Denny Siregar Kritisi Pemahaman Arie Untung Berhijrah: Masih Dangkal Tapi Berani Mengumbar Ke Publik


Pegiat media sosial Denny Siregar mengkritisi pemahaman para artis yang telah berhijrah dengan menyebut jika pemikiran mereka masih dangkal namun sudah berani untuk mengumbar pikiran tersebut ke publik.

Salah satu yang disorot Denny Siregar adalah Arie Untung. Ia menyoroti ucapan-uacapan Arie saat menjadi bintang tamu acara podcast Daniel Mananta.

Lantas apa yang diucapkan Arie sehingga Denny Siregar bisa berbicara lantang dan mengkritisinya? Simak ulasan berikut.

Kritisi ucapan Arie Untung soal Raja Salman saat datang ke Indonesia
Diketahui pada beberapa waktu lalu Raja Salman pernah berkunjung ke Indonesia untuk perjalanan bisnis dan juga berlibur. Uniknya, menggunakan pesawat pribadi, Raja Salman juga membawa tangga dan mobil pribadi.

Hal ini rupanya menarik perhatian Arie Untung untuk berkomentar. Dalam podcast Daniel Mananta, Arie menyebut jika Raja Salman melakukan hal itu karena tidak memberatkan pihak Indonesia.

“Waktu Raja Salman ke Indonesia pakai pesawat pribadi, sampe tangga untuk turunnya dia bawa dari Arab,” ujar Arie dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Jaya Inspirasi pada Rabu, 04 Mei 2022.

“Karena apa? Dia minjemin uangnya ke Indonesia, dia takut dosa karena pake tangganya, mobilnya dia beli sendiri karena gak mau sepeser pun memberatkan yang dipinjemin,” lanjut Arie.

Hal ini menarik perhatian Denny untuk berkomentar. Ia menyebut jika pemahaman Arie yang telah berhijrah itu disebutnya masih dangkal.

“Hanya dari beberapa polah Arie Untung yang viral di media sosial, saya akhirnya paham kualitas artis hijrah itu. Ternyata pemahaman mereka tentang agama itu sangat dangkal, tapi mereka dengan gagah berani menyuarakan tentang pikiran mereka yang mereka balut dengan agama ke publik,” ujar Denny.

“Arie Untung dengan pedenya bilang kalau asalan Raja Salman bawa tangga pribadinya dari Arab Saudi karena takut nanti pemerintah Indonesia yang mau dipinjami duit sama Arab merasa berat karena harus menyediakan tangga untuk raja Salman,” lanjutnya.

Menurut Denny, Raja Salman melakukan hal demikian karena memang sudah menjadi SOP-nya. Lebih lanjut ia berujar jika siapa yang lebih tahu tentang tujuan membawa tangga dan mobil sendiri hanyalah Raja Salman dan juga jajarannya.

“Itu karena memang SOP-nya dia saja dan yang tau alasannya ya hanya raja Salman atau pengawalnya bukan Arie Untung yang gak tahu apa-apa,” pungkasnya.***

Pasang body buat Anies, Helmi Felis ke Denny Siregar: Gak akan berhasil fitnah lo selama ada gue

Pegiat media sosial, Helmi Felis membalas cuitan Host Cokro TV, Denny Siregar terkait Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Diketahui, pada Kamis, 28 April 2022, Denny Siregar menyebut ada pihak yang hendak menghilangkan jejak digital politik identitas yang dilakukan Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 silam.

Hal tersebut disebutkan Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi @DennySiregar7. “Ada yang pengen hilangkan jejak digital barbarnya politik identitas di Pilgub DKI 2017,” cuitnya.

Meski begitu, Denny memastikan bahwa selama dirinya masih ada, jejak buruk Anies tidak akan bisa dicuci bersih.

Dia mengaku akan terus memberitahu semua orang terkait jejak digital Anies. “Gak akan hilang selama ada gue. Percayalah. Gue akan kabarkan ke banyak orang.”

Beberapa hari kemudian, Helmi Felis pun menanggapi cuitan Denny. Helmi memastikan bahwa selama dirinya ada, fitnah yang ditebar Denny tidak akan berhasil.

Menurut Helmi, ucapan Denny selalu penuh dengan fitnah belaka, maka dari itu dia mengatakan hal itu.

“Gak akan berhasil fitnah lo selama ada gue. Percayalah,” katanya melalui akun Twitter pribadi @Helmi_Felis dilansir Hops.ID pada Rabu, 4 Mei 2022.

Helmi menegaskan bahwa dia akan selalu memberitakan apa yang sebenarnya dan otomatis mematahkan fitnah dari Denny. “Gue akan beritakan apa yang sebenarnya, dan akan patahkan fitnah-fitnah mu,” pungkasnya.

Sontak saja cuitan Helmi mendapatkan berbagai respons dari warga Twitter. Ada yang mendukung, ada pula yang melawan Helmi.

“Benar,Politik identitas PilGub DKI 2017 memang paling Barbar dan norak dan telah tercatat dlm sejarah. Tlg buat saudara di Bumi Pertiwi ini,ceritakan sejarah ini sampai kpn pun.Kita jaga keutuhan NKRI dgn saling menghormati dgn satu pelukan TOLERANSI,” kata salah satu akun.

“Gue malah Prediksi yang bakalan segera HILANG itu si Densi,” tulis akun Twitter lain.

“Menonton perseteruan abadi dua kubu..” ujar yang lain lagi.

“Halah gayanya, kayak pernah aja memberitakan yang sebenarnya. biasanya juga memberitakan yang hoaks…..” tulis akun Twitter lain membalas cuitan Helmi. ***

Dr Tifa sebut salat Id di JIS eksperimen politik Anies, Denny Siregar: Apa-apa politik salat kok malah jadi…

Pegiat media sosial, Denny Siregar mengaku terkejut dengan pernyataan dokter Tifa yang menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berhasil melakukan eksperimen politik dengan banyaknya jamaah salat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS).

Denny Siregar heran kegiatan ibadah salat dianggap eksperimen politik oleh dr Tifa. “Ini shalat kok malah jadi eksperimen politik ?,” kata Denny Siregar seperti yang dikutip Hops.ID dari akun Twitter pribadinya @Dennysiregar7 pada Rabu, 4 Mei 2022.

Selain itu, menurutnya tidak seharusnya segala hal dianggap terkait atau berhubungan dengan hal yang berbau politik. Terlebih, salat Idul Fitri adalah kegiatan ibadah. “Apa2 politik, apa2 politik. Kentut aja ntar dibilang bagian dari politik,” jelasnya.

Denny Siregar dan Yusuf Muhammad heran salat disebut eksperimen politik

Tak hanya Denny Siregar pegiat media sosial lain, Yusuf Muhammad juga mengaku baru menyadari penyelenggaraan salat Idul Fitri di JIS merupakan eksperimen politik Anies Baswedan.

Yusuf Muhammad pun semakin yakin dengan dugaan itu karena sempat beredar surat resmi dari Anies Baswedan yang memerintahkan sejumlah bawahannya untuk menggerakkan massa agar salat Idul Fitri di JIS.

“Oh, jadi acara sholat id bagian dr eksperimen politik ? Pantesan sampai dikerahkan pakai surat. ????,” tulisnya melalui akun Twitter pribadinya @yusuf_dumdum.

Dokter Tifa sebut salat Idul Fitri di JIS bentuk eksperimen politik yang berhasil

Sebelumnya, sempat ramai pernyataan dokter Tifa yang mengungkap beberapa hal yang menurutnya berhasil diraih Anies Baswedan terkait pelaksanaan sholat Id di JIS.

“Eksperimen politik yg super berhasil dr @aniesbaswedan 1.Menyentuh emosi terdalam dari umat Muslin, melalui kerinduan yang tertahan selama dua tahun: Sholat Ied, 2.Demo kekuatan yang rill manfaatkan momentum langka, ” tulis Dokter Tifa sebagaimana dikutip dari @DokterTifa, pada Rabu, 4 Mei 2022.

“Paling Epik: 3. Sampai bikin seseorang harus sholat ied di kota lain,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan melaksanakan salat Idul Fitri di JIS. salat Idul Fitri di JIS dimulai pukul 07.00 WIB dengan Khatib Muhammad Cholil Nafis dan Imam Ustaz Heri Kuswanto yang menjadi juara MTQ Nasional 2018.

Ribuan Jamaah memadati JIS untuk mengikuti salat Idul Fitri. Banyak pihak memuji langkah yang dilakukan Anies tersbut, tetapi tak jarang pula yang menggapnya sebagai upaya dari menjalakan politik identitas.