Dulu Bikin Geger Lantaran Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun, Begini Sekarang Kehidupan Luthfiana Ulfa yang Berubah Drastis


Penampilan Ulfa yang dulu masih terlihat belia kini berubah drastis di usia 23 tahun hingga membuat orang pangling melihatnya.

Syekh Puji sempat membuat geger publik karena menikahi gadis dibawah umur. pemilik nama lengkap Pujiono Cahyo Widianto ini menikahi gadis 12 tahun bernama Lutfiana Ulfa.

Usai pernikahannya dengan gadis berusia 12 tahun ramai diperbincangkan, ternyata Syekh Puji sempat mendekam di penjara.

Pada November 2010, ia mendekam di penjara karena terbukti melanggar Pasal 81 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Lalu pada 2012, Syekh Puji baru mendapatkan izin poligami ketika istri mudanya Ulfa berusia 16 tahun.

Tak Disangka Ulfa Sekarang Justru…

Lama tak terdengar kabarnya, rupanya pernikahan Syekh Puji dan Ulfa masih bertahan hingga kini. Bahkan keduanya kini sudah dikaruniai dua orang anak.

Penampilan Ulfa yang dulu terlihat lugu, kini sudah berubah drastis. Istri muda Syekh Puji ini semakin terlihat cantik dan dewasa setelah menjadi ibu. Perhatikan seksama.

Bikin Salah Fokus

Penampilan Ulfa yang dulu masih terlihat belia kini berubah drastis di usia 23 tahun hingga membuat orang pangling melihatnya.

Ulfa terlihat semakin cantik, dewasa dan modis setelah menjadi ibu.

Kini Syekh Puji dan Ulfa sudah dikaruniai 3 anak perempuan. Sementara sang suami kini fokus dengan usahanya di PT Sinar Lendoh Terang (Silenter).

Perusahaan ini diketahui memproduksi kaligrafi berlapis kuningan yang diekspor dengan pendapatan bersih lebih dari Rp300 juta per bulan.

Bantah Nikahi Bocah 7 Tahun, Syekh Puji Mengaku Diperas Rp35 Miliar
Syekh Puji memberikan bantahan atas berita yang menyebutnya menikah siri dengan bocah perempuan usia 7 tahun. Dia menyatakan pemberitaan yang beredar sangat subjektif dan mencemarkan nama baiknya.

Syekh Puji mengaku diancam dan diperas oknum. Menurut dia, oknum tersebut mengklaim memiliki kedekatan dengan media massa dan Polda Jawa Tengah.

” Oknum itu meminta uang kepada saya sejumlah Rp 35 miliar, lalu pakai mengancam akan membuat beritanya juga. Isinya mengenai pernikahan saya dengan anak usia 7 tahun,” ujar Syekh Puji, dikutip dari Merdeka.com.

Pemilik pondok pesantren Miftahul Jannah Pujiono CW ini, mengaku skenario tersebut dilakukan oleh keluarganya. Lantaran menolak menyerahkan uang, Syekh Puji dilaporkan ke Polda Jateng dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak.

” Kemudian saya diadukan ke Polda Jateng karena menolak memberi uang yang diminta senilai Rp35 miliar,” tutupnya.

Penjelasan Polisi Soal Viral Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun
Syekh Puji pernah membuat heboh karena kasus perkawinannya dengan anak di bawah umur. Lama tak terdengar, kali ini ia muncul dengan tuduhan serupa.

Komnas Perlindungan Anak dan Polda Jawa Tengah telah melakukan visum kepada bocah berumur 7 tahun. Diduga, bocah itu telah dinikahi oleh pria berinisial P atau Syekh Puji.

Kepada Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Iskandar F Sutisna, menjelaskan laporan terkait pelecehan seksual anak tersebut telah ditangani penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.

Iskandar menyatakan kasus ini telah diproses dengan meminta keterangan para saksi dan melakukan visum terhadap si anak.

” Tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual,” ujar Iskandar, dikutip dari Liputan6.com.

Selain melakukan visum, pihak Polda Jateng juga meminta keterang enam orang saksi. Tetapi hasil yang didapat sangat minim.

Dinikahi Secara Siri
Pada 21 Februari 2020, Komnas Perlindungan Anak Jateng melaporkan Syekh Puji, pemilik ponpes di Desa Bendono, Semarang ke Polda Jateng atas tuduhan kekerasan seksual terhadap anak.

Ketua Komnas PA Jateng, Endar Susilo, mengatakan Syekh Puji diduga telah menikah secara siri dengan anak umur 7 tahun tersebut pada 2016 lalu.

” Apa yang dilakukan P itu tidak manusiawi. Anak yang masih perlu tumbuh berkembang dan bisa menjadi pemimpin dan masa depan bangsa, justru diajak nikah. Dia yang seharusnya ditemani dan diajak belajar, malah jadi korban nafsu P dengan dibungkus perkawinan siri,” jelas Endar.

Apabila Syekh Puji terbukti bersalah, bisa dikenakan pasal terkait kekerasan seksual terhadap anak.

Tidak Berniat Merebut Tapi Tetap Saja Melayani Candaannya, Maka Sama Saja Kamu Memberi Jalan Selingkuh

Wanita akan menjadi sebaik-baiknya perhiasan dan akan menjadi sebesar-besarnya fitnah di dunia ini, jika dia tidak bisa menjaga kehormatan dan tanggung jawabnya dengan baik.

Maka dari itu, siapapun kamu dan apapun gelarmu saat ini jangan pernah lupa untuk selalu menjaga dirimu dengan baik. Terlebih jika kamu sudah berhadapan dengan laki-laki yang sudah berkeluarga, jangan caper dengan terus melayani candaannya. Sebab banyak kejadian, katanya tidak berniat merebut, tidak berniat menggoda, tapi terus saja melayani candaannya, hingga laki-laki merasa bergantung kepada dirinya.

Padahal, jika sampai kamu terus melayani candaannya, jika terus melenakan nafsumu, maka sama saja kamu memberi jalan selingkuh terhadapnya. Menjadi Wanita Itu Harus Memiliki Pengendalian Diri yang Kuat, Agar Kehormatanmu Sebagai Wanita Tetap Utuh

Oleh sebab itu, menjadi wanita itu harus benar-benar menyadari tanggung jawabnya, harus benar-benar memiliki pengendalian diri yang kuat, agar kehormatanmu sebagai wanita tetap utuh.

Jangan mau digoda oleh lelaki yang tidak jelas, apalagi memang sudah jelas tapi dia memiliki istri dan anak, jangan sampai kamu terkecoh olehnya.

Jangan Mau Diajak Bercanda Oleh Lelaki yang Sudah Memiliki Istri, Karena Rasa Nyaman Terkadang Akan Mengecoh Hati Lindungi dirimu dengan baik, jangan mau diajak becanda oleh lelaki yang sudah memiliki istri, karena biasanya berawal dari bercanda itulah akan timbul benih-benih rasa nyaman.

Rasa nyaman itulah yang nantinya akan mengecoh hati, sehingga pada akhirnya yang katanya berteman maka akan berubah menjadi hubungan tanpa status.

Wanita Harus Tahu, Laki-laki Memang Lihai Dalam Menggoda, Maka Jangan Gampang Terbuai Oleh Godaannya

Lantas wanita pun harus tahu, laki-laki itu memang sangat lihai dalam menggoda, maka jangan mau kamu digoda olehnya, jangan gampang terbuai oleh perkataan manisnya.

Awalnya mungkin yang dia ingini hanya teman curhat, hanya teman berbagi keluh kesah, tapi pada akhirnya keadaan dan rasa nyaman akan mengubah niat.

Terlebih Laki-laki yang Sudah Memiliki Tanggung Jawab Dirumah, Jangan Sampai Kamu Mengecoh Kedamaian Keluarganya

Terlebih laki-laki yang sudah memiliki tanggung jawab dirumah, jangan sampai kamu membuka perhatian kepadanya, karena bisa jadi kebaikanmu itulah yang menjadi hubungannya dengan keluarga tidak baik.

Intinya, jangan sampai kamu mengecoh kedamaian keluarganya dengan terus menawarinya perhatian dan mencandainya dengan kata-kata manis. Jangan Memberi Peluang Bagi Dirimu Menjadi Wanita Penggoda, Sungguh Kamu Akan Menjadi Tidak Terhormat Nanti

Ingat, jangan memberi peluang bagi dirimu menjadi wanita penggoda, jangan memberi peluang bagi dirimu menjadi wanita penyelingkuh, sungguh kamu akan menjadi tidak terhormat nanti bila kamu manjakan dirimu dengan nafsu. Lagipula, ingatlah wanita yang kini tengah menjadi tanggung jawabnya, tentu dia tidak akan terima jika mengetahui kamu terus melayani candaan suaminya, meski ya hanya sebatas wajar menurutmu.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Saat Shalat Menutup Aurat, Setelah Shalat Kembali Buka Aurat, Lalu Apakah Menurutmu Allah Ada Saat Shalat Saja?
Dear para muslimah, yuk saling mengingatkan…ketika shalat kau menutup aurat dengan sempurna, tetapi setelah shalat kau kembali membuka aurat, lalu apakah menurutmu Allah hanya ada ketika kau sedang shalat saja?

Kau percaya bahwa Allah melihat, bukan? Lantas mengapa kau mengabaikannya setiap saat dengan keteledoranmu menjaga aurat? Dan apakah kau lupa akan kewajibanmu sebagai muslimah? Tentu tidak, bukan?

Kau sebenarnya tahu akan tugas-tugasmu sebagai muslimah, hanya saja kau tak mau menyadarinya dengan bijaksana. Mengapa? Karena kau menganggap pengetahuanmu hanya sekedar pengetahuan belaka, karena bila kau mampu memahaminya maka sudah pasti kau akan mengamalkannya dengan kesungguhan hati

Dan apakah kau tak merasa merugi, sebab begitu murahnya Allah memberimu pengetahuan yang sempurna tapi kau tak mampu memahaminya secara bijaksana. Iya, sangatlah rugi bila kau hanya tahu bagaimana ilmu dan hukum berhijab itu bagi seorang muslimah.

Tapi dirimu sebagai muslimah tetap bodoh dan tak mau menyadarinya, hingga masih saja celaka dinerakanya Allah kelak, padahal sudah jelas waktu didunia Allah telah mengkaruniaimu sejuta pengetahuan, namun kau mengabaikannnya.

Wahai Muslimah, Jika Kau Menyadari Bahwa Allah Maha Melihat, Mengapa Rasa Sadarmu Hanya Berlaku Saat Shalat Saja?

Wahai muslimah, ayolah belajar cerdas dan berusahalah memahami segala aturan yang Allah berikan kepadamu sebagai seoang muslimah, jangan selalu berleye-leye dan mengabaikan perintah Allah hanya untuk menikmati kesenangan sesaat, sebab yang menjadi aturan-Nya tentulah yang terbaik untuk kita.

Kau harusnya menyadari bilamana kau benar-benar telah meyakini bahwa Allah adalah maha melihat segala-galanya, maka tentulah setiap saatnya kau harus tetap menjaga kesadaran itu, lantas mengapa rasa sadarmu hanya berlaku saat kau melaksankan perintahnya dalam shalat?

Kau Tahu Bahwa Shalatmu Akan Batal Bila Auratmu Terlihat, Tetapi Kau Tak Menyadari Bahwa Imanmu Juga Menjadi Batal Saat Kau Abaikan Auratmu

Bila kau tahu bahwa shalatmu akan menjadi batal saat auratmu terlihat, mengapa kau tak menyadari pula bahwa imanmu akan pula batal saat kau abaikan auratmu didepan mata-mata yang seharusnya tak melihatnya.

Apakah imanmu berlaku hanya sedang melaksanakan shalat saja? Heyy….menutup aurat adalah kewajibanmu sebagai seorang muslimah, yaitu sama halnya dengan kewajibanmu melaksanakan shalat, yang apabila ditinggalkan dirimu akan mendapat siksa-Nya.

Dalam Shalat Kau Penuh Dengan Kehati-Hatian Untuk Menjaga Auratmu, Tetapi Diluar Shalat Kau Sangat Teledor Menawarkan Keindahanmu Kepada Yang Bukan Muhrim

Dalam shalat kau penuh kehati-hatian untuk menjaga auratmu, tetapi diluar shalat kau sangat teledor menawarkan keindahanmu kepada yang bukan muhrim, apakah kau menganggap Allah hanya mengawasimu saat dirimu hanya melaksanakan kewajibanmu dalam shalat saja?

Tidak, Allah melihat setiap saatnya yang kau lakukan, termasuk saat kau sengaja melepas pengetahuanmu dalam berhijab, hingga kau melalaikan kewajibanmu.

Jika Kau Sadar Bahwa Menutup Aurat Dalam Shalat Adalah Wajib, Maka Harusnya Kau Sadar Pula Bahwa Menutup Aurat Setelah Baligh Adalah Kewajiban

Harusnya, jika kau sadar bahwa menutup aurat dalam shalat adalah kewajiban, maka harusnya pula kau sadar bahwa menutup aurat setelah baligh adalah kewajibanmu.

Yang mana kedua-duanya harus selalu kau ingat dalam relung hatimu dengan bijaksana, sehingga menjadi sebuah perhitungan tanggung jawab yang memang sudah sepantasnya tak kau tinggalkan.

Perlu Kau Sadari Dengan Bijaksana, Bahwa Menutup Aurat Dalam Shalat Ataupun Diluar Shalat Adalah Sama-Sama Kewajiban Yang Memang Sepantasnya Kau Laksanakan

Maka, perlu kau sadari dari sekarang dengan bijaksana, bahwa menutup aurat dalam shalat ataupun diluar shalat adalah sama-sama kewajiban yang memang sepantasnya kau laksanakan sebagai seorang muslimah.

Oleh karena itu mulai dari sekarang berusahalah untuk menutup segala keindahan yang kau miliki dengan penuh tanggung jawab diri yang besar, agar kau tak menyesal kelak dihadapan Allah.