Cinta Suami ke Istri Diuji pada Beberapa Kondisi Ini

241 views


Harapan setiap istri di seluruh dunia pada dasarnya sama: ingin selalu dicintai suami hingga akhir hayat, disayangi tanpa cela, tanpa berkurang sedikit pun.

Namun, kenyataannya tidak selalu sesuai dengan harapan. Ekspektasi istri ingin memiliki kisah cinta romantis ala drama Korea, tapi yang didapat kadang sebaliknya.

Dan, bukan kehidupan namanya jika tidak ada ujian. Pun dalam berumah tangga. Tantangan itu pastilah ada, yang salah satunya mengenai kadar cinta suami ke istri yang sifatnya tidak mutlak karena suami hanyalah manusia biasa, bukan robot yang bisa diprogram.

Beberapa kondisi di bawah ini konon menjadi penyebab naik turunnya kadar cinta suami ke istri. Jika bisa melewati, rumah tangga aman. Namun jika tidak bisa, akibatnya bisa fatal.

Kondisi apa saja yang dimaksud? Setidaknya dengan mengetahuinya, setiap istri bisa mengantisipasi harus berbuat apa.

1. Kemapanan Bertambah
Sudah banyak yang bilang bahwa cinta istri diuji ketika sang suami belum punya apa-apa sedangkan cinta suami diuji ketika dia sudah memiliki segalanya.

Ketika masih berjuang, wanita yang paling sempurna seolah hanya istri karena yang mau sama sang suami memang hanya istrinya saja, misalnya.

Namun, saat sudah mapan dan dielu-elukan, sang suami baru sadar bahwa istrinya bukanlah satu-satunya wanita cantik di dunia ini. Di saat inilah keteguhan hati suami diuji. Apakah ia tetap berkomitmen setia hanya dengan istrinya atau mencoba bermain api di belakang?

Laki-laki yang baik pastilah menghargai istrinya. Dia tidak akan tega dan sampai hati menyakiti hati seseorang yang menemaninya sejak awal perjuangan, bukan saat enaknya saja.

2. Istri Belum Juga Hamil
Istri yang belum juga hamil padahal usia pernikahan sudah lama akankah membuat sang suami menyalahkan istrinya? Atau, dia akan mencoba mencari solusinya bersama-sama? Toh, bisa saja yang bermasalah si suami, bukan istri.

3. Istri Hamil dan Melahirkan
Bila istri belum juga hamil bisa jadi ujian cinta suami, pun saat istri hamil dan melahirkan. Dua kondisi tsb menyebabkan fisik wanita berubah. Sekalipun dia sudah berolahraga teratur, perbedaan itu tetaplah ada.

Apakah suami masih tetap mencintai istri ketika istrinya sudah tidak semenarik dulu? Apakah sang suami bisa tetap setia menunggu istrinya langsing seperti sedia kala? Atau, sebaliknya?

4. Istri Stagnan
Sebelum menikah, istri bisa jadi adalah bintang berkilau: cantik, cerdas, idealis, menarik, aktif, & berwawasan. Tapi ketika sudah menikah terlebih punya anak di mana kegiatan sehari-harinya lebih banyak diisi oleh hal-hal seputar urusan domestik, kilau tadi semakin lama semakin redup.

Istri bisa jadi sudah lupa jika dulu primadona. Orang-orang sekitar juga lupa bahwa dia dulu lulusan terbaik. Bahkan sang suami juga bisa jadi lupa bahwa dia dulu begitu kagum dengan istrinya yang dinilai sempurna.

Sedangkan suami, alih-alih mengejar karier demi hidup mapan bersama keluarga, kondisinya berkebalikan. Bisa jadi sebelum menikah dia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tapi setelah menikah dia melesat pesat seperti meteor.

Jika GAP tsb tidak segera diatasi, konflik bisa terjadi. Suami merasa istri enggak bisa mengimbangi. Sementara, di luar sana sang suami terbiasa berinteraksi dengan wanita-wanita yang menawan dan penuh pesona.

Namun, sekali lagi, laki-laki yang baik akan memahami pengorbanan istrinya. Baginya sang istri tetap dan selalu berkilau hanya “panggungnya” saja yang berbeda.

Suami yang baik justru merasa beruntung karena ia dan anak-anaknya diurus oleh wanita yang dulunya lulusan terbaik dan penuh pesona. Suami yang lakik bangett tidak akan membiarkan GAP tsb terjadi.

5. Istri Berubah
Dulu romantis, sekarang cerewet. Dulu muda, sekarang tua. Dulu rapi, sekarang sering berantakan. Suami yang lemah iman akan bermain belakang ketika merasa istrinya sudah berubah.

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad mengatakan bahwa sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada istrinya.

Ketulusan dan kesetiaan itu mahal. Dan, hal itu tidak akan mungkin didapat dari orang yang berjiwa murahan. Laki-laki sejati paham ini.

5 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Istri Ketika Tahu Suami Telah Mendua

Ketika seorang istri tahu kalau suaminya telah mendua, langkah apa yang sebenarnya harus diambil? Apakah langsung menuntut cerai, atau masih adakah cara lain untuk mempertahankan rumah tangga? Ini pendapat para pakar.

1. Apakah Rumah Tangga Masih Layak Dipertahankan?
Mempertahankan rumah tangga atau berpisah memang menjadi keputusan yang sangat sulit diambil begitu tahu pasangan telah mendua.

Salah satu cara yang bisa jadi pertimbangan adalah mengenali tipe pasangan Anda seperti apa? Apakah dia benar-benar menyesali tindakannya dan sungguh-sungguh berjanji tidak akan mengulanginya? Atau memang sudah sifatnya yang cenderung untuk mendua?

“Manusia kadang suka ‘terpeleset’, ketika dia benar-benar ‘terpeleset’ (dan bukan karena pembawaan karakter) maka bisa saja (hubungan) dipertahankan,” ujar William July, penulis ‘Confessions of an Ex Bachelor’, seperti dikutip dari She Knows.

Tapi ketika perselingkuhan atau kecenderungan untuk mendua sudah menjadi tabiatnya, dan terlebih lagi, terjadi tidak cuma sekali, maka pikirkan baik-baik termasuk konsekuensinya jika Anda ingin menggugat cerai.

Namun terlepas dari apakah perbuatan itu baru sekali atau telah berulang kali dia lakukan, pastikan lagi apakah jauh lebih baik jika Anda berpisah atau mempertahankan rumah tangga.

2. Bicarakan dengan Serius
“Jika Anda memutuskan untuk bertahan, maka Anda perlu benar-benar membicarakannya kepada pasangan tentang apa yang terjadi dan mengapa hal itu bisa terjadi.

Apa yang sebenarnya dia rasakan dan bagaimana perasaannya setelah peristiwa itu terjadi? Proses ini memang akan terasa sangat menyakitkan, tapi penting bagi Anda untuk mendengarkan penjelasannya,” saran psikoterapis Vanessa Marin.

Minta juga pasangan untuk mendengarkan Anda. Apa yang Anda rasakan setelah tahu telah dikhianati atau diduakan.

Pasangan harus tahu bahwa apa yang dia lakukan menyakitkan Anda, dan harus mau memberikan waktu dan ruang bagi Anda untuk merenung. Misalnya untuk tidak bertemu dulu selama beberapa waktu.

3. Tidak Bertemu Dulu
Pisah rumah sementara waktu, mungkin terkesan seperti menambah garam pada luka yang sudah menganga.

Tapi tidak bertemu dan memutuskan kontak sementara bisa membantu Anda untuk merenung dan introspeksi hubungan, sekaligus memikirkan apa langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Tanpa adanya distraksi, Anda bisa memutuskan langkah terbaik dengan kepala dingin.

4. Konseling
Tidak sedikit pasangan yang enggan melakukan konseling ke teraping atau konsultan pernikahan, karena beranggapan masalah rumah tangga tidak seharusnya diumbar ke orang lain.

Tapi ketika pembicaraan antara Anda dan pasangan sudah tidak bisa dibawa ke manapun, maka mendapatkan pandangan objektif dari seorang profesional mungkin diperlukan.

Pihak ketiga ini akan menjembatani dua isi kepala yang berbeda, sekaligus mencegah adanya cekcok dan pertengkaran yang hanya akan menghabiskan energi tanpa menemukan solusi.

Dengan adanya orang lain di antara mereka, pasangan yang menghadapi masalah perselingkuhan, atau masalah rumah tangga lainnya akan bisa berkomunikasi dengan cara yang lebih sehat.

5. Bercerai
Jika Anda tidak juga bisa melupakan dan memaafkan tindakan suami yang telah mendua, bahkan ketika sudah berbagai cara ditempuh selama berbulan-bulan, maka mungkin jalan satu-satunya adalah berpisah.

Namun sebelumnya evaluasi terlebih dahulu dengan seksama, jika memang rumah tangga hanya akan menimbulkan sakit hati dan menurunkan kualitas Anda sebagai individu, perceraian, dengan sangat menyesal, merupakan cara terakhir yang bisa dilakukan.

“Tanyakan pada diri sendiri apakah ini akan menjadi keputusan terakhir yang diambil bagi pasangan Anda. Bisakah Anda sembuh dari rasa sakit hati ini dan memaafkan? Kalau tidak, jangan teruskan hidup bersama dalam kemarahan dan/atau seseorang yang menyebabkan Anda sakit,” saran Dr. Phil McGraw, seorang pakar kesehatan mental.

Tags: #cinta suami ke istri #istri tahu suami telah mendua #suami telah mendua #ujian cinta suami ke istri