Gala Mengira Vanessa Angel dan Bibi Syuting, Reaksinya Lihat Tabloid Sang Mama Bikin Doddy Nangis


Lama tak bertemu Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Gala Sky belum mengetahui bahwa kedua orangtuanya sudah tiada.

Ia masih mengira jika Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah sedang pergi syuting sehingga tak kunjung bertemu mereka.

Saking rindunya dengan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyay, Gala Sky tak kuasa saat melihat foto sang mama di tabloid.

Ia tak bisa menyembunyikan kesedihan karena lama tak merasakan pelukan sang mama dan melihat wajahnya.

Tak hanya histeris saat menatap tabloid bergambar Vanessa Angel, reaksi yang sama juga Gala perlihatkan saat melihat sang mama di televisi.

Hal ini membuat hati ayah Vanessa Angel, Doddy Sudrajat teriris.

Baca juga: Dinikahi Duda Tajir, Cupi Cupita Ngaku Lemas saat Malam Pertama, Padahal Sudah Latihan Yoga

Ia mengaku hanya ingin menangis saat melihat respon sang cucu melihat gambar Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah yang tak lagi nyata.

“Daddy mau nangis juga ya lihat Gala seperti itu,” ucap Doddy Sudrajat dikutip TribunnewsBogor.com dari YouTube ESGE ENTERTAINMENT.

Sambil menghela napas panjang, Doddy bercerita saat Gala melihat sampul tabloid yang dihiasi wajah Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah, cucunya itu langsung berteriak.

Bayi yatim piatu itu memanggil-manggil kedua orangtuannya.

“Kemarin salah satu tabloid datang, covernya kan Vanessa sama Bibi ya,” ucap Doddy Sudrajat.

“Ya Gala tuh ‘Mama, Papa’,” imbuhnya.

Doddy Sudrajat mengaku sangat kasihan melihat Gala Sky.

“Ya saya sebagai kakeknya terenyuh, kasian,” ucap Doddy Sudrajat.

Menurut Doddy Sudrajat, hingga saat ini Gala Sky belum mengerti kalau Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah sudah tiada.

Gala Sky masih menganggap Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah sedang pergi syuting dan nanti akan kembali lagi.

“Kan Gala tahunya Mama dan Papanya ini pergi, syuting, mungkin dia enggak tahu kalau Mama Papanya meninggal,” ucapnya.

“Kalau lihat Gala manggil ‘Mama Papa’, pengen nangis ya,” imbuhnya.

Hak asuh Gala Sky jadi rebutan

Orangtua Vanessa dan Bibi sama-sama mengajukan hak asuh tunggal ke pengadilan atas Gala Sky.

Akibat hal tersebut, rumor perihal dua keluarga saling memperebutkan hak asuh Gala pun mencuat.

Mendengar hal tersebut, Kak Seto selaku psikolog dan pemerhati nasib anak pun angkat bicara.

Kak Seto menyebut perlu ada sosok profesional yang menjadi mediator di antara keluarga Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.

“Perlu dimediasi, apakah kementerian sosial atau pengadilan. Mohon semua mengedepankan kepentingan yang terbaik untuk anak. Mungkin melibatkan juga pakar profesional, psikolog, untuk bisa mewawancarai anak, mana yang paling disukai,” ujar Kak Seto dikutip pada Sabtu (20/11/2021).

Karenanya, Kak Seto dan tim LPAI siap menjadi mediator guna mengurai konflik di antara keluarga Vanessa dan Bibi.

“Kami siap menjadi mediator. Insya Allah Saya turun tangan. Kami dari tahun 1998 sudah menangani kasus (seperti) ini. Demi anak, bukan demi kakek neneknya,” ujar Kak Seto.

Turut menyoroti kasus yang menimpa Gala, Kak Seto miris.

Terlebih diakui Kak Seto, ia punya cucu yang memiliki usia dan nama yang sama dengan Gala.

Berkenaan dengan itu, Kak Seto tak ingin Gala nantinya menjadi terpuruk akibat konflik di antara kakek dan neneknya.

“Jangan sampai adek Gala yang sudah kehilangan kedua orangtuanya, kemudian berada dalam situasi tekanan konflik. Ini kekerasan pada anak yang seolah tidak berdarah-darah tapi hatinya yang terluka,” ungkap Kak Seto.

Lebih lanjut, Kak Seto pun memberikan nasihat mendalam untuk orangtua Vanessa dan Bibi.

Menurut Kak Seto, dua keluarga itu harusnya bisa membicarakan perihal hak asuh secara kekeluargaan saja.

“Yang paling penting adalah kedewasaan sikap dari kedua keluarga. Mohon bicarakan dengan baik-baik sehingga tidak membuat anak terpuruk dalam kesedihan jangka panjang. Karena suasana konflik dua kelaurga ini akan terekam pada anak,” ujar Kak Seto.

Kak Seto pun berujar bahwa lembaganya siap menjadi penengah di antara keluarga korban.

“Kami memberikan perhatian pada sang cucu tapi Kami tidak mendengar adanya konflik antar dua keluarga. Tapi Kami harapkan lembaga terkait untuk bisa turun tangan menengahi masalah ini,” imbuh Kak Seto.

Guna menyelesaikan masalah soal hak asuh Gala, Kak Seto menyebut pihak dari Kementerian Sosial perlu turun tangan.

“Kementerian sosial perlu turun tangan untuk menengahi masalah ini. Artinya bagaimana selama ini yang cukup dekat (siapa). Tentu (perlu) menurunkan seorang psikolog anak, yang bisa memahami situasi anak selama ini berada di wilayah mana, itu perlu diteliti secara mendalam,” ujar Kak Seto.