan hanya asal cinta maka iya saja.

Kamu harus tahu, dalam pernikahan itu tidak hanya akan kamu temui sebuah kebahagiaan, tapi ada suka dukanya pula, dan agama adalah penengahnya.

Jika agama seseorang sudah baik, sudah tahu bagaimana cara menjalin relasi yang kuat dengan Allah, maka masalah seperti apapun pasti teratasi dengan baik.

Kamu Harus Mampu Memilih yang Baik Akhlaq dan Agamanya, Karena Dua Itulah yang Akan Menjadikan Seseorang Itu Bertanggung Jawab

Oleh sebab itu, kamu harus mampu memilih yang baik akhlaq dan agamanya, kamu harus mampu memilih yang benar-benar bisa mengimbangimu, karena dua itulah yang akan menjadikan seseorang itu bertanggung jawab.

Ingat, Cinta Saja Tidka Cukup Sebagai Bekalmu Membangun Rumah Tangga, Maka Pastikan Alasanmu Menikah Bukan Hanya Cinta Semata

Serta satu hal lagi yang harus kembali kamu ingat, cinta saja tidak akan pernah cukup sebagai bekalmu menuju kehidupan rumah tangga, maka pastikan alasanmu menikah bukan hanya cinta saja, tapi benar-benar berpikirlah realistis sesuai dengan apa yang memang kamu butuhkan.