Cara Malaikat Memberitahu Kita Bila Ajal Hampir Tiba

697 views


Sebahagian para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut nyawa, “Tidakkah kau memberikan peringatan kepada manusia bahawa kau datang sebagai Malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih berhati-hati?”

Malaikat menjawab, “Demi Allah, aku sudah memberikan peringatan dan tanda-tanda yang sangat banyak berupa penyakit, uban, penglihatan mulai tidak jelas (Terutama ketika sudah tua).

“Semua itu adalah peringatan bahawa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila telah datang peringatan tadi, ia tidak segera bertaubat dan tidak mempersiapkan bekalan yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukankah aku telah memberimu banyak tanda-tanda bahawa sebentar lagi aku akan datang?

“Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan yang lain.” (Hadis riwayat Imam Qurthubi)

Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunyai dua mata diwajahnya dan dua lagi ditengkuknya, “Wahai Malaikat pencabut nyawa, apa yang akan kaun lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama: yang satu berada di hujung timur dan yang satu berada di hujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor binatang pun akan mati?”

Malaikat pencabut nyawa berkata, “Aku akan memanggil roh-roh tersebut, dengan izin Allah SWT, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana (bekas) besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku.” (Hadis riwayat Abu Nu’aim)

Orang mati mendengar tetapi tidak mampu menjawab

Rasulullah SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang terbunuh ketika perang Badar dilemparkan ke dalam sebuah perigi tua.

Kemudian Rasulullah mendatanginya dan berdiri dihadapannya. Setelah itu, baginda memanggil nama mereka satu persatu, “Wahai fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kalian benar-benar ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”

Umar lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengajak berbicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”

Rasulullah SAW menjawab, “Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kamu memang tidak mendengar jawapan mereka atas apa yang tadi aku ucapkan. Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya tetapi mereka tidak dapat menjawab.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Yang namanya ajal pasti datangnya tiba-tiba dan kita tidak akan mampu berbuat apa-apa saat ia menjemput kita. Akan tetapi, ternyata beginilah cara malaikat memberi tahu bila ajal hampir tiba kepada manusia. Penasaran? Simak artikel di bawah ini yang mengulas hal tersebut secara ringkas namun lengkap.

Berdasarkan kisah, beberapa Nabi sebelumnya pernah bertanya kepada malaikat pencabut nyawa mengenai cara malaikat maut memberitahu bila tiba ajal.

Mereka bertanya apakah ada tanda atau aba-aba dari sang malaikat. Ternyata ya, ada tanda-tanda yang diberikan oleh malaikat tersebut. Tanda-tanda ini termasuk uban, penglihatan yang sudah tak baik, serta kurang pendengaran yang identik dengan usia tua seseorang maupun penyakit yang umumnya tergolong berat.

Apa yang terjadi jika setelah menerima tanda-tanda ini, seseorang tak juga bertaubat? Tentu saja tidak ada lagi kompromi untuk orang bersangkutan.

Malaikat maut hanya akan berkata bahwa ia sudah memberikan berbagai aba-aba dan bahwa malaikat pencabut nyawalah tanda terakhir yang menunjukkan bahwa seseorang meninggal dunia.

Hal ini tertulis dalam Imam Qurthubi sehingga kepastiannya tidak perlu lagi diragukan. Oleh karena itu, wajar adanya jika seseorang yang sudah tua serta sakit-sakitan tak lama lagi akan dijemput oleh ajal.

Ada cerita tentang Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan tanda-tanda malaikat maut memberitahu ajal kita akan tiba.

Suatu hari Nabi Muhammad SAW bertanya kepada malaikat maut dengan ciri-ciri fisik 2 mata di wajah dan 2 mata di tengkuk mengenai apa yang terjadi jika harus ada 2 orang berbeda meninggal dalam waktu sama.

Apalagi jika orang tersebut berjauhan, yang 1 di sebelah timur sementara yang 1 lagi di sebelah barat. Jawaban yang diberikan oleh malaikat pencabut nyawa yaitu mereka akan memanggil saja ruh 2 orang tersebut dengan izin Allah SWT.

Bukan hanya 2, ribuan banyaknya pun juga bisa. Hal ini dilakukan malaikat maut dengan membentangkan bumi menjadi seperti sebuah bejana besar dan nyawa-nyawa yang harus dipanggil tinggal ia lepaskan begitu saja.

Ada lagi kisah yang juga menceritakan cara malaikat maut memberitahu saat ajal tiba. Nabi Muhammad SAW meminta mayat-mayat orang yang tewas di kala perang untuk segera dihempaskan ke sumur tua.

Selanjutnya beliau berbicara dengan mayat-mayat itu yang membuat Umar keheranan. Didorong rasa ingin tahu inilah Umar bertanya kepada Nabi Muhammad SAW apa alasan beliau dalam melakukan hal itu.

Jawabannya cukup mengejutkan, ternyata orang yang mati apalagi baru sesaat saja masih bisa mendengar perkataan orang lain meskipun tidak bisa memberi jawaban.

Bisa dibilang bahwa meskipun malaikat maut mulai mencabut nyawa orang tersebut, indra pendengarannya tetap dibiarkan bekerja. Inilah alasan mengapa dokter menyarankan keluarga tetap mendoakan dan berbicara kepada seorang kerabat yang nyawanya baru saja hilang beberapa detik.

Apalagi jika orang yang meninggal dunia merupakan orang yang sangat dekat dengan kita dan begitu kita kasihi. Sebenarnya yang bisa dipetik dari berbagai kisah tersebut adalah bahwa kita perlu berlaku bijak dengan langsung bertaubat saat mendapat tanda-tanda dari malaikat pencabut nyawa.

======

Kenali Berbagai Risiko Sedot Lemak Sebelum Menjalaninya

Untuk membuang timbunan lemak yang dirasa mengganggu penampilan, prosedur sedot lemak kerap menjadi pilihan ketika diet atau olahraga tidak lagi efektif. Namun, ada beberapa risiko sedot lemak yang harus diketahui sebelum Anda memutuskan untuk menjalaninya.

Sedot lemak merupakan prosedur operasi untuk menghilangkan lemak tertentu di tubuh. Area tubuh yang dapat diatasi dengan sedot lemak meliputi perut, pinggul, paha, bokong, lengan, atau leher. Selain menghilangkan lemak, prosedur ini juga dapat memperbaiki bentuk tubuh.

Ada beberapa teknik sedot lemak yang dapat dilakukan, tergantung area tubuh, banyaknya lemak yang akan dihilangkan, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan

Namun, sedot lemak bukanlah cara terbaik untuk menurunkan berat badan, sebab prosedur ini juga memiliki risiko dan kemungkinan komplikasi serius, seperti infeksi dan bahkan gangguan jantung.

Risiko sedot lemak pun beragam dan dapat dibagi menjadi risiko saat operasi, risiko setelah operasi, dan risiko selama proses pemulihan.

Risiko Sedot Lemak Saat Operasi

Saat menjalani prosedur sedot lemak, ada beberapa risiko yang dapat terjadi. Berikut ini adalah beberapa risiko sedot lemak saat operasi:

  • Luka sayat pada organ lain
  • Komplikasi anestesi
  • Luka bakar yang disebabkan oleh penggunaan alat sedot lemak, seperti pada teknik laser dan ultrasound
  • Kerusakan saraf
  • Syok
  • Kematian

Teknik sedot lemak tumescent tergolong memiliki risiko yang paling sedikit dibandingkan teknik lainnya.

Risiko Sedot Lemak Setelah Operasi

Selain risiko saat operasi, ada pula beberapa risiko yang dapat Anda alami setelah menjalani prosedur sedot lemak, antara lain:

1. Emboli lemak

Kondisi ini terjadi saat pecahan lemak terlepas dan terperangkap di pembuluh darah, sehingga memicu terjadi penyumbatan aliran darah. Jika tidak segera ditangani, emboli lemak bisa menyebabkan terganggunya fungsi organ dan bahkan kematian.

2. Infeksi

Meski jarang terjadi, infeksi bisa saja Anda alami setelah prosedur sedot lemak selesai dilakukan. Kondisi ini tergolong sebagai komplikasi serius, karena infeksi yang terjadi di jaringan lemak sulit diobati dan dapat mengancam jiwa.

3. Hematoma

Hematoma adalah kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini dapat terjadi setelah operasi dan tampak seperti perdarahan yang terjadi di bawah jaringan kulit.

4. Akumulasi cairan di bawah kulit

Risiko sedot lemak lainnya adalah akumulasi cairan yang ditandai dengan terbentuknya kantung cairan (seroma) di bawah kulit. Sama seperti hematoma, kondisi ini juga kerap muncul setelah operasi.

5. Gangguan jantung dan ginjal

Perubahan kadar cairan dalam tubuh saat prosedur sedot lemak dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, jantung, dan bahkan paru-paru. Kondisi ini dapat mengancam jiwa bila tidak segera ditangani.

6. Lidocaine toxicity

Lidocaine merupakan obat bius yang digunakan saat operasi sedot lemak. Meski jarang terjadi, pemberian obat bius ini dapat menyebabkan lidocaine toxicity yang mengakibatkan gangguan serius pada jantung dan sistem saraf pusat.

Selain beberapa kondisi di atas, risiko sedot lemak setelah operasi juga dapat berupa edema, kematian sel kulit, emboli paru, hingga kematian.

Risiko Sedot Lemak Selama Proses Pemulihan

Selama proses pemulihan setelah menjalani prosedur sedot lemak, ada beberapa risiko yang dapat Anda alami, di antaranya:

  • Kulit menjadi bergelombang
  • Perubahan pada bentuk atau kontur tubuh
  • Rasa nyeri
  • Perubahan sensitivitas pada kulit
  • Perubahan warna kulit
  • Muncul bekas luka

Risiko sedot lemak ini dapat meningkat bila dokter membuat sayatan lebih luas di tubuh Anda atau menggunakan beberapa teknik sedot lemak dalam satu kali prosedur. Oleh karena itu, diskusikan lebih dulu dengan dokter terkait risiko yang dapat terjadi sebelum Anda menjalani prosedur sedot lemak.

Dokter juga akan memberi tahu persiapan apa saja yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani prosedur sedot lemak agar proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Anda pun mendapatkan hasil yang diinginkan.

Tags: #cara malaikat memberitahu ajal akan tiba #resiko sedot lemak