Gegara Kasus Mas Bechi, Ruang Rahasia di Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Terbongkar, Ternyata


Aparat Polda Jawa Timur tak menyangka akan menemukan banyak ruang rahasia di komplek pondok pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso, Kabupaten Jombang, saat mencari MSAT alias Mas Bechi, 42, tersangka pencabulan santriwati.

“Kami menemukan banyak sekali ruangan di sana yang kosong, yang tersembunyi banyak,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto di Jombang, Kamis (6/7/2022) pagi. Banyaknya ruangan kosong di komplek itu diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan polisi kesulitan menemukan anak pengasuh dan tokoh pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang, tersebut.

Apalagi, keluarga saat itu juga enggan untuk menyerahkan tersangka sehingga petugas terus melakukan pencarian. Kombes Dirmanto juga minta keluarga membantu polisi terkait dengan masalah ini. Polisi pun sudah berupaya untuk humanis dalam penegakan hukum tersebut. Polisi baru berhasil mengamankan Mas Bechi setelah menyerahkan diri ke kepolisian pada Kamis (6/7/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Anak dari kiai pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang itu menyerahkan diri setelah dikepung polisi 15 jam. Setelah diamankan, Mas Bechi langsung diserahkan ke Kejati Jawa Timur. Dia ditahan di Rutan Klas 1 Surabaya di daerah Medaeng untuk selanjutnya diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Kasus yang diduga menjerat Mas Bechi terjadi pada 2017 dengan tersangka melakukan perbuatan asusila pada lima santriwati di kawasan pesantren di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Mas Bechi sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2020, tetapi yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim. Ia menjadi tersangka kasus asusila terhadap para santri di pesantren yang dipimpin ayahnya tersebut.

MSAT alias Mas Bechi bertugas sebagai pengurus pesantren yang dipimpin ayahnya itu. Ia juga sebagai guru di Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut.

Inilah Ruangan Tersembunyi di Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Milik Mas Bechi, Bikin Melongo

Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso di Kabupaten Jombang, Jawa Timur ternyata terdapat banyak ruang rahasia. Ruangan tersebut ditemukan polisi saat mencari MSAT alias Mas Bechi, 42, tersangka pencabulan santriwati. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan banyaknya ruangan kosong di kompleks itu diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan polisi kesulitan menemukan anak pengasuh dan tokoh pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang, tersebut.

Apalagi, keluarga saat itu juga enggan untuk menyerahkan tersangka sehingga petugas terus melakukan pencarian. “Kami menemukan banyak sekali ruangan di sana yang kosong, yang tersembunyi banyak,” kata Kombes Dirmanto di Jombang, Kamis (6/7). Kombes Dirmanto juga minta keluarga membantu polisi terkait dengan masalah ini.

Polisi pun sudah berupaya untuk humanis dalam penegakan hukum tersebut. Polisi baru bisa mengamankan Mas Bechi setelah menyerahkan diri ke kepolisian pada Kamis (6/7) sekitar pukul 23.00 WIB.

Anak dari kiai pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang itu menyerahkan diri setelah dikepung polisi 15 jam.

Setelah diamankan, Mas Bechi langsung diserahkan ke Kejati Jawa Timur. Dia ditahan di Rutan Klas 1 Surabaya di daerah Medaeng untuk selanjutnya diadili di Pengadilan Negeri Surabaya. Kasus yang diduga menjerat Mas Bechi terjadi pada 2017 dengan tersangka melakukan perbuatan asusila pada lima santriwati di kawasan pesantren di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Mas Bechi sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2020, tetapi yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim. Dia menjadi tersangka kasus asusila terhadap para santri di pesantren yang dipimpin ayahnya tersebut. MSAT alias Mas Bechi bertugas sebagai pengurus pesantren yang dipimpin ayahnya itu. Dia juga sebagai guru di Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut.

Penangkapan Penuh Drama, 4 Fakta Mas Bechi Akhirnya Menyerahkan Diri Atas Kasus Pencabulan Santriwati

Kasus pencabulan santriwati yang melibatkan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi telah menemukan titik terang. Tersangka yang merupakan putra kiai pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah KH Mukhtar Mukhti di Jombang itu akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 23:35 WIB.

Diketahui penangkapan Mas Bechi memang berlangsung sangat alot dan penuh drama selama 6 bulan jadi DPO, bahkan beberapa kali prosesnya terjadi kesepakatan tapi tersangka mengingkari. Padahal, diketahui berkas tersangka Mas Bechi sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Jatim sejak Januari 2022 lalu. Yuk simak langsung fakta soal sosok Mas Bechi yang menyerahkan diri atas kasus pencabulan berikut ini.

1. Mas Bechi Langsung Ditahan

Polda Jawa Timur langsung menahan Mas Bechi usai tersangka menyerahkan diri pada Kamis (7/7/2022) malam. Polda Jatim juga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi soal teknis penyerahan tersangka.

Setelah menyerahkan ke polisi, Mas Bechi dititipkan ke Rumah Tahanan Klas I Surabaya Medaeng di Sidoarjo untuk sementara waktu hingga menunggu proses lebih lanjut.

2. Korban Mas Bechi

Polda Jatim telah melimpahkan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada Jumat (8/7/2022). Pihak Kejati Jatim pun telah menerima berkas dan bukti kasus Mas Bechi.

Menurut berkas tersebut, jumlah korban sebanyak 5 orang yang sudah melaporkan Mas Bechi terkait pencabulan. Sementara itu kekinian, Kejati Jatim akan segera menyelesaikan berkas dan segera melimpahkan kasus Mas Bechi ke pengadilan agar peradilan segera dilakukan.

3. Dikenakan Pasal Berlapis Hingga Terancam 12 Tahun Penjara

Tersangka Mas Bechi ini dijerat Pasal 285 KUHP tentang Perkosaan jo Pasal 65 KUHP ancaman pidana 12 tahun, atau Pasal 289 KUHP jo Pasal 65 ancaman pidana 9 tahun, atau Pasal 294 ayat 2 P2KP jo Pasal 65 KUHK dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

4. Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Dicabut

Dengan Mas Bechi yang sudah menyerahkan diri, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Kekinian, tanda daftar nomor statistik pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah telah dibekukan.

Tindakan tegas tersebut diambil karena Mas Bechi yang merupakan salah satu pemimpinnya merupakan DPO kepolisian. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Walau begitu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan agar para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

Tindakan cepat Kemenag mencabut izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah tersebut mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Anggota Komisi VIII DPR RI Luqman Hakim.