Dulu Islam Nora Alexandra sebut agamanya kini, marah disebut murtad dan umbar aurat: Lo mau tanggung dosa gue?


Nora Alexandra kembali bersitegang dengan netizen dan para haters. Saat dituduh sering umbar aurat dan murtad, istri Jerinx dari band Supermand is Dead itu lantas marah.

Awalnya Nora Alexandra mendapat menanggapi pertanyaan netizen atau haters-nya di kolom komentar salah satu foto seksinya. Namun, karena pertanyaan memang menyinggung privacy-nya yakni masalah agama, Nora pun menjawabnya dengan kalimat seperti orang yang marah atau kesal.

Percakapannya dengan haters kemudian diungahnya di akun Instagram pribadi Nora, @ncdpapl.

“Lu muslim atau bukan? Setahu gue lu muslim,” kata akun @putri_aini021 seperti dikutip Hops.ID pada Kamis 28 April 2022.

Nora Alexandra tegaskan kini ikut agama suami

Nora lalu membalasnya dengan sekaligus menegaskan tak perlu menghubungkan masalah aurat dengan agama yang dia anut. “Kalau gue non muslim kenapa? Enggak usah bawa-bawa aurat,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menerangkan kini menganut agama sesuai dengan yang dianut suaminya yakni Hindu. “Agama gue ikut ke suami gue,” tandas Nora.

Tak berhenti disitu Nora kemudian meminta netizen yang berkomentar dengan nada menghakimi tak lagi dengki dan merasa paling suci.

“Mending jaga baik-baik hati dengki dan mulut lu. Biar enggak selalu merasa paling suci dan Maha Benar,” ujar dia menegaskan.

Namun, rupanya @putri_aini021 lalu membalas Nora dengan pertanyaan sekaligus menyimpulkan jika Nora telah murtad.

“Murtad berati ya? Gue kira lu masih muslim. Karena gue lihat di berita, lu menikah beda agama. Ya makanya gue ingatkan, karena bagi agama lama lu, Islam itu harus saling mengingatkan,” tutur @putri_aini021.

Marah disebut murtad dan peringatkan netizen untuk tak banyak ceramah

Mendapat pertanyaan dan pernyataan seperti itu, Nora lantas kembali membalasnya dengan kalimat yang lebih keras.

“Kalau gue murtad, kenapa? Lo mau menanggung dosa gue? Lo gak usah banyak ceramah kalu lo masih demen fitnah bikin aib yang orang gak tahu dan bikin dosa yang orang gak pernah publish,” terangnya.

“Jangan muna jadi orang! Urus diri dan dosa serta aibmu masing-masing apa yang aku post semua soal kerja dan cari nafkah untuk aku survive sebab suami gw dipenjara!!”

Miris, prajurit perempuan Amerika Serikat dipaksa buka jilbab di depan umum oleh Komandan

Prajurit perempuan di Amerika Serikat harus menerima perlakuan buruk di kesatuannya.

Perlakuan buruk yang didapat oleh prajurit perempuan tersebut diterima dari komandannya sendiri.

Tidak hanya menerima perlakuan buruk yang mengarah kepada fisik, prajurit yang diketahui seorang muslimah ini juga diperintahkan harus melepas jilbabnya di hadapan banyak orang.

Prajurit perempuan itu bernama Sersan Cecilia Valdovinos dari Batalyon Dukungan Brigade ke-704 Angkatan Darat Amerika Serikat.

Perempuan yang memutuskan untuk menjadi mualaf pada tahun 2016 lalu itu mendapatkan izin dari Komandan Brigade, Kolonel David Zinn pada tahun 2018 untuk bisa mengenakan jilbab ketika bertugas.

Intimidasi yang Cecilia dapat karena dirinya berjilbab didapatkan ketika berada di Kapel, Fort Carson, Colorado. Keberadaannya di sana pada tahun 2019 untuk pengarahan pencegahan bunuh diri.

Hal yang tak diduga datang ketika komandannya, Sersan Mayor Kerstin Montoya tiba-tiba mencengkram lengan Cecilia dan menariknya keluar ruangan.

Saat di luar ruangan, Sersan Mayor Kerstin Montoya memaksanya untuk melepaskan jilbab di depan banyak orang.

Sersan Mayor Kerstin Montoya beralasan apa yang dikenakan oleh Cecilia tidak sesuai prosedur di Angkatan Darat Amerika Serikat. Dia menambahkan juga rambutnya yang tidak sesuai standar prajurit wanita.

Cecilia terpaksa membuka jilbabnya di depan banyak orang karena tidak bisa membantah perintah atasan dan akan mendapatkan sanksi jika melawannya.

Walaupun tidak membantah perintah atasan, Cecilia tetap memperjuangkan haknya di Military Equal Opportunity (MEO) walaupun usahanya di sana juga sia-sia.

Cecilia bukannya mendapatkan haknya kembali atas mengenakan jilbab malah sebaliknya. Dia diturunkan pangkatnya ke Spc (Specialist), setara dengan korporal tanpa alasan jelas.

Di sisi lain, Presiden Yayasan Kebebasan Beragama Militer (MRFF), Mikey Weinstein berusaha untuk memberikan bantuan kepada Cecilia terkait kasusnya.

Mikey Weinstein menyindir Sersan Mayor Kerstin Montoya yang memiliki penglihatan tembus pandang sehingga bisa melihat ke dalam jilbab yang dikenakan Cecilia.

Mikey Weinstein menambahkan jika Montoya kemungkinan memiliki penglihatan X-Ray yang bisa memindai model rambut Cecilia.

Mikey juga mempertanyakan sikap Montoya terhadap Cecilia padahal Komandan Brigade, Kolonel David Zinn sudah memperbolehkan Cecilia untuk berhijab.

Diketahui pada tahun 2017, Angkatan Darat Amerika Serikat mulai mengizinkan kebebasan beragama bagi prajuritnya termasuk mengenakan jilbab atau memanjangkan janggut. ***

Kisah wanita Yahudi menjadi mualaf, berawal dari pertanyaan ringan mengenai sujud dan melepas alas kaki

Allah SWT dapat memberikan hidayah-Nya kepada seseorang secara tiba-tiba.

Berawal dari pertanyaan ringan mengenai gerakan dalam salat yakni sujud dan kewajiban melepas alas kaki saat menjalani ibadah membuat seorang wanita beragama Yahudi berpindah agama menjadi Islam.

“Saya lahir dari keluarga Yahudi dan saya pindah ke Islam pada 2018,” katanya dalam akun Youtube, Alhmmmdd.

Diketahui, perempuan Yahudi tersebut kelahiran Montreal, Kanada dari keluarga Hasidik Yahudi.

Walaupun keluarganya saat ini tidak utuh alias orangtuanya sudah bercerai, perempuan itu tetap dibawa oleh ibunya untuk dibesarkan secara agama Yahudi.

Dia menyebut dirinya sebagai Yahudi campuran yakni Yahudi Israel, Maroko, Yaman dan Yahudi Askenazi karena ayahnya adalah Yahudi Askenazi dengan asal keluarganya dari Eropa Timur, ibunya yang kelahiran Maroko serta dibesarkan di Palestina oleh orangtua yang salah satunya lahir di Yaman.

Tetapi, secara mengejutkan dirinya tetap mengaku beretnis muslim walaupun dibesarkan secara Yahudi.

Dirinya mengatakan jika perjalanannya menjadi mualaf bukan datang secara tiba-tiba bahwa dia telah mendapatkan pendidikan Yahudi hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai menjadi pendukung garis keras Zionis Israel.

“Setelah saya lulus SMA, saya mulai keluar dari komunitas Yahudi, bertemu dengan orang-orang non-Yahudi. Saya mulai bertukar pendapat dengan orang. Saya mulai meragukan Yahudi dan menjaga jarak diri saya dengan Yudaisme,” ucapnya.

Dari situ, dia mulai mempertanyakan keabsahan dari ajaran Yahudi dan mulai menjagara jarak dengan Yudaisme.

Suatu waktu, dia membaca buku Psalm yang ditulis oleh King David. Di buku itu menceritakan King David yang bersujud dan berdoa.

Karena merasa aneh, kenapa King David bersujud dan melakukan doa berulang kali tetapi agamanya Yahudi tidak mempergakannya.

Lantas, perempuan itu mulai melakukan riset mengenai apa hal yang bernuansa sujud dan melepas alas kaki dalam beribadah.

Dia sempat bertanya kepada Rabi Yahudi mengenai sujud dan berdoa. Tetapi, jawaban Rabi tidak membuat dirinya puas.

Akhirnya dia menemukan beberapa jawaban mengenai pertanyaanya di Komunitas Daring Muslim.

Yang membuat dirinya tercengang, jika dahulu kaum Yahudi juga melakukan sujud seperti kaum muslim untuk meminta kepada Tuhan sebelum tindakan itu ditentang oleh Rabi karena tidak berguna.

Selain itu mengenai melepas alas kaki ketika beribadah, dia mendapatkan jawaban yang logis karena Nabi Musa saat berbicara kepada Allah SWT memerintahkan dirinya untuk melepas alas kakinya karena di tempat suci dan benar-benar masuk akal jika seharusnya ketika ingin menghadap Tuhan harus dalam keadaan suci.

Karena sudah mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaanya, perempuan tersebut memilih sebagai mualaf pada tahun 2018 dan mengklaim menurut opini pribadinya menjadi Yahudi (secara ras) “lebih baik”. ***