Begini Cara Mengetes Cinta Suami, No. 3 Paling Sering Gagal

286 views


Begini Cara Mengetes Cinta Suami

Namanya perempuan, suka kepo dengan perasaan orang lain, apalagi perasaan suami sendiri. Apakah suami cinta padaku atau cuma nggak tega?

Suamiku percaya nggak sih sama aku? Apakah aku perempuan satu-satunya di hati dia? Aku lebih penting dari pekerjaannya atau tidak?

Nah, berikut ini ada cara untuk mengetes rasa cinta suami pada kita, tapi bukan berarti cara ini akurat bisa memperlihatkan besarnya rasa cinta suami, karena bagaimana pun karakter orang beda-beda.

Tes ini bisa dilakukan oleh istri yang memang meragukan rasa cinta suami kepadanya, jadi jika kita menganggap suami sudah sangat baik, yaa jangan diuji lagi.

1. Tes Kepercayaan, Minta Password Email dan Sosial Medianya

Coba tes kecil ini, iseng-iseng minta deh password email dan sosmednya, ingat… iseng-iseng yaa jangan maksa, namanya juga cuma nge-tes, kalau suami berani kasih, artinya dia merasa tidak ada yang perlu disembunyikan dari kita.

Kalau suami menolak memposthu, coba tanyakan baik-baik apa alasannya.

2. Minta Tolong Suami Membelikan Makanan yang Kita Sukai

Layaknya ibu hamil yang sedang ngidam, coba-coba deh tes suami dengan memintanya membelikan makanan favorit Anda, tapi tolong jangan minta yang dijual di samping rumah.

Bikin yang agak menantang, misalnya suami harus naik motor dan pakai jaket untuk membelikan makanan tersebut. Kalau suami bersedia, beuuh… Suami siaga itu sih! Tanda cinta istri.

3. Tes Kesabaran, Minta Suami Menunggu Lama

Minta suami jemput kita, tapi jangan buru-buru nongol, coba lihat saja dia dari kejauhan, apakah ekspresinya bisa bersabar ketika menerima sms bahwa kita datang telat?

4. Tes Kesetiaan Pakai Facebook

Ini isengnya agak berlebihan, tapi bisa dicoba kalau memang pengen menguji karakteristik suami. Apakah tipe yang setia atau tidak.

Cara ini juga bisa dipakai untuk suami yang sudah ketahuan punya sifat PHP ke perempuan lain, bisa dijerat sebagai bukti.

Bikin akun facebook, pasang foto cewek cantik yang sesuai dengan kriteria cantik menurut suami, coba kirim pesan pribadi ke suami, apakah ia merespon?

Tentu saja cara ini tidak bisa dipakai kalau suami tidak punya akun facebook. Tapi bisa juga coba tes melalui sms, beli nomor lain, pura-pura sms nyasar, apakah direspon?

Yang iseng mau mencoba cara ini, harus siap-siap juga mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan, kalau ternyata suami menunjukkan tanda-tanda tidak cinta, tidak setia, tidak percaya, berarti kita harus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rumah tangga.

Jangan malah bikin ribut dan yang berahir perpecahan, mulailah berbenah diri dan ngajak suami ikut berbenah, agar tetap utuh dan terjalin hubungan yang harmonis, al-baiti jannati!

======

Tips Mencegah Kebocoran ASI yang Penting untuk Busui Ketahui

Memiliki ASI yang melimpah merupakan suatu anugerah yang perlu Busui syukuri. Akan tetapi, produksi ASI yang banyak ini kadang kala dapat bocor dan membuat Busui tidak nyaman atau bahkan malu. Tidak perlu risau. Yuk, terapkan tips mencegah kebocoran ASI berikut ini.

ASI bocor merupakan hal yang umum dialami oleh ibu menyusui setelah 1–2 minggu persalinan. Kebocoran ini dapat terjadi karena produksi ASI masih belum terkontrol. Sebenarnya, pengeluaran ASI secara tak terduga ini adalah hal yang baik karena dapat mencegah Busui mengalami pembengkakan payudara atau mastitis.

ASI bocor bisa terjadi saat ibu menyusui memikirkan atau mendengar tangisan bayinya, mandi dengan air hangat, atau bisa juga saat sedang tidak melakukan apa-apa.

Di samping itu, seks juga dapat menyebabkan ASI bocor, karena hormon oksitosin yang dilepaskan saat berhubungan intim bisa merangsang payudara layaknya saat bayi menyusu.

Tips Mencegah Kebocoran ASI

Sebagian besar ibu menyusui tidak merasa terganggu dengan kebocoran ASI. Namun, ada ibu menyusui yang merasa tidak nyaman, bahkan hingga menjadi frustrasi. Untuk mencegah kebocoran ASI yang dapat merembes sampai baju, berikut ini adalah tips yang bisa Busui terapkan:

1. Gunakan bantalan payudara

Busui bisa menggunakan bantalan payudara agar ASI yang bocor tidak merembes sampai ke baju. Bantalan payudara ini tersedia dalam bentuk sekali pakai atau kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Pilihlah bantalan payudara yang berbahan lembut dan berdaya serap tinggi. Selain itu, pilih juga bantalan yang ukurannya sesuai dengan payudara Busui agar nyaman dipakai.

Pastikan Busui membawa persedian bantalan payudara saat hendak pergi keluar rumah, ya. Gantilah bantalan tersebut jika dirasa sudah basah atau sangat lembap, untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada area puting.

2. Gunakan wadah penampung ASI

Selain bantalan payudara, Busui juga bisa memakai wadah penampung ASI (breast shells) untuk mencegah ASI merembes pada pakaian. Berbeda dengan bantalan payudara, wadah ini dapat menampung ASI yang bocor sehingga tidak terbuang begitu saja.

Umumnya, wadah ini berbahan silikon. Jika ingin menggunakan ASI tampungan dari wadah ini, Busui harus mensterilkan wadahnya sebelum dipakai. Hal ini penting untuk mengurangi risiko ASI terkontaminasi kuman dan bakteri.

3. Beri tekanan pada puting

Jika Busui merasakan kontraksi pada payudara atau ASI telah bocor di waktu yang tidak tepat, misalnya ketika Busui sedang berbincang dengan teman, silangkan tangan pada payudara dan tekan secara perlahan. Hal ini dapat mencegah ASI bocor atau menghentikan ASI mengalir lebih banyak.

4. Pompa ASI sesering mungkin

Ketika hendak pergi bekerja atau melakukan aktivitas lain di luar rumah, Busui disarankan untuk tetap rutin memompa ASI setiap 3–4 jam, supaya ASI tidak membendung di payudara. Pastikan Busui mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memompa dan menyimpan ASI perah, ya.

5. Kenakan pakaian yang dapat menyamarkan kebocoran ASI

Busui bisa menggunakan pakaian berwarna gelap dan bermotif untuk membantu menyamarkan bila sewaktu-waktu ASI bocor. Selain itu, Busui juga disarankan membawa bra, pakaian cadangan, atau jaket untuk mengantisipasi kebocoran ASI.

Itulah tips yang bisa Busui terapkan untuk mencegah kebocoran ASI. Biasanya, kendala ASI bocor akan hilang 6–10 minggu setelah persalinan. Ini bukan berarti produksi ASI berkurang, ya. Saat ini, tubuh Busui sudah terbiasa menyediakan ASI dalam jumlah yang dibutuhkan Si Kecil.

ASI bocor sebenarnya bisa saja berlanjut selama Busui menyusui dan ini tergolong normal. Namun, bila ini masih berlanjut hingga 3 bulan setelah anak disapih, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

======

Hal-Hal yang Memengaruhi Rasa ASI

Tahukah Busui bahwa rasa ASI bisa berubah? Perubahan ini bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga penyakit tertentu. Simak artikel berikut ini untuk mengatahui hal apa saja yang dapat memengaruhi rasa ASI.

Umumnya, ASI memiliki rasa manis yang menyerupai susu almond dan tekstur yang creamy. Rasa manis ASI dipengaruhi oleh kandungan laktosa di dalamnya, sementara teksturnya dipengaruhi oleh kandungan lemaknya. Meski begitu, seiring waktu, bisa ada rasa tambahan pada ASI.

Inilah 7 Hal yang dapat Memengaruhi Rasa ASI

Selain manis dan creamy, rasa ASI juga dipengaruhi oleh makanan yang Busui konsumsi sehari-hari, terutama makanan yang rasa atau aromanya cukup menyengat.

Jadi, ketika Busui mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, atau rempah tertentu, Si Kecil juga dapat merasakan lezatnya makanan ini.

Bahkan, jika Busui rutin mengonsumsi makanan sehat selama memberikan ASI eksklusif, Si Kecil akan lebih mudah menerima MPASI yang sehat pula karena sudah terbiasa dengan rasanya.

Namun, rasa ASI juga bisa berubah karena faktor tertentu. Perubahan rasa ASI ini membuat bayi menyusu lebih sedikit atau malah enggan untuk menyusu. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Hormon

Perubahan kadar hormon dalam tubuh, seperti menstruasi atau hamil lagi saat sedang menyusui, dapat memengaruhi rasa ASI. Busui tidak perlu khawatir karena ASI yang dihasilkan tetap aman untuk diberikan kepada Si Kecil selama kondisi fisik Busui sehat dan tidak sedang dalam kehamilan berisiko tinggi.

2. Olahraga

Olahraga saat menyusui memang dianjurkan. Namun, jika Busui berolahraga terlalu keras, rasa ASI bisa berubah, lho. Perubahan ini terjadi karena adanya penumpukan asam laktat di dalam tubuh dan rasa asin dari keringat pada payudara jika Busui menyusui tidak lama setelah berolahraga.

Untuk mencegah perubahan rasa ASI, Busui disarankan berolahraga dengan intensitas sedang atau ringan saja. Selain itu, pastikan Busui membersihkan keringat pada payudara sebelum menyusui atau memerah ASI.

3. Rokok dan minuman beralkohol

Sebuah studi menyatakan bahwa ibu yang merokok selama menyusui akan menghasilkan ASI dengan rasa dan aroma yang menyerupai rokok. Selain itu, rasa dan aroma ASI juga bisa berubah jika Busui minum minuman beralkohol.

Untuk mencegah perubahan rasa ASI ini, Busui dianjurkan untuk berhenti merokok dan tidak mengonsumsi alkohol saat masa menyusui. Jika sulit dilakukan, usahakan untuk menghindari kedua hal tersebut selama 2 jam sebelum menyusui bayi, guna meminimalkan perubahan rasa ASI.

4. Obat-obatan

Konsumsi obat dari dokter selama masa menyusui sebenarnya tergolong aman. Akan tetapi, obat antibiotik, seperti metronidazol, dapat membuat ASI yang dihasilkan terasa pahit. Biasanya bayi akan rewel dan enggan menyusu ketika ibunya mengonsumsi obat ini.

5. Infeksi payudara

Rasa ASI akan berubah jika Busui mengalami infeksi payudara atau mastitis. ASI yang diproduksi pada kondisi ini akan terasa asin dan lebih tajam. Meski begitu, Busui tetap bisa menyusui Si Kecil meski sedang mengalami mastitis.

Namun, bayi mungkin akan menolak menyusu dari payudara yang sedang mengalami infeksi. Kondisi ini perlu diatasi dengan antibiotik, sehingga Busui sebaiknya berkonsultasi ke dokter

6. ASI yang dibekukan

Menyimpan ASI perah dengan cara dibekukan di freezer terkadang dapat mengubah aroma dan rasa ASI saat dicairkan. Busui tidak perlu risau, karena hal ini tergolong wajar, kok.

ASI mengandung lipase, yaitu enzim yang dapat memecah zat lemak di dalam susu agar lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi. Aktivitas enzim ini akan meningkat saat ASI dibekukan dan menimbulkan rasa serta aroma yang asam seperti sabun.

Untuk mengurangi perubahan rasanya, pastikan Busui memerah, menyimpan, dan mencairkan ASI dengan cara yang benar.

7. Produk perawatan kulit

Losion, parfum, sabun, minyak, atau salep yang Busui oleskan pada payudara akan memberikan rasa yang berbeda pada ASI saat Si Kecil menyusu secara langsung. Jadi, sebelum menyusui, pastikan bersihkan area puting terlebih dahulu, ya.

Itulah berbagai hal yang dapat memengaruhi rasa ASI. Sebagian besar kondisi di atas sebenarnya tergolong aman dan masih memungkinkan ibu menyusui untuk memberikan ASI kepada bayi. Akan tetapi, jika Si Kecil sampai benar-benar tidak mau menyusu, segera konsultasikan ke dokter, ya.

Tags: #hal yang mempengaruhi rasa asi #tes cinta suami pada istri #tips mencegah kebocoran asi