Berkaca dari Nirina Zubir, ini cara agar tak jadi korban mafia tanah: Notaris juga bisa jadi oknum


Baru-baru ini aktris Nirina Zubir menggelar konferensi pers menyatakan dirinya jadi korban mafia tanah. Ia dan sang kakak yang hadir sebagai waki dari keluarga menyatakan bahwa keluarganya ditipu oleh orang yang cukup dikenalnya.

Dia adalah mantan asisten rumah tangga (ART) dari ibundanya yang bernama Riri Khasmita. Nirina mengatakan ibunya dijadikan korban mafia tanah oleh sang ART yang berujung hilangnya 6 aset rumah yang bernilai Rp17 miliar.

Hal itu berawal dari sertifikat tanah milik ibundanya disimpan, tapi kemudian dibuat seolah-olah hilang. Riri lalu meyakinkan ibunda Nirina bahwa sertifikatnya benar-benar hilang.

Riri kemudian merekomendasikan seseorang untuk mengurus sertifikat tersebut. “Terus dia mengenalkan ke ibu saya orang yang bisa membantu ngurusin. Alih-alih dibantu, justru dia membalikkan surat atas nama saya dan kakak saya menjadi nama dia dan suaminya,” kata Nirina dilansir dari laman Yotube KH Infotaiment Jumat 18 November 2021.

Kasus ini pun sudah ditangani aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus menyampaikan penyidik telah menetapkan lima tersangka kasus mafia tanah yang menimpa keluarga artis Nirina Zubir.

Perkara mafia tanah ini diduga berawal dari pengurusan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Untuk melancarkan aksinya, ART Nirina dibantu 2 orang notaris yang disebutnya sebagai mafia tanah.

Agar tak terjebak mafia tanah

Dilansir laman Dekoruma kasus Nirina Zubir ternyata kerap terjadi. Bahkan kini mafia tanah juga jadi hal yang serius ditangani pemerintah. Ketika seseorang membeli tanah dan tahu bahwa itu adalah tanah sengketa atau tiba-tiba properti berpindah tangan, itulah ulah dari mafia tanah.

Jika kamu sedang berencana membeli aset atau mengurus surat berharga, biasakanlah melakukan beberapa cara sebelum membeli dan menjual tanah. Berikut ini beberapa tips dan trik jitu supaya kamu nggak terjebak dengan ulah para mafia tanah.

Hindari beli tanah girik

Girik memang bukti kepemilikan. Namun, girik juga sangat mudah dimanipulasi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab seperti mafia tanah. Nggak perlu heran kalau akhirnya banyak kasus pembelian tanah dengan bukti girik ujung-ujungnya pasti bersengketa. Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan aturan pelarangan pembuatan girik untuk tanah maupun properti lain. Biasakanlah mencari tanah yang sudah memiliki sertifikat resmi.

Cek keaslian sertifikat

Sertifikat bisa saja langsung ditunjukkan ke kamu oleh penjual ketika hendak membeli tanah. Namun, jangan terlena. Bisa saja itu sertifikat palsu yang dibuat mafia tanah. Cobalah untuk mengecek keaslian sertifikat tanah tersebut ke Badan Pertanahan Nasional maupun daerah. Sekarang, kamu juga bisa mengecek sertifikat tanah secara online.

Jangan pinjamkan sertifikat

Meminjamkan sertifikat tanah maupun properti ke siapa pun adalah sebuah pantangan. Kamu nggak akan tahu apakah orang yang kamu beri pinjaman tersebut adalah mafia tanah atau bukan.

Memberikan sertifikat tanah ke seseorang hanya akan membuatnya memperoleh kesempatan untuk menjadi mafia tanah dengan memalsukan sertifikat tersebut sampai bisa mengganti kepemilikan dari tanah maupun properti yang ada di sertifikat.

Tanda batasan tanah harus jelas

Selain dengan sertifikat, kamu harus memberikan tanda kepemilikan terhadap tanah yang kamu punya dengan memberi tanda batasan fisik yang jelas. Contohnya, kamu bisa menggunakan pagar.

Ini karena tanah yang nggak punya batasan jelas sering kali dimanfaatkan oleh mafia tanah untuk dibuatkan “sertifikat palsu” dengan memecah-mecah area luas tanah yang kamu miliki.

Bertemu langsung dengan pembeli atau penjual

Kalau mau melakukan transaksi jual beli tanah, pastikan kamu bertemu langsung dengan pembeli atau penjualnya untuk melakukan negosiasi. Langsung tolak apabila partner jual beli kamu menawarkan perwakilan karena bisa jadi itu merupakan komplotan mafia tanah yang mau menipu kamu.

Selektif pakai jasa notaris

Memakai jasa notaris untuk mengurus proses pembelian atau penjualan tanah memang terlihat lebih mudah dan aman. Namun, kamu tetap harus berhati-hati. Pasalnya, beberapa notaris ternyata merupakan bagian sindikat dari mafia tanah. Supaya nggak bertemu dengan notaris yang seperti itu, biasakanlah selektif ketika hendak memakai jasa notaris. Pastikan kamu memilih notaris yang sudah memiliki reputasi baik.

Buat akta jual beli

Selain sertifikat, buktikanlah kepemilikan atau perpindahan tanah kamu dengan membuat akta jual beli. Ini akan sangat berguna untuk mengurus proses balik nama. Lewat akta jual beli juga, bukti transaksi menjadi sah di mata hukum. Jadi, mafia tanah nggak bisa ikut bermain di dalamnya.