Ceroboh Dikit Aja, Bentuk Kaki Anak Jadi Korbannya, Penyebabnya Ada Hubungannya Dengan Kebiasaan Sehari-Hari Sang Ibu


Bentuk kaki O atau genu varum, umumnya banyak terjadi pada anak- anak usia 2-6 tahun, bahkan orang dewasa. Penderita penyakit ini biasanya menunjukkan bentuk kaki dengan lutut dan tulang yang memiliki bentuk melengkung keluar, sehingga menyerupai bentuk huruf O, membuat seseorang berjalan tidak seimbang.

Lalu, banyak pertanyaan muncul dari kalangan para ibu, apakah penyebab kaki dengan bentuk O atau X ini?

  • Apakah posisi tidur yang salah dapat mempengaruhi bentuk kaki anak?
  • Apakah cara menggendong yang salah?
  • Atau cara pemakaian popok yang tidak benar?
  • Atau karena anak terpaksa berjalan sebelum usia yang seharusnya?

Jawabannya adalah…

Cara memakaikan pampers pada anak sangat relatif dalam keterkaitannya dengan bentuk kaki anak. Menurut para ahli kesehatan, sebenarnya pemakaian pampers pada anak tidak terlalu berpengaruh, asalkan pampers yang dipakaikan tidak mengganggu posisi kaki anak saat ia hendak berjalan. Walaupun tidak berpengaruh secara langsung, ada baiknya jika orang tua lebih teliti lagi saat memakaikan pampers pada anak. Pilih juga pampers dengan bahan material yang bagus untuk kulit anak.

Belajar berjalan sebelum waktunya dipercaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bentuk kaki anak. Jika anak terlalu cepat dipaksa untuk berdiri dan bahkan berjalan, akan mempengaruhi bentuk kaki anak, karena pada umur tertentu, kaki anak belum mampu menahan berat tubuhnya secara menyeluruh. Bahkan berdiri untuk jangka waktu sebentar saja juga memberi pengaruh yang besar.

Selain mencegah anak untuk terlalu dini belajar berjalan, orang tua juga harus memperhatikan asupan vitamin D untuk menyediakan sumber kalsium bagi tubuh yang juga akan membantu meningkatkan kualitas tidur anak. Jika anak kurang asupan vitamin D, maka ini akan berdampak buruk pada tulang anak, terutama tulang kaki yang mana akhirnya akan menjadi salah satu faktor penyebab bentuk kaki anak menjadi O atau X.

Anak tidak boleh berlutut terbalik (posisi duduk W) terlalu lama, jika orang tua melihat anak duduk dengan posisi W, maka diharapkan untuk orang tua segera membenarkan kembali posisi duduk anak ke posisi normal. Kebiasaan ini akan menjadi penyebab utama bentuk kaki anak menjadi O atau X.

Disarankan agar anak tidak tidur dalam posisi telungkup, dikarenakan pergelangan kaki akan berada pada posisi tertekuk. Jika ini berlanjut terus untuk jangka waktu yang lama, maka akan mempengaruhi pertumbuhan tulang pada pergelangan kaki anak. Balikkan badan anak jika mereka sedang tidur dalam keadaan telungkup.

Orang tua wajib setiap harinya memperhatikan posisi berdiri, duduk, jongkok dan tidur sang anak, karena kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat menjadi penyebab utama kelainan tulang kaki pada anak.
Semoga artikel ini bermanfaat ya, Dishare yuk!

======

Menyemir Rambut Boleh Tapi Mencabun Uban Dilarang, Mengapa Demikian?

Sering muncul pertannyaan kenapa mencabut uban dilarang sedang menyemir rambut dibolehkah?

Ustaz Farid Nu’man Hasan menukil keterangan Imam Ibnul ‘Arabi rahimahullah:

إنما نهى عن النتف دون الخضب، لأن فيه تغيير الخلقة عن أصلها، بخلاف الخضب فإنه لا يغير الخلقة على الناظر إليه

“Sesungguhnya larangan ini hanyalah bagi pencabutan uban bukan mewarnai, karena di dalamnya terdapat upaya mengubah ciptaan Allah dari aslinya.

Berbeda dengan mewarnai karena dia tidak merubah ciptaan bagi orang yang melihatnya.”

(Fathul Bari, 10/355, Darul Fikr. ‘Aunul Ba’bud, 11/171, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah. Tuhfah Al Ahwadzi, 8/108, Al-Maktabah As-Salafiyah)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن اليهود والنصارى لايصبغون فخالفوهم

“Sesungguhnya Yahudi dan Nasrani tidak menyemir (rambut), maka berbedalah dengan mereka.” (HR. Abu Daud No. 4203, An Nasa’i No. 5069, Ibnu Majah No. 3621)

Dapat disimpulakn dari Hadis di atas adalah: pertama, anjuran berbeda dengan Yahudi dan Nasrani dengan cara menyemir rambut, dan ini sunah.

Kedua, boleh menyemir rambut secara mutlak dengan warna apa saja, sebab hadits ini tidak mengkhususkan warna tertentu.

Tetapi dalam riwayat Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebut dua warna:

خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم على مشيخة من الأنصار بيض لحاهم فقال: يا معشر الأنصار حمروا وصفروا وخالفوا أهل الكتاب

” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar bersama seorang tua dari Anshar yang rambutnya putih merata. Maka dia bersabda: “Wahai orang Anshar, warnailah dengan merah dan kuning, dan berbedalah dengan ahli kitab.” (HR. Ahmad, sanadnya hasan. Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari 10/354)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah secara khusus melarang warna hitam. Saat datang Abu Quhafah (ayah Abu Bakar Shiddiq) pada hari Fathul Makkah, yang rambutnya sudah memutih seluruhnya. Maka Rasulullah bersabda:

“Ubahlah rambutnya ini dengan sesuatu, dan jauhilah warna hitam.” (HR Abu Daud No. 4204, An Nasa’i No. 5076)

Dari hadits ini adalah sebuah petunjuk atas bolehnya menyemir rambut beruban dengan berbagai warna, selain hitam, karena itu haram menurut pendapat kalangan Syafi’iyah.

Hadis sebelumnya bersifat umum (muthlaq), dan hadis ini adalah muqayyad (spesisifik).

Maka sesuai kaidah Hamlul Muthlaq Ilal Muqayyad, yang mutlak (umum) harus dibawa/dibatasi (taqyid) kepada yang muqayyad.

Hadits ini adalah pengecualian dari hadis sebelumnya. Alhasil semua warna boleh kecuali hitam.

Tapi sebagian sahabat dan tabi’in ada yang menyemir rambutnya dengan warna hitam. Imam Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan:

ولهذا اختار النووي أن الصبغ بالسواد يكره كراهية تحريم. وعن الحليمي أن الكراهة خاصة بالرجال دون النساء فيجوز ذلك للمرأة لأجل زوجها. وقال مالك: الحناء والكتم واسع، والصبغ بغير السواد أحب إلي

“Oleh karena itu pendapat yang dipilih oleh An-Nawawi adalah bahwa menyemir dengan warna hitam adalah makruh, dengan makruh tahrim (mendekati haram).

Dari Al-Hulaimi, bahwa kemakruhannya khusus bagi laki-laki dan tidak bagi wanita, hal itu boleh bagi wanita demi membahagiakan suaminya.

Malik berkata: diberikan keluasan bagi Inai dan Al Katam, dan menyemir dengan selain hitam lebih aku sukai.” (Fathul Bari, 6/499. Darul Fikr)

======

Suamiku Taat Beribadah, Tapi Tak Mau Menyentuhku

Wahai Syaikh, suamiku sebenarnya adalah lelaki yang shalih. Ia taat beribadah, tak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Hanya saja, ia jarang menyentuhku. Ia suka berada di ruang kerjanya hingga tidur di sana. Saat aku terbangun, aku dapati diriku sendirian di kamar. Hingga pagi.

Aku tidak curiga suamiku selingkuh. Bahkan aku tidak curiga jika suamiku menyukai perempuan lain. Ia taat beribadah dan menjalankan perannya di keluarga lebih baik dariku. Ia tipe suami dan ayah yang setia. Ia juga memperlakukanku dan anaknya dengan lembut. Namun aku merasa terhina dan tersiksa ketika ditinggal sendirian di kasur. Apalagi akhir-akhir ini, ia semakin jarang tidur berdua denganku. Kami baru berhubungan saat aku memintanya. Aku terkadang menangis sendiri.

Aku tidak tahu apakah ini disebabkan kehidupan keluarganya di masa kecil yang ayahnya sering meninggalkan keluarga atau apa? Atau justru ini kesalahanku? Aku merasa tidak dicintai kalau dibiarkan sendiri semacam ini. Apa yang harus kulakukan, Syaikh?

Perbaiki Komunikasi, Ingatkan Suami
Saudariku, engkau perlu bicara terbuka dan terus terang kepada suamimu. Gunakan pendekatan agama, logika ilmiah, psikologi, bahwa istri itu perlu digauli. Bahwa engkau sebagai istri bukan hanya membutuhkan nafkah lahir tetapi juga membutuhkan nafkah batin. Bahwa engkau sebagai istri bukan hanya menginginkan disayang, tetapi juga ingin dicintai dan salah satu bukti cinta suami kepada istrinya adalah melewati malam bersama.

Engkau perlu memahamkan suami bahwa kemunduran hasrat dan syahwatnya yang kemudian bermalam-malam meninggalkanmu, bagimu itu berarti ia tidak cinta padamu. Atau cintanya berkurang. Dan mengecewakan dirimu serta membuatmu bersedih hingga menangis sendiri. Membaca pribadi suamimu dari cerita di atas, insya Allah suamimu akan berubah jika engkau benar-benar memahamkannya. Sampaikan dengan lembut, sampaikan dengan nada penuh kasih. Jangan gengsi dan jangan malu. Bisa jadi selama ini ia tidak mengerti atau ada masalah komunikasi.

Karena suamimu adalah lelaki yang taat beragama, agaknya pendekatan agama lebih mengena untuknya. Bahwa suami memiliki kewajiban terhadap istrinya, demikian pula istri memiliki kewajiban terhadap suaminya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf” (QS. Al Baqarah : 228)

Dengan cara yang sebaik-baiknya, ingatkan suamimu akan perkataan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu: “Demi Allah, sesungguhnya seorang dari kita harus menunaikan syahwatnya, sekalipun terpaksa.”

Maqalah ini agaknya dilatari oleh adanya seseorang yang tidak suka melakukan hubungan suami istri karena menganggapnya akan mensibukkan pikirannya atau sebab lain. Tetapi, ia harus melakukan hal itu, demi cintanya kepada istrinya. Demi menunaikan hak istrinya.

Percantik Diri, Pikat Suami
Selain membangun komunikasi yang lebih baik, engkau perlu memikatnya dengan cara-cara baru yang boleh jadi selama ini ia enggan karena kurangnya variasi dalam kehidupan rumah tangganya.

Ada sebagian istri yang pandai menarik hati dan menggairahkan suaminya. Hingga terlaksanalah hak keduanya secara intens dan memuaskan. Kalaupun suatu saat hasrat suami sedang turun, istri tersebut cerdas merias diri dan mengelola situasi sehingga suami kembali “on” lagi.

Setiap wanita sebenarnya memiliki bakat melakukan ini. Karena wanita itu pada umumnya suka keindahan, suka terlihat cantik, suka terlihat mempesona suaminya. Engkau perlu mengembangkan bakat-bakat ini di hadapan suami. Cobalah memulainya dengan tampil lebih bening di depan suami. Pakai pakaian terbaik yang disukai suami. Mungkin yang mengingatkannya tentang malam pertama, mungkin yang membuatnya melihat dirimu tidak seperti biasanya. Intinya buat dia terpesona.

Ada istri-istri yang selalu berhias untuk suaminya dan tampil memikat saat suaminya di rumah. Pun saat suaminya pulang kerja, ia langsung disambut dengan senyum manis dan dandanan rapi. Lengkap dengan parfum yang mewangi. Inilah yang perlu dilakukan istri, yang di zaman ini kadang di balik. Saat pergi tampak cantik dan seksi, saat di rumah tampil ala kadarnya.

Seringkali, tampilan istri akan diimbangi oleh suami. Saat istri berhias untuk sang suami, suami pun berhias untuk istri. Meskipun, tentu saja berhiasnya berbeda. Suami hanya dengan menyisir rambut, mengenakan pakaian rapi dan memakai parfum saja sudah merupakan berhias.

Ada seseorang melihat Hasan Al Basri menyisir rambutnya sebelum masuk rumah. “Apa yang Anda lakukan?” tanya orang itu. “Saya berhias untuk istriku.”
“Apakah yang seperti ini Anda temukan dalam Al Qur’an?”
“Ya,” jawab Hasan Al Basri kemudian membacakan Surat Al Baqarah ayat 228 sebagaimana di atas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mencontohkan berhias untuk istri. Diantara kebiasaan beliau adalah, bersiwak sebelum masuk rumah. Sehingga beliau ketika bertemu dengan istrinya bau mulutnya segar dan harum. Lalu, adakah orang yang lebih bertaqwa dari Rasulullah?

Nah, jika engkau ingin suamimu seperti Rasulullah dan Hasan Al Basri, maka engkau perlu memulainya bukan hanya dengan memperbaiki komunikasi tetapi juga memperbaiki penampilan, aroma dan juga kata-kata. Rayulah ia.

Lalu saat berdua dengannya dan ia siap menyentuhmu, berikan yang terbaik dan lakukan dengan sepenuh hati. Perlu disadari bahwa terkadang suami enggan karena apa yang ia alami sangat monoton. Maka istri yang cerdas perlu mengelola situasi khusus ini agar berbeda dari biasanya. Ada banyak teknik dan seni yang bisa dipelajari di buku-buku seksologi Islam. Seorang musimah perlu membacanya sebagai referensi dan perbandingan. Cukup yang bersumber dari Islam. Tak perlu teknik-teknik dan referensi dari luar Islam yang kadang menyimpang atau terlalu tidak sopan.

Berdoa, Bermunajatlah KepadaNya
Suamimu sejatinya bukanlah milikmu. Ia adalah milik Allah sebagaimana dirimu. Hanya saja, Allah mentakdirkannya sebagai pasangan hidupmu. Sebagaimana mudah bagi Allah untuk mempertemukan dirimu dan dirinya dalam ikatan suci pernikahan, maka sangat mudah bagi Allah mempertemukan hatimu dan hatinya dalam cinta. Sebagaimana mudah bagi Allah untuk mempertemukan dirimu dan dirinya dalam perjanjian yang teguh, maka sangat mudah bagi Allah mempertemukan hasratmu dan hasratnya dalam hangatnya selimut dan dekapan.

Ingatlah kembali bahwa yang kuasa untuk mengubah dan membalikkan hati manusia adalah Allah. Ingatlah kembali bahwa yang kuasa menguatkan hasrat seseorang adalah Allah. Ingatlah kembali bahwa yang kuasa meningkatkan kembali naluri bercinta suami istri adalah Allah.

Maka sangat mudah bagi Allah mengkondisikan hati yang semula mengering menjadi bersemi. Maka sangat mudah bagi Allah membuat hasrat yang tadinya mengerut menjadi menggeliat. Maka sangat mudah bagi Allah membuat dua jiwa yang tadinya menjauh menjadi merasa perlu dekat dan saling mendekap.

Maka berdoalah kepada Allah. Bermunajatlah padaNya. Uraikan segala masalah yang kau punya. Sebut dan bayangkan wajah suamimu yang kau cinta. Menangislah dalam tengadah doa. Seraya menundukkan kepala dan jiwa. Bawa segenap hati memohon kepadaNya, agar Dia berkenan mengabulkan keinginan dan mengatasi segala persoalan. Khusyu’lah dalam meminta agar Dia memberikan solusi atas segala problematika. Kembalikan kepadaNya segala urusan, kembalikan kepadaNya segala harapan. Allah Maha Kuasa lagi Maha Mengabulkan doa.

Tags: #larangan mencabut uban #penyebab perubahan bentuk kaki anak #perubahan bentuk kaki anak #suami taat beribadah tapi tak menyentuh istrinya