Biadab! Ibu kandung dijadikan pembantu dan tak diberi upah, sumpah serapah netizen: Neraka jalur prestasi


Ibu adalah surga dan segalanya, pasti semua setuju dan sepakat. Tapi apa jadinya jika sosok wanita yang melahirkan anaknya tersebut dijadikan pembantu oleh buah hatinya sendiri.

Ibu yang akan selalu membantu anak, tak layak dianggap dan diberlakukan seperti pembantu. Layaknya majikan dengan orang lain yang mempekerjakannya.

Bukan di sinetron, kejadian seorang ibu dijadikan pembantu oleh anak sendiri terjadi di dunia nyata. Tanpa sebuah karangan, terlebih untuk sebuah konten medsos.

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) seorang ibu dijadikan pembantu oleh anak kandungnya sendiri yang bekerja menjadi tukang cuci dan menjaga cucu di rumahnya.

Tak hanya sampai di situ, ibu tersebut pun dilaporkan kepada pihak polisi karena dianggap telah melakukan pencurian HP milik si anak.

Si anak merasa jika HP senilai Rp4,5 juta miliknya hilang karena dicuri oleh ibunya yang menjadi pembantu di rumahnya.

Entah karena memang membutuhkan uang atau bukan, ibu tersebut dianggap mencuri HP anaknya di dalam kamar yang tak terkunci.

Namun dari informasi, ibu yang dipekerjakan oleh anaknya sendiri menjadi pembantu itu tak pernah menerima uang setiap bulan.

Informasi yang diunggah dalam akun gosip, mendapatkan reaksi keras dari ribuan netizen yang mengomentari aksi anak menjadikan ibunya menjadi pembantu. Sumpah serapah terucap kepadanya.

“Siap2 neraka jalur prestasi,” tulis seorang netizen.

“Dijadikan pembantu bahkan ga dibayar, gila,” sahut akun yang lain.

“Anak durhaka!,” sahut yang lainnya.

“Surga disia-siain, durhaka.,” ujar netizen lain.

Tercatat sudah 4000 lebih netizen mengomentari unggahan ini dan banyak juga yang menyayangkan kenapa Polisi menerima laporan anaknya itu.

“Yang salah polisinya kalau nerima laporannya,” tegas seorang netizen.

“Dan Polisi menangani kasus ini, welcome to Indonesia,” ucap lainnya.***

Jadi Pembantu di Rumah Anak Kandung, Ibu Paruh Baya Berakhir Dilaporkan ke Polisi karena Hal Ini

Nasib malang menimpa seorang ibu berinisial AL (68) di Pandan Salas, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sudah tenaganya diperas untuk jadi pembantu di rumah anak kandung, AL pun dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencurian.

AL dipolisikan anak kandungnya berinisial S karena mencuri sebuah ponsel di rumahnya.

Sehari-hari AL memang dipekerjaan sebagai pembantu di rumah anaknya sebagai tukang cucI dan menjaga sang cucu.

Namun berdasarkan informasi dari penyidikan lebih lanjut, AL mengaku tidak pernah diberikan uang oleh anaknya.

Oleh karena itu AL neka mencuri ponsel milik S untuk membayar utang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah, Senin (25/4/2022).

Aparat kepolisian pun telah mengamankan AL setelah mendapat laporan dari S.

“Pelaku kami amankan di rumahnya, dan berdasarkan pengakuannya, pelaku mengaku telah melakukan pencurian,” papar Kompol Nasrullah.

Saat itu pelaku mencuri ponsel tersebut dengan cara masuk ke dalam kamar yang pada saat itu tidak terkunci.

Kemudian ponsel diambil di tempat tidur dan langsung kabur.

Sebenarnya kejadian sudah berlangsung Desember tahun 2021 lalu.

Bahwa S melapor ke Polisi telah kehilangan ponsel dengan kerugian sekitar Rp4,5 juta.

Setelah diselidiki, hilangnya ponsel tersebut mengarah ke AL dan sudah diakui.

Nasrullah menjelaskan, AL awalnya disangkakan pasal 362 KUHP.

Akan tetapi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut maka sangkaannya berubah ke pasal 367 tentang pencurian di dalam keluarga.

Akhirnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan jalan Restorative Justice (RJ).

Indah Permatasari dan Arie Kriting ingin punya anak, ibu kandung tak mau lihat

Konflik antara Arie Kriting dan Indah Permatasari dengan ibu kandungnya Nursyah Mustamim seolah tidak kunjung selesai.

Hal ini dikarenakan sang ibu tak merestui perkawinan anaknya Indah Permatasari dengan komika Arie Kriting pada tahun 2021 lalu.

Sang ibu pun kembali menunjukkan ketidaksukaannya setelah baru-baru ini ada keinginan dari Indah Permatasari dan Arie Kriting ingin punya anak di tahun 2022 ini.

Nursyah Mustamim menegaskan, tak mau ambil pusing terkait keinginan Indah Permatasari dan Arie Kriting memiliki anak.

“Sudah saya tidak mau tahu lagi. Saya tida mau cari tahu lagi,” katanya dikutip Hops.ID dari Youtube Indosiar, Rabu 2 Maret 2022.

Bahkan, yang mengejutkan lagi Nursyah menyebutkan tak mau melihat sang cucu kelak ketika sudah lahir.

“Saya tidak mau lihat itu walaupun dia punya anak,” ujarnya

Hal ini kata Nursyah lantaran dirinya merasa masih sakit hati dengan Indah Permatasari yang menikah dengan Arie Kriting tanpa restu darinya.

“Karena terlalu sakit, seolah-olah membuat saya jahat,” katanya.

Sementara itu, Arie Kriting memilih menanggapi ujaran kebencian yang dialamatkan kepada rumah tangganya dengan positif.

Netizen kan nanya-nanya ‘kapan punya anak? Mungkin mereka mendoakan supaya kita juga mendapatkan hal yang berkah, bahagia,” kata Arie.

Seperti diketahui, Nursyah memang tidak merestui anaknya Indah Permatasari menikah dengan Arie Kriting.

Bahkan sebelum keduanya menikah, Nursyah memberikan dua syarat bagi Arie. Salah satunya adalah permintaan Nursyah agar Indah dirukiah.

“Pertama, saya mau Indah dirukiah. Yang kedua si Kriting itu di depan orangtuanya yang melahirkan di dalam masjid, disaksikan sama orang banyak, ustaz atau kyai, sumpah di atas Al-Quran kalau dia tidak pakai apa-apa sama anak saya,” kata Nursyah saat itu.

Nursyah merasa bahwa apa yang diyakininya selama ini adalah yang terbaik untuk anaknya. Bahkan, belum lama ini ia sempat sesumbar jika ia ingin menarik Indah kembali masuk ke dalam perutnya.***

Kronologi anak tega menganiaya ibu kandung di Bengkulu karena tidak bisa beli kuota internet

Bukan lagi anak kecil, seorang pria berusia 19 tahun tega menganiaya ibu kandung hanya karena persoalan kuota internet.

Inisial BH (19) adalahwarga di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang tega menganiaya ibu kandung karena tidak bisa membeli kuota internet.

Aksi menganiaya ibu kandung yang dilakukan oleh pelaku terjadi pada Jumat 8 April 2022, sekitar pukul 16.30 WIB berlokasi di kediaman keduanya.

Dikutip dari laman Suara.com oleh tim Hops pada 12 April 2022, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Kaur, Iptu Indro Witayuda di Bengkulu, mengatakan bahwa aksi tersangka yang menganiaya ibu kandung sendiri disebabkan karena ia tidak bisa membeli kuota internet.

Kepolisian Resort Kabupaten Kaur menangkap tersangka yang merupakan salah satu warga Desa Ulak Bandung, Provinsi Bengkulu, sebagai pelaku penganiayaan yakni seorang pemuda yang menganiaya ibu kandungnya sendiri.

Aksi penganiayaan tersebut terjadi setelah BH dan ibunya menjual buah pinang ke Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur.

Setelahnya, ibu pelaku memberikan uang hasil penjualan sebesar Rp 60 ribu kepada tersangka.

Namun, tersangka justru marah dan tidak mau menerima uang yang diberikan ibunya. Pelaku marah karena nominal yang diberikan ibunya tersebut tidak cukup untuk membeli kuota internet.

Bukan hanya marah, tersangka langsung melakukan tindak kekerasan kepada ibu kandungnya sendiri dengan cara memukulinya.

Karena tidak terima dengan perlakuan anaknya, tersangka langsung dilaporkan ke pihak berwajib oleh ibu kandungnya.

Atas perbuatannya, saat ini tersangka tengah ditahan di Polres Kabupaten Kaur dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perbuatan tersangka karena telah menganiaya ibu kandung membuatnya terancam pasal 44 Undang – Undang RI nomor 23 tahun 2004, tentang tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.***