Dilarang Memanggil Pasanganmu Selain dengan Panggilan “Sayang”!

431 views


Rasulullah SAW merupakan sosok manusia yang sempurna. Di medan perang beliau seorang jenderal profesional yang menguasai taktik dan strategi bertempur pada masanya. Di tengah masyarakat, beliau merupakan seorang teman, sahabat, guru, dan sosok pemimpin yang menyenangkan dan pengayom. Di rumah, beliau adalah seorang kepala rumah tangga yang bisa mendatangkan rasa aman, kasih sayang, sekaligus kebahagiaan dan keutuhan.

Rasulullah SAW dinobatkan oleh Allah sebagai sebaik-baiknya suri tauladan.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”. (QS: Al Ahzab [33] : 21).

Kehidupan Rasullah SAW merupakan contoh baik bagi kita. Termasuk urusan dalam kamar sekalipun yang bukan hanya sebatas panggilan semata. Di antara sisi romantis Rasulullah SAW, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari ‘Aisyah r.a, “Bahwa Nabi SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).

Rasulullah SAW adalah seorang pria yang sangat lembut. Beliau mengekspresikan cinta kepada istrinya dengan sederhana dan bersahaja namun berasal dari hati yang dalam. Beliau juga sosok yang dikenal sangat romantis. Semisal, beliau biasa memanggil istri-istrinya, dengan panggilan kesukaan dan panggilan yang indah. Siti ‘Aisyah, dipanggil dengan panggilan “Ya Humaira” (wahai si merah jambu).

Bayangkan, istri mana yang tidak tersanjung saat dipanggil suaminya dengan panggilan ini? Telinga siapa yang tidak ingin mendengar sapaan seperti ini?

Tapi keindahan apnggilan itu tercipta bukan karena beliau ahli merayu sob, melainkan karena hati beliau memang bersih, bening, indah dan keluar dari lubuk hati paling dalam alias setulus-tulusnya cintanya sob, bukan karena ada perlunya apa lagi hanya ketika butuh sob. Dari hati yang indah itulah keluar kata-kata, perilaku, dan sikap yang indah. Dan dari keindahan hati itulah sob pancaran keindahan dari setiap yang dipandang dan ditemuinya akan benar-benar tampak.

Jika kita bisa membayangkannya sob, betapa indah hari-hari kehidupan di mata Rasulullah SAW. Romantisme tidak hanya berlaku bagi istri-istrinya dan lewat panggilan yang beliau berikan, juga anak-anak, bahkan nenek-nenek dan semua makhluk Allah SWT lainnya pun merasakannya, termasuk kita yang berada sangat jauh dari masa beliau sob.

Sikap Rasulullah SAW ini juga ditunjukkan ketika melihat alam dan unsur-unsur di sekitar. Ketika melihat sekuntum bunga yang akan mekar, kalbunya bergetar, hatinya bersuka cita, dan segera beliau mendatanginya, mencium dengan bibirnya, dan mengusapnya dengan penuh kasih sayang. Tak lupa beliau mengucapkan: “Aaamu khairin wa barakatin insya Allah.” (tahun baik dan penuh berkah, insya Allah).

Begitu pula saat beliau mendapati bulan sabit pada malam awal bulan, beliau-pun menyambutnya dengan sukacita. Dengan penuh optimis beliau menuturkan tentangnya: “Hilaalu khairin wa baarakatin insya Allah.” (awal bulan yang baik dan penuh berkah, insya Allah).

Meskipun beliau sebagai seorang pemimpin yang luar-biasa dalam mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istrinya. Beliau tak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau tentunya juga panggilan yang mesra. Dalam sebuah riwayat, mandi bersama dengan Siti ‘Aisyah r.a, dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama. Dari ‘Aisyah r.a, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah SAW dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Nah bagaimana sahabat musmus, panggilan apa yang akan digunakan oleh kalian kalo bukan panggilan sebagaimana yang dicontohkan oleh beliau Rasulullah SAW? Semoga bermanfaat yah. Amin.

======

Jaga Dengan Baik Wanita yang Telah Kau Minta dari OrangTuanya

Saat kau memantapkan hati untuk menjadikannya sebagai sandaran hidup, tempat berkeluh kesah, dan tempat untuk merajut masa depan, maka bertanggung jawablah dengan penuh kesadaran tinggi.

Wanita yang kau minta dari orang tuanya, maka jagalah dia dengan baik dan bijkasana, bukan karena ia seorang wanita yang mempunyai hati lebih lembut dari dirimu.

Tetapi karena memang sudah sepantasnya dia harus kau jaga dengan bijaksana, sebab dirimu adalah pengganti dari orang tuanya, kakaknya, dan saudara perempuannya.

Sempurnakanlah agamanya, karena tujuan utama kau menikahinya bukan hanya untuk mencurahkan cinta semata, tetapi untuk menyempurnakan agamanya, dan untuk menyempurnakan hidupnya, maka jagalah dia dengan baik dan bijaksana, jagalah akhlaqnya agar tetap mulia berada disisimu.

Jagalah Dia Sebagaimana Orang Tuanya Telah Menjaganya Semenjak Lahir, Ayomi, Arahkan, Dan Ajaklah Dia Kejalan Yang Benar

Maka, jagalah dia sebagaimana orang tuanya telah menjaganya semenjak lahir, ayomi dia dengan kasih sayang yang bersumber kepada kasih sayang Allah, arahkan dia kepada jalan yang memang sudah sepantasnya dirimu mengarahkannya sebagai imam atu pemimpin baru dalam hidupnya.

Dan ajaklah dia kejalan yang benar, ke jalan-jalan syurga yang telah Allah persembahkan untukmu, karena memang tanggung jawabmulah selalu menjaga dan menjamin setiap apa-apa yang menjadi kebutuhan dalam hidupnya.

Jagalah Dia Sebagaimana Layaknya Kau Menjaga Harta Terbaik Yang Pernah Kamu Miliki

Jagalah dirinya sebagaimana layaknya kau menjaga harta terbaik yang pernah kamu miliki, karena sejak kamu mengikatnya dalam akad, sejak itulah ia telah menjadi harta yang paling berharga dalam hidupmu.

Maka, berusahalah untuk selalu menjaganya dengan tanggung jawab, karena saat kau benar-benar menjaganya dengan tanggung jawab penuh, disitulah ia benar-benar akan menjadi harta paling indah dan berharga sepanjang masa.

Jagalah Dia Dengan Penuh Kasih Sayang, Perbaiki Akhlaqnya Dan Sempurnakanlah Agamanya

Jagalah dia dengan penuh kasih sayang, perbaiki akhlaqnya dan sempurnakanlah agamanya. Karena bila kau menjaganya dengan penuh kasih sayang, maka sudah tentu akhaqnyapun akan terjaga dengan baik, dan agamanyapun akan terjaga pula dengan baik.

Ingatlah, saat kau membaca syahadat sebelum kau mengiyakan dia menjadi milikmu, kau begitu kokohnya menyatakan janji sambil memegang tangan orang tuanya.

Maka disitulah tanggung jawabmu sebagai suami harus benar-benar kau jaga dan selamanya harus tetap kau pertanggung jawabkan.

Jagalah Dia Dengan Penuh Tanggung Jawab, Ajarkanlah Ilmu Yang Belum Ia Ketahui, Agar Iapun Bisa Menjadi Istri Yang Baik Dan Bertanggung Jawab

Jagalah dia dengan penuh tanggung jawab, ajarkanlah ilmu yang belum ia krtahui, agar iapun bisa menjadi istri yang baik dan terus menerus bertanggung jawab.

Karena istri yang baik dan bertanggung jawab itu tercipta dari bagaimana seorang suami mengajarkan kebaikan dan tanggung jawab padanya, sebab makmum yang baik tergantung kepada seorang imam yang baik pula.

Buatlah Ia Menjadi Shalehah, Karena Istri Shalehah Adalah Harta Paling Mulia Yang Dimiliki Suami, Sebab Itulah Ia Dikatakan Sebaik-Baiknya Perhiasan Didunia

Maka, buatlah ia menjadi istri yang shalehah, perbaiki aklahqnya, sempurnakan agamanya, dan jagalah ia dengan bijaksana.

Karena istri yang shalehah adalah harta paling mulia yang dimiliki seorang suami sepanjang masa, hingga kelak dihadapan Allah, sebab itulah ia dikatakan sebaik-baiknya perhiasan didunia ini.

Tags: #dilarang memanggil pasangan dengan panggilan sayang #jaga baik baik wanita yang telah kau minta dari orangtuanya