Cara Denada Bertahan Hidup dengan Uang Rp 200 Ribu, Sering Nangis Tak Ada Biaya untuk Kemoterapi


Masa-masa sulit harus dilewati penyanyi Denada yang berjuang untuk kesembuhan putrinya, Aisha.

Denada bahkan harus merelakan harta bendanya ludes bahkan sering saldo ATM-nya terkuras hingga sisa Rp 200 ribu.

Kesulitan finansial itu semakin menghimpit Denada sejak pandemi Covid-19 datang dua tahun terakhir.

Sebagai single parents, Denada juga harus banting tulang mencari rezeki demi bertahan hidup dan biaya pengobatan putrinya, Aisha.

Aisha Aurum diketahui mengidap kanker darah atau leukimia sejak 2 tahun 2018 lalu dan dirawat di Singapura sampai saat ini.

Biaya berobat anaknya yang cukup mahal sempat membuat Denada kesulitan mendapatkan uang terlebih di masa pandemi.

“Pernah dalam satu hari, satu hari atm aku itu cuma ada Rp 200 ribu rupiah, nggak nyampai 20 dolar itu kan,” ujar Denada di YouTube MAIA ALELDUL TV Minggu, (2/1/2022).

Denada pun kebingungan bagaimana caranya mendapatkan uang lantaran kebutuhan yang harus dipenuh setiap hari serta masih harus membiayai kemoterapi sang putri.

“Sementara 20 dolar di Singapura buat apa sih. Sementara kita ini, Aisyah harus treatment, setiap hari tentunya ada pengeluaran. Dan enggak satu kali dua kali ini benar-benar enggak tahu gimana,” lanjutnya.

Tak hanya sekali itu saja, Denada mengaku kerap berada dalam kondisi kesulitan ekonomi semenjak 2 tahun terakhir.

Ia pun hanya bisa pasrah sembari menggantungkan bantuan dari Tuhan.

“Jadi kalau udah tahu begitu, aku udah enggak tahu mau ngapain, aku enggak ada teman ngobrol, enggak tanya siapa-siapa. Jadi yaa cuma nangis aja sama Allah, minta tolong sama Allah,” kata Denada.

Rezeki memang tak pernah ada yang tahu kapan datangnya.

Denada pun tak menyangka doa-doa yang dilantunkannya ke Allah sangat cepat didengar.

Sebab saat masa-masa sulit itu, Denada selalu saja diberikan rezeki yang tak terduga.

“Entah ada-ada aja (reseki), tiba-tiba besokannya itu ada orang perusahan sesuatu di Indoensia yang bilang minta bantuin ngisi kelas zumba private lusa, minggu depan. Ada aja Mbak,” ucap Denada.

“Makanya semenjak itu, aku sebagai orang yang aku tidak pernah berada dalam situasi itu untungnya aku selalu merasa Allah itu kasih di dalam jiwaku itu, aku mau berjuang,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu Denada juga sempat menjual rumah mewahnya untuk biaya pengobatan, namun ternyata belum laku sampai saat ini.

Denada pun mengaku pasrah soal rumahnya yang belum laku terjual.

Terlebih kondisi saat ini memang sulit karena pandemi Covid-19 yang masih merajalela.

“Jadi rumah masih sampai sekarang belum laku, yah itu kan namanya rezeki-rezekian yah. Kita tahu mungkin sekarang situasinya di Indonesia,” kata Denada di kesempatan berbeda dikutip Rabu, 28 Juli 2021.

“Semua orang dalam keadaan yang tidak gampang membeli sesuatu hal yang harganya besar”

“Atau sesuatu hal yang bersifat rumah atau properti,” sambung Denada.

Denada mengatakan sudah membuat satu video spesial untuk memperlihatkan rumahnya yang dijual tersebut.

Bagi peminat yang tertarik membeli rumah Denada, dapat dilihat di YouTube resminya.

“Kalau soal rumah yang dijual, aku bikin videonya di YouTube aku, Denadaofficiial.

Di situ aku jelasin rumah aku, sampai dalam-dalamnya pun udah aku liatin, jadi semacam virtual tur,” jelas Denada.

Meski rumah yang ia jual belum juga laku.

Namun rupanya Denada sudah berhasil menjual tanah di samping rumahnya.

“Kemarin juga ada satu rumah yang aku tinggali, ada tanah yang kosong.

Tanahnya aku potong, aku jual,” ujar mantan kekasih Ihsan Tarore itu.

Tak hanya rumah dan sebidang tanah, putri Emilia Contessa ini pun juga mengatakan sudah merelakan mobil mewahnya untuk dijual.

Meski asetnya sudah banyak yang dijual, Denada menegaskan tak pernah menyesali aksinya itu.

“Aku sudah jual mobil juga. Jadi nggak apa-apa juga, ini kan sesuatu yang harus aku lakukan,” lanjut Denada.

Pilu Denada, Jual Semua Aset untuk Bertahan Hidup dan Berobat Sang Putri, Akui Tak Ada Penghasilan

Kisah pilu penyanyi Denada yang rela menjual semua asetnya demi biaya berobat anak.

Ia mengaku sempat tidak memiliki penghasilan karena dampak pandemi Covid-19.

Melansir Tribunews, Denada selama dua tahun terakhir ini, tak bisa bolak-balik ke Indonesia untuk melakoni sejumlah pekerjaannya.

Lantaran adanya kebijakan terkait pandemi Covid-19 yang membuatnya tak bisa mengambil pekerjaan di Tanah Air.

Sementara, Denada tinggal di Singapura untuk menemani anaknya, Aisha Aurum, berobat.

Sudah sekitar tiga tahun Aisha menjalani perawatan di rumah sakit Singapura, karena mengidap kanker darah atau leukemia.

Selama dua tahun tidak memiliki penghasilan, Denada turut menceritakan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hal itu ia ungkap dalam kanal YouTube Maia ALELDUL TV tayang pada Sabtu (1/1/2022).

“Dua tahun ini berat banget,” ungkap Denada.

Untuk tetap bisa bertahan hidup, Denada harus rela menjual beberapa aset yang ia punya.

Termasuk perhiasan, rumah, hingga mobil pribadinya yang ada di Indonesia.

“Terpaksa harus jual-jual semua yang ada, rumah, rumah yang di Bintaro juga lagi diiklankan untuk dijual, mobil,” pungkas Denada.

“Jadi semua apapun yang bisa aku jual, tas branded kah, perhiasan kah, yang kebetulan memang posisinya lagi ada di Indonesia,” sambungnya.

Meskipun begitu, Denada tetap merasa hidupnya selalu dipermudah.

Alih-alih sedih harus menjual asetnya, ia malah merasa beruntung lantaran ada barang berharga yang bisa membuatnya tetap bertahan hidup.

“Tapi aku ngomong nggak ada kepahitan, dalam hatiku ya Alhamdulillah aku masih ada barang-barang itu, kalau nggak ada barang-barang itu yang bisa dijual aku udah nggak tahu lagi deh gimana caranya bisa survive selama dua tahun ini,” terangnya.

“Walaupun megap-megap juga, karena biar gimanapun menjual di masa pandemi susah banget,” lanjutnya.

Kemudian, Denada juga bercerita kondisi keuangannya yang sempat terpuruk.

Lantaran, ia hanya memegang uang Rp 200 ribu saat tinggal di Singapura.

Padahal kala itu, ia harus mencukupi kebutuhan sehari-hari hingga membayar perawatan rumah sakit untuk putrinya.

“Pernah dalam satu hari di ATM aku cuma ada Rp 200 ribu, nggak nyampe 20 dolar itu kan,” jelasnya.

“Sementara 20 dolar di Singapura buat apa sih. Sementara Aisyah harus treatment, harus ada pengeluaran,” pungkas Denada.

Ia menjelaskan, kejadian seperti itu kerap terjadi padanya saat tidak memiliki pemasukan.

“Itu sih nggak sekali dua kali, lha orang nggak ada penghasilan tapi tinggalnya di sana (Singapura),” kata Denada.

Ia bahkan sampai menangis hingga mengadu kepada sang Pencipta terkait kondisi keuangannya yang sangat minim.

Merasa dapat keajaiban, Denada bercerita akhirnya kembali bisa bertahan dengan tawaran pekerjaan yang tiba-tiba mendatanginya.

“Kalau udah kayak gitu, aku nggak tahu lagi mau ngapain dan emang aku nggak ada temen ngobrol jadi ya cuma nangis aja sama Allah,” kata Denada.

“Entah ada aja, tiba-tiba besokannya ada orang dari perusahaan di Indonesia ‘kita ini dong ngajakin Denada untuk ngisi class zumba privat buat company kita’, atau nggak kadang-kadang ‘bisa nggak endorse’,” lanjutnya.

Ia pun bersyukur di tengah kondisi sulit yang dihadapi masih memiliki jiwa untuk terus berjuang.

“Maksudnya kayak gitu aku mana pikir itu akan terjadi dalam waktu satu hari, dua hari, abis aku nangis-nangis sama Allah, terus tiba-tiba besokannya ada yang telepon ngomong kayak gitu.”

“Untungnya Allah kasih di dalam jiwaku itu, aku tuh mau berjuang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.