Fakta pernikahan beda agama heboh di Semarang: Tidak mudah, lebih dari 30 kali


Sebuah pernikahan beda agama di Semarang jadi viral di media sosial TikTok.

Dalam konten di akun Tiktok @sacha_alya, pernikahan beda agama dilangsungkan di sebuah gereka, dengan mempelai wanita berjilbab lho.

Nah yuk simak saja ya fakta-fakta pernikahan beda agama di Semarang yang viral itu. Bocorannya ternyata proses ini panjang memakan waktu tahunan lho, enggak seperti yang diperkirakan orang cepat terjadi.

Akad dan pemberkatan
Pernikahan beda agama ini melibatkan konselor pernikahan, bernama Ahmad Nurcholis.

Dalam keterangannya, Nucrcholis membenarkan pernikahan beda agama itu terjadi pada Sabtu pekan lalu. Nurcholis dalam prosesi nikah itu statusnya sebagai saksi pernikahan.

Nurcholis menyampaikan pernikahan beda agama itu melalui akad dan pemberkatan di dua lokasi berbeda lho.

Dia mengungkapkan akad dilakukan di sebuah hotel Kota Semarang dan dilanjutkan pemberkatan di Gereja St. Ignatius Krapyak.

“Kemarin mereka akad dan pemberkatan di tempat berbeda,” jelasnya dikutip Hops.ID dari Suara.com, jaringan Hops.ID, Selasa 8 Maret 2022.

Sudah 30 kali lebih
Ternyata Nurcholis mengatakan pasangan beda agama itu melalui konseling pernikahan dua tahun lho.

Nurcholis mengatakan untuk bisa sampai pernikahan beda agama ini, sejoli tersebut menjalani proses yang cukup lama dan tidak mudah, banyak hal harus dilalui.

Nurcholis mengaku telah menangani pernikahan beda agama lebihdari 30 kali, jadi pasangan beda agama yan nikah akhir pekan lalu itu bukan yang pertama kali dia tangani gitu.

Sebelumnya pernikahan beda agama itu viral di media sosial melalui akun TikTok @sacha_alya.***

Sabar, Biarkan Mereka Menghinamu Semaunya, Balasan Allah Akan Datang Pada Waktunya

Mengendalikan hati untuk tidak amarah saat tahu dihina, dicaci, dan diperlakukan buruk memang tidaklah mudah, tapi sesulit dan setidak menyenangkan apapun orang lain memperlakukanmu, tetaplah tenang dengan kesabaran.

Jangan biarkan hati membara dengan kebencian, jangan biarkan hati meradang dengan rasa tidak terima, sungguh semua yang terjadi kepadamu tidak luput dari pantauan Allah.

Iya, Allah melihat dengan sangat baik apa yang tengah kamu alami, Allah mendengar setiap seruan hatimu, maka pastikan kamu hanya fokus saja menjaga hatimu untuk tetap bersabar saja.

Hadapi Saja Perbuatan Buruk Mereka Dengan Senyuman, Anggap Saja Perkataan Mereka Hanya Angin Berlalu

Tidak usah mengkotori hati atau pun pikiran dengan berencana membalasanya, karena tidak membalasanya pun kamu telah mendapat bantuan dari Allah dengan balasan-Nya yang luar biasa.

Jadi hadapi saja perbuatan buruk mereka dengan senyuman, anggap saja perkataan mereka hanya angin yang berlalu, karena dengan mengingat yang demikian tentu kamu akan selalu tenang dan baik-baik saja.

Jangan Masukkan ke Hati, Agar Kamu Tidak Mudah Emosi dan Membenci

Intinya jangan masukkan ke hati apapun perkataan buruk yang orang lain lontarkan kepadamu, agar kamu tidak mudah emosi dan membenci.

Jangan masukkan ke pikiran segala hal buruk yang orang lain tujukan kepadamu, agar kamu tidak mudah berputus asa dan menggerutu hidup ini sulit kepada Allah

Luaskan Hatimu Dengan Keikhlasan, Karena Semakin Kamu Ikhlas Semakin Allah Ada Dipihakmu

Luaskan hatimu dengan keikhlasan, jangan sempitkan dengan gerutuan dan rtutukan, karena semakin kamu ikhlas maka akan semakin Allah ada dipihakmu.

Sebab saat kamu didzalimi, maka saat itu pula Allah akan mendekapmu, akan segera menyiapkan balasan terbaik untuk dia yang mendzalimimu.

Jangan Takut, Meski Kamu Tidak Membalasnya Allah Telah Menyediakan Balasan Untuknya

Lantas jangan takut, jangan gusar dengan ketidak terimaan, cukup kondisikan hati untuk selalu menunduk, meski benar dalam lubuk hati paling dalam kamu serasa ingin membalasa seketika juga.

Karena jika kamu tetap ikhlas saja, mengalah saja, dan kamu memilih untuk tidak membalasnya, maka Allah pun telah menyediakan balasan terbaik untuknya.

Tenang Saja, Karena Jika Kamu Tenang Maka Hinaan Itu Akan Menjadi Jalan Untukmu Banyak Memperoleh Kebaikan-Nya

Jadi kamu cukup tenang saja menghadapi setiap cacian atau hinaan yang datang dari orang lain, karena jika kamu tenang maka hinaan itu akan menjadi jalan untukmu banyak memperoleh kebaikan-Nya.

Allah akan selalu menambahkan nikmat dalam hidupmu, sebagai imbalan dari kesediaanmu dalam bersabar, ikhlas, dan memaafkan tiada henti.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Suami Istri Tak Saling Sapa Lebih Tiga Hari, Pesan Rasulullah: Berat Hukumannya

Suami istri berselisih paham bahkan berujung pada pertengkaran bukan hal yang aneh, sebab kehidupan rumah tangga pasti tidak akan mulus begitu saja tanpa perselisihan. Baca juga Hukum Fashion Show dalam Islam

Bahkan, tidak jarang pula berujung pada tak bertegur sapa satu sama lain. Ini juga masih tergolong wajar.

“Asal tak bertegur sapa nya jangan sampai lebih dari tiga hari karena menyalahi nasihat Rasulullah SAW,”

Menurut Rasulullah SAW, ujar master bidang hukum Islam ini, tidak halal bagi seorang muslim yang tidak saling menyapa lebih tiga hari seperti yang diriwayatkan Bukhari (6237) dan Muslim (2560).

Allah memotivasi agar kaum muslimin berupaya menjadikan muslim yang lain sebagaimana layaknya saudara. Baca juga Hukum Menerima Komisi dalam Islam

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

“Sesungguhnya hanya kaum muslimin yang bersaudara. Karena itu, berupayalah memperbaiki hubungan antara kedua saudara kalian..” (QS. Al-Hujurat: 10).

Bahkan Allah ingatkan, diantara nikmat besar yang Allah berikan kepada para sahabat adalah Allah jadikan mereka saling mengasihi, saling mencintai, padahal sebelumnya mereka saling bermusuhan,

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, kemudian Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kalian orang-orang yang bersaudara, karena nikmat Allah. (QS. Ali imran: 103).

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hubungan persaudaraan antara sesama muslim, ibarat satu jasad. Jika ada yang sakit, yang lain turut merasakannya,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اثْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas.” (HR. Muslim 2586).

Akan tetapi, membangun suasana persadauraan semacam yang diajarkan islam, lebih sulit ketimbang memindahkan gunung. Setan selalu berupaya memicu terjadinya permusuhan. Baca juga Hukum Membakar Bendera Tauhid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Setan (Iblis) telah putus asa untuk disembah oleh orang yang rajin shalat di Jazirah Arab. Namun dia selalu berusaha untuk memicu permusuhan dan kebencian.” (HR. Muslim 2812 dan Ibn Hibban 5941).

Ketika Iblis melihat kemajuan islam di akhir dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia sudah putus asa, tidak mungkin kaum muslimin akan menyembahnya (melakukan syirik) di jazirah arab. Karena mereka menjadi generasi yang sangat kuat imannya. Tapi setan tidak tinggal diam, dia berupaya untuk memicu munculnya permusuhan diantara mereka. Baca juga Hukum Beasiswa Dari Bunga Bank Dalam Islam

Karena itu, sikap saling mendzalimi tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Sikap saling mendzalimi telah menyatu dan menjadi warna hidup manusia. Namun, islam tidak membiarkannya. Islam menekan agar seminimal mungkin semacam ini bisa terjadi. Untuk itu, islam memberikan batas toleransi selama 3 hari. Toleransi bagi gejolak emosi yang itu menjadi tabiat manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari 3 hari. Siapa yang memboikot saudaranya lebih dari 3 hari, kemudian dia meninggal maka dia masuk neraka.” (HR. Abu Daud 4914, dan dishahihkan Al-Albani)