Dr Terawan dipecat IDI dan tak bisa praktik nasib pasien dipertanyakan termasuk Tukul Arwana, Vega: Gak bisa..


Dokter Terawan Agus Putranto dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia atau IDI. Dia pun tak bisa praktik, nasib pasiennya dipertanyakan salah satunya adalah presenter sekaligus pelawak Tukul Arwana.

Ini lantaran setelah dipecat dari keanggotaan IDI dokter Terawan Agus Putranto akhirnya tidak akan dapat rekomendasi untuk mendapatkan Surat Ijin Praktek (SIP). Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dipecat dengan Keputusan pemecatan yang merupakan rekomendasi dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI).

Vega Darwanti sebut Tukul ditangani dokter Terawan

Sebelumnya, Presenter Vega Darwanti mengungkap fakta jika Tukul Arwana adalah salah satu pasien dari dokter Terawan. Kala itu diungkap oleh mantan rekan kerjanya itu, Tukul tengah menjalani proses perawatan akibat penyakit pendarahan otak yang dideritanya.

Vega Darwanti mengungkap jika Tukul pun terlihat kian membaik. Dia sudah bisa merespon orang lain. Selain itu komedian yang identik dengan jargon, ‘kembali ke laptop’ itu juga sudah bisa duduk sendiri meski tanpa bantuan orang lain.

Kondisi Tukul sudah jauh lebih baik

Kondisinya saat ini telah jauh berkembang jika dibandingkan dengan saat pertama kali dinyatakan mengalami pendarahan otak. Dimana saat itu dia harus dibantu dengan beberapa selang yang dihubungkan ke tubuhnya. Dia pun sempat tak bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Vega mengatakan jika Tukul memang tengah ditangani guru dari suaminya yang juga dokter yakni Professor Terawan.

“Karena yang pegang mas Tukul itukan guru suami ku Profesor Terawan dan suami ku salah satu tim yang ada di sana karena kebetulan suami ku lagi bertugas di RSPAD,”kata Vega Darwanti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Star Story pada Senin 28 Maret 2022.

Suami Vega salah satu anggota tim yang menangani Tukul

Suami Vega Darwanti Dema Sany Sanjaya adalah seorang dokter spesialis radiologi. Dia pun mengaku gembira karena sebelumnya sempat kesulitan untuk menghubungi Tukul Arwana meski hanya untuk mencari kabar terkait perkembangan kesehatannya.

Kini, dia bisa mencari tahu perkembangan kesehatan Tukul melalui suaminya.

“Dan juga waktu pertama aku sulit banget hubungin mas Tukul karena pengin tahu kabarnya. Ternyata aku malah dapat kabar malah dari suami jadi rasanya kayak alhamdulillah,” kata Vega Darwanti.

Suami Vega kerap komunikasi dengan Tukul

Vega Darwanti pun juga mengamini jika Tukul Arwana sudah jauh lebih baik. Menurutnya setelah operasi keadaan Tukul sudah semakin menunjukkan perkembangan signifikan terutama dalam hal berkomunikasi dengan orang lain.

“Yang pasti mas Tukul yang bisa aku kabarkan sama teman-teman saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik,” terang Vega Darwanti.

“Pada saat sebelum dioperasi responnya enggak bisa ngapa-ngapain setelah dioperasi Mas Tukul nginget suamiku jadi mukul-mukul perut suami ngajakin bercanda,” sambungnya.

Dipecat IDI, kerabat pasien terapi cuci otak Terawan buka suara: Dia sampai antipati banget sama IDI…

Kerabat pasien yang diterapi cuci otak oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto buka suara membeberkan sejumlah penglaman ketika saudaranya mendapat perawatan.

Pria bernama Dar Edi Yoga itu mengisahkan bahwa awalnya pihak keluarga menunggu hasil keputusan dari rumah sakit terkait diagnosis yang dialami kerabatnya selama dua bulan.

Kemudian dia langsung memutuskan konsultasi dengan Terawan dan menanyakan soal metode digital subtraction angiography (DSA) atau yang lebih dikenal dengan terapi ‘cuci otak’.

Edi menjelaskan sempat bertanya ke Terawan soal DSA. Dia pun membawa kerabat yang merupakan kakaknya untuk melakukan tindakan DSA oleh Terawan.

“Sebelumnya kan kami menunggu dulu hasil dari RS, kemudian setelah dua bulan enggak ada perubahan saya langsung konsultasi ke Dokter Terawan, ‘pak apa bedanya DSA di sana (RS), dengan di sini?’,” ujar Edi dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, dikutip Hops.ID pada Senin, 28 Maret 2022.

“Jawab pak Terawan, ‘ya beda mas’. Kemudian saya bertanya lagi kalau misalkan sudah DSA di sana, apakah boleh di-DSA lagi? Kata Terawan ‘ya boleh’. Kalau gitu saya bawa kakak saya ke sana, terus langsung diaturkan waktu kemudian dilakukan tindakan DSA. Cuma setengah jam kok, dan Dokter Terawan langsung yang menangani,” sambungnya.

Edi lantas menjelaskan bahwa praktik tersebut dijalanin oleh kerabatnya sekita setahun silam.

Terkait kabar dipecatnya Terawan dari keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Edi mengatakan bahwa kakaknya yang merupakan pasien Terawan sampai menangis.

Terlebih, kata Edi, kakaknya yang berprofesi sebagai dokter itu merasa sering dipersulit oleh IDI. Hingga saat ini yang bersangkutan juga merasa antipati dengan organisasi yang menaungi dokter se-Indonesia tersebut.

“Kakak saya sih nangis waktu mendengar Terawan dibegitukan, kakak saya juga dokter dan dia sendiri mengalami bagaimana ketika dia mau mengurus dokter spesialis oleh IDI. Kemudian waktu itu dia masih di daerah, itu pengalamannya sehingga dia tidak mau praktik menggunakan izin dari IDI, pokoknya dia antipati sekali lah,” imbuh Edi.

Terbongkar Ketua IDI yang pecat dr Terawan ternyata pengurus Ormas keagamaan ini yang sering serang Gus Yaqut

Pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI tengah menjadi polemik. Apalagi setelah terbongkar jabatan Ketua IDI menjadi pengurus salah satu ormas keagamaan yang sering tentang Menteri Agama Yaqut Cholit Qoumas atau Gus Yaqut.

Dilansir dari Warta Ekonomi jaringan media Suara Ketua IDI saat ini dijabat oleh dr Muhammad Adib Khumaidi SpOT. Namanya kini menjadi trending di social media khususnya Twitter.

Ketua IDI trending di Twitter

Ini lantaran tagar Ketua IDI menyembul ke permukaan di cuit oleh para pengguna social media berlogo burung biru itu. Tercatat lebih dari 2 ribu pengguna telah menyematkan nama ketua IDI di platform tersebut.

Jika ditelisik Sosok dr Muhammad Adib Khumaidi SpOT diangkat sebagai ketua sejak muktamar IDI XXXI pada ke-31 di Kota Banda Aceh. Mulai saat itu dia menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Ketua IDI dijabat dr Muhammad Adib Khumaidi

“Dokter Adib sudah dikukuhkan sebagai ketua umum. Beliau terpilih dalam Muktamar IDI ke-30 di Samarinda,” kata Ketua Panitia Muktamar IDI ke 31 dr Nasrul Musadir Alsa di Banda Aceh kala itu.

Nasrul menerangkan bahwa mekanisme pemilihan ketua baru di IDI lain jika dibandingkan dengan normalnya organisasi lain. Sebelumnya, Adib terpilih sebagai Ketua PB IDI periode 2022-2025 dalam Muktamar ke-30 di Samarinda pada 2018.

Tetapi, pada periode 2018-2022, Adib menjabat sebagai wakil ketua umum sampai nanti pada waktunya dikukuhkan menjadi ketua umum periode selanjutnya yakni di Muktamar ke-31 di Banda Aceh.

Sementara itu, ketua umum periode 2025-2028 yang terpilih dalam Muktamar IDI ke 31 di Banda Aceh yakni dr Selamet Budiarto.

Dalam kepengurusan periode 2022-2025, Selamet akan menjabat sebagai wakil ketua umum terlebih dahulu, hal itu untuk mendukung Adib Khumaidi dalam melaksanakan tugas. “Jadi dokter Selamet menjabat sebagai wakil ketua umum dulu, nanti 2025-2028 baru menjabat sebagai ketua umum dikukuhkan dalam muktamar selanjutnya,” terang Nasrul.

dr Muhammad Adib Khumaidi juga pengurus MUI

Ketua IDI, dr Muhammad Adib Khumaidi SpOT diketahui juga menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menjabat sebagai Ketua Lembaga Kesehatan MUI.

MUI disebut oleh Menteri Agama Gus Yaqut sebagai ormas. Hal itu ketika Kementrian Agama menerbitkan logo Halal baru.

Gus Yaqut saat itu menerangkan sertifikasi halal juga akan diterbitkan oleh Kementrian agama bukan lagi ormas. MUI kerap kali berseberangan dengan Gus Yaqut.

Melalui Wakil Ketua Umum Anwar Abbas, MUI seringkali melontarkan kritikan terhadap Gus Yaqut. Salah satunya terkait penerbitan logo halal baru.

Bahkan, beberapa kali MUI menyerang logo halal itu sebagai hal yang terlalu mengedepankan budaya Jawa karena berbentuk mirip Gunungan Wayang yang memang identik dengan kesenian dalam budaya Jawa.