Duhai Para Istri, Jika Bertengkar Dengan Suami Jangan Kabur, Apalagi Update Status


Dalam kehidupan berumah tangga, pastilah ada badai yang menerjang seperti beda pendapat suami istri bahkan sampai adu mulut. (foto cover: ilustrasi, sumber).

Namun permasalahan seberat apapun masalah yang Anda alami dengan suami, jangan sampai lari atau kabur dari rumah. SebabAllah SWT, berfirman:

“… janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri …” [QS. Ath-Thalaq : 1]

Dari ayat di atas, keluarnya seorang istri dari rumah, di samping termasuk sikap yang diharamkan oleh Allah, juga hanya akan memperbesar permasalahan yang sedang terjadi.

Untuk itulah seorang istri muslimah janganlah mengikuti drama kaum wanita kebanyakan ketika terjadi perselisihan dengan para suami mereka.

Mereka akan berkata, “Pulangkan aku ke rumah orangtuaku!” atau “Aku akan menelpon keluargaku!”, lalu dia pun meminta mereka untuk menjemputnya dari rumah itu.

Ketahuilah sikap tersebut dilarang oleh syariat.bJangan sampai muncul dari kita akhlak yang jelek sehingga menyebabkan kita diusir atau kabur dari rumah kita sendiri.

Hendaklah seorang istri tetap tinggal di rumah, dan terus berupaya mencari jalan keluar dari permasalahan dengan berbagai cara yang sesuai syar’i.

Mencari jalan keluar juga bukan dengan update status di sosial media. Karena itu tidak akan membantu, malah akan semakin memperburuk kondisi karena aib keluarga akan tersebar ke orang terdekat bahkan orang yang tidak dikenal.

Hal terpenting dalam keluarga saat ada masalah adalah duduk bersama dan membicarakan permasalahan yang tengah terjadi.

Jangan merasa gengsi dan malu untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi, baik pihak istri maupun sang uami. Agar semuanya jadi jelas dan tidak salah paham lagi. Selain itu, tetaplah berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah agar keluarga Anda selalu dalam lindungan Allah. Amin.

======

Sering Kentut? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

Kentut merupakan hal yang normal. Namun, bila terlalu sering kentut, Anda sebaiknya tidak menganggap sepele kondisi tersebut. Hal ini karena sering kentut bisa menjadi tanda Anda menderita penyakit tertentu.

Ketika ada terlalu banyak gas di dalam saluran pencernaan, tubuh akan mengeluarkannya melalui kentut atau sendawa. Orang umumnya kentut rata-rata 13–20 kali setiap harinya. Jika kentut lebih dari 20 kali sehari, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Beragam Penyebab Kentut

Ada beberapa penyebab seseorang terlalu sering kentut, antara lain:

Bakteri usus

Salah satu penyebab munculnya gas di dalam sistem pencernaan adalah bakteri di usus. Bakteri ini dapat menghasilkan gas ketika menguraikan sisa-sisa makanan yang belum tercerna dengan sempurna.

Udara yang tertelan

Ketika makan, minum, mengunyah permen karet, atau merokok, Anda dapat menelan udara atau gas. Udara yang tertelan ini, kemudian akan menumpuk di dalam sistem pencernaan.

Proses pencernaan makanan

Kentut merupakan mekanisme alami tubuh untuk membuang gas yang dihasilkan dari proses penguraian makanan dalam sistem pencernaan. Oleh karena itu, kentut bisa menjadi tanda bahwa tubuh berfungsi dengan baik.

Penyakit tertentu

Ada kalanya kentut disebabkan oleh penyakit atau gangguan pencernaan tertentu, seperti:

  • Diabetes
  • Gangguan makan
  • Penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus
  • Gangguan lambung, seperti GERD dan gastroparesis
  • Penyakit celiac
  • Penyakit Crohn
  • Intoleransi laktosa
  • Kolitis ulseratif

Makanan yang Dapat Memperparah Kentut

Meski pencernaan Anda bekerja dengan baik, kentut dengan frekuensi berlebih bisa saja terjadi. Hal ini biasanya berkaitan dengan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Untuk mencegah terlalu sering kentut, hindari atau kurangi konsumsi beberapa makanan dengan kandungan berikut ini:

Makanan tinggi gula

Makanan yang mengandung jenis gula, seperti laktosa, sorbitol, dan fruktosa, umumnya sulit dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh. Sisa-sisa gula biasanya dijadikan sebagai bahan fermentasi oleh bakteri usus. Proses fermentasi inilah yang kemudian menciptakan gas di dalam saluran cerna.

Makanan berkarbohidrat

Makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi, seperti roti, seral, jagung, ubi, kentang, dan pasta, bisa menghasilkan banyak gas saat dicerna tubuh. Sementara itu, nasi tidak menyebabkan gas berlebih walau tinggi karbohidrat.

Minuman bersoda dan beralkohol

Minuman bersoda dan beralkohol mengandung udara tambahan dalam bentuk buih. Mengonsumsi jenis minuman ini bisa membuat Anda menelan lebih banyak udara, sehingga lebih sering kentut.

Produk susu

Semua produk susu bisa menyebabkan produksi gas berlebih karena mengandung laktosa. Laktosa termasuk salah satu jenis gula yang sulit dicerna, terutama jika tubuh kekurangan enzim laktase.

Selain makanan dan minuman di atas, ada beberapa jenis makanan lain yang juga dapat menghasilkan gas ketika dicerna, yaitu:

  • Kacang-kacangan
  • Sayuran, seperti asparagus, brokoli, kubis, bawang bombay, kembang kol, dan seledri
  • Buah-buahan, seperti apel, mangga, jeruk, semangka, persik, dan pir

Cara Mengurangi Kentut

Untuk mengurangi frekuensi kentut yang Anda alami, ada beberapa cara yang dapat lakukan, di antaranya:

1. Menghindari makanan pemicu kentut

Salah satu cara untuk mengatasi sering kentut adalah menghindari makanan yang dapat menyebabkan produksi gas berlebih seperti yang telah disebutkan di atas. Anda pun bisa mengukus makanan yang mengandung gas terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

2. Mengonsumsi makanan secara perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan dapat mengurangi banyaknya udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Selain itu, mengunyah dengan perlahan juga membuat makanan menjadi lebih lembut, sehingga lebih mudah dicerna tubuh.

3. Minum air putih sebelum makan

Minum air sekitar 30 menit sebelum makan dapat membantu perut mencerna makanan dengan lebih baik dan mengurangi produksi gas.

4. Berolahraga secara rutin

Olahraga dapat melepaskan gas yang terperangkap di dalam perut. Anda dapat mencoba berbagai jenis olahraga untuk mengatasi keluhan sering kentut, seperti jalan kaki setelah makan, lompat tali, atau berlari.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika keluhan sering kentut yang Anda alami disertai gejala lain, seperti konstipasi, diare, terdapat darah pada tinja, perut kembung yang tidak kunjung membaik, atau penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya.

======

5 Manfaat Tapak Dara yang Perlu Diketahui

Tapak dara kerap dijadikan tanaman hias karena wujudnya yang cantik. Namun, di balik itu, ada beragam manfaat tapak dara bagi kesehatan tubuh, yang menjadikan tanaman ini sering digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi sejumlah penyakit.

Caranthus roseus (L.) G. Don atau yang lebih dikenal dengan tapak dara atau Madagascar periwinkle merupakan tanaman tropis setinggi 80–100 cm dengan bunga berwarna merah muda, ungu, dan putih. Semua bagian tanaman tapak dara, seperti akar, bunga, daun, dan batangnya bisa dimanfaatkan sebagai obat alami.

Manfaat Tapak Dara bagi Kesehatan

Beragam manfaat tapak dara bisa Anda dapatkan dari nutrisi yang terkandung di dalamnya, seperti karbohidrat, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Namun, alkaloid adalah senyawa yang paling berpotensi membawa manfaat tanaman tapak dara.

Di bawah ini adalah manfaat tapak dara bagi kesehatan:

1. Mengobati penyakit kanker

Mengobati penyakit kanker adalah salah satu manfaat tapak dara yang cukup terkenal. Manfaat ini didapat dari jenis senyawa alkaloid yang bernama vinblastine dan vincristine, yang banyak terdapat di dalam daun dan batang tapak dara.

Vinblastine dan vincristine kerap digunakan sebagai senyawa aktif utama dalam kemoterapi guna mengobati berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, leukimia, limfosarkoma, koriokarsinoma, dan neuroblastoma.

2. Mencegah kerusakan oksidatif

Kandungan flavonoid dari tanaman tapak dara memiliki sifat antioksidan yang sangat baik untuk mencegah kerusakan oksidatif akibat radikal bebas berlebih di dalam tubuh.

Hal ini bisa mengurangi risiko Anda mengalami berbagai penyakit kronis, seperti aterosklerosis, hipertensi, dan penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.

3. Menurunkan kadar gula darah

Senyawa vindoline dan vindolicine di dalam tanaman tapak dara mampu menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga menurunkan risiko Anda mengalami penyakit diabetes. Selain itu, kedua senyawa ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2.

4. Menurunkan kadar kolesterol

Penelitian menyebutkan bahwa kandungan flavonoid dan vinpocetine yang terkandung dalam ekstrak daun tapak dara memiliki khasiat untuk menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat (LDL).

Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan risiko Anda mengalami penyakit akibat kadar kolesterol tinggi, seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal kronis.

5. Mengobati diare

Ini juga merupakan salah satu manfaat tapak dara. Penelitian menyebutkan bahwa ekstrak etanol dari daun tapak dara memiliki sifat antidiare yang baik, sehingga bisa membantu meredakan gejala dan mengatasi diare.

Kendati manfaat tapak dara untuk kesehatan cukup beragam, manfaat-manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, ada risiko efek samping yang perlu Anda waspadai di balik penggunaan tapak dara, seperti mual, muntah, rambut rontok, pusing, pendarahan, kejang, hingga kerusakan hati.

Oleh sebab itu, bila Anda ingin menggunakan tapak dara untuk mengobati penyakit yang Anda derita, pastikan Anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, dokter bisa menyarankan pengobatan terbaik untuk kondisi Anda.

Tags: #istri jangan update status jika bertengkar #manfaat tapak dara bagi kesehatan #mengatasi sering kentut #penyebab sering kentut