Dzikir dan Doa Untuk Meluluhkan Hati Seseorang Dari Jarak Jauh

397 views


Sudah diketahui bahwa doa merupakan amalan yang disukai oleh Allah SWT dan merupakan amalan yang mulia. Seorang Hamba yang selalu berdoa, berdzikir dan meminta kepada Allah di setiap pekerjaan yang telah dilakukan, mengindikasikan bahwa dia seorang yang benar-benar percaya kepada kekuasaan Allah.

Yang perlu dipahami ialah Dalam setiap keadaan apa pun, kita dianjurkan untuk berdoa dan memohon petunjuk dan hidayah dari Allah.

Contohnya sebelum kita melakukan perjalanan, hendak makan, ketika melakukan perniagaan dan usaha, dan banyak contoh lainnya.

Sejak di zaman Nabi, Rosulullah sudah mengajarkan doa-doa khusus untuk semua aktivitas yang hendak kita kerjakan. Dengan berdoa berarti kita menggantungkan seluruh amal kita hanya Kepada Allah semata.Pada artikel kali ini kita akan membahas sebuah amalan dzikir yang dapat digunakan untuk melembutkan hati seseorang yang kita sayangi.

Doa dan Dzikir ini bisa saja bermanfaat untuk melembutkan hati anak yang nakal, keras kepala dan malas sholat, doa untuk melembutkan hati suami, doa agar teman yang bermasalah dengan kita mudah memberikan maaf dan meminta maaf ketika kita saling tidak tegur sapa, dan juga akan banyak keutamaan lain yang dapat kita rasakan.

Zikir Al Lathiif Untuk Melembutkan Hati Seseorang Dari Jauh.


Dzikir di atas bernama Dzikir Al-Lathiif

berikut cara untuk mengamalkannya :

  1. Dibaca sebanyak 19 kali
  2. Dibaca dan diniatkan agar Allah mau untuk melembutkan hati seseorang yang kita niatkan.
  3. Baca dengan melafal-kannya dan kuatkan dalam hati orang yang kita maksud.
  4. Bisa juga dengan cara
  5. Baca Dzikir Al-Lathiif di atas pada segelas air putih dan berikan air bacaan tersebut pada anak atau suami yang kita sayangi.

Jika Orang yang kita maksud itu berada di tempat yang jauh, cukup lah kita amalkan dzikir dan doa tersebut sambil yakin dan berdoa agar Allah mengabulkan doa kita itu.

Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat agar kehidupan kita bisa lebih tenang dan bahagia.

Wa Allahu A’lamu.

Subhanallah, Inilah Keutamaan Menikahi Janda Menurut Hadits Nabi

Adakah keutamaan menikahi janda? Ataukah lebih baik dengan gadis saja?
Keutaman Menolong Para Janda

Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Termasuk dalam menolong para janda adalah dengan menikahi mereka. Namun janda manakah yang dimaksud?

Disebutkan dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18: 93-94), ada ulama yang mengatakan bahwa “armalah” yang disebut dalam hadits adalah wanita yang tidak memiliki suami, baik ia sudah menikah ataukah belum. Ada ulama pula yang menyatakan bahwa armalah adalah wanita yang diceraikan oleh suaminya.

Ada pendapat lain dari Ibnu Qutaibah bahwa disebut armalah karena kemiskinan, yaitu tidak ada lagi bekal nafkah yang ia miliki karena ketiadaan suami.

Armalah bisa disebut untuk seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. Demikian nukilan dari Imam Nawawi.
Pendapat terakhir itulah yang penulis cendrungi.

Dari pendapat terakhir tersebut, janda yang punya keutamaan untuk disantuni adalah janda yang ditinggal mati suami atau janda yang diceraikan dan sulit untuk menanggung nafkah untuk keluarga. Adapun janda kaya, tidak termasuk di dalamnya.

Keutamaan Menikahi Janda yang Ditinggal Mati Suami dan Memiliki Anak Yatim

Kita tahu bersama bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya. Anak seperti inilah yang dikatakan yatim dan punya keutamaan untuk ditolong karena penanggung nafkahnya -yaitu ayahnya- sudah tiada. Jika ada yang menikahi janda karena ingin menolong anaknya, maka ia akan dapat keutamaan besar menyantuni anak yatim.

Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا » . وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى ، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya]. (HR. Bukhari no. 5304).

Menikahi Janda ataukah Perawan?

Walau memang menikahi perawan ada keutamaannya. Namun menikahi janda tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ada pria yang membutuhkan janda dibanding gadis perawan.

Semisal seorang pria ingin mencari wanita yang lebih dewasa darinya sehingga bisa mengurus adik-adiknya. Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah berkata,

تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً فِى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَقِيتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « يَا جَابِرُ تَزَوَّجْتَ ». قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ « بِكْرٌ أَمْ ثَيِّبٌ ». قُلْتُ ثَيِّبٌ. قَالَ « فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى أَخَوَاتٍ فَخَشِيتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِى وَبَيْنَهُنَّ. قَالَ « فَذَاكَ إِذًا. إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِينِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ »

“Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, “Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Ia menjawab, “Iya sudah.” “Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, “Janda.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715)

Namun dengan catatan di sini tetap memandang janda yang punya agama yang baik, bukan sembarang janda.

Semoga bermanfaat.

Ayo para jomblo yang mau menikah, atau para pria yang ingin menambah istri lagi, silakan menimbang para janda sebagai pilihan. Para janda pun selalu menanti pertolongan kalian.

Tags: #dzikir dan doa #keutamaan menikahi janda #meluluhkan hati orang #meluluhkan hati orang dari jarak jauh #menikahi janda