Bukan Pelet, Cukup Baca Ayat Al Quran ini agar Selalu Disayang Pasangan

257 views


Bukan Pelet, Cukup Baca Ayat Al Quran ini agar Selalu Disayang Pasangan

Harus pilih-pilih

Muslimah, jangan sampai salah pilih calon suami. Sebab suami adalah pemimpin keluarga yang akan membimbing dan memimpin keluargamu. Hindari lelaki seperti ini…

Sudah menjadi fitrahnya, bahwa manusia memiliki rasa ketertarikan dengan lawan jenis sebagai sebuah fitrah. Dari ketertarikan itu muncullah keinginan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga.

Namun untuk memasuki bahtera rumah tangga tersebut keduanya harus melewati pernikahan.

Pernikahan adalah suatu masa yang sangat sakral dan harus dijalani dengan kemantaban hati. Tidak boleh asal dan sekedar karena ingin punya pasangan hidup.

Mari kita simak firman Allah dalam Al Qur’an:

“Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir,” ( QS.Ar-Rum: 21).

Meski jodoh atau pasangan hidup itu sudah ditentukan oleh Allah, namun kita sebagai manusia juga harus mengupayakan untuk menjemput jodohnya.

Mempunyai pasangan hidup yang ideal sesuai dengan kriteria yang kita tetapkan atau impikan tentu bukan perkara mudah, sebab setiap orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing. Tidak ada seorangpun manusia yang sempurna di dunia ini.

Secara khusus ada ketentuan pokok yang harus dipenuhi jika ingin memilih pasangan hidup yakni ia yang beragama Islam.

Hal ini sesuai dengan perintahnya:

“Jangan kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, hamba sahaya perempuan beriman lebih baik daripada perempuan musyrik yang me-narik hatimu. Jangan pula kamu nikahkan laki-laki musyrik dengan perempuan yang beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, hamba sahaya laki-laki beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik yang menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajakmu ke surga dan memberi ampunan dengan izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran,“ (QS.Al Baqarah: 221).

Tetapi tak hanya itu ya syaratnya, bagi muslimah perlu menambahkan syarat lainnya. Dan perlu hati-hati atau tegas menolaknya, jika ada laki-laki yang melamarmu dan tahu bahwa laki-laki itu memiliki sifat buruk ini:

1. Berani Meninggalkan Shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian kami dengan mereka adalah shalat. Orang yang meninggalkannya, berarti dia telah kafir,” (HR. At-Tirmidzi).

Sekedar tahu bahwa ia beragama Islam dari KTP nya tentu saja tak cukup. Kita juga harus tahu bagaimana dengan ibadahnya seperti shalatnya, puasanya dan lainnya.

Laki-laki yang berani meninggalkan shalat, berarti telah berani mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, apalagi jika mendapatkan perintah dari manusia. Maka pasti bisa dengan mudah melalaikannya.

Padahal ketika menikah, suami memiliki amanah dan tanggung jawab pada keluarganya. Jika shalat saja berani untuk ditinggalkan bagaimana dengan tugasnya sebagai kepala keluarga?

2. Sering Melakukan Perbuatan Dosa

Dalam Islam ada beberapa perbuatan yang tergolong dosa besar diantaranya ialah, mabuk, berzina, membunuh orang , berjudi dan sebagainya.

Jika kita tahu dari sumber yang dapat dipercaya bahwa calon suami tersebut masih sering melakukan dosa besar maka jangan dipilih menjadi pendamping hidup. Misalnya dia tukang berzina dan pembabuk.

“Pezina laki-laki tidak boleh menikah, kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik. Pezina perempuan tidak boleh menikah, kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik. Hal itu diharamkan bagi orang-orang mukmin,” (QS.An-Nur: 3).

Hidup bersama suami yang biasa melakukan dosa besar sama dengan hidup di dalam kemurkaan Allah. Jangan sampai dalam pernikahan, bukannya mendapatkan berkah tapi justru mendapat murka Allah.

3. Dayyuts

Dayyuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu kepada istri sama sekali. Sehingga ia membiarkan anak-istrinya terjerumus dalam maksiat.

Terhadap lelaki yang dayyuts ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka di hari kiamat,orang yang durhaka kepada ibu bapaknya, perempuan yang menyerupai lelaki dan laki-laki dayyuts,” (HR. Ahmad An-Nasai).

4. Sombong dan Senang Membanggakan Diri

Laki-laki yang bersifat sombong seperti ini tidak mengenal perasaan cinta. Dia hanya mencintai diri sendiri dan membanggakan dirinya sendiri secara berlebihan.

Jika dia menikah, dia tidak menikah karena cinta, tapi karena nafsunya menginginkan wanita itu. Dan mungkin saja hanya menjadikan istri sebagai kepemilikan dan untuk dipamerkan semata.

Sikapnya tersebut juga ditunjukkan dengan merendahkan istrinya saat istrinya salah. Memilih calon suami yang hanya karena kaya dan mapan, maka bisa jadi dia mengukur segalanya dengan materi semata.

5. Durhaka kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua adalah perintah Allah. Jika ada pria yang tak hormat dengan orang tuanya, sebenarnya bisa disebut ia menderita sakit dan harus segera disembuhkan.

Jika dia tidak berbakti kepada orangtua, tidak menuruti perintah mereka, padahal mereka adalah orang yang merawat dan membimbingnya sejak kecil.

Apakah kamu percaya dia akan memperlakukanmu dengan baik, jika orang tuanya tak diperlakukan dengan baik?

6. Kikir

Orang yang kikir tidak dapat membahagiakan dirinya ataupun orang lain kecuali setelah dia mati.

Karena ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita bersifat kikir, beliau bersabda,

“…Dan hindarilah sifat kikir, karena kekikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu, membuat mereka saling bunuh dan melanggar kehormatan orang lain,” (HR. Muslim).

Untuk itu wahai muslimah, hendaklah berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan kepada calon suami. Jangan sampai salah pilih, karena setelah pernikahan, suami adalah pemimpinmu.

Maukah kamu dipimpin orang yang tidak baik? Tentu tidak inginkan. Untuk itu, hendaklah pilih dengan cermat dan senantiasa melibatkan Allah dengan doa dan munajat agar diberi pasangan yang saleh.

======

Wahai Suami, Hindari Kata-kata Ini Saat Bercanda Dengan Istri

Pasutri siap-siap mau ke kondangan.
Istri : “Abi, aku pakai baju ini aja ya?”
Suami: “Yang lain aja, Itu kelihatan gemuk!” (maksudnya bajunya terlalu ketat/kurang longgar)
Istri: “(jleeb!!) Hah? Iya,memang aku itu gemuk, jelek, tua, keriput…!” (sewot lalu mewek)
Suami: “ ?!@$#%”

Ketimpangan komunikasi pasutri, antara lain disebabkan kecenderungan wanita yang mengedepankan perasaan, sedangkan pria, logikanya yang didahulukan.

Untuk itu dibutuhkan cara berkomunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Seperti percakapan di atas, suami berniat jujur tapi sang istri malah baper/bawa perasaan.

Nah, biar istri tidak baper, meski bercanda, sebaiknya hindari mengatakan hal-hal ini :

1. “Bunda kayaknya tambah gemuk ya?”

Kata gemuk adalah salah satu perbendaharaan kata yang paling tidak disukai wanita. Daripada mengatakan langsung tentang perubahan berat badannya, lebih baik berikan istri hadiah baju/sepatu olah raga baru, dan jadwalkan jalan pagi berdua tiap akhir pekan.

Juga sarankan padanya untuk ikut aktif kegiatan olahraga bersama ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal. Usulkan pula menu-menu yang lebih sehat untuk disajikan di meja makan.

2. “Ma, resepnya kayaknya belum pas, bikinan Ibuku lebih enak!”

Meski rasa rendang buatan ibumu nomor satu, jangan bandingkan dengan masakan istrimu. Membandingkannya hanya akan menyakiti perasaannya. Bilang saja “Enak ini, Ma!Bikinan ibuku rasanya berbeda, coba saja tanya resepnya ya!”

3. “Aduh Bu, rumah kok berantakan begini sih!”

Pulang kantor, di ruang tamu berserakan mainan, buku pelajaran bertaburan di meja makan, di lantai ada tumpahan susu berceceran.

Tolong buang jauh-jauh pikiran “Ngapain aja istriku seharian?” Yang perlu suami tahu, seharian tadi, beberapa kali lantai sudah disapu/dipel ulang, mainan sudah dirapikan tapi dikeluarkan lagi dan si kecil minum susu sambil lari-lari.

Jadi, daripada banyak komentar, coba beri bantuan dengan menyapu atau asuh anak-anak dulu.

4. “Santai saja, Ummi!”

Istri sudah curhat panjang lebar cuma ditanggapi adem sambil bilang “Santai saja!”, itu rasanya seperti sia-sia saja punya pasangan.

Suami seperti menganggap masalah yang diceritakan istri bukanlah hal besar. Tolong, beri komentar/saran seperti yang diharapkan dan bukannya mengecilkan masalah yang ia keluhkan.

5. “Ini urusan laki-laki, Ma!”

Suami lagi galau, saat ditanya istri, dijawab “Ini urusan laki-laki!” yang bikin istri merasa tidak berarti. Kalau memang itu rahasia katakan baik-baik, seperti “ Sudahlah, kalau Mama tahu, takutnya ikut kepikiran nanti!”

6. “Kok cepat habis uangnya, Mi?”

Komentar itu menyimpulkan bahwa istri boros/tidak becus urus keuangan keluarga. Mendingan tanya dulu, siapa tahu bulan itu ada keperluan anak yang mendadak atau pengeluaran keluarga yang tak terduga.

7. “Sudahlah Bun, aku lagi banyak kerjaan!”

Meski suami sedang sibuk, tak ada salahnya mendengarkan sebentar apa yang ingin istri sampaikan. Bukan selalu minta bantuan, kadang ia hanya butuh dukungan.

8. “Pakai warna itu jadi kelihatan tua, Bu!”

Kalau mau istri tampak awet muda, coba temani berbelanja baju/hijab baru agar penampilannya lebih segar, juga membeli produk perawatan kecantikan agar ia bisa memantaskan diri di hadapan suami.

9. “Artis M itu, anaknya banyak tapi masih cantik juga ya Bunda!”

Kalimat itu bisa bikin istri cemburu. Jadi, kalau ingin memuji wanita lain, lebih baik di batin.

10. “Ummi lagi dapet? Kok baper banget!”

Istri cerewet itu biasa, apalagi di saat datang bulan, jadi tambah sensitif. Tapi tak perlu juga menggodanya seperti itu, nanti malah luber kadar bapernya. Kalau memang istri sedang ngomel panjang lebar, dengarkan saja.

Coba teladani Khalifah Umar bin Khattab yang diam saja saat dimarahi istrinya. Karena Beliau paham akan beban rumah tangga yang diemban istrinya.

Beliau menghormati istri yang telah melahirkan dan mengasuh anak-anak juga mengurus keluarganya. Sehingga bagi Khalifah Umar tak ada salahnya diam mendengarkan keluh kesahnya.

Tags: #ayat agar selalu disayang pasangan