Begini Cara Mengatasi Mertua yang Menyebalkan, No 4 Mudah Diucapkan Tapi Sulit Dipraktekkan


Setelah menikah, menjalin hubungan baik dengan mertua bisa jadi perkara yang tidak mudah, apalagi bila mertuamu termasuk yang suka mencampuri urusan rumah tangga kalian berdua. Lantas, bagaimana sih cara mengatasi mertua yang menyebalkan?

Saat memutuskan untuk menikah, kamu tentu tahu bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dirimu dan suamimu, tapi juga kedua keluarga besar kalian. Jadi, kamu juga akan memiliki orang tua baru, yaitu mertuamu. Tidak jarang, hubungan antara mertua dan menantu tidak berjalan mulus.

Pada dasarnya, masalah terjadi ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Setiap mertua tentu memiliki harapan terhadap menantunya. Sebagian besar adalah harapan yang terkait dengan anaknya, mulai dari cara ia merawat anaknya, memasak untuk anaknya, hingga cara ia merawat rumah.

Sederet Cara Mengatasi Mertua yang Menyebalkan

Tidak semua orang dianugerahi dengan mertua yang baik, ramah, dan penyayang. Layaknya orang pada umumnya, ada saja mertua yang bisa bersikap tidak mengenakkan ketika Tindakan menantu tidak sesuai dengan harapannya, meskipun disampaikan dalam bentuk nasihat.

Bila terjadinya sekali atau dua kali, tentu masih wajar. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, kan? Kamu pun tetap harus melakukan usaha terbaik dalam menjadi seorang istri dan menantu. Namun jika rasanya tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan untuk memuaskan hati mertua, tentu ini menjadi berat.

Kamu bisa merasa terbebani, tersudutkan, dan akhirnya memendam emosi negatif terhadap mertua. Jika tidak ditangani dengan bijak, situasi seperti ini bisa saja berakhir pada permusuhan di antara mertua dan menantu.

Agar tidak terpancing emosi yang bisa membuat hubunganmu dengan mertua menjadi buruk, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Kerja sama dengan suami

Kunci utama agar bisa mengatasi mertua yang menyebalkan adalah bekerja sama dengan suami. Pastikan suami selalu mendukung setiap langkah dan keputusan yang kamu ambil, agar kamu tidak merasa sendirian dan insecure.

Kamu bisa menyampaikan ke suami mengenai perasaanmu terhadap perlakuan mertuamu. Bagaimana pun sikap mertuamu, bukan berarti kamu bisa menyalah-nyalahkan orang tua suamimu di depannya, ya. Ingat bahwa perasaan suamimu sebagai anaknya juga harus dijaga.

Kamu juga tidak boleh sampai mengadu domba mereka, karena bagaimana pun kalian berdua tetap memiliki kewajiban untuk menghormati orang tua dan mertua kalian. Jika kamu memang masih satu rumah dengan mertua, kamu bisa meminta suami untuk pindah ke rumah yang terpisah.

2. Tetapkan batasan dan konsisten melakukannya

Saat menikah, penting untuk mendiskusikan dengan suami hal-hal apa saja yang boleh atau tidak boleh dicampuri oleh mertuamu atau kedua orang tuamu sendiri. Misalnya, kamu hanya akan menerapkan cara mendidik anak yang telah kalian berdua setujui, bukan yang mertuamu sepakati.

Selain menerapkan batasan, penting juga untuk melakukannya secara konsisten, agar orang tua kalian berdua paham mengenai keputusan yang kamu dan suamimu lakukan.

3. Terima perbedaan dan kritikan

Beda kepala, maka beda pula apa yang dipikirkan. Begitu pula dengan dirimu dan mertua. Kamu tidak bisa memaksanya untuk memiliki pemikiran dan cara pandang yang sama dengan dirimu.

Hormatilah perbedaaan ini dan ambillah pelajaran yang memang baik. Namun, ingat bahwa kamu juga bebas memiliki pendapat dan keputusan yang kamu percayai bersama dengan suami.

4. Komunikasikan dengan cara yang baik

Untuk menghindari pertikaian atau beban pikiran, sebaiknya kamu komunikasikan dengan kepala dingin segala hal yang kamu rasa mengganjal dengan kedua mertuamu, baik itu mengenai perbedaan pendapat atau mungkin rasa sakit hati karena diperlakukan tidak baik.

Sebaiknya diskusikan dulu apa saja yang ingin kamu sampaikan dengan suamimu dan mintalah ia untuk menemanimu saat berbicara dengan mereka. Melawan mertua bukanlah hal yang baik, tapi bukan berarti kamu harus berpura-pura untuk menjadi menantu idaman dan mematuhi segala yang mereka ucapkan.

5. Bersikap dewasa dan menahan diri

Walau mertuamu sangat menyebalkan, kamu dianjurkan untuk bisa menahan diri dan tetap bersikap dewasa. Bila ada pendapat yang bertolak belakang, tidak ada salahnya jika kalian mendiskusikannya bersama untuk menemukan solusi yang tepat.

Bila ternyata memang keputusanmu terbukti keliru, jangan sungkan untuk meminta maaf kepada mereka berdua. Dengan cara ini, mereka juga akan sadar bahwa kamu memang berusaha melakukan yang terbaik dan mau belajar.

Mengatasi mertua yang menyebalkan memang bukan perkara yang mudah. Namun, jangan biarkan hal tersebut menyebabkan hubunganmu dengan mertuamu menjadi buruk, ya.

Bila setelah menerapkan tips-tips di atas mertuamu masih tetap menyebalkan, bahkan hingga membuatmu merasa tertekan atau depresi, sebaiknya segera minta bantuan psikolog untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

======

Tips Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Saat Jatuh Sakit

Pada orang lanjut usia (lansia), kondisi tubuh yang mulai melemah dapat menyebabkan waktu pemulihan dari sakit berlangsung lebih lama. Jika Anda tengah merawat lansia yang sakit, tidak perlu khawatir. Ada cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mempercepat pemulihannya.

Saat lansia sakit atau dalam proses pemulihan, proses pemecahan protein dan lemak di dalam tubuh lansia meningkat. Sebaliknya, proses pembentukan protein menurun dan lemak pun tidak dapat ditumpuk kembali karena nafsu makan cenderung menurun.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan respons terhadap pengobatan, perpanjangan masa rawat, dan peningkatan risiko terjadinya komplikasi, bahkan kematian. Inilah alasan pentingnya mengetahui cara mempercepat pemulihan saat lansia jatuh sakit.

Cara Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Saat Jatuh Sakit

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan tubuh lansia saat jatuh sakit:

1. Pastikan ia makan secara teratur

Ketika sedang sakit, nafsu makan lansia cenderung akan berkurang. Ditambah lagi, rata-rata lansia mengalami penurunan fungsi indera perasa yang membuat makanan terasa hambar dan masalah pada gigi yang menyebabkan mereka lebih sulit untuk mengunyah.

Untuk mempercepat pemulihan lansia ketika sakit, pastikan ia makan secara teratur setiap harinya. Buatlah jadwal jam makan, misalnya sarapan antara pukul 07.00–08.00, makan siang antara pukul 12.00–13.00, dan makan malam antara pukul 18.00–19.00.

2. Perhatikan jumlah kalori dan nutrisi pada makanannya

Jumlah asupan kalori per hari pada lansia yang sedang dalam masa pemulihan penting untuk diperhatikan. Jika kalori yang dikonsumsi terlalu sedikit, proses penyembuhan akan semakin lambat dan lansia tidak punya energi untuk beraktivitas, termasuk untuk menjalani terapi.

Menurut para ahli, jumlah kalori yang harus dikonsumsi lansia dalam masa pemulihan saat sakit adalah sebanyak 35 kalori per kg berat badannya. Sebagai contoh, jika seorang lansia memiliki berat badan 60 kg, itu artinya kebutuhan kalori per harinya adalah sebanyak 2.100 kkal.

Selain itu, pastikan juga lansia mengonsumsi beragam makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan.

3. Pastikan ia rutin minum susu

Proses pemulihan saat sakit pada lansia bisa menjadi lebih cepat apabila ia juga rutin minum susu, tentunya susu yang kaya akan nutrisi.

Pastikan susu tersebut mengandung beta-hydroxy-beta-methylbutyrate (HMB). senyawa hasil pemecahan asam amino leusin. Senyawa ini terbukti dapat menurunkan pemecahan protein dan meningkatkan pembentukan protein dalam tubuh untuk mencegah hilangnya massa otot.

Selain mengandung HMB, disarankan juga untuk memilih susu yang mengandung nutrisi penting lainnya, seperti protein hewani atau nabati, vitamin D, kalsium, omega 3, dan omega 6, guna meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan lansia.

4. Pastikan kebutuhan cairannya selalu tercukupi

Terpenuhinya kebutuhan cairan dapat mempercepat proses pemulihan lansia saat sedang sakit. Bila perlu, tanyakan ke dokter berapa kebutuhan cairan lansia per harinya. Selain air putih atau susu, buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, stroberi, atau jeruk, juga bisa diberikan untuk mencegah lansia dehidrasi.

5. Pastikan ia beristirahat dengan cukup

Agar proses pemulihan dari sakit lebih cepat, pastikan lansia mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Ditambah lagi, cukup istirahat juga bisa menghindarkan lansia dari stres. Lansia yang berusia di atas 65 tahun, disarankan untuk tidur selama 7–8 jam setiap malam.

Langkah-langkah di atas perlu dilakukan dengan telaten, sehingga kadang sulit dilakukan sendiri oleh lansia yang sedang sakit. Oleh karena itu, peran keluarga dalam masa pemulihan lansia memang sangat besar. Sebagai keluarganya, Anda akan menjadi penyusun jadwal lansia, serta pengatur asupan nutrisi yang akan diberikan kepadanya.

Khususnya untuk asupan nutrisi, pastikan Anda memberikan bahan makanan dan produk terbaik yang bisa Anda dapatkan. Pilihlah susu dengan kandungan HMB dari produsen yang memang berpengalaman dan sudah melakukan studi klinis.

Percayalah, dengan perawatan dan kasih sayang dari keluarganya, lansia bisa pulih lebih cepat dari sakitnya. Terapkan tips di atas, dan bila perlu, rajin-rajinlah berkonsultasi kepada dokter mengenai cara perawatan lansia ketika sakit, mulai dari kebutuhan nutrisi dan cairan hingga gejala apa saja yang perlu diwaspadai.

Tags: #mempercepat pemulihan tubuh lansia #mertua yang menyebalkan