Dapat Kabar Anaknya Diculik dan Diminta Tebusan Rp50 Juta, Jawaban Wanita Ini Bikin Penelepon Auto Kena Mental


Dalam beberapa tahun terakhir ini modus penipuan telah semakin berkembang. Salah satunya adalah modus penipuan melalui telepon.

Banyak sekali alasan penipu melakukan aksinya menggunakan panggilan telepon kepada para korban yang tidak waspada.

Namun umumnya penipu akan mengabarkan berita buruk terkait keluarga korban. Entah itu kecelakaan, masuk rumah sakit, dan sebagainya.

Bagi korban yang mudah panik, mungkin akan mengiyakan saja apa yang diminta si penipu asal keluarganya selamat.

Namun tidak demikian dengan TikToker bernama Jihan Nabilah saat menghadapi orang asing yang ingin menipunya.

Melalui video berdurasi satu menit, pemilik akun @jihaanabilahu ini memperlihatkan aksinya menipu penipu.

Bukannya terlihat panik atau histeris, Jihan malah akting kayak lagi syuting buat sinetron kejar tayang.

Cerita berawal ketika tengah malam Jihan tiba-tiba dapat telepon dari orang asing setelah bikin konten TikTok di rumah teman.

Terdengar suara pria di pesawat telepon yang mengabarkan kalau anak Jihan telah diculik oleh orang.

Untuk membebaskan anaknya itu, si penipu meminta tebusan uang bernilai fantastis sebesar Rp50 juta.

Jihan langsung tahu kalau yang menelepon itu adalah penipu. Masalahnya, dia belum menikah, apalagi punya anak.

” Jam 1 malam tiba-tiba ada yang telepon, bilang dia culik anak aku dan minta tebusan 50 juta padahal nikah aja belum,” ujarnya.

Waspada Penipuan Baru via WhatsApp, yang Terkecoh Bisa Terkuras Tabungannya
Karena sudah tahu yang menelepon adalah penipu, Jihan malah akting seolah-olah anaknya benar-benar jadi korban penculikan.

Sambil setengah menangis dan suara dibuat seperti ibu yang lagi panik, Jihan menanyakan kabar anaknya.

” Ya, anak saya sekarang di mana, Pak? Ya, kenapa, anak saya kenapa.. Ya Allah, Astaghfirullahaladzim,” kata Jihan dengan penuh penjiwaan.

Melihat akting Jihan, teman yang merekam momen tersebut hanya bisa menahan tawanya agar tidak terdengar oleh si penipu.

Singkat cerita, si penipu kemudian meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta. Namun, Jihan memberikan jawaban yang bikin ngakak.

” Gak punya, bapak. Itu anak saya yang punya mbanking. Bapak minta anak saya aja,” katanya.

Jihan kemudian pura-pura menangis sambil terus istighfar, dan meminta orang yang menelepon untuk tidak menyakiti anaknya.

” Rp50 juta aja susah, Astaghfirullahaladzim. Anak saya jangan diapa-apain pak. Ya Allah,” lanjutnya.

Tidak itu saja, Jihan juga mengungkapkan kalau dia tak mungkin bisa mendapatkan uang Rp50 juta seperti yang diminta.

” Bapak bantu saya apa? Bapak ngrepotin saya, bapaak! Saya pusing ya nyari uang 50 juta ke mana. Buat makan aja susah,” ungkapnya.

Namun ucapan Jihan selanjutnya malah bikin temannya tertawa ngakak. Sementara si penipu naik darah hingga ke ubun-ubun.

” Udah bunuh aja anak saya ya. Udah ambil buat bapak udah,” kata Jihan sebelum mengakhiri percakapan dengan penipu tersebut.

Video penipu kena mental saat berusaha melancarkan aksinya ini mengundang berbagai komentar netizen.

Banyak yang ikut ngakak melihat aksi Jihan yang terlihat total dalam mengerjai balik penipu tersebut.

” Bapak ngebantu saya ❎ bapak ngrepotin saya ✅ aku sesak napas…🤣🤣.”

” Intonasi dan vibesnya emak emak bgt dah 😭.”

” Alami banget actingnyaa 😂😂😂, mana keren abis bisa nahan ketawaaa.”

Sholat-Lah, Sehebat Apapun Kamu Hidupmu Tiada Guna Bila Tak Sholat

Dulu Imam Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya tentang apakah yang paling ringan di dunia ini? Dengan polos, murid-muridnya pun menjawab bahwa yang ringan di dunia ini adalah dedaunan, rumput-rumput kering, dan lainnya.

Dengan bijak Imam Ghazali menjawab bahwa sesungguhnya yang ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat.

Apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali memang sangat benar. Fenomena meninggalkan shalat sangat terlihat dalam kehidupan hari ini. Entah itu di pabrik-pabrik, kantor-kantor, atau lembaga-lembaga pemerintah dan swasta.

Shalat itu investasi bagi siapa saja yang ingin mengerjakan dan menegakkannya dengan iman dan kesungguhan. Bayangkan, shalat itu dengan izin Allah mampu mengubah dan mendatangkan segalanya. Shalat yang dikerjakan dengan kekhusyu’an, maka akan mendatangkan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi yang melaksanakannya.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Qs. Al Mukminun: 1-2)

Shalat, menjadi bukti keberuntungan bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan khusyu’. Siapa pun yang ingin sukses dalam hidupnya, maka dalam surat Al Mukminun ini yang menjadi syarat utamanya adalah kerjakan shalat dengan khusyu’.

Siapa saja yang shalatnya benar sesuai aturan Allah dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka bangkit dan kerjakanlah shalat dengan khusyu’. Shalat adalah syarat untuk mendapatkan keberkahan, ketenangan dan kesuksesan dalam hidup. Shalat menjadi penentu suksesnya seseorang di dunia hingga akhirat.

Jika shalat sudah ditinggalkan, maka yang akan menjadi penuntun dalam diri seorang hamba itu bukan lagi Allah Ta’ala melainkan hawa nafsunya. Jika nafsu sudah menjadi penuntun, maka segala perbuatan buruk dianggap baik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, 60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,” (Qs. Maryam: 59-60).

Meniggalkan Shalat adalah Maksiat Terbesar

Salah satu tanda syukur seorang hamba kepada Allah Ta’ala adalah dengan menegakkan shalat fardhu yang lima. Shalat mempunyai kedudukan yang sangat penting di hadapan Allah Ta’ala. Shalat juga menjadi pemisah antara orang mukmin dan orang kafir. Selain itu, shalat menjadi kunci utama diterimanya segala amal ibadah. Bahkan, shalat adalah amalan pertama kali yang kelak akan dihisab oleh Allah Ta’ala. Siapa yang shalatnya baik, maka dijamin oleh Allah baik semua amal ibadahnya yang lain. Pun sebaliknya, jika shalatnya tidak baik, maka akan tertolaklah segala amal ibadahnya yang lain.

Shalat adalah cara bagi seorang hamba untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan Rabb, Sang Maha Pencipta. Dialah Rabb yang Maha mencukupi segala keperluan semua makhluk yang bernyawa. Artinya, betapa sombong seorang hamba bila ia mengaku beriman hanya kepada Allah semata, tapi berani-beraninya meninggalkan shalat lima waktu.

Sahabat, jangan pernah lagi tinggalkan shalat fardhu. Sesibuk apapun kita, mari luangkan waktu untuk ‘berkomunikasi’ dengan Allah. Dengan shalat, hidup kita menjadi berkah. Harta kita menjadi berkah. Keluarga kita menjadi berkah. Anak-anak dan istri kita menjadi berkah. Ilmu dan harta kita menjadi berkah. Bahkan, dunia dan akhirat kita akan bahagia. Wallahi, tidak akan pernah bahagia seseorang yang berani meninggalkan shalat. Tidak akan pernah sakinah, mawaddah warohmah sebuah keluarga bila suami istri dan anak-anaknya terbiasa meninggalkan shalat.

Sahabat, banggakah kita akan kegagahan? Banggakah kita dengan wajah yang tampan dan cantik? Banggakah kita dengan harta kekayaan yang kita miliki? Banggakah kita dengan pengaruh yang besar karena kekuasaan yang dimiliki? Banggakah kita dengan luasnya ilmu dan pengalaman yang kita punya? Banggakah kita dengan gelar berderet yang kita raih dari lembaga-lembaga pendidikan? Apa arti semua kebanggaan itu jika kita jauh dari Allah. Semua itu sama sekali tak bernilai di sisi Allah jika kita masih senang meninggalkan shalat.

Mari berlelah-lelah dalam menegakkan shalat, daripada kita berlelah-lelah selamanya di dalam neraka karena menanggung dosa akibat meninggalkan shalat. Selagi masih ada waktu dan usia, mari perbarui komitmen kita kepada Allah untuk menjaga shalat fardhu kita dan meningkatkan kualitasnya semata-mata karena rasa takut dan harap kepada Allah.