Gadis Cilik Ini Mendadak L*mpuh, Orangtuanya Kaget Saat Menemukan Ini di Kepalanya


Siapa yang tak panik bila terjadi sesuatu yang salah pada buah hatinya.

hal itu pula yang dirasasakan oleh pasangan orangtua bernamaLantz Lewis dan Amanda Lewis ini.

Kisah menegerikan yang dialami mereka itu dibagikan ke media sosial Facebook mereka.

Tak disangka kisha mereka ini pun menjadi viral.

Amanda Lewis membagikan kisahnya pada 14 Mei lalu.

Ia dan suami mengalami hal menakutkan ketika putrinya, Evelyntiba-tiba mengalami kelumpuhan !

Padahal, sebelumnya anak cantiknya itu baik-baik saja dan bisa berjalan seperti anak-anak lainnya.

Berikut kisah lengkapnya :

“Kami mengalami ketakukan pada pagi hari ini..Untungnya semua ini berakhir baik-baik saja, tapi aku tetap membagikannya agar kalian semua bisa lebih mawas lagi..

Evelyn (putrinya) mulai bertingkah aneh sebelum ia tidur semalam.

Dia tidak ingin berdiri setelah ia mandi untuk mengenakan baju piyama.

Aku pun membantunya dan membawanya ke tempat tidur. Dia agak rewel tadi malam dan akhirnya aku tidur bersamanya sepanjang malam.

Paginya dia tiba-tiba kesulitan berdiri. Dia hampir tidak bisa berjalan, atau merangkak, dan hampir tidak bisa menggerakan kedua tangannya.

Kami merekam kejadian ini untuk dikirim ke keluarga untuk melihat apakah mereka tahu apa yang akan terjadi.

Kami memutuskan untuk membawanya ke UGD tepat setelah kami mengambil video ini karena gejalanya semakin parah, dan mengingat sejarah Lantz (suami) memiliki kanker yang kami khawatirkan.

Kami pun langsung masuk keruangan dengan cepat, puji tuhan, anak kami langsung ditangani.

Dokter berbicara kepada kami sebentar dan mengatakan bahwa selama 15 tahun terakhir dia telah melihat sekitar 7 atau 8 anak seusianya dengan gejala yang sama dan kemungkinan ini diakibatkan karena kutu.

Tim dokter menyisir rambutnya dengan perlahan dan menyeluruh, kemudaian mereka menemukan kutu bersembunyi di rambutnya.

Kondisi ini disebut tick paralysis. Hal itu bisa mempengaruhi anak kecil dan anjing juga dan bisa berakibat fatal.

Saya senang kami membawanya masuk saat kami melakukannya dan itu bukan sesuatu yang buruk dan kami menemukannya sebelum keadaan semakin memburuk.

Kutu itu sudah keluar dari kepala anak saya, dan di daerah ini jadi jika anak atau anjing Anda mulai bertingkah sedikit aneh, periksa mereka dengan seksama untuk kutu!

Kami masih di UGD. Sekarang kutu itu telah dibersihkan, Evelynsudah mulai merasa seperti dirinya dalam beberapa jam. Dia menikmati es loli dan menonton kartun. Tim dokter ingin memantaunya sedikit lebih lama dari waktu kita bisa pulang.”

Usai kisah itu diposting, ia kembali memperbaharui kabar terbaru dari anaknya.

Ia juga tak menyangka kalau video dan postingannya itu akan menjadi viral.

Usai pulang dari rumah sakit, Evelyn sudah jauh membaik dan sudah bisa berjalan lagi.

Dia mengeluh banyak tentang kepalanya gatal tapi kalau tidak dia baik-baik saja.

Dokter mengatakan kepada kami bahwa jenis kutu yang ditemukan pada dirinya biasanya tidak membawa penyakit lyme (kutu anjing).

======

Nyesel Baru Tahu Sekarang, Siapa Sangka Memelihara Hewan Kucing di Rumah Bisa Singkirkan Penyakit Berbahaya Ini Pada Tubuh Manusia

Seperti yang kita tahu, kucing adalah salah hewan yang paling disukai banyak orang.

Selain menggemaskan, konon kucing juga merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW loh.

Maka jangan heran ya, bila banyak sekali orang yang memilih kucing sebagai hewan peliharaannya.

Yup, apalagi di kalangan milenial saat ini.

Banyak sekali orang yang menyebut hewan berbulu tersebut sebagai majikannya.

Pasalnya, banyak orang yang memelihara kucing sampai rela memberikan apapun untuk hewan kesayangannya tersebut.

Mulai dari kebersihannya, kandang, perawatan, makanan, hingga vitamin.

Karena kebanyakan orang bukan sekadar menganggap kucing sebagai hewan peliharaan saja, melainkan juga sebagai sahabat atau anak sendiri.

Saking sayangnya, mereka pun takut dan sedih apabila kucingnya mengalami sakit.

Kehadiran kucing di rumah tentu bisa membuat rumah terasa lebih ramai.

Sehingga, kamu yang tinggal sendiri di rumah tidak merasa kesepian.

Laporan Wartawan Grid.ID, Hananda Praditasari

Grid.ID – Seperti yang kita tahu, kucing adalah salah hewan yang paling disukai banyak orang.

Selain menggemaskan, konon kucing juga merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW loh.

Maka jangan heran ya, bila banyak sekali orang yang memilih kucing sebagai hewan peliharaannya.

Yup, apalagi di kalangan milenial saat ini.

Banyak sekali orang yang menyebut hewan berbulu tersebut sebagai majikannya.

Pasalnya, banyak orang yang memelihara kucing sampai rela memberikan apapun untuk hewan kesayangannya tersebut.

Mulai dari kebersihannya, kandang, perawatan, makanan, hingga vitamin.

Karena kebanyakan orang bukan sekadar menganggap kucing sebagai hewan peliharaan saja, melainkan juga sebagai sahabat atau anak sendiri.

Saking sayangnya, mereka pun takut dan sedih apabila kucingnya mengalami sakit.

Kehadiran kucing di rumah tentu bisa membuat rumah terasa lebih ramai.

Sehingga, kamu yang tinggal sendiri di rumah tidak merasa kesepian.

Pantas saja banyak orang yang menyukai kucing, ternyata hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat mengatasi depresi dengan memberi pemiliknya rasa persahabatan yang terikat dalam.

Tak hanya psikis, memelihara kucing di rumah juga bisa datangkan manfaat kesehatan bagi fisik.

Melansir dari Tribunnews.com, dengan adanya anjing atau kucing juga bisa meningkatkan kesempatan untuk berolahraga.

Misalnya bermain dengan kucing, atau berjalan-jalan sore dengan anjing di sekitar lingkungan rumah.

Dengan begitu, semua otot kalian pun bergerak seperti sudah melakukan olahraga.

Berjalan atau bermain secara teratur dengan hewan peliharaan yang bisa diajak bermain juga dapat menghindarkan Moms dari penyakit berbahaya, seperti tekanan darah, kolesterol tinggi, dan trigliserida.

Nah, mulai sekarang sudah tahu kan manfaat luar biasa memelihara kucing di rumah.

======

Kenali Apa Itu Glikolisis dan Penyakit yang Dapat Mengganggunya

Proses glikolisis berperan penting dalam menunjang fungsi sel, jaringan, dan organ tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Namun, untuk beberapa kondisi, proses glikolisis bisa mengalami gangguan sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit.

Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa atau gula di dalam darah yang melibatkan beberapa enzim, di antaranya enzim heksokinase dan enzim fosfofruktokinase. Nah, apa pentingnya proses glikolisis dan apa dampaknya jika proses ini terganggu?

Pentingnya Glikolisis bagi Kesehatan

Tubuh umumnya membutuhkan energi dan nutrisi agar seluruh sel, jaringan, dan organ tetap bekerja dan berfungsi dengan baik. Energi ini dapat diperoleh dari kandungan gula dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Saat mendapatkan asupan gula, termasuk gula hasil metabolisme karbohidrat, tubuh akan menjalani proses glikolisis untuk mengubahnya menjadi energi. Selain menghasilkan energi, proses ini juga akan menghasilkan hidrogen dan enzim piruvat kinase.

Proses glikolisis juga turut berperan dalam merangsang pembentukan insulin, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dan membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

Selain sebagai bahan bakar bagi sel, jaringan, dan organ tubuh, energi yang dihasilkan dalam proses glikolisis juga akan dimanfaatkan tubuh untuk proses penyembuhan luka, perbaikan jaringan dan sel yang rusak, serta proses metabolisme.

Beberapa Jenis Penyakit Akibat Proses Glikolisis

Terganggunya proses glikolisis dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, di antaranya:

Diabetes

Proses glikolisis dapat terjadi di berbagai sel dan jaringan tubuh, termasuk sel hati yang berperan dalam proses metabolisme glukosa atau gula darah. Ketika proses glikolisis terganggu, tubuh akan mengalami kesulitan untuk memecah gula darah.

Akibatnya, gula darah akan meningkat dan memicu kondisi yang disebut hiperglikemia. Tingginya kadar gula darah tersebut lama-kelamaan bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya gangguan dalam proses glikolisis yang dapat memicu diabetes dan resistensi insulin masih belum diketahui secara pasti. Namun, hal ini diduga berkaitan dengan kelainan genetik.

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer atau disebut juga demensia adalah penyakit yang menyerang otak dan dapat membuat orang yang mengalaminya pikun.

Pada kasus yang parah, penyakit Alzheimer bahkan bisa membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas secara mandiri dan tidak mengenali keluarga atau orang terdekatnya sendiri.

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun, sejauh ini beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang turut berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya faktor genetik, penuaan, serta gangguan metabolisme tubuh, termasuk gangguan pada proses glikolisis.

Anemia hemolitik

Anemia hemolitik merupakan penyakit anemia atau kurang darah akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti kelainan genetik, kelainan hemoglobin, serta gangguan proses glikolisis yang membuat tubuh tidak cukup menghasilkan enzim piruvat kinase.

Kekurangan enzim piruvat kinase dapat membuat sel darah merah menjadi lebih cepat hancur, sehingga memicu terjadinya anemia hemolitik.

Glikolisis merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengolah gula menjadi energi dan memanfaatkan energi tersebut dengan baik. Dengan adanya glikolisis, Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari bergerak, berjalan, hingga makan dan minum.

Bila Anda mengalami gejala tubuh terasa lemas, sulit konsentrasi, pusing, atau gejala lain yang diduga muncul akibat gangguan dalam proses glikolisis, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Tags: #bahaya glikolisis pada manusia #manfaat memelihara kucing dirumah #mendadak lumpuh karena ada hal ini dikepala