Bukan Al Fatihah, Baca Ini saat Sholat agar Pintu Langit Terbuka, Ustadz Abdul Somad: Malaikat Turun Mendengar


Ustadz Abdul Somad membongkar bacaan saat sholat yang membuat semua pintu surga langsung terbuka.

Bacaan itu bukanlah Al Fatihah atau Al Ikhlas, namun keutamannya juga tak kalah dahsyat dari kedua surat itu.

Menurut Ustadz Abdul Somad, hendaknya seseorang mau membacakannya saat sholat agar keutamaan itu bisa didapatkan.

Dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah kanal YouTube Petuah Satu Menit pada Minggu, 3 Oktober 2021 menjelaskan tentang sebuah bacaan saat sholat tersebut.

Ada banyak bacaan dalam sholat yang memiliki keistimewaan masing-masing. Hal itu membuat orang akan mendapat banyak keuntungan.

Salah satu bacaan wajib ialah surat Al Fatihah. Apabila tidak ada itu, maka tidak akan pernah dianggap sah.

Namun, ada satu bacaan lagi yang keutamannya dahsyat karena menghebohkan seluruh penghuni langit.

Menurut Ustadz Abdul Somad, hal tersebut disampaikam langsung oleh Nabi Muhammad saat mendengarkan orang membacakanya.

Saat itu, Nabi bertanya kepada para sahabatnya, siapakah yang mengucapkan bacaan itu saat sholat.

Kemudian ada salah satu sahabat yang mengaku, bahwa dirinyalah yang mengucapkan bacaan tersebut saat sholat.

Nabi bersaksi bahwa semua pintu langit terbuka hingga malikat turun untuk mendengarkannya. Keterangan Nabi itu disampaikan oleh Umar bin Khattab.

“Aku lihat pintu-pintu langit malaikat turun mendengar doa yang kau baca,” ujarnya menerangkan hadist tersebut.

Bahkan, Abdullah bin Umar (anak Umar bin Khattab) sendiri tak mau meninggalkan bacaan itu setiap sholat setelah mendengarkan hadist itu.

“Sejak aku mendengar hadist ini aku tak pernah meninggalkan sekali pun dalam sholatku (doa iftitah),” katanya menirukan keterangan Abdullah bin Umar.

Adapun bacaan yang mampu membuka pintu langit dan membuat malaikat turun ke bumi untuk mendengar itu ialah doa iftitah.

======

Bayi Berkeringat Saat Tidur, Normalkah?

Umumnya bayi berkeringat ketika mereka kepanasan, demam, atau terlalu aktif bergerak. Namun, ada juga bayi yang berkeringat saat tidur lelap. Apakah hal ini normal dan apa, sih, penyebabnya?

Sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa mengeluarkan keringat. Berkeringat adalah proses alami yang terjadi pada tubuh. Cairan yang dilepaskan oleh kelenjar kulit ini bertujuan untuk mengatur suhu agar tidak terlalu panas. Selain itu, keringat juga diduga berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan keseimbangan ion tubuh.

Bayi Berkeringat Saat Tidur Adalah Hal yang Normal

Kendati tidak terjadi pada semua bayi, berkeringat saat tidur dialami oleh sebagian dari mereka. Sebenarnya, bayi berkeringat saat tidur adalah hal yang normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kok, Bun.

Perlu diingat pula bahwa sistem pengaturan suhu tubuh bayi masih berkembang. Selain itu, kelenjar keringat bayi juga cenderung lebih padat dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi, bayi memang bisa terlihat berkeringat lebih banyak, baik saat tidur maupun tidak.

Beberapa hal lain yang juga bisa menjadi penyebab bayi berkeringat saat tidur adalah:

Fase deep sleep

Bayi mengalami fase deep sleep atau fase tidur nyenyak yang lebih lama. Pada fase ini, sebagian bayi bisa mengeluarkan keringat lebih banyak, bahkan hingga membuatnya mandi keringat.

Hal ini khususnya terjadi pada bayi baru lahir yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk tidur. Bila Si Kecil mengalaminya, tidak perlu panik ya, Bun, karena ini adalah hal yang normal terjadi.

Pakaian yang terlalu tebal

Selain karena fase tidurnya, penyebab bayi berkeringat saat tidur lainnya adalah pakaian atau selimut yang terlalu tebal. Hal ini dapat menaikkan suhu tubuhnya. Alhasil, bayi jadi kegerahan dan mengeluarkan keringat.

Untuk menghindarinya, usahakan agar Si Kecil mengenakan pakaian tidur berbahan katun yang bisa menyerap keringat. Selain itu, cukup selimuti ia dengan selimut tipis agar tidurnya bisa hangat, tanpa kegerahan.

Suhu ruangan yang terlalu panas

Suhu ruangan yang terlalu panas pun bisa memicu bayi berkeringat, baik itu pada pagi, siang, atau malam hari. Jika kamar bayi menggunakan AC, aturlah suhu AC sekitar 23–25o Celsius. Suhu ini adalah suhu yang direkomendasikan karena aman untuk bayi.

Bayi berkeringat saat tidur adalah hal yang lumrah terjadi, dan kondisi ini lebih sering dialami oleh bayi laki-laki daripada bayi perempuan. Karena merupakan hal yang normal, tidak dibutuhkan penanganan apa pun.

Namun, Bunda perlu waspada bila Si Kecil tetap berkeringat padahal sedang berada di ruangan yang sejuk dan mengenakan pakaian yang tipis. Ada beberapa penyakit pada bayi yang menimbulkan gejala berupa keluarnya keringat saat tidur, seperti hiperhidrosis, penyakit jantung bawaan, infeksi, atau sleep apnea.

Jika Si Kecil berkeringat saat tidur dan Bunda mendapati adanya gejala lain, misalnya susah bernapas atau mengorok saat tidur, susah menyusu, bibir membiru, atau demam, segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

======

Mengenal Uric Acid, Limbah Alami dalam Darah

Uric acid adalah produk limbah alami dalam darah yang berasal dari metabolisme zat purin. Zat ini umumnya banyak terkandung di berbagai jenis makanan, seperti daging dan jeroan. Bila kadarnya terlalu tinggi, uric acid dapat menyebabkan penyakit asam urat.

Di dalam tubuh, zat purin dari makanan yang Anda konsumsi akan melalui proses metabolisme dan diolah menjadi uric acid. Selanjutnya, zat limbah yang juga dikenal dengan sebutan asam urat ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine dan feses.

Namun, pada sebagian orang, metabolisme zat purin tersebut dapat berjalan lebih lambat, sehingga proses pembuangan pun terhambat dan menyebabkan terjadinya penumpukan purin di dalam darah. Penumpukan asam urat di dalam darah lama-kelamaan bisa menyebabkan terjadinya hyperuricemia atau penyakit asam urat.

Waspada Penyebab Tingginya Uric Acid dalam Darah

Zat purin umumnya terkandung di beberapa jenis makanan dan minuman. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan dan minuman yang tinggi kandungan purin:

  • Jeroan
  • Daging merah, misalnya daging sapi dan kambing
  • Seafood, termasuk ikan, kerang, udang, dan kepiting
  • Minuman beralkohol
  • Sayuran, misalnya jamur, buncis, kembang kol, asparagus, dan bayam
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang merah, kacang polong, dan kedelai

Selain karena makanan tinggi purin, penumpukan uric acid juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan atau suplemen tertentu, misalnya obat diuretik, imunosupresan, dan vitamin B3.

Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom metabolik, dan psoriasis, juga dapat menyebabkan kadar uric acid dalam tubuh lebih mudah naik.

Tingginya asam urat di dalam darah tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, asam urat yang menumpuk di dalam tubuh bisa mengendap dan menjadi batu di saluran kemih atau ginjal. Hal ini bisa menimbulkan keluhan nyeri saat buang air kecil, nyeri pinggang atau punggung, kencing berdarah, dan pipis terasa berpasir.

Selain itu, tingginya kadar uric acid juga sering kali menyebabkan beberapa keluhan, seperti sendi kaku, nyeri, bengkak, dan kemerahan. Penumpukan asam urat dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan munculnya benjolan pada tulang yang disebut tophus.

Mencegah Peningkatan Kadar Uric Acid dalam Darah

Guna mencegah penyakit asam urat dan batu saluran kemih akibat tingginya kadar asam urat, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi purin. Selain itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan uric acid dalam darah, di antaranya:

1. Batasi konsumsi gula atau makanan manis

Selain makanan tinggi purin, penyakit asam urat juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan, khususnya yang banyak mengandung fruktosa.

Fruktosa adalah zat gula sederhana yang banyak ditambahkan ke dalam makanan dan minuman. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda memeriksa kandungan gula tambahan yang umumnya tertera pada label makanan sebelum mengonsumsinya.

2. Hindari atau batasi minuman beralkohol

Minuman beralkohol, seperti bir, diketahui dapat menyebabkan serangan asam urat kambuh. Konsumsi alkohol berlebihan atau terlalu sering merupakan salah satu penyebab umum terjadinya peningkatan kadar uric acid serta pembengkakan dan nyeri sendi akibat penyakit asam urat.

3. Jaga berat badan agar tetap ideal

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas umumnya lebih rentan mengalami peningkatan kadar asam urat. Hal ini diduga karena jaringan lemak tubuh akan lebih banyak menghasilkan uric acid.

Obesitas juga membuat tubuh lebih lambat membuang asam urat, sehingga zat tersebut akan lebih mudah menumpuk dalam darah. Oleh karena itu, jika memiliki berat badan berlebih, Anda dianjurkan rutin berolahraga dan perbaiki pola makan untuk mencapai berat badan ideal.

4. Kurangi stres

Kebiasaan tidak sehat, seperti sering stres, kurang tidur, dan jarang olahraga juga turut berkontribusi dalam menyebabkan kadar uric acid lebih mudah naik. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, mulai sekarang cobalah untuk lebih sering olahraga, kurangi stres, dan istirahat yang cukup.

Umumnya, kadar uric acid di dalam tubuh bisa terkontrol dengan pola makan sehat dan rutin olahraga. Selain itu, untuk mengetahui kadar asam urat, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter. Tes darah bisa dilakukan sebagai pemeriksaan untuk memantau kadar uric acid.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar uric acid dalam darah Anda tinggi atau bila Anda mengalami gejala penyakit asam urat, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags: #bacaan agar pintu langit terbuka #bayi berkeringat saat tidur #uric acid limbah alami dalam darah