Bertahun-tahun Tak Datang Bulan Usai Pakai KB Suntik, Wanita Ini Dibuat J*ntungan Setelah Periksa ke Dokter, Ternyata Ada Benda Meng*rikan Ini di Rahim


Pelajaran berharga baru saja dibagikan oleh seorang wanita bernama Mey Erlyn.

Hal ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana memilih program Keluarga Berencana atau yang kerap disebut KB.

Pasalnya, dirinya mengalami kejadian yang tak mengenakkan usai memakai KB suntik.

Mengutip TribunWow.com pada Selasa (5/10/2021), awalnya ia tak merasakan ada yang janggal dengan dirinya.

Hanya saya, ia tidak mengalami datang bulan sama sekali selama 3 tahun memakai KB tersebut.

Ketika anaknya sudah berusia 3 tahun, Mey ingin menambah momongan.

Alhasil dirinya pun menghentikan KB tersebut.

Namun, setelah 3 bulan berhenti melakukan suntik KB, dirinya juga tak kunjung mengalami datang bulan.

Hal itu terjadi hingga 8 bulan lamanya.

Tak hanya itu, ia juga merasakan sakit di bagian bawah perutnya.

Akhirnya, ia memeriksakan diri ke dokter dan dilakukan USG.

Namun, dirinya terkejut bukan main saat mengetahui hasil USG tersebut.

Dokter itu pun menjelaskan bahwa ada pembengkakakn di bagian rahimnya.

Hal itu disebabkan karena rahim Mey terinfeksi darah kotor yang tidak bisa keluar selama 3 tahun lamanya.

Mengutip Intisari pada Selasa (5/10/2021), dokter tersebut pun mengatakan bahwa Mey tidak bisa hamil jika rahimnya masih terinfeksi.

“Karena darah kotor tidak keluar selama itu 3 tahun lebih. Makanya membuat bengkak rahim ya, kalau kondisi ibu seperti ini nggak bakalan bisa hamil,” jelasnya.

Bahkan, ia harus menjalani operasi untuk membersihkan rahimnya.

Melalui akun Facebooknya, Mey juga mengingatkan agar para wanita bisa memilih KB dengan benar.

“Pembelajaran terutama buat saya, harus lebih hati-hati lagi memilih KB. Untuk perempuan di luar sana yang belum pernah mengalami apa yang saya rasakan mohon untuk lebih hati-hati dan selektif menggunakan KB suntik,” tulisnya, dikutip dari Facebook Mey Erlyn via Intisari.

Kandati ada pengalaman mengerikan, namun tidak semua wanita mengalami hal ini.

Selain itu, sebelum memilih KB, sebaiknya para wanita lebih dulu melakukan konsultasi dengan dokter.

======

Ketahui Kaitan Antara Kista Ovarium dan Kesuburan Wanita

Kista ovarium dan kesuburan wanita memang memiliki keterkaitan. Beberapa jenis kista ovarium dapat memengaruhi peluang wanita untuk hamil. Namun, dengan penanganan yang tepat, wanita yang menderita kista ovarium tetap bisa memiliki momongan.

Kista ovarium ada beberapa jenis, yaitu kista fungsional, kista dermoid, kista cystadenomas, endometriosis, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sebagian jenis kista tersebut tidak berbahaya dan tidak berdampak pada kesuburan wanita. Namun, ada pula jenis kista ovarium yang bisa memengaruhi kesuburan dan membuat wanita lebih sulit hamil.

Kista Ovarium yang Memengaruhi Kesuburan

Berikut ini adalah beberapa jenis kista ovarium yang dapat mengganggu kesuburan seorang wanita:

Sindrom polikistik ovarium (PCOS)

PCOS terjadi ketika terdapat kelainan pada hormon yang berfungsi untuk mengatur kinerja organ reproduksi wanita.

Para wanita yang mengalami PCOS biasanya akan mengalami haid yang tidak teratur, sehingga sulit untuk menentukan masa suburnya. Kondisi ini juga menyebabkan terdapat kista atau benjolan-benjolan di indung telur (ovarium). Penyakit PCOS ini bisa membuat wanita menjadi lebih sulit untuk hamil.

Selain itu, PCOS juga bisa menyebabkan wanita mengalami berbagai gejala, seperti timbul banyak jerawat, peningkatan berat badan, rambut rontok, atau banyak tumbuh bulu di bagian tubuh tertentu.

Endometriosis

Penyakit ini muncul ketika jaringan dinding rahim lepas dan menempel di organ tubuh lain, seperti tuba falopi, indung telur, atau panggul. Ketika menyerang tuba falopi atau indung telur, endometriosis bisa menyebabkan wanita lebih sulit untuk hamil.

Endometriosis juga sering kali akan membuat wanita mengalami nyeri panggul, nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan intim, perdarahan vagina, serta nyeri saat menstruasi.

Jenis Kista Ovarium yang Tidak Mengganggu Kesuburan

Berikut ini adalah beberapa jenis kista ovarium yang tidak memengaruhi kesuburan wanita:

Kista fungsional

Kista fungsional, seperti kista follicular atau kista corpus luteum, merupakan jenis kista ovarium yang paling sering terjadi. Kista ini umum terjadi selama siklus menstruasi dan tidak memengaruhi tingkat kesuburan. Kehadirannya justru menunjukkan bahwa Anda sedang subur.

Kista dermoid

Kista ovarium jenis ini tidak mengandung cairan seperti jenis kista lainnya. Kista dermoid mengandung jaringan tubuh, seperti rambut, kulit, atau gigi. Kista ini umumnya sudah terbentuk sejak lahir dan tidak menimbulkan gejala.

Kista cystadenomas

Kista cystadenomas muncul dari permukaan ovarium atau indung telur. Kista ovarium jenis ini membutuhkan perawatan khusus, tetapi tidak memengaruhi kesuburan.

Meski umumnya tidak berbahaya dan tidak mengganggu kesuburan, ketiga jenis kista ovarium tersebut terkadang bisa memengaruhi kesuburan ketika ukurannya sudah sangat besar, pecah, menimbulkan gejala berat, atau menghalangi suplai darah ke ovarium.

Wanita dengan Kista Ovarium Masih Berpeluang untuk Hamil

Dengan pengobatan yang tepat, wanita dengan kista ovarium yang berpotensi mengganggu kesuburan masih memiliki peluang untuk hamil.

Untuk mengobati kista yang dapat mengganggu kesuburan wanita, dokter bisa memberikan beberapa langkah penanganan kista ovarium berikut ini:

Pemeriksaan rutin

Pemantauan rutin berupa pemeriksaan USG selama beberapa minggu atau bulan perlu dilakukan, bila kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala.

Pada penderita kista ovarium yang sudah menopause, pemeriksaan berupa tes darah dan USG perlu dilakukan 4 bulan sekali selama satu tahun.

Pemberian obat-obatan

Dokter dapat memberikan pil KB untuk mencegah kista muncul kembali. Namun, alat kontrasepsi hormonal ini tidak dapat mengecilkan kista yang sudah ada.

Dokter juga dapat memberikan obat kesuburan bernama clomifene yang dapat merangsang ovulasi atau terapi hormon gonadotropin untuk membantu siklus menstruasi menjadi lebih teratur.

Obat metformin juga bisa membantu mengatasi kista ovarium yang menjadi penyebab masalah kesuburan, terutama jika penderita mengalami obesitas atau tidak cocok dengan obat clomifene. Metformin bisa membantu tubuh berovulasi secara normal dan meningkatkan peluang untuk hamil.

Operasi

Kista ovarium yang berukuran besar, menimbulkan gejala, atau berpotensi menjadi kanker perlu dihilangkan melalui operasi. Jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengangkat kista ovarium adalah laparoskopi dan laparotomi.

Setelah kista ovarium terangkat dan dinyatakan sembuh, dokter bisa menyarankan untuk memulai program hamil. Agar kesempatan hamil meningkat, dokter juga dapat merekomendasikan program bayi tabung.

Jika berhasil, dokter mungkin akan menyarankan penderita untuk menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi suplemen kehamilan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, atau preeklampsia.

Tidak semua kista ovarium berbahaya dan bisa menyebabkan masalah kesuburan atau infertilitas pada wanita. Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat dari dokter, wanita yang menderita kista ovarium masih memiliki peluang untuk hamil dan memiliki anak.

======

Penting bagi Kesehatan, Ini Cara Menjaga Kualitas Tidur di Masa Pandemi

Kualitas tidur harus dijaga dengan baik karena berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ada beragam cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari menerapkan pola tidur yang benar hingga mengonsumsi produk herbal.

Meski terlihat sepele, kebiasaan tidur yang buruk bisa membahayakan kesehatan Anda, apalagi jika terus dilakukan dalam waktu yang lama. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kualitas tidur yang buruk memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Bahaya akibat Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur yang berkualitas adalah yang bisa membuat Anda merasa segar ketika bangun di pagi hari. Waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah 7–8 jam setiap malamnya.

Bahaya yang mengintai di balik kualitas tidur yang buruk ada beragam, di antaranya:

Penurunan daya ingat

Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Tak heran, orang yang kualitas tidurnya buruk cenderung kurang produktif, kurang bisa memecahkan masalah dengan baik, dan memiliki daya ingat yang lebih buruk daripada orang yang cukup tidur.

Penurunan daya tahan tubuh

Bahaya kualitas tidur yang buruk berikutnya adalah menurunnya daya tahan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 7 jam selama 3 malam berturut-turut lebih berisiko untuk terkena flu daripada orang yang tidur selama 8 jam atau lebih.

Selain risiko terkena infeksi, risiko untuk terkena gangguan pencernaan, seperti masuk angin, juga akan meningkat.

Kenaikan berat badan

Orang yang kurang tidur cenderung memiliki berat badan berlebih dibandingkan orang yang tidurnya cukup. Sebuah studi memperlihatkan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan waktu tidur yang pendek lebih berisiko untuk mengalami obesitas.

Dampak kurangnya waktu tidur terhadap kenaikan berat badan diyakini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk gangguan pada keseimbangan hormon, peningkatan nafsu makan, dan penurunan motivasi untuk berolahraga.

Cara Meningkatkan atau Menjaga Kualitas Tidur

Agar Anda tetap fit dan bugar terutama di masa pandemi ini, pastikan untuk memerhatikan kualitas tidur Anda. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, antara lain:

  • Tidur dan bangun tidur secara teratur setiap harinya, tentunya dengan waktu tidur yang cukup
  • Tidak tidur siang lebih dari 30 menit, kecuali jika harus bekerja di malam hari atau usai lembur
  • Membatasi aktivitas menjelang tidur, terutama olahraga berat dan bermain gadget, setidaknya 1–3 jam sebelum tidur
  • Mengelola stres dan overthinking dengan melakukan teknik relaksasi sederhana menjelang waktu tidur
  • Tidak mengonsumsi makanan berat dan minuman berkafein beberapa jam sebelum tidur, karena hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut dan mengganggu kualitas tidur
  • Menciptakan suasana tidur yang nyaman dan tenang, misalnya dengan mematikan lampu kamar, menyalakan AC atau kipas angin, dan mematikan TV

Konsumsi Produk Herbal untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, salah satu dampak dari kualitas tidur yang buruk adalah turunnya daya tahan tubuh. Hal ini dapat membuat seseorang mudah sakit, termasuk gangguan pencernaan, dan yang cukup sering dirasakan adalah masuk angin.

Meski terdengar ringan, keluhan masuk angin bisa cukup mengganggu aktivitas di siang hari dan tidur di malam hari. Akibatnya, kualitas tidur Anda bisa semakin memburuk.

Untuk mengatasinya, usahakan tidur yang cukup dengan menerapkan cara-cara di atas. Jika perut Anda masih terasa tidak nyaman akibat masuk angin sehingga sulit untuk tidur, Anda bisa mengonsumsi produk herbal yang dapat menyamankan tubuh Anda.

Bila ingin mengonsumsi produk herbal, beberapa bahan alami yang dapat Anda pilih adalah jahe (Zingiberis officinalis rhizoma), daun mint (Menthae arvensis folium), dan daun sembung (Blumeae balsamiferae folium). Ketiga bahan ini sudah terbukti efektif untuk mengatasi keluhan masuk angin.

Agar kualitas tidur lebih baik, Anda juga bisa mengonsumsi produk herbal yang mengandung passion flower, akar valerian, pala (Myristicae fragransis semen), dan kulit pulai (alstonia scholaris cartex). Mengapa demikian?

Dalam beberapa penelitian, passion flower, akar valerian, maupun kombinasi keduanya telah terbukti mampu meningkatkan rasa kantuk sehingga dapat membuat untuk tidur lebih pulas, dan tidak sering terbangun di malam hari.

Khasiat serupa juga bisa didapatkan dari tanaman herba pala dan kulit pulai, yang sudah banyak digunakan pada pengobatan tradisional. Meskipun masih dalam penelitian berskala kecil, senyawa aktif pada kedua herba ini terlihat dapat menurunkan stres dan menimbulkan efek mengantuk, sehingga meningkatkan kualitas tidur.

Jangan abaikan bahaya dari kualitas tidur yang buruk, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Jika terus dibiarkan, kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk bisa mengganggu kesehatan Anda. Apabila Anda sudah menerapkan cara-cara di atas untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik tetapi masih juga sulit tidur, berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Tags: #benda asing dalam rahim setelah suntik KB #kaitan kista ovarium dan kesuburan wanita #menjaga kualitas tidur saat pandemi