Bukti Betapa Beratnya Beban Istri Jika Dibandingkan Suami

526 views


Jangan anggap istri enak-enakan dirumah wahai suami. Kalian tidak tahu betapa berat beban dan tanggung jawab menjadi ibu rumah tangga yang harus serba bisa mengurus semua apapun yang menjadi tanggung jawabnya … (foto cover: ilustrasi, sumber)

Tanpa istri kalian suami bukan apa-apa …

Keharmonisan rumah tangga merupakan sesuatu yang didampakan oleh setiap pasangan suami istri, karena harmonis menunjukkan adanya rasa bahagia dan nyaman.​

Tentu saja salah satu hal yang perlu dilakukan dalam menjaga agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga adalah dengan berkonsekuensi terhadap tugas dan kewajiban masing-masing pasangan suami istri.​

Nah, terkait hal itu, kadang seorang suami merasa bahwa beban yang dipikulnya lebh berat daripada seorang istri, ini karena dia adalah kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan dalam rumah tangga.

Ini tidak sepenuhnya benar, justru sebaliknya, istrilah yang menanggung beban rumah tangga lebih besar daripada suami.

Bukti Betapa Beratnya Beban Istri Jika Dibandingkan Suami

Kita semua tahu, pekerjaan seorang suami memang ada dalam waktu-waktu yang sudah ditentukan, misalnya dia berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam, dan jarang-jarang ada lembur.

Ya, ini ada standar pekerjaan seorang suami pada umumnya.

Berbeda dengan seorang istri, bisa dikatakan bahwa pekerjaannya nonstop. Bagaimana tidak? Seorang istri pagi sudah bangun lebih awal, belanja, memasak, membersihkan rumah, mengepel lantai, mencuci piring dan pakaian, dan lainnya.

Pastilah itu adalah perkerjaan yang sangat melelahkan dan semua itu dilakukan untuk membuat suami merasa nyaman.

Seorang istri yang baik pasti akan sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk memenuhi kenyamanan suami di rumah, dia sadar bahwa suami bekerja mencarikan nafkah, dan dia sadar bahwa suami pun leleh bekerja seharian sepulangnya di rumah.

Sehingga, seorang istri akan melakukan apapun untuk membuat suaminya nyaman di rumah, padahal dia mengesampingkan dirinya sendiri demi suami.

Anda bisa membayangkan betapa besar kepedulian seorang istri pada suami, dia menyiapkan apa saja yang dibutuhkan suami sebelum berangkat kerja, bahkan setelah suami pulang kerja pun seorang istri masih harus menyambut, menyiapkan makanan dan minuman, dan sebagainya.

Padahal dia juga merasa lelah setelah mengurus pekerjaan rumah seharian, dan itu semata-mata dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada suami.

Salah satu hal yang hanya dilakukan oleh istri pada umumnya adalah mengurus anak.

Seorang istri harus pandai dalam merawat dan menjaga anak, baik ketika dia masih kecil maupun sampai dewasa, mulai dari menggendong, mengganti popok, menyuapi makan, memandikan, mengantar sekolah, menemani belajar dan tidur, bahkan sampai pada menghadapi tingkat pola anak saat remaja dan dewasa.

Tentu saja ini adalah beban berat yang seharusnya disadari oleh para suami dari istrinya.

Pendidikan karakter anak sangat penting untuk memberikan bekal emosional anak. Dan orang pertama yang berperan penting dalam mendidik anak adalah seorang ibu, bukan ayah.

Mengapa demikian? Karena seorang ibulah yang memberikan tulusnya kasih sayang kepada anak, dan hal itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang ayah pada umumnya.

Untuk itulah, sudah sewajarnya anak lebih dekat dengan ibunya daripada ayahnya. Nah, dari kedekatan antara ibu dan anaklah yang menjadikan dasar-dasar pendidikan karakter seorang anak.

Karena secara tidak langsung, anak akan meniru apapun yang dilakukan ibu, baik perkataan, sikap, maupun prilaku ibu.

Setiap pasangan suami istri tentunya berkewajiban menjaga kehormatan masing-masing pasangan dan rumah tangga.

Namun, karakter pria berbeda dengan karakter wanita pada umumnya, wanita lebih cenderung melakukan apapun dengan perasaan dan sangat mudah mencurahkan isi hati kepada orang lain apalagi saat kumpul-kumpul bersama.

Tentu saja hal ini adalah perbandigan umum antara pria dan wanita.

Dari kecenderungan wanita dan perasaannyalah yang menunjukkan bahwa wanita memiliki beban lebih berat dalam hal menjaga kehormatan suami dan rumah tangga, sekali lagi ini adalah masalah perasaan dan beban.

Anda bisa mengumpamakan bahwa suami lebih mudah menjaga mulut dan prilaku mengenai hal-hal buruk yang terjadi dalam rumah tangga, sedangkan istri membutuhkan mental yang kuat untuk menjaganya.

  1. Istri memiliki pekerjaan melelahkan dalam mengurus rumah
  2. Istri harus mampu membuat suami nyaman di rumah
  3. Istri harus mampu mengurus anak dengan baik
  4. Seorang ibu memiliki peran utama dalam pendidikan karakter anak
  5. Istri membutuhkan mental kuat untuk menjaga kehormatan suami dan rumah tangga dari orang lain

======

Agar Terhindar dari Penyakit Jantung Lakukan 7 Cara Hidup Sehat Ini.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menyebut bahwa sebesar 1,5% penduduk Indonesia menderita sakit jantung. Pada tahun 2001, proporsi kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut di Indonesia berkisar 26,3%, dan dikategorikan sebagai penyebab kematian yang paling utama.

Tidak hanya menyerang orang usia lanjut, tetapi penyakit jantung kini banyak ditemui pada orang yang masih berusia produktif. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu faktor seseorang terkena penyakit jantung. Berikut adalah cara hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan jantung, dilansir dari klikdokter.com:

1. Konsumsi air mineral

Untuk dapat bekerja dengan baik, jantung harus didukung oleh beberapa hal, yakni kekuatan otot, kelengkapan mineral dalam tubuh, dan juga kecukupan cairan yang akan mengisi pembuluh darah. Sangat penting bagi seseorang untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuhnya.

Jika tubuh mengalami kekurangan cairan, maka dapat meningkatkan risiko kekentalan darah, sehingga berpotensi memperbesar risiko sumbatan dalam pembuluh darah. Jika pembuluh darah sudah tersumbat, serangan jantung dan stroke yang dapat menjadi ancamannya.

Kebutuhan cairan dalam tubuh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, aktivitas, kondisi lingkungan, hingga pakaian yang dikenakan dan penyakit yang dimiliki. Secara umum, dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Bagi orang yang banyak beraktivitas di bawah terik matahari, kebutuhannya tentu akan semakin meningkat.

2. Berhenti merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satu dampak buruk dari rokok adalah dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Hal bahkan bisa dialami oleh mereka yang merokok secara pasif. Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, serta menyebabkan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (aterosklerosis) yang jadi penyebab penyakit jantung.

Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan sebagian oksigen dalam darah. Hal ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dengan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.

Oleh karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok adalah cara yang baik untuk membantu mencegah penyakit jantung. Berdasarkan pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, cara berhenti merokok dapat dilakukan dengan berhenti seketika, menunda waktu untuk memulai merokok, atau mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya.

3. Hindari makanan cepat saji dan minuman bersoda

Makanan cepat saji ternyata dapat memicu terjadinya serangan jantung karena banyak mengandung garam, bahan pengawet, gula, bahan perasa dan lemak jenuh. Selain itu, berdasarkan penelitian dan studi dari dokter ahli kesehatan di Amerika, minuman bersoda yang mengandung pemanis buatan dapat mengakibatkan seseorang terserang penyakit jantung koroner.

Kandungan gula yang sangat tinggi dalam minuman bersoda juga berpotensi menimbulkan obesitas pada kemudian hari. Obesitas ini dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi) yang keduanya merupakan penyakit yang bisa merusak jantung.

4. Kelola stress

Stres adalah hal yang wajar untuk dialami oleh seseorang. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stress, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat tubuh sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini dapat menimbulkan tekanan darah menjadi tinggi.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, seseorang harus pintar-pintar mengelola emosi. Hal tersebut dalam dilakukan dengan mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

5. Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat berujung fatal jika terjadi pada pembuluh darah organ-organ yang penting, seperti jantung dan otak. Mengetahui tekanan darah dan kolesterol dalam rentang normal menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat dipantau dengan rutin melakukan cek tekanan darah.

Rutin berolahraga, mengurangi asupan garam, serta membatasi minuman beralkohol adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi.

6. Menjaga berat badan ideal

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa obesitas dapat mengakibatkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang memicu penyakit jantung dan stroke.

Obesitas sangat erat dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi tubuh setiap hari. Jika pola makan seseorang tidak bagus, maka akan meningkatkan risiko obesitas yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, obesitas dapat menaikkan risiko penyakit jantung karena meningkatnya tekanan darah dan kolesterol.

7. Rutin olahraga

Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap ideal. Seseorang dianjurkan untuk olahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Olahraga yang dapat dilakukan antara lain yaitu berjalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, yoga dan jenis olahraga lainnya.

Pola hidup sehat harus dimulai sejak dini. Rutin melakukan cek jantung juga sangat dianjurkan meski masih berusia muda. Sehingga, kelainan jantung dapat terdeteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan tepat.

Tags: #beratnya beban istri dibanding suami #cara terhindar dari penyakit jantung