Curhat Kok Sama Suami Orang? (Inilah Awal Mula Kehancuran Rumah Tangga)

750 views


Setiap manusia pasti memiliki masalah. Tetapi, masalah itu akan terasa ringan jika kita bisa membaginya dengan orang lain. Terutama kepada orang-orang terdekat kita. (foto cover: ilustrasi)

Nah, alangkah lebih baik jika curhat itu diutarakan kepada orangtua, yang memang keduanya adalah orang terbaik dalam hidup kita. Tapi, jika sudah menikah, bagaimana?

Tentunya, curat terbaik bagi orang yang sudah menikah ialah pada pasangannya. Terutama sang istri, jangan pernah sungkan membicarakan segala keluh kesahnya pada suami. Hanya saja, seringkali kita temukan suami yang memang tidak bisa diajak curhat.

Ia lebih suka menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Alhasil, tak sedikit istri yang malah curhat pada suami orang. Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini?

Suatu ayat melarang kita untuk tidak mendekati z1-na karena sesungguhnya z1-na adalah sutu perbuatan keji dan jalan yang buruk.

Di dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa hukum perantara sama dengan hukum tujuannya sehingga hukumilah dengan hukum itu untuk tambahan lainnya.

Berdasarkan kedua riwayat tersebut didapatkan kesimpulan bahwa perantara menuju zina pun juga dilarang oleh agama, seperti berdua-duaan.

Ibnu Rabi’ah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa dilarang bagi laki-laki berduaan dengan wanita yang tidak halal untuknya. Karena sesungguhnya, setan adalah orang ketiga di antaranya kecuali jika bersama mahramnya.

Mungkin sebagian besar orang mengira bahwa berduaan hanyalah saat bertemu dan pergi bersama. Padahal, berduaan dapat berupa chating dengan lawan jenis, termasuk dengan curhat pada suami orang.

Namun, hal ini masih banyak terjadi di zaman yang modern ini. Oleh karena itu, kita harus tahu apa saja bahaya yang diakibatkan dari kebiasaan ini.

Terdapat berbagai bahaya saat kita curhat pada suami orang lain, baik bertemu langsung ataupun melalui media sosial dan masih banyak lagi.

Saat kita sering curhat atau mencurahkan isi hati pada orang lain maka secara otomatis kita akan semakin dekat dengan dirinya karena kita menjadi semakin tahu satu sama lain.

Jika hal ini terjadi pada mahram atau sesama jenis maka akan berdampak positif karena hati kita menjadi lega dan hubungan satu sama lain.

Beda perkara jika orang yang Anda ajak bercerita adalah lawan jenis maka dapat menimbulkan berbagai fitnah.

Maka, akan lebih baik jika kita tidak membiarkan diri kita curhat pada suami orang. Sebab, walau bagaimana pun ia memiliki istri, yang juga tentunya tidak akan suka jika suaminya dekat dengan wanita lain.

Hal ini bisa saja menimbulkan masalah yang besar. Bukan menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Kalau pun suami bersikap dingin, artinya tidak bisa diajak curhat, maka kita bisa terus mendekati dan memahaminya. Coba cari tahu mengapa ia bersikap demikian.

Barulah cari solusi terbaik, yang menurut kita bisa meluluhkan suami, sehingga mampu menjadi partner terbaik dalam hidup. Agar keharmonisan dalam rumah tangga pun terjaga.

Curhat Istri 6 Tahun Hidup Bareng Mertua, Sering Menangis sampai Berat Badan Turun dan Rambut Rontok

Beredar sebuah video curhatan seorang istri yang tinggal bersama mertuanya. Wanita itu menceritakan dukanya tinggal bersama mertua.

Video tersebut diunggah melalui akun Tiktok pribadinya, Sabtu (10/7/2021).

Dalam video tersebut, wanita itu membeberkan rasanya hidup bersama mertua selama enam tahun.

“Buat kalian yang lebih dari aku, kalian hebat,” tulisnya, dikutip Suara.com.

Wanita itu tampak menjelaskan beberapa dampak yang ia alami.

Berat Badan Turun

Berdasarkan video tersebut, wanita itu mengaku sudah enam tahun tinggal bersama mertua.

Dirinya pun mengalami perubahan dalam hidupnya setelah tinggal bersama mertua.

Wanita itu mengungkap rambutnya sampai rontok lantaran setres.

“Rambut rontok itu berawal dari setres, tekanan mental, dan tekanan batin. Bahkan bisa mengakibatkan kematian yang diikuti asam lambung dan jantung,” ujarnya melalui kolom komentar.

Tak hanya itu, wanita tersebut juga mengalami penurunan berat badan.

Dia juga mengaku sering menangis sendiri selama tinggal bersama mertua.

“Berat badan turun, sering nangis,” jelasnya.

Selain itu, wanita tersebut juga mengungkapkan dirinya menjadi menutup diri dari lingkungan.

Komentar Warganet

Unggahan tersebut pun ramai dikomentari oleh warganet. Mereka memberikan respon terkait curhatan wanita itu.

“Lah sehari aja aku kena mental,” ujar warganet.

“Semangat bun,” timpal warganet.

“Ngapain nahan hati mbak, mending ngontrak, walaupun kecil tapi hati senang,” komentar warganet.

“Meski sering bilang ‘anggap aja orangtua sendiri’ tapi tetep nggak bisa. Beda jauh,” kata warganet lain. Sumber: suara

Tips Hidup Serumah dengan Mertua

Anda telah mengetahui kemungkinan baik dan buruk yang terjadi jika hidup serumah dengan mertua. Nah, untuk meminimalisir segala kemungkinan buruk yang berpotensi terjadi di hari depan, berikut tips harmonis hidup serumah dengan mertua yang bisa Anda ikuti:

1. Sayangi mertua, jauhi prasangka

Sejak awal hidup serumah, Anda sebaiknya membuang jauh-jauh pemikiran buruk tentang perlakuan mertua. Berpikir positiflah bahwa Anda mampu hidup rukun dan akrab dengan sang mertua. Lebih dari itu, sayangilah mertua layaknya orangtua Anda, agar hidup dengan mertua terasa menyenangkan dan harmonis.

2. Mengalah dan komunikasikan masalah dengan baik

Ketika terjadi perbedaan pendapat dan kebiasaan, perbanyaklah mengalah kepada mertua. Ingatlah, mengalah bukan berarti kalah. Jika timbul berbagai permasalahan akibat perbedaan pendapat, tidak ada salahnya untuk mengomunikasikan pendapat Anda dengan mertua, tentunya dengan bahasa yang tepat, sopan, lembut, dan tidak menyinggung. Tak lupa, biasakan untuk mencari solusi atas permasalahan bersama-sama.

Hidup Bersama Mertua Tak Selalu Buruk

Hidup bersama mertua tidaklah selalu buruk, jika Anda mau bersabar dan berusaha. Sayangi dan hormatilah mertua Anda seperti orangtua Anda sendiri, bagaimanapun keadaannya. Ingatlah, tanpa sang mertua, tentunya pasangan Anda tak akan lahir ke dunia, bukan?

Suami, Jangan Katakan 6 Kalimat Ini Saat Istrimu Sedang Menangis

Banyak yang bilang senjata andalan wanita itu air mata, dan banyak pula pria yang bingung harus bagaimana ketika harus menghadapi istrinya yang sedang menangis.

Menurut beberapa pengalaman perempuan sendiri, ada beberapa reaksi suami ketika mendapati atau menghapi istri yang sedang menangis, ada yang bikin wanitanya lega tapi ada pula yang bikin sikap suami semakin membuat istri sedih.

Dibawah ini ada beberapa tips yang seharusnya tidak boleh suami katakan kepada istrinya yang sedang menangis:

1. “Sudahlah, Lupakan Saja”
Ini adalah perkataan paling kejam yang dilontarkan pada wanita ketika dia sedang menangis.

Wanita tidak perlu diberitahu kapan mereka harus melupakan kesedihannya. Setiap orang mengatasi kesedihan dan rasa dukanya dengan cara yang berbeda. Ada yang bisa dengan cepat melupakan masalah, tapi ada juga yang baru bisa melupakannya setelah berminggu-minggu.

Lama atau pun cepat, rasa sedih itu pun akan berangsur-angsur hilang. Mengatakan hal seperti diatas hanya akan membuatnya kesal dan justru lebih sulit rasa sedihnya itu hilang.

2. “Masalahnya Tidak Seburuk Itu” atau “Itu Bisa Saja Lebih Buruk dari Ini”
Wanita menangis karena ada hal sangat buruk yang menimpanya saat itu. Meskipun mungkin masalah tersebut terlihat sepele di mata pria atau orang lain.

Jika wanita sampai menangis pastilah karena kejadian yang tidak menyenangkan. Mengatakan kalau masalahnya tidak terlalu buruk akan terkesan seperti meremehkan, padahal mungkin itu adalah hal yang sangat penting baginya.

3. “Aku Mengerti Perasaanmu”
Faktanya, tidak ada orang yang benar-benar tahu apa yang dirasakan wanita saat dia menangis.

Kalimat tersebut memang bisa menunjukkan simpati, tapi akan terkesan ‘palsu’ terutama jika diucapkan oleh pria yang sudah menyakiti hatinya. Menepuk bahu atau merangkul akan lebih efektif membuat perasaan wanita lebih baik daripada mengucapkan kata-kata tersebut.

4. “Kamu Lagi Datang Bulan Ya?”
Perasaan wanita memang lebih sensitif dan sentimentil saat datang bulan, tapi bukan berarti mereka bisa terima jika dikatakan seperti itu saat menangis.

Perkataan tersebut terkesan menyama-ratakan dan merendahkan gendernya sebagai wanita. Mereka akan merasa tangisannya dianggap remeh dan tidak berarti : terjadi karena siklus bulanan.

5. “Tolong Jangan Menangis”
Melarang wanita menangis saat dia merasa sangat sedih bukanlah ide yang baik.

Solusi terbaik menghadapi situasi tersebut adalah membiarkan dia meluapkan perasaannya. Memintanya berhenti menangis sama saja dengan mengatakan kalau: dirinya sangat tidak stabil dan tangisannya itu mengganggu.

Memintanya berhenti menangis justru akan membuatnya semakin berlinang air mata. Cara terbaik menghadapi wanita menangis adalah membiarkannya hingga berhenti dan mendengar curhatan setelahnya.

6. “Reaksi Kamu Terlalu Berlebihan”
Bahasa kasarnya: “Kamu Lebay”

Bukan pilihan kata yang tepat untuk diungkapkan kepada wanita yang sedih atau putus asa. Di dalam pikiran wanita, dia tidak pernah merasa reaksinya terlalu berlebihan terhadap apapun.

Jika dia sampai menangis, memang ada sesuatu yang sangat sentimentil baginya. Mengatakan reaksinya berlebihan akan membuatnya merasa dianggap bermasalah dengan kondisi mental.

Jadi Harus Bagaimana Kalau Istri Anda Menangis di Samping Anda?
Ada beberapa hal yang dapat suami lakukan (hal sederhana) untuk meredam tangisan sang istri tercinta, diantaranya:

  • Membiarkan dia meluapkan perasaannya.
  • Membiarkannya hingga berhenti dan mendengar curhatan setelahnya.
  • Menepuk bahu atau merangkul, akan lebih efektif membuat perasaan wanita lebih baik.
  • Terakhir, anda suami tidak perlu ngomong apa-apa lagi saat istri anda sedang menangis, cukup dampingin dia untuk meluapkan semua kesedihannya.

Nanti, tangisnya akan berhenti sendiri. Baru setelah itu suami tanya lagi ke dia (istri) ada masalah apa? Dan biasanya wanita baru akan cerita setelah selesai menangis.

Tags: #awal kehancuran rumah tangga #curhat dengan suami orang