Cerita Miris Nikah di NTB: Talak Usai Ijab-Mempelai Ditendang Mertua

548 views


Cerita miris pernikahan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjadi. Peristiwa tak mengenakkan itu bahkan terjadi saat akad.

Cerita pertama terjadi pada 4 Juli 2021. Acara akad nikah yang khidmat berubah menjadi ricuh.

Suami Talak Istri Usai Ijab

Pangkalnya, mempelai pria mengucapkan talak tak lama usai pengucapan akad. Spontan, suasana di acara pernikahan tersebut diwarnai keributan.

Momen itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial (medsos). Pernikahan itu terjadi di sebuah daerah di Sumbawa, NTB.

Pernikahan itu digelar di halaman rumah. Tampak mempelai pria dan wanita duduk berdampingan di hadapan penghulu dan saksi.

Penghulu lalu bertanya soal apakah mempelai wanita ingin suaminya membacakan sighat taklik. Ada 4 janji yang dibacakan suami pada sighat taklik yaitu:

  1. Tidak meninggalkan istri lebih 2 tahun berturut-turut,
  2. Senantiasa memberi memberi nafkah wajib terhadap istri,
  3. Tidak membiarkan atau mempedulikan istri lebih dari 6 bulan,
  4. Tidak menyakiti jasmani/fisik istri.

Mempelai wanita menjawab tidak ingin suami membaca sighat taklik. Jawaban sama dikatakan saat penghulu mengulang pertanyaan tersebut.

Setelah itu, penghulu meminta pengantin pria menandatangani dokumen pernikahan. Namun bukannya tanda tangan, sang pria mengambil mikrofon dan menjatuhkan talak kepada pengantin wanita.

Perkataan talak itu langsung membuat emosi pria berbaju batik dan bermasker biru yang ada di depan si pengantin wanita. Video kemudian memperlihatkan terjadinya perkelahian dan si pengantin pria kena pukul.

Kedua mempelai tersebut ialah Fendi dan Yati. Sahabat Yati, Nuraini, menceritakan duduk masalah hingga akad pernikahan itu diwarnai keributan.

Nuraini mengatakan Fendi dan Yati sudah berpacaran bertahun-tahun. Mereka kemudian sepakat menikah setelah Yati hamil.

Namun pihak mempelai pria tak menyetujui hubungan tersebut. Mereka ingin membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata.

“Mau bagaimana lagi mbak Yati sudah hamil dan harus menikah. Dan pernikahan itu dilakukan. Semuanya sudah disiapkan oleh keluarga mbak Yati. Mulai dari perjamuan dan semua tamu undangan,” kata Nuraini kepada Wolipop, Jumat (9/7/2021).

Dia mengatakan Yati bersedia dinikahi Fendi meski tanpa mahar. Yati ingin meminta pertanggungjawaban dari Fendi.

Akibat ditalak saat akad, Yati sempat dilarikan ke rumah sakit. Fendi diamankan masyarakat.

Beberapa hari kemudian, Fendi dan keluarga meminta maaf serta menyatakan menyesal. Yati dan Fendi pun sepakat membina keluarga bersama.

Mempelai Pria Ditendang Mertua

Cerita pernikahan miris juga terjadi di kelurahan Oimbo, Kota Bima, NTB. Mempelai pria ditendang mertua saat prosesi akad berlangsung.

Detik-detik mertua menendang mempelai pria viral di medsos. Dalam video tersebut, proses ijab-kabul awalnya berlangsung lancar. Terlihat penghulu yang mengenakan jas biru mengawali prosesi ijab-kabul.

Setelah itu, tiba giliran orang tua pengantin perempuan membacakan istigfar dan syahadat.

Di ujung bacaan syahadat, pria yang duduk berhadapan dengan pengantin pria itu tiba-tiba menyebut kata ‘bote’. Dalam bahasa Bima, ‘bote’ berarti monyet.

Ucapan itu memicu reaksi dari pihak keluarga mempelai pria. Seorang perempuan terdengar memaki.

“Apalagi sih masalahnya, hargai kami sebagai keluarganya. Tidak enak didengar masalah begini,” ucap salah seorang perempuan dalam video tersebut dalam bahasa Bima.

Orang tua pengantin wanita tampak menunjuk ke arah suara tersebut. Lalu ia bangun dari tempat duduknya dan melayangkan tendangan ke arah pengantin pria. Tendangannya sempat mengenai wajah pengantin pria.

Orang tua pengantin wanita kembali menyerang pengantin pria, tetapi berhasil dilerai.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra mengatakan peristiwa dalam video itu terjadi pada 14 Agustus lalu.

Dia mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak Polsek Rasanae Barat dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah dilaporkan oleh keluarga yang merasa dirugikan. Sedang dilakukan penyelidikan terkait motifnya dan juga akan segera dilimpahkan ke Reskrim,” jelas AKBP Henry kepada detikcom, Minggu (26/9/2021).

Proses akad nikah yang sempat terhenti akhirnya berlanjut via telepon. Sesaat setelah ditendang, mempelai pria langsung melaporkan mertuanya itu ke Polsek Rasanae Barat.

“Setelah kejadian itu kan mereka (mempelai pria dan wanita) tetap nikah, nikahnya jadi tapi via telepon,” ujar Kasi Humas Polres Kota Bima, Iptu Jufri, Senin (27/9/2021).

Atas laporan penganiayaan itu, polisi memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengantin pria yang menjadi pelapor. Meski penyelidikan tetap dilanjutkan, polisi mengupayakan agar pelapor dan terlapor berdamai.

“Kita akan upayakan damai dengan cara kekeluargaan. Jika ini tidak berhasil, nanti tergantung kedua belah pihak,” ujarnya.

======

Jangan Lewatkan 5 Manfaat Buah Naga Merah untuk Kesehatan

Tak hanya lezat, manfaat buah naga merah untuk kesehatan pun beragam. Selain menjaga daya tahan tubuh, berbagai kandungan nutrisi di dalam buah ini juga diduga dapat mencegah berbagai jenis penyakit. Nah, simak artikel ini untuk tahu lebih jauh tentang manfaat buah naga lainnya.

Buah naga merah merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain harganya terjangkau, buah ini juga mudah ditemukan, baik di supermarket atau pedagang tradisional.

Rasa yang manis dengan kandungan air yang banyak dan daging buah yang bertekstur lembut, membuat buah ini nikmat disantap terutama saat cuaca sedang panas.

Selain bisa memanjakan lidah, buah naga juga menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sayang rasanya jika melewatkan beragam manfaat dari buah yang masih satu keluarga dengan kaktus ini.

Manfaat Buah Naga Merah

Ada beberapa manfaat buah naga merah untuk kesehatan yang dapat diperoleh dengan mengonsumsinya secara teratur, antara lain:

1. Mencegah anemia

Konsumsi buah naga merah secara rutin diketahui dapat mencegah tubuh dari anemia. Ini berkat kandungan zat besi yang ada di dalamnya. Zat besi merupakan jenis mineral yang penting dalam proses produksi sel darah merah.

Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah akan terganggu dan Anda berisiko tinggi mengalami anemia. Dengan mengonsumsi buah naga merah, kebutuhan zat besi tubuh akan tetap terjaga.

2. Memelihara kesehatan tulang

Kalsium diperlukan tubuh untuk memelihara kesehatan tulang. Selain itu, kalsium juga diperlukan oleh organ, otot, dan saraf di dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Buah naga merah diketahui mengandung kalsium di dalamnya. Oleh karena itu, Anda bisa menjadikan buah naga merah sebagai camilan sehat untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda.

3. Melindungi tubuh dari radikal bebas

Buah naga merah merupakan jenis buah yang kaya antioksidan dan zat antosianin, yaitu pewarna alami yang memberikan warna cerah pada buah.

Kedua zat tersebut diketahui dapat melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan bahkan membantu tubuh terhindar dari risiko terkena kanker.

4. Merangsang pembentukan kolagen

Kandungan vitamin C yang ada pada buah naga merah bisa membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen. Dengan demikian, kelenturan dan kesehatan kulit akan tetap terjaga dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan.

Tak hanya untuk kesehatan kulit, vitamin C pada buah naga merah juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Mencegah migrain

Vitamin B2 dan vitamin B3 merupakan jenis vitamin yang juga diperlukan oleh tubuh. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin B, maka tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit, termasuk migrain, katarak, preeklampsia, dan penyakit jantung.

Meski demikian, kesehatan tubuh tidak hanya dapat diperoleh hanya dengan mengonsumsi buah naga saja. Anda tetap dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, mencukupi waktu istirahat, dan mengelola stres dengan baik.

Bila Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi buah naga merah, seperti gatal, bengkak, atau kemerahan di kulit, periksakanlah diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

======

Nikotin vs Tar, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Terdapat beragam zat kimia pada rokok. Namun, dua kandungan di dalam rokok yang paling banyak dikenal orang adalah nikotin dan tar. Pertanyaannya, antara nikotin dan tar, manakah yang lebih berbahaya?

Pembakaran pada rokok menghasilkan sekitar 7000 bahan kimia di dalamnya. Setidaknya ada 250 zat di dalam rokok yang berbahaya, dan 69 jenis di antaranya diketahui bersifat karsinogenik, yaitu dapat menyebabkan kanker. Di antara sekian banyak zat kimia pada rokok, nikotin dan tar adalah yang paling umum diketahui.

Lebih Berbahaya Nikotin atau Tar?
Sebelum menentukan zat manakah yang lebih berbahaya, Anda perlu tahu dulu apa itu nikotin dan tar. Berikut adalah penjelasannya:

Nikotin

Nikotin adalah senyawa kimia yang secara alami ada pada berbagai tumbuhan. Sama halnya dengan kafein, nikotin bersifat stimulan ringan dan adiktif sehingga dapat menimbulkan efek ketergantungan. Karena sifatnya yang adiktif, menyebabkan para perokok sulit untuk berhenti merokok.

Saat masuk ke dalam tubuh, nikotin dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon dopamin yang membuat perasaan menjadi lebih senang dan tenang untuk sementara waktu.

Sumber nikotin yang paling tinggi konsentrasinya terdapat pada tanaman tembakau. Namun ternyata nikotin tidak hanya terdapat pada tembakau, tanaman lain dari rumpun Solanaceae, seperti kentang, terung, atau tomat, juga mengandung nikotin.

Meski bersifat adiktif, nikotin bukanlah penyebab utama penyakit akibat kebiasaan merokok. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UK Royal College of Physicians, institusi medis di Inggris, membuktikan bahwa risiko penyakit akibat kebiasaan merokok bukan disebabkan oleh nikotin, melainkan kandungan lain yang berbahaya dari asap rokok akibat pembakaran.

Akan tetapi, nikotin memang tidak untuk dikonsumsi anak di bawah usia 18 tahun maupun ibu hamil. Paparan nikotin pada anak-anak diketahui dapat mengganggu perkembangan otak serta meningkatkan risiko munculnya perilaku impulsif dan gangguan mood.

Sementara itu, paparan nikotin pada ibu hamil diketahui dapat menghambat tumbuh kembang janin, serta meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur dan berat badan lahir yang rendah pada bayi.

Tar

Berbeda dengan nikotin yang memang alami terdapat di tembakau, tar adalah zat kimia dan partikel padat (solid carbon) yang hanya dihasilkan saat rokok dibakar. Tar merupakan zat yang memiliki sifat karsinogenik atau dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Tar juga bisa menumpuk di gigi dan menyebabkan gigi menjadi berwarna kekuningan atau kecokelatan. Zat kimia ini dapat menempel pada lapisan terluar gigi (email), sehingga membuat gigi tampak lebih kuning. Gigi juga bisa semakin terlihat menguning dan mengalami kerusakan, jika tidak dirawat dengan baik dan benar.

Ketika terhirup, tar akan mengendap di dalam paru-paru. Dalam jangka waktu yang lama, endapan tar dapat menimbulkan berbagai macam penyakit di paru-paru, seperti emfisema, bronkitis, PPOK, dan kanker paru.

Tidak hanya berdampak buruk bagi paru-paru, tar dapat masuk ke dalam aliran darah dan mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat paparan tar antara lain adalah penyakit gusi, gangguan kesuburan atau kemandulan, diabetes, kanker mulut, dan penyakit jantung.

Cara untuk Mencegah Bahaya Nikotin dan Tar

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa nikotin dan tar adalah dua zat yang jauh berbeda. Nikotin menyebabkan ketergantungan dan umumnya menjadi penyebab perokok sulit berhenti merokok, sedangkan tar adalah zat berbahaya yang berisiko memicu penyakit pada perokok.

Akibatnya, zat berbaya pada rokok, khususnya tar, formaldehida, dan karbon monoksida, akan terus masuk ke dalam tubuh perokok hingga akhirnya menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Oleh karena itu, untuk mencegah beragam bahaya merokok, cara terbaik yang bisa dilakukan tentunya adalah berhenti merokok.

Berhenti merokok memang tidak mudah, terutama bagi orang yang sudah merokok selama bertahun-tahun atau sudah kecanduan nikotin. Namun, ini bukanlah sesuatu yang mustahil.

Pertama-tama, Anda perlu menyadari bahwa berhenti merokok akan mendatangkan banyak manfaat, khususnya bagi kualitas hidup Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Singkirkanlah semua benda yang berhubungan dengan rokok dari jangkauan Anda, seperti asbak atau korek api.

Saat keinginan merokok muncul, cobalah untuk menahannya dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain, misalnya berolahraga atau mengerjakan hobi.

Demi menjaga kesehatan diri sendiri serta melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar Anda dari bahaya rokok, yuk, buatlah komitmen untuk berhenti merokok saat ini juga.

Namun, bila Anda sudah mencoba berbagai cara tapi sulit berhenti atau masih ingin mengonsumsi nikotin, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan produk tembakau alternatif lain dengan risiko paparan yang sangat rendah terhadap zat kimia berbahaya dibandingkan dengan rokok.

Alternatif tersebut antara lain tembakau kunyah, koyo nikotin, rokok elektrik, hingga tembakau yang dipanaskan (heated tobacco).

Pasalnya, risiko kesehatan akibat merokok memang utamanya dihasilkan dari pembakaran rokok yang menyebabkan produksi tar. Jika produk mengandung nikotin tidak dibakar, tar dan asap tidak akan terbentuk, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perokok.

Hal tersebut sudah dibuktikan oleh penelitian ilmiah selama bertahun-tahun oleh lembaga kesehatan independen maupun pemerintah di berbagai negara, misalnya Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Jika segala upaya telah dilakukan tapi Anda masih merasa kesulitan berhenti dari merokok, cobalah mencari informasi yang tepat dan tepercaya terkait cara efektif lain agar bisa berhenti merokok. Bila perlu berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat, misalnya terapi pengganti nikotin.

Tags: #mempelai ditendang mertua #mertua tendang menantu #talak usai ijab kabul